√ Jalan Cepat │ Pengertian, Teknik, Tahapan, Peraturan, dan Karakteristik

3 min read

√ Jalan Cepat │ Pengertian, Teknik, Tahapan, Peraturan, dan Karakteristik

Jalan Cepat – Pada kesempatan kali ini kita akan membahas sebuah materi tentang jalan cepat yang akan meliputi pengertian jalan cepat, teknik, tahapan, peraturan dan juga karakteristik. Materi nomor cabang atletik jalan cepat  atau Race Walking bertujuan untuk mengembangkan berbagai pola gerak dasar berjalan, terutama yang mempunyai  ciri gerak lokomotor.

Berjalan yaitu  bergerak kedepan tanpa adanya  hubungan terputus dengan tanah. Setiap kali melakukan gerakan langkah maka  harus menyentuh tanah sebelum kaki meninggalkan tanah, menjaga lutut lurus dan tidak bengkok serta  posisi tumpuan kaki dalam keadaan yang tegak lurus. Untuk pengertian jalan cepat sendiri adalah merupakan  sama dengan pengertian berjalan, namun  ada penambahan kecepatan ataupun  frekuensi langkah dan juga  teknik gerakan. Supaya  dapat menjelaskan dan juga  melakukan teknik jalan cepat yang benar, maka perlu di ketahui  perbedaan nyata antara berjalan serta  berlari, serta  apa saja yang tahapan jalan cepat yang baik dan benar. Berikut ini adalah  penjelasannya.

Pengertian Jalan Cepat

Jalan cepat adalah yaitu bergerak kedepan tanpa hubungan yang  terputus dengan tanah. Setiap melangkah, maka  kaki depan harus menyentuh tanah sebelum kaki bagian  belakang meninggalkan tanah. Ketika  melangkah satu kaki harus berada di tanah, maka kaki tersebut juga harus lurus serta  lutut tidak bengkok dengan tumpuan kaki yang berada dalam keadaan posisi tegak lurus.

Dalam jalan cepat, nomor – nomor yang diperlombakan adalah sebagai berikut :

  • Putra : 20 dan 50 km
  • Putri : 10 dan 10 km

Teknik Jalan Cepat

Jalan cepat adalah  salah satu nomor pada  cabang atletik yang  resmi di perlombakan dalam kejuaraan – kejuaraan atletik, baik secara nasional ataupun  internasional. Teknik  dari pelaksanaan jalan cepat bisa  dirinci sebagai berikut :

Baca Juga :   √ Lontar Martil │  Sejarah, Teknik Dasar, Peraturan, Lapangan√ Lontar Martil │  Sejarah, Teknik Dasar, Peraturan, Lapangan

Start

Startnya yang dilakukan dengan menggunakan start berdiri, karena start dalam jalan cepat tidak memiliki  pengaruh yang berarti, maka tidak perlu ada teknik khusus yang perlu atau harus  di pelajari ataupun  dilatih. Sikap start yang umumnya  di gunakan terdapat  pada aba – aba ” Bersedia ” peserta menempatkan posisi kaki kiri berada  di belakang garis start, sedangkan  kaki kanan berada di samping belakang kaki kiri, dengan badan yang  agak condong ke depan dan juga  kedua lengan rileks. Saat  aba – aba ” Ya ” atau bunyi tembakan pistol, maka  segera melangkahkan kaki kanan ke depan, dengan di susul dengan  kaki kiri dan terus berjalan.

Langkah

Langkah di mulai dengan gerakan mengangkat paha kaki ayun ke depan lutut, terlihat tungkai bagian  bawah yang  bergantung lemas, karena ayunan paha ke depan, sehingga tungkai bawah ikut terayun ke depan, yang menyebabkan lutut menjadi lurus. Selanjutnya  menapak pada tumit dengan  terlebih dahulu menyentuh tanah, bersamaan dengan mengangkat tumit, kemudian ujung kaki tumpu lepas dari tanah, dan ganti dengan kaki ayun. Begitu seterusnya selalu ada kaki yang menumpu, sehingga  tidak ada saat melayang.

Condong Badan

Mulai dari kepala, punggung atau dada, pinggang sampai tungkai bawah yang  sedikit condong ke depan.

Ayunan Lengan

Siku di tekuk dengan  kurang lebih dari  90 derajat, ayunan lengan kiri mengarah  ke depan bersamaan dengan mengangkat paha dan juga  kaki kanan, sehingga koordinasinya merupakan  lengan kiri bersamaan dengan kaki kanan, dan juga  lengan kanan yang  bersamaan dengan kaki kiri.

Finish

Tidak terdapat  teknik khusus  pada gerakan masuk finish dalam jalan cepat. Biasanya jalan terus hingga  melewati garis finish,  kemudian baru dikendorkan kecepatannya sesudah  melewati kira – kira 3 sampai 5 meter. Untuk memperoleh langkah – langkah yang benar, maka saat  pemindahan badan serta  kaki satu ke kaki yang lain harus Nampak dengan  jelas, hal ini kelihatan pada gerak panggul. Gerakan ini perlu dilatih supaya dapat  terbiasa melakukan teknik jalan cepat yang baik dan benar. Jadi, sikap dan juga  gerakan jalan cepat merupakan  badan yang berada dalam posisi tegak, serta pandangan yang  lurus ke depan, siku ditekuk, dan juga tangan yang  kepalkan dengan rileks.

Baca Juga :   √ Guling Belakang │ Cara Melakukan Gerakan Roll/ Guling Belakang Pada Senam Lantai

Karakteristik Jalan Cepat

Secara umum karakteristik dari  gerak dasar jalan cepat tidak terlalu berbeda dengan karakteristik gerak dasar jalan yang  biasa hanya saja  pada beberapa gerakan tertentu gerak dasar pada  jalan cepat lebih kompleks. Adapun karaktersitik dari gerak dasar jalan cepat adalah sebagai berikut :

  • Angkat paha kaki ayun ke depan lutut
  • Tungkai bawah bergantung rileks sembari mengayun paha ke arah depan
  • Tungkai bawah ikut terayun ke depan sehingga lutut menjadi lurus
  • Ketika mendaratkan kaki ke tanah maka terlebih dahulu harus tumit kaki
  • Bersamaan dengan mengangkat tumit, ujung kaki tumpu lepas dari tanah kemudian di ganti dengan kaki ayun
  • Posisi badan ketika melangkah dengan posisi kepala, punggung, dada, serta  pinggang, hingga tungkai bawah yang  sedikit condong ke bagian depan
  • Sikut dilipat 90 derajat, lalu ayunan lengan kiri ke depan bersamaan dengan mengangkat paha dan juga kaki kanan
  • Koordinasi dari gerakan di lakukan di antara lengan kiri bersamaan dengan kaki kanan serta lengan kanan yang  bersamaan dengan kaki kiri jalan cepat.

Kesalahan yang mungkin terjadi ketika  melakukan gerak dasar jalan cepat adalah sebagai berikut :

  • Ketika melangkah tungkai bawah tidak rileks dan juga  berada dalam posisi yang lurus
  • Kaki melangkah dengan memakai seluruh telapak kaki serta  menolak dengan ujung kaki
  • Ayunan lengan yang terlalu lurus dan juga

Fase  atau Tahapan Jalan Cepat

Berikut ini adalah tahapan atau fase dalam olahraga jalan cepat yaitu  sebagai berikut :

Fase tumpuan dua kaki :  Fase ini terjadi dengan sangat singkat. Ketika  kedua kaki menyentuh tanah, maka ketika  itu pula berakhir dorongan yang diikuti dengan  gerakan tarikan. Tarikan ini lebih lama dan akan menyebabkan gerakan yang berlawanan di antara bahu dan pinggul.

Baca Juga :   √ Pengertian Dan Cara Melakukan Lari Halang Rintang

Fase tarikan : Fase ini di mulai sesudah  gerakan terdahulu selesai. Gerakan ini di lakukan oleh kaki depan akibat dari  kerja tumit dan juga  koordinasi dari  seluruh bagian tubuh . Gerakan ini selesai dilakukan jika  badan berada di atas kaki penopang.

Fase Relaksasi :  Fase ini berada antara selesainya fase tarikan serta merupakan awal dari fase dorongan kaki. Pinggang berada  pada bidang yang sama dengan bahu. Lengan vertikal dann juga paralel di berada  samping badan.

Fase Dorongan : fase ini dilakukan jika  fase yang  terdahulu telah selesai dan juga apabila titik pusat grativasi badan mengambil alih kaki tumpu.

Peraturan Jalan Cepat

Adapun pokok peraturan dari  jalan cepat yaitu sebagai berikut :

  1. ketika melangkah, salah satu kaki harus selalu tetap kontak dengan tanah.
  2. Diskualifikasi atau larangan melanjutkan perlombaan, yang di sebabkan oleh :
  • Gagal atau tidak memenuhi definisi atau pengertian  jalan cepat pada saat
  • Melakukan pelanggaran ketika perlombaan sedang berlangsung.
  • Ketika lomba jalan cepat yang di laksanakan di track  atau lintasan peserta yang  terkena diskualifikasi harus meninggalkan lintasan. Apabila  perlombaan jalan cepat di laksanakan di jalan raya maka peserta yang terkena diskualifikasi harus mencopot nomor yang ada di dadanya kemudian segera keluar meninggalkan perlombaan tersebut .

Demikianlah artikel yang sudah dijelaskan mengenai √ Jalan Cepat │ Pengertian, Teknik, Tahapan, Peraturan, dan Karakteristik semoga bermanfaat , dan terimakasih atas kunjungannya.

Baca Juga :