√ Teknik Tolak Peluru │ 6 Teknik Dasar Tolak Peluru beserta Peraturan dan Manfaatnya

4 min read

√ Teknik Tolak Peluru │ 6 Teknik Dasar Tolak Peluru beserta Peraturan dan Manfaatnya

Teknik Tolak Peluru – Pada materi sebelumnya admin telah menjelaskan mengenai pengertian tolak peluru, sejarah dan juga gaya tolak peluru , dan pada materi kali ini kita juga masih membahas tentang tolak peluru namun lebih tepatnya lagi mengenai Teknik dasar tolak peluru dan juga peraturannya , langsung saja simak ulasan berikut ini secara seksama.

Teknik Dasar Tolak Peluru

Menurut Jess Jarver ( 2009 : 75 ) teknik dasar tolak peluru yang harus di kuasai oleh setiap pemain meliputi sebagai berikut :

Teknik Memegang Peluru

Dalam memegang alat dari tolak peluru, maka harus di sertai dengan teknik yang  benar supaya  tidak cedera serta tolakan yang di hasilkan akan lebih maksimal. Berikut ini  adalah teknik dalam  memegang peluru menurut situasi dan juga  kondisi.

  • Biasanya para atlet professional menggunakan teknik ini, posisi jari rapat dengan jari jempol berada di samping serta jari kelingking berada di samping belakang peluru.
  • Berbeda dengan teknik di atas, teknik ini dilakukan untuk orang yang mempunyai jari yang kuat serta  panjang, dengan posisi jari yang  sedikit direnggangkan dengan jari kelingking  ditekuk berada di samping peluru, dan jari jempol juga berada di samping.
  • Direkomendasikan untuk menggunakan teknik ini bagi anda yang mempunyai  tangan pendek dan jari-jari kecil, posisi jari–jari lebih di renggangkan dengan jari kelingking yang  berada pada bagian  belakang peluru serta jempol yang  berada di samping peluru.

Teknik Menaruh Peluru

Cara  yang dapat  di lakukan dalam meletakkan peluru adalah ambil alat tolak peluru, kemudian lekatkan pada leher dan bahu bagian kanan ( apabila  anda kidal, maka anda dapat  lekatkan pada bagian kiri )

Baca Juga :   4 Peraturan Lempar Lembing Terbaru Dan Terlengkap

Sikap Badan Pada Saat akan Menolak

Berdiri tegak dengan menyamping ke arah tolakan, lalu kedua kaki dibuka atau  mengangkang, kaki kiri lurus ke depan, kaki kanan dengan lutut yang di bengkokkan ke depan  dengan sedikit agak serong ke atas lemas. Tangan kiri kemudian  di gunakan untuk membantu serta menjaga keseimbangan, pandangan di arahkan ke arah tolakan.

Teknik Menolak Peluru

Dalam melakukan tolakan pada peluru, terdapat  dua gaya yang harus diperhatikan, yaitu Gaya O’Brien dan Gaya Ortodok.

Sikap Badan Setelah Menolakkan Peluru

Sikap akhir dalam menolak peluru adalah merupakan  salah satu faktor yang menentukan apakah tolakan yang dilakukan tersebut sah atau tidak. Menurut Edy Purnomo dan Dapan ( 2011 : 131 ) cara melakukan gerakan serta sikap akhir setelah menolak adalah sebagai berikut :

  • Setelah peluru didorong atau di tolakkan itu lepas dari tangan, maka dengan cepat kaki yang di gunakan untuk mendarat dengan lutut agak sedikit di bengkokkan.
  • Kemudian kaki kiri di angkat ke belakang lurus dan juga rileks untuk membantu keseimbangan.
  • Badan yang condong ke depan, dagu di angkat, badan agak miring ke samping kiri dengan pandangan ke arah jatuhnya peluru.
  • Tangan kanan dan siku agak di bengkokkan di depan sedikit dengan agak ke bawah badan, tangan atau lengan kiri rileks lurus ke belakang untuk membantu dalam menjaga keseimbangan.

Cara Mengambil Awalan

Menurut Edy Purnomo dan Dapan ( 2011 : 131 ) menjelaskan mengenai  cara mengambil awalan dalam tolak peluru adalah sebagai berikut :

  • Ketika akan melakukan tolakan, kaki yang di depan ( kaki kiri ) digerakkan ke depan dan  ke belakang, atau juga  diputar untuk  memperoleh  keseimbangan yang sempurna. Bersamaan dengan menolakkan kaki kanan ke depan ke arah tolakan, lalu kaki kiri di gerakkan ke depan agak ke samping kiri lurus sehingga menyentuh balok panahan.
  • Usahakan badan agak rendah dengan lutut kaki kanan yang agak di bengkokkan. Ketika kaki kiri menyentuh balok panahan, dengan secepat mungkin badan di putar ke arah tolakan, bersama dengan pinggul, pinggang, dan juga  perut yang  di dorong ke depan hingga badan menghadap ke arah tolakan. Kemudian secepat mungkin peluru di tolakkan dengan sekuat – kuatnya ke depan atas dengan bantuan menggerakkan seluruh tenaga badan.
Baca Juga :   √ Tolak Peluru │ 4 Teknik Dasar dalam Tolak Peluru

Kesalahan Dalam  Gerakan Tolak Peluru

Hal – hal yang dapat  menyebabkan diskualifikasi ketika  melakukan tolak peluru yaitu, adalah  sebagai berikut :

  • Ketika awalan kaki ke luar lingkaran
  • Setelah melakukan tolakan tangan menyentuh batas akhir tolakan
  • Kemudian kaki menyentuh atau ke luar dari batas akhir tolakan
  • Peluru jatuh di luar garis area tolakan

Peraturan Tolak Peluru

Adapun peraturan yang digunakan dalam tolak peluru adalah  sebagai berikut :

Ukuran Lapangan Tolak Peluru

Ukuran lapangan pada tolak peluru berbentuk lingkaran dengan diameter 2,135 meter. Lingkaran pada tolak peluru terbuat dari baja, besi atau bahan lainnya  yang cocok untuk di lengkungkan, bagian atasnya harus rata dengan permukaan tanah pada bagian luarnya. Bagian dalam lingkaran tolak terbuat dari semen, aspal ataupun  bahan lain yang padat tetapi tidak licin. Permukaan dalam lingkaran tolak wajib datar antara 20 mm sampai  6 mm lebih rendah dari bibir atas lingkaran besi.

Garis lebar 5 cm harus dibuat di atas lingkaran besi yang menjulur sepanjang 0.75 meter pada kanan kiri lingkaran garis ini di buat dari cat atau kayu. Diameter pada bagian dalam lingkaran tolak adalah 2,135 meter. Tebal dari besi lingkaran tolak yaitu  minimal 6 mm serta harus dicat putih. Balok penahan dibuat dari kayu ataupun bahan lain yang sesuai pada  sebuah lengkungan atau busur sehingga tepi bagian  dalam berhimpit dengan tepi dalam pada lingkaran tolak, sehingga akan lebih kokoh. Lebar balok yaitu 11,2 cm sampai 30 cm, panjangnya yaitu  1,21 m – 1,23 m di dalam, tebal 9,8 cm – 10,2 cm.

Peralatan Tolak Peluru

Adapun alat-alat yang di gunakan dalam kompetisi tolak peluru adalah alat pengukur, bendera, peluit, dan  bola besi dengan berbagai macam ukuran yang sesuai tingkatnya.

  • Peluru yang digunakan untuk putra berdiameter minimal 110 mm dengan maksimal 130 mm. Untuk juniornya 5 kg dan untuk seniornya 7,257 kg.
  • Peluru yang digunakan untuk putri berdiameter minimal 95 mm dan maksimal 110 mm. Untuk juniornya 3 kg serta seniornya 4 kg.
  • Rol meter terbuat dari bahan baja, yang berguna untuk mengukur jarak tolakan.
  • Bendera untuk memberi tanda di bekas tolakan.
  • Kapur atau tali rafia.
Baca Juga :   √ Tolak Peluru │ Pengertian, Sejarah, dan Gaya Tolak Peluru

 Jumlah Juri

Dalam kompetisi resmi tolak peluru, terdapat 3 juri yang mengatur jalannya pertandingan dengan tugas yang berbeda – beda, yaitu sebagai berikut :

  • Juri 1, mempunyai tugas untuk memperhatikan bahwa kaki ataupun tangan peserta dalam melakukan tolakan telah  di lakukan dengan benar atau salah.
  • Juri 2, mempunyai tugas untuk melihat proses tolakan yang di lakukan oleh  peserta sudah benar atau salah, apabila  juri melihat peserta melakukan lemparan, berarti itu salah dan di anggap tidak sah.
  • Juri 3, mempunyai tugas untuk menandai sejauh mana tolakan peserta.

Ketentuan Tolak Peluru

  • Peserta di sahkan memasuki area lingkaran tolakan dari sudut mana saja.
  • Peserta hanya di berikan waktu selama 1 menit untuk melakukan tolak peluru.
  • Peserta tidak di perbolehkan untuk menggunakan sarung tangan.
  • Diwajibkan bagi para peserta untuk memakai leher sebagai penahan peluru.
  • Tidak boleh melakukan tolakan dengan dua tangan.
  • Peserta di haruskan menolak peluru dengan mendarat pada area yang telah
  • Peserta boleh meninggalkan lapangan apabila peluru yang di luncurkan telah mendarat.

Manfaat Tolak Peluru

Memperkuat Tulang

Tulang yang selama ini kuat, tidak akan selalu seperti itu, pasti akan ada saatnya melemah seiring dengan berjalannya waktu. Untuk mengatasi hal  tersebut , maka dengan melakukan latihan tolak peluru, akan lebih memperkuat tulang – tulang tersebut  supaya  tidak mudah cedera ketika melakukan kegiatan atau aktivitas  .

Memperbesar Otot

Dengan melakukan latihan tolak peluru, maka akan  dapat memperbesar otot – otot yang ada pada tubuh, terutama otot lengan. Otot yang besar dan kuat akan lebih mempermudah suatu pekerjaan dan juga terhindar dari cidera.

Menambah Stamina

Olahraga tolak peluru yang dilakukan secara rutin setiap hari maka  dapat menambah kinerja jantung sehingga tidak akan cepat merasa lelah.

Nah demikianlah artikel kali ini tentang √ Teknik Tolak Peluru │ 6 Teknik Dasar Tolak Peluru beserta Peraturan dan Manfaatnya semoga mudah dipahami dan dapat bermanfaat untuk kalian semua , terimakasih.

Baca Juga :