√ Renang Gaya Dada │ Pengertian, Teknik Dasar, Sejarah, Dan Manfaat

5 min read

√ Renang Gaya Dada │ Pengertian, Teknik Dasar, Sejarah, Dan Manfaat

Renang Gaya Dada – Renang gaya dada adalah merupakan gaya yang paling mudah dan nyaman untuk  di lakukan . apabila dilakukan secara benar , maka gaya dada membutuhkan pernapasan yang teratur dengan wajah yang terbenam ketika meluncur. Renang gaya dada merupakan gaya yang pertama-tama di pelajari oleh kebanyakan orang pada saat memulai belajar renang.

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai Renang Gaya dada ini yang akan meliputi pengertian, teknik dasar , sejarah dan juga manfaatnya, langsung saja kita simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Pengertian Renang Gaya Dada

Renang gaya dada adalah berenang dengan posisi dada yang menghadap ke permukaan air, akan tetapi berbeda dengan gaya bebas, batang tubuh selalu berada dalam keadaan tetap. Kedua belah kaki menendang ke arah luar sementara kedua belah tangan di luruskan di depan.

Menurut David Haeller, renang gaya dada merupakan  gaya yang pertama – tama di pelajari oleh orang – orang pada saat waktu mereka mulai belajar renang.

Teknik Renang Gaya Dada

Teknik renang gaya dada seperti gaya renang yang lain terdiri atas  beberapa gerakan, yaitu : Start, posisi tubuh, gerakan lengan  atau sapuan luar dan sapuan dalam, gerakan tungkai, pengambilan nafas, serta koordinasi antara gerakan lengan, gerakan tungkai dan juga  gerakan pengambilan nafas.

Start Renang Gaya Dada

Start renang gaya  adalah salah satu kecakapan yang paling mudah  untuk di ajarkan. Start renang gaya dada hampir sama dengan start gaya crawl ataupun  gaya kupu – kupu, yang membedakan nya adalah sudut masuknya ke dalam  air. Sudut masuk ke air pada gaya dada yaitu sekitar 20 derajat, sedangkan pada gaya crawl dan gaya kupu – kupu sekitar 15 derajat. Tiga kualitas yang di perlukan untuk menjadi seoarng Starter yang baik adalah waktu reaksi yang baik, kekuatan otot tungkai serta  mekanika yang baik.

Posisi Tubuh Ketika  Meluncur Renang Gaya Dada

  • Tubuh sejajar dengan permukuaan air dengan pinggang berada dekat di permukaan air serta  tungkai berada di bawah permukaan air.
  • Wajah atau kepala selalu berada di bawah permukaan air selama kayuhan lengan dan kemudian di angkat ke atas permukaan air selama pengambilan nafas.
  • Tubuh lebih rendah daripada kepala dan tungkai lebih rendah dari badan ketika  tungkai melakukan Recovery.
Baca Juga :   √ Renang │ Renang Macam Macam Gaya Renang dan Cara Melakukannya

Gerakan Lengan Renang Gaya Dada

Gerakan lengan gaya dada terdiri atas  tiga bagian yaitu gerakan lengan sapuan luar, gerakan legan sapuan dalam, serta pemulihan  atau recovery.

  • Gerakan Lengan Sapuan Luar

Gerakan lengan sapuan luar  merupakan  untuk menempatkan posisi tangan pada posisi untuk melakukan sapuan dalam yang efektif. Tangan mulai bergerak ke arah luar – dalam hingga  melewati garis bahu. Tangan harus tetap melebar selama sapuan luar hingga  mencapai kedalaman 50 – 80 cm. kemudian tangan di gerakan kea rah  luar yang hampir membentuk sudut 30 – 40 derajat relatif terhadap arah luar dari gerakan tangan.

  • Gerakan Lengan Sapuan Dalam

Adalah  berupa  sapuan yang menghasilkan daya dorong terbesar pada gaya dada. Gerakan ini dimulai pada saat  tangan mendekati titik terdalam pada gerakan Catch. Sapuan tangan harus berubah dari arah luar – bawah ke arah dalam – atas dengan sudut serangan yaitu 30 derajat. Kecepatan dari  sapuan dalam harus di tambah menjadi 5 – 6 m / detik. Sapuan dalam berakhir ketika  tangan mulai bergerak ke atas – depan untuk melakukan gerakan recovery.

  • Recovery

Recovery  di mulai pada saat   tangan hampir bersamaan sampai di bawah dagu. Lengan di gerakan kearah  depan – atas secara bersamaan dan simetris, recovery bisa  di lakukan dengan tiga cara yaitu tangan berada  di atas permukaan air, tepat di garis permukaan air, ataupun di bawah permukaan air.

Gerakan Tungkai Renang Gaya Dada

Terdapat  dua teori tentang  gerakan tungkai gaya dada, yaitu teori Wedge Action ( baji ) dan teori Whip Action ( cambuk ). Kedua teori ini mengemukakan pendapat yang berbeda, yaitu tentang sumber kekuatan ketika  melakukan gerakan menendang. Pada teori wedge action, sumber dari kekuatan berasal dari menekan air di antara kedua tungkai ketika melakukan pelurusan. Sedangkan teori whip action, sumber kekuatan  di dapatkan  dari mendesak air ke belakang dengan menggunakan telapak kaki. Berikut ini adalah  penjelasan teknik gerakan tungkai yang berdasarkan pada  teori whip action. Gerakan tungkai gaya dada dapat  di bagi menjadi dua yaitu, tendangan luar serta tendangan dalam.

  • Gerakan tendangan luar di mulai pada saat tungkai mendekati pemulihan.
  • Pinggang dan lutut di lengkungkan serta tumit harus di dekatkan dengan
  • Pada saat tumit mendekati pantat maka putarlah kaki ke arah luar – belakang dengan menggunakan  telapak kaki yang  menghadap belakang – atas – luar.
  • Hempasan yang benar diperoleh oleh putaran ke arah dalam pada pinggul.
  • Jari kaki adalah merupakan bagian ujung dari bilah pendorong.
  • Pada saat mendekati pelebaran, kaki mulai menyapu ke arah bawah.
  • Kaki harus di hempaskan ke luar serta kea rah bawah sampai  air terhempas ke belakang.
  • Perenang harus menekan ke arah bawah dari pada ke belakang, hal tersebut dapat  meningkatkan kekuatan pendorong selama sapuan dalam.
  • Pada saat kaki hampir pada pelebaran yang maksimal, maka secara perlahan perubahan arah dari arah bawah ke arah dalam sehingga kedua kaki menyatu bersama dengan
  • Kaki harus di hempaskan ke arah dalam dengan sekuat mungkin sehingga air akan  menyibak ke belakang dari batas kaki bagian luar kedalam.
Baca Juga :   √ Lari Halang Rintang │Pengertian Dan Cara Melakukan Lari Halang Rintang

Gerakan Pengambilan Nafas Renang Gaya Dada

Pengambilan nafas pada gaya dada di lakukan dengan melalui  cara mengangkat kepala ke atas permukaan air. Kemudian kepala mulai di tarik ke atas pada saat  lengan dengan cara  melakukan gerakan awal sapuan luar hingga  mencapai titik tertinggi pada saat  lengan melakukan akhir sapuan dalam. Kepala kemudian kembali di masukkan ke dalam air ketika  lengan melakukan recovery.

Gerakan Koordinasi Renang Gaya Dada

Gerakan koordinasi merupakan  perpaduan antara gerakan lengan, gerakan tungkai serta  pengambilan nafas. Untuk melaju kedepan maka di mulai dari gerakan kaki kemudian setelah  di lanjutkan dengan gerakan lengan yang bersamaan dengan gerakan pengambilan nafas. Jadi, untuk melakukan gerakan koordinasi renang gaya dada merupakan  satu gerakan tungkai ,satu gerakan lengan, dan juga  satu gerakan pengambilan nafas.

Sejarah Renang Gaya Dada

Gaya dada adalah merupakan gaya renang yang paling kuno dan juga merupakan  salah satu gaya renang tertua. Renang gaya dada mulai populer pada tahun 1875, setelah seorang  perenang yang bernama  Matthew Webb mencatatkan diri sebagai orang pertama yang berenang menyeberangi selat Inggris. Selat yang  selebar 34,21 km itu di seberanginya dengan berenang gaya dada selama 21 jam 45 menit. Olimpiade St. Louis 1904 menjadi Olimpiade yang pertama kali mempertandingkan nomor gaya dada secara terpisah untuk jarak 440 yard ( 402 m ).

Gaya dada terus mengalami eksperiment dari para  perenang – perenang dalam usahanya untuk menambah kecepatan. Pembaharuan terbesar pada  gaya dada adalah ketika dengan masuknya gaya kupu – kupu, dengan mengembalikan lengan – lengan di luar air.Perenang – perenang sering berganti – ganti antara kedua gaya tersebut pada satu perlombaan.

Seperti yang dilakukan oleh  Counsilman yang berhasil  memenangkan perlombaan National AAU Out Door dalam 200 meter gaya kupu-kupu, ia berenang dengan jarak 100 meter pertama dalam gaya kupu – kupu, 50 meter berikutnya dengan  gaya dada ortodoks, dan 50 meter terakhir dengan gaya kupu – kupu. Pada  Olimpiade 1948 dan 1952 para perenang gaya kupu – kupu melampaui para perenang gaya dada ortodoks, sehingga membuat  kedua gaya tersebut  dipisahkan.

Pada  gaya dada, renang di bawah air di perbolehkan ketika  itu, tidak hanya satu stroke setelah  pembalikan seperti peraturan sekarang, akan tetapi setiap saat sepanjang perlombaan. Pada  Olimpiade 1956, lomba 200 meter gaya dada di menangkan oleh Masuna Furukawa dengan catatan waktu 2 : 34,7. Setelah  itu, peraturan ini di ubah kemudian  renang di bawah air hanya boleh untuk satu kali tarikan lengan panjang serta  satu kaki gerakan tungkai setelah  pembalikan dan start, kemudian  selanjutnya kepala harus selalu memecah permukaan air selama perlombaan berlangsung.

Baca Juga :   √ Perbedaan Jalan dan Lari

Gerakan gaya dada di bawah permukaan air ternyata dapat menambah gerak maju serta  dilarang FINA sejak tahun 1957. Pada awal tahun 1966, seorang perenang Rusia yaitu  Nikolai Pankiri mulai mengembangkan gerak gaya yangmana bisa menambahkan kecepatan  terhadap gerak tangan melakukan fase istirahat, menghilangkan sikap yangmana tangan akan kembali secara  bersama – sama di bawah dada. Hal tersebut  merupakan suatu pembaharuan menambah irama dari gaya dan dapat memungkinkan agak sedikit menunda posisi ambil nafas. Pengembangan ini sangat  berperan penting dan sekarang  di sebut sebagai gaya dada eropa, yang beberapa hal berbeda dengan gaya dada Amerika Serikat.

Pada awal tahun 1970, Walter Kusch dari Eropa Barat memakai  aksi dolphin pada gaya renangnya. Juara dunia Inggris, David Wilkie yang menjuarai 200 m gaya dada pada Olimpiade athun  1976, memakai  cara ini dengan membiarkan gerakan tubuh banyak berada  ke atas pada gayanya, dengan demikian membawa bahu serta  bagian punggung atas keluar dari permukaan air. Cara yang di lakukan oleh  David selanjutnya  mengundang para ahli Rusia untuk mengadakan studi penelitian setelah Olimpiade Montreal berlangsung . Pendekatan ilmiah serta keuntungan yang di dapat dari gerak ini di manfaatkan untuk mendominasi rangking dunia pada gaya dada. Pada tahun 1978, Lina Kashushite dari Rusia keluar sebagai juara dunia dengan  sikap tubuh yang tinggi serta meluncur kedepan dengan ” Streamline “.

Manfaat Renang Gaya Dada

Semua gaya renang yang ada mempunyai  manfaat yang berbeda, berikut ini adalah beberapa manfaat dari renang gaya dada atau katak bagi tubuh kita.

  1. Menghilangkan Stres

Kecepatan renang dengan gaya dada lebih cenderung lamban. Apabila  kalian ingin menghilangkan stres atau membuat pikiran menjadi tenang, maka renang gaya dada sangat cocok untuk kalian lakukan. Posisi kepala yang terkadang berada di bawah permukaan air, mampu  membantu menyegarkan pikiran. Selain itu, tangan dan kaki yang menirukan gaya katak dapat  membantu merileksasikan otot – otot tubuh yang tegang . Sehingga badan pun akan  terasa segar, nyeri tubuh berangsur hilang.

  1. Menjaga Kadar Kolesterol

Untuk  menjaga kadar kolesterol dalam tubuh agar  tetap seimbang, kalian dapat dengan  rutin berenang dengan menggunakan gaya dada.

  1. Menurunkan Berat Badan

Berenang sangat baik dan juga sangat  cocok dilakukan untuk membakar lemak. Berenang  dengan menggunakan  gaya dada selama 10 menit mampu membakar 60 kalori dalam tubuh.

Demikianlah artikel kali ini mengenai √ Renang Gaya Dada │ Pengertian, Teknik Dasar, Sejarah, Dan Manfaat semoga dapat bermanfaat dan juga berguna untuk kalian semua, untuk kunjungannya kami ucapkan terimakasih banyak.

Baca Juga :