√ Renang │Sejarah Singkat Renang di Indonesia dan Perkembangannya

2 min read

√ Renang │Sejarah Singkat Renang di Indonesia dan Perkembangannya

Sejarah Renang – Cabang olahraga ( cabor ) renang sudah ada sejak sebelum kemerdekaan, yaitu dimulai sejak zaman Kerajaan Majapahit. Pada masa itu, berenang digunakan untuk tujuan berperang, menangkap ikan, maupun untuk menjadi bajak laut.

Armada perang Majapahit terkenal sebagai armada perang yang mampu mengarungi lautan dan juga samudera untuk menambah wilayah kekuasaan. Tanpa memiliki kemampuan untuk berenang, mustahil untuk dilakukan . Buktinya bisa ditemukan pada beberapa situs sejarah seperti relief candi yang menggambarkan kemampuan berenang. Juga pada keraton – keraton peninggalan kerajaan atau daerah sekitar candi juga seringkali ditemukan kolam renang yang digunakan oleh  keluarga kerajaan untuk mandi dan  juga berenang.

Hal tersebut membuktikan bahwa renang di Indonesia sudah ada, namun belum diketahui gaya renang yang digunakan ketika itu.

Sejarah kolam renang di Indonesia. Banyak kolam renang yang dibangun sesudah tahun 1900 salah satunya adalah kolam renang Cihampelas di Bandung yang di dirikan pada tahun 1904. Sesuai dengan tempat dimana kolam tersebut dibangun, yaitu Bandung, maka dapat dikatakan bahwa renang di Indonesia berawal dari Bandung.

Sejarah renang Indonesia sendiri yang tercatat adalah sejak berdirinya Perserikatan Berenang Bandung ( Bandungse Zwembond ) pada tahun 1917 ketika Indonesia masih dijajah oleh  Belanda dan bernama Hindia Belanda.

Pada tahun berikutnya di dirikan Perserikatan Berenang Jawa Barat ( West Java Zwembond ), dan juga Perserikatan Berenang Jawa Timur ( Oost Java Zwembond ) yang  didirikan pada tahun 1927. Sejak saat  itu, perlombaan renang antar daerah mulai sering di adakan.

Pada tahun 1934, peloncat indah masing – masing yaitu Haasman dan Van de Groen, berhasil keluar sebagai juara pertama dan kedua dalam nomor – nomor papan 3 meter serta  menara.

Baca Juga :   Peraturan Renang Gaya Dada Menurut FINA

Pada tahun 1936, perenang Hindia Belanda yang  bernama Pet Stam mencatat rekor 59,9 detik untuk nomor 100 meter gaya bebas di kolam renang Cihampelas Bandung. Karena prestasinya tersebut , maka ia dikirim sebagai wakil Belanda di Olimpiade Berlin pada tahun  1936.

Sejarah olahraga renang di Indonesia mulai mengalami perkembangan ketika zaman penjajahan Jepang pada tahun 1943 – 1945. Ketika itu pemerintah Jepang membuka semua kolam renang di nusantara untuk masyarakat umum sehingga kesempatan untuk belajar berenang bagi bangsa Indonesia semakin besar.

Olahraga renang mulai diperlombakan pada Pekan Olahraga Nasional ( PON ) yang pertama di Surakarta pada tahun 1948. Gaya renang yang diperlombakan adalah gaya dada, gaya punggung, serta  gaya bebas.

Tanggal 20 Maret 1951 dunia renang Indonesia  berada di bawah pimpinan  Zwembond Voor Indonesia ( ZBVSI ). Selanjutnya , Induk organisasi renang di Indonesia didirikan pada tanggal 21 Maret 1951 dengan nama Persatuan Berenang Seluruh Indonesia yang kemudian di singkat dengan PBSI. Kongres pertamanya di Jakarta, berhasil mengukuhkan ketua pertama, yaitu Prof. dr. Poerwo Soedarmo.

Indonesia sendiri terdaftar sebagai anggota Federasi Renang Internasional ( FINA ) dan International Olympic Committe ( IOC ) sejak tahun 1952. Dengan semakin berkembangnya prestasi olahraga renang di Indonesia pada tahun 1952, Indonesia mengirimkan atlet – atlet renangnya ke arena Olimpiade di Helsinki, selanjutnya pada  tahun berikutnya 1953 kembali Indonesia mengambil bagian dalam kejuaraan Youth Festival di Bukarest.

Pada tahun 1954 regu polo air di Indonesia dikirim untuk mengikuti Asian Games ke II di Manila, Philipina. Di tahun ini juga berlangsung kongres PBSI ke II yang diselenggarakan di Bandung dengan menghasilkan susunan pengurus yang diketuai oleh D. Seoprajogi.

Baca Juga :   √ Lompat Jauh │Peraturan Perlombaan Lompat Jauh Lengkap

Pada tahun 1959 di adakan Kejuaraan Nasional Renang. Kejuaraan ini untuk pertama kalinya mengadakan pemisah antara senior dan junior di Malang, Jawa Timur. Berlangsung juga kongres PBSI ke V, dimana ketika  itu disamping memilih kepengurusan  yang baru yang ketuanya masih tetap di percayakan kepada D. Soeprajogi, juga kongres ini merubah nama Perserikatan Berenang Seluruh Indonesia ( PBSI ) menjadi Perserikatan Renang Seluruh Indonesia ( PRSI ).

Perubahan ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa terdapatnya dua induk organisasi olahraga yang memiliki  singkatan yang  sama yaitu PBSI. Selain cabor renang, singkatan ini juga digunakan oleh cabor bulutangkis.

Kemajuan olahraga renang secara keseluruhan berkembang kian pesat pada tahun 1962, berhasil menampilkan nama- nama besar seperti Achmad Dimyati, Mohamad Sukri di bagian putera, sementara Lie Lan Hoa, Eny Nuraeni dan masih  banyak lagi di bagian puteri. Dalam kongres PRSI ke VI tersebut  merubah kembali istilah Perserikatan. Sehingga sekarang PRSI adalah  singkatan dari Persatuan Renang Seluruh Indonesia.

Pada tahun 1963, Indonesia harus mengundurkan diri dari pesta olahraga GANEFO, dimana pesertanya ada beberapa negara yang belum menjadi anggota FINA. Untuk menghindari kemungkinan skorsing, Indonesia dalam hal ini PRSI mengambil langkah pengunduran diri sebagai anggota FINA.

Pada tahun 1966, Indonesia kembali menjadi anggota FINA. Pada tahun itu juga Indonesia mengambil bagian dalam Asian Games ke V di Bangkok.

Itulah informasi yang dapat diberikan mengenai √ Renang │Sejarah Singkat Renang di Indonesia dan Perkembangannya semoga bermanfaat dan simak juga artikel yang lainnya terimakasih.

Baca Juga :

Baca Juga :   √ Lompat Jauh │ Teknik Dasar Lompat Jauh Gaya Berjalan Di Udara