Lempar Lembing : 6 Teknik Lempar Lembing Yang Baik Dan Benar

6 min read

Lempar Lembing : 6 Teknik Lempar Lembing Yang Baik Dan Benar

Teknik Lempar Lembing – Lempar lembing masih termasuk di dalam keluarga cabang olahraga atletik di mana lempar lembing terdiri dari 2 kata. 2 kata tersebut merupakan lempar dan lembing dan lempar sendiri mempunyai makna membuang jauh-jauh, sedangkan lembing merupakan jenis tongkat dengan ujung yang runcing. Jadi, lempar lembing tentunya adalah sebuah jenis olahraga yang berfokus pada usaha membuang lembing jauh-jauh.

Hanya saja, membuang di sini bukan sembarang membuang atau melempar karena tentunya terdapat teknik lempar lembing yang perlu di ikuti dan juga dipelajari. Lempar lembing tidak sembarang melempar karena ini merupakan jenis olahraga atletik dengan memanfaatkan alat bulat yang panjang seperti tombak serta kemudian perlu dilempar sejauh mungkin.

Dalam memperoleh jauhnya lemparan lembing, kecepatan gerak dan juga kekuatan sang pelempar perlu diukur dan tepat, bahkan hingga sudut pada waktu lembing lepas dari tangan. Kombinasi antara awalan, perpaduan tenaga dan juga kecepatan sewaktu melempar lembing sangat penting agar hasil lemparan sempurna dan bisa dianggap baik.

Pada proses pelemparan lembing, terjadilah proses aliran tenaga yang berasal dari tangan si pelempar terhadap media (dalam hal ini lembing) yang tangan sedang pegang. Jadi, lempar lembing intinya adalah melakukan gerakan dengan melalui dorongan lepas pada lembing dari tangan ke arah yang ditargetkan dengan tenaga.

Teknik Lempar Lembing Yang Benar

Berikut ini adalah teknik melakukan lempar lembing yang baik dan benar :

Teknik Memegang Lembing

Dalam sebuah jenis olahraga, terutama yang menggunakan alat, tentu memerhatikan sekaligus melatih cara memegangnya adalah hal yang terpenting. Hal ini pun berlaku pada cabang olahraga lempar lembing. Olahraga atletik ini mengharuskan pemainnya untuk memegang lembing dengan efektif dan juga baik.

Kunci penentu hasil dari sebuah lemparan bergantung penuh pada cara memegang lembing tersebut dan jika dilihat dari strukturnya, lembing mempunyai lilitan tali yang menjadi tempat pegangan seperti yang disarankan. Ini karena pada area tersebut terdapat titik berat lembing di mana ini diperkirakan adalah tempat terefektif untuk memegangnya.

Pada teknik memegang lembing, perlu diketahui bahwa terdapat 3 cara atau teknik yang perlu dilatih, yaitu sebagai berikut :

American Style (Cara Amerika)

Pada American style, cara memegang lembing adalah dengan menempatkan ibu jari sekaligus telunjuk untuk saling bertemu pada lilitan lembing atau di belakang balutan lembing. Untuk yang baru menekuni lempar lembing, cara memegang lembing satu ini lebih sesuai. Untukpara  atlet pemula, pegangan American style sangat mudah untuk dipelajari sehingga pada saat latihan tidak akan begitu menemukan kesulitan. Tidak hanya bagi pemula saja sebenarnya, tapi juga secara umum yang memegang lembing pada dasarnya menggunakan teknik American style. Ini adalah teknik yang dasar sekaligus juga paling banyak dan kerap kita jumpai.

Alasan mengapa cara memegang dengan gaya Amerika sangat umum adalah karena selain mudah, daya dorongnya lebih tinggi oleh ibu jari dan juga jari telunjuk. Teknik pegangan lembing satu ini pun masih populer hingga sekarang dan masih sering digunakan karena memang sangat nyaman dan juga sekaligus memberikan daya dorong lebih.

Baca Juga :   √ Futsal │ Pengertian, Sejarah, Teknik, Peraturan, dan  Ukuran Lapangan Futsal

 

Finlandia Style (Cara Finlandia)

Pada umumnya, seringkali cara memegang lembing dengan cara Finlandia kerap di anggap sama dengan cara Amerika. Banyak orang tidak terlalu tahu membedakan kedua teknik pegangan yang padahal sebenarnya sangat mudah. Untuk pegangan ini, tekniknya adalah dengan membuat ibu jari dan juga jari tengah bertemu tepat di bagian lilitan lembing.

Bagian lilitan lembing tersebut artinya berada di belakang balutan. Untuk posisi jari telunjuk, Anda dapat buat posisinya agak lurus dengan batang lembingnya. Tidak ada ketentuan kapan harus menggunakan pegangan yang mana karena pemain atau pelempar lembing juga dapat menggunakan cara Finlandia sedari awal jika memang lebih nyaman dengan teknik ini.

Tank Style (Jepit Tang)

Untuk cara memegang lembing satu ini, pegangan berfokus pada jari telunjuk dan juga jari tengah yang bertugas menjepit lembing tepat di bagian belakang bagian pegangan. Tentunya pada setiap pegangan mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing, dan untuk teknik pegangan ini pun sama baiknya dengan yang lain hanya memang tidak sepopuler American style.

Pada dasarnya, memegang lembing dengan tank style cukup menguntungkan bagi pelemparnya. Ini karena pegangan ini mampu menjadi pencegah terjadinya luka pada  bagian siku pelempar yang di akibatkan biasanya oleh pelencengan. Hanya saja memang pada saat melempar, lilitan tipisnyalah yang nantinya menyebabkan masalah sehingga harus mempertimbangkan hal ini juga sebelum menggunakannya.

Tidak ada teknik pegangan yang lebih baik dari yang lain karena sebetulnya masalah teknik pegangan lembing kembali ke masing-masing kenyamanan pelemparnya. Seorang atlet perlu memilih jenis pegangan yang paling sesuai dengannya, yaitu yang di anggap paling pas dan cocok setelah melakukan latihan untuk setiap teknik memegang lembing.

Teknik Membawa Lembing

Selain cara memegang lembing, teknik dalam membawa lembing juga perlu untuk Anda kuasai jika ingin menjadi atlet yang baik. Dalam setiap olahraga, mengambil awalan yang tepat akan meningkatkan kemungkinan luar biasa dalam mencapai hasil yang maksimal. Cara mengambil awalan di atletik lempar lembing berhubungan erat dengan cara membawanya.

Sebetulnya dalam membawa lembing, seseorang dapat melakukan cara apapun, hanya saja pastikan untuk tidak sampai membuat kecepatan berlari terhambat. Intinya di sini adalah bahwa membawa lembing dapat dilakukan senyaman atlet tersebut, seperti berikut ini :

  • Membawanya di atas pundak di mana mata lembing posisinya serong ke atas.
  • Bahkan atlet pun sah-sah saja jika ingin membawa lembing di atas bahu dengan posisi mata lembing sering ke bawah maupun juga mendatar.
  • Tangan akan menjadi rileks pada saat membawa lembing dalam posisi mendatar, tidak hanya tangan, namun pada bagian bahu pun otot menjadi lebih nyaman serta tak begitu tertekan sehingga memang banyak juga atlet yang menggunakannya.
  • Membawa lembing tidak harus selalu di atas pundak, karena membawanya dengan posisi lembing di sisi tubuh juga sah-sah saja untuk dilakukan. Akan tetapi pada teknik membawa lembing ini, Anda perlu meluruskan tangan ke belakang agar menjadi jauh lebih gampang dalam mengambil sejumlah sikap lanjutan. Hanya saja, pada cara membawa lembing seperti ini akan ada sedikit hambatan untuk berlari dengan kecepatan optimal.
Baca Juga :   √ Bola Basket │ Cara Menangkap Bola Basket Dengan Baik dan Benar

Teknik Awal Berlari Lempar Lembing

Teknik lainnya yang sangat perlu diperhatikan adalah awalannya. Awalan ini adalah gerakan mula-mula dalam proses melempar lembing dan perlu atlet lakukan dengan melangkah dan juga  berlari ke batas tolakan. Atlet perlu melatih ini di awal karena awalan lari adalah bagian pertama yang tujuannya sebagai pembangun kecepatan gerak tubuh untuk kepentingan hasil lemparan.

  • Pada awalan lari lempar lembing, pelempar lembing bakal perlu berlari seraya membawa lembing tepat di atas kepala sambil menekuk bagian lengan. Hadapkan siku ke depan serta telapak mengarah ke atas.
  • Sementara untuk posisi lembing, pastikan posisinya sejajar dan juga letaknya di atas garis paralel dengan tanah.
  • Cross steps adalah istilah untuk bagian terakhir dari teknik awalan lari lempar lembing dan juga istilah lain untuk itu adalah langkah silang. Pada langkah ini akan meliputi adanya hop-steps atau dengan jingkat, cross-steps atau dengan langkah silang di bagian depan, dan juga rear cross-steps atau langkah silang di belakang.
  • Untuk aturan panjang awalan lari, menurut Ballesteros, wajib untuk tak lebih dari 36.50 m bagi panjang lintasan awalan dan juga tak boleh juga kurang dari 30 m. Perlu ada pemberian tanda menggunakan 2 garis paralel (4 meter) secara terpisah dengan 5 cm untuk lebar garisnya.
  • Dalam teknik peralihan atau cross steps, atlet harus memutar kedua bahu secara perlahan ke arah kanan pada saat menurunkan kaki kiri. Sementara itu, lengan kanan harus mulai digerakkan atau diluruskan ke belakang. Dari situ, titik pusat gravitasi dapat turun secara perlahan dari yang tadinya meningkat ketika melakukan awalan lari.
  • Teruskan perputaran bahu sekaligus juga pelurusan lengan pembawa lembing ke belakang dan dilanjutkan tanpa terputus. Bergeraklah terus hingga atas sampai melampaui kaki kiri atas. Dengan gerakan ini maka biasanya akan membuat tubuh bagian atas condong ke belakang.
  • Kedua bahu yang mengalami perputaran ke kanan akan membuat pilinan antara tubuh bagian bawah serta atas dan ini sekaligus juga membuat lembing tertinggal dengan baik di belakang tubuh atlet.
  • Sementara itu, fokuskan pandangan tetap selalu ke arah depan.
  • Tumit kanan perlu diangkat pada saat terjadi pendaratan oleh tungkai kanan dalam posisi setengah ditekuk pada akhir cross step ketika menggerakkan lutut maju. Dalam waktu yang sama, kedua tungkai perlu dibuka dengan melangkahkan kaki kiri hingga selebar-lebarnya ke depan dan injakkan pula sedikit ke kiri.
  • Tetaplah jaga kedua bahu untuk menghadap ke samping serta lembing perlu untuk tetap dalam posisi dipegang di belakang. Tangan yang membawa lembing pun harus tetap setinggi pundak.
  • Jaga pergelangan tangan agar tetap dalam kondisi ditekuk dan hadapkan telapak tangan ke atas agar bagian ekor lembing tidak menyentuh permukaan tanah. ketika melakuakn pergerakan ini, lipat lengan kiri menyilang di dada.
  • Pada fase akhirnya, di saat menurunkan kaki kiri pada posisi akhir lemparan, mulailah untuk pemutaran kedua pinggul ke depan. Gerakan ini dapat diawali dengan sebuah putaran ke dalam oleh lutut dan juga kaki kanan dan lanjutkan dengan meluruskan tungkai.
  • Selanjutnya, bahu kiri bisa dibuka, lalu putarlah siku kanan ke arah luar atas sementara lembing diluruskan di atas bahu dan lengan.
  • Tekanlah kaki kiri ke tanah dan langsung lanjutkan dengan memutar kaki kanan ke dalam lalu diluruskan sambil meluruskan juga lutut kanan. Tujuannya adalah agar sebuah posisi membusur dapat tercipta dari tubuh atlet dan juga otot depan bisa meregang kuat.
Baca Juga :   Kendo : 4 Teknik Kendo Ketika Melakukan Serangan

Teknik Melempar Lembing

  • Setelah teknik memegang, membawa dan bahkan awalan lari, maka seseorang yang ingin bermain lempar lembing dan juga menjadi atlet profesional membutuhkan teknik untuk melempar lembing secara tepat juga.
  • Pada saat hendak melemparkan lembing dari atas kepala, pastikan bawa lembing ke belakang dengan tangan lurus yang di putar ke arah dalam, disamping itu rebahkan badan ke belakang dengan lutut kaki kanan di saat yang sama dengan pembengkokan siku.
  • Bawa lembing dengan secepat kilat ke atas kepala sambil mendorong pinggul ke depan, barulah kemudian lembing dilemparkan dengan sekuat tenaga ke depan dari atas kepala. Dalam posisi ini, tangan lurus dan dibantu dengan kaki kanan ditolakkan sekuatnya serta badan dilonjakkan ke depan.
  • Lepaskan lembing di saat lurus serta pangkal lilitan tali lembing bisa di dorong dengan jari-jari tangan.

Teknik Melepaskan Lembing

Teknik Melepas LembingSetelah dilempar, tentu ada pula teknik untuk melepaskan lembing di mana gerakan ini sangat vital untuk menciptakan lemparan yang baik. Untuk melepaskan lembing, penting untuk mengurutkan dari bahu, lengan atas dan tangan dalam pergerakannya secara sempurna.

  • Awalnya, bahu digunakan untuk melempar secara aktif dengan dibawa ke depan sambil memutar lengan yang akan melempar, sementara siku mendorong ke arah atas.
  • Pastikan juga lembing dilempar di atas kaki kiri dan lembing juga lepas dari tangan dengan 45 derajat sudut lemparan. Pergerakannya mirip ketapel dari lengan bawah tangan kanan.
  • Sementara itu, pastikan juga untuk luncurkan kaki kanan di tanah dan ketika pelepasan lembing maka terjadilah pada satu garis lurus yang berasal dari pinggang ke tangan pelempar sementara tubuh dan juga kepala condong ke sisi kiri.
  • Selama pelepasan lembing, tekuk lengan kiri dengan tujuan memblok serta pastikan tubuh seimbang dan juga mempertahankan posisi yang telah diciptakan saat melempar agar tidak semakin condong ke depan.
  • Penting untuk tubuh menjaga keseimbangan agar tidak berakibat pada diskualifikasi. Pada proses penyeimbangan tubuh, pusatkan pada satu kaki tumpuan.

Posisi Tubuh Pasca Pelemparan

Setelah menolakkan kaki kanan ke atas serta ke depan mendarat, angkat kaki ke belakang dan juga agak miringkan bagian tubuh sambil agak condong kearah  depan. Kaki kiri tetap mengarah ke belakang secara rileks sementara itu tekukkan siku tangan kanan yang berada di bawah agar lebih dekat ke perut.

Untuk posisi tangan kiri, pastikan juga untuk tetap rileks danjuga lemas ke belakang. Pandangan harus tetap fokus ke rah depan mengikuti arah jalannya lembing sekaligus di tempat jatuhnya. Pada saat posisi salah baik dalam melempar dan juga melepas, maka hasil lempar lembing pun kemungkinan akan kurang memuaskan.

Demikianlah penjelasan mengenai Lempar Lembing : 6 Teknik Lempar Lembing Yang Baik Dan Benar semoga bermanfaat.

Baca Juga: