√ Karate │ Pengertian, Sejarah, Teknik, Peraturan dan Manfaatnya

9 min read

√ Karate │  10 Teknik Dasar Karate Beserta Gambarnya

Teknik Karate – Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tenteng teknik dasar yang di gunakan dalam karate , langsung saja kita simak kita simak ulasan berikut ini untuk lebih jelasnya.

10 Teknik Dasar Karate Beserta Gambarnya  Bagi Pemula

Berikut ini adalah teknik-teknik yang terdapat dalam karate :

Kihon / Gerakan Dasar Karate

Salah satu teknik dasar  dalam karate adalah kihon. Kihon secara harfiah berarti  sebagai dasar atau pondasi. Praktisi karate harus menguasai Kihon dengan baik sebelum mempelajari Kata dan juga  Kumite. Menguasai Kihon dengan baik berarti praktisi Karate sudah meletakkan sendi dasar dari teknik Karate dengan baik dan  juga benar. Sehingga dalam suatu prinsip latihan karate  dapat di katakan bahwa tidak ada Kata dan Kumite tanpa adanya  Kihon. Teknik kihon sendiri  terdiri atas  teknik berdiri ( Dachi ), teknik pukulan ( Tsuki ), teknik tangkisan ( Uke ), teknik tendangan ( Geri ), serta teknik sentakan ( Uchi ).

Kata atau  Jurus Karate

Menurut Gunawan ( 2007 : 21 ) kata merupakan  peragaan jurus yang sudah  dibakukan. Kata secara harfiah  yang berarti bentuk atau pola.

Teknik di dalam kata adalah  penggabungan dari teknik – teknik kihon yang menjadi satu bentuk teknik yang indah serta dinamis. Kata juga merupakan ruhnya Karate, dari kata ini maka  dapat membedakan karakter dari masing – masing aliran Karate yang lain . Kata mengandung pelajaran mengenai  prinsip bertarung serta  teknik – teknik rahasia yang dahsyat dan  mematikan. Gerakan – gerakan Kata juga banyak mengandung falsafah – falsafah hidup. Hal – hal penting dari kata yang harus dipahami dan diterapkan oleh seorang  praktisi Karate yaitu sebagai berikut :

  • Setiap kata memiliki jumlah gerakan serta  urutan teknik yang tetap.
  • Setiap kata diawali dan diakhiri pada tempat yang sama dan mengikuti garis peragaannya atau embusen.
  • Dalam melakukan kata selalu diawali dan diakhiri dengan sikap hormat.
  • Setiap kata memiliki irama – irama gerak tertentu, sehingga penghayatan dari masing – masing teknik menjadi mutlak, dibutuhkan .
  • Bentuk teknik yang benar, pengaturan napas, kekuatan serta ketajaman teknik, kelembutan, dan tinggi rendahnya kuda – kuda harus dikuasai dengan  benar oleh karateka.

Dalam Kata ada yang dinamakan dengan  Bunkai. Bunkai merupakan sebuah  aplikasi yang bisa  dipakai  dari gerakan-gerakan dasar Kata.

 

Kumite atau  Pertarungan Karate

Kumite secara harfiah berarti ” pertemuan tangan “. akan tetapi  umumnya praktisi Karate mengatakan bahwa kumite adalah merupakan  sebagai teknik pertarungan atau perkelahian. Sesuai dengan tingkatannya kumite  dapat di bagi menjadi : Gohon Kumite ( Pertarungan lima teknik ), Kihon Ippon Kumite ( pertarungan satu teknik dasar ), Jiyu Ippon Kumite ( Peraturan bebas satu teknik dengan perjanjian ), dan Jiyu Kumite ( Peraturangan bebas ). Untuk kumite yang dipertandingkan dikenal dengan Shiai Kumite atau juga  Kumite Pertandingan. Terdapat  beberapa peraturan pertandingan Karate yang dikenal antara lain : Peraturan pertandingan WKF ( World Karate Federation ), Peraturan pertandingan JKA ( Japan Karate Association ), serta  Peraturan pertandingan Kyokushinkai Karate – do menganut sistem kumite full body contact.

Dachi atau  Kuda-kuda Karate

Kuda – kuda atau dachi merupakan  gerakan yang  paling dasar yang di ajarkan pertama kali ketika  belajar karate. Dapat dikatakan bahwa , kuda-kuda  merupakan  teknik yang paling penting. Karena untuk melakukan suatu pukulan, tendangan atau menangkis, harus diawali dengan gerakan kuda – kuda yang baik dan benar.

Shizen – tai ( Posisi Netral atau Alami )

Posisi berdiri netral atau alami dimana badan tetap  santai akan tetapi  tetap waspada. Posisi  ini berpotensi  untuk melakukan gerak yang tidak direncanakan secara khusus, akan tetapi dari posisi ini segala bentuk serangan maupun  pertahanan dapat dengan cepat di lakukan, untuk itu  maka lutut harus rileks atau santai dan juga  tetap fleksibel dengan bobot badan yang  seimbang pada kedua kaki. Posisi badan dan kaki berubah dalam berbagai bentuk, namun  tetap berdasarkan pada azas kewaspadaan yang rileks atau santai. Berikut ini adalah posisi dalam Shizen – tai :

  • Heisoku – dachi ( Posisi siap, tidak resmi )
  • Musubi – dachi ( Posisi siap, telapak kaki terbuka )
  • Hachiji – dachi ( Posisi kaki terbuka )
  • Uchi hachiji – dachi ( Posisi kaki terbuka – terbalik )
  • Heiko – dachi ( Posisi sejajar )
  • Teiji – dachi ( Huruf ” T ” )
  • Renoji – dachi ( Huruf ” L ” ).
Baca Juga :   √ Senam Ketangkasan │ Pengertian, Jenis , Manfaat , dan Alat Senam Ketangkasan

Zenkutsu – dachi ( Kuda – kuda Posisi Depan)

Pastikan terdapat  ruang yang cukup besar antara kaki depan dan kaki belakang. Rendahkan pinggul. Tekuk lutut depan. Pertahankan kaki belakang supaya  tetap lurus. Pastikan pandangan tetap berada  kedepan baik itu posisi lurus ke depan maupun  pada posisi hanmi. Posisi Zenkutsu – dachi merupakan  posisi kuda – kuda yang kuat untuk maju ke depan dan sangat efektif dipakai  ketika  maju dengan kekuatan. Ini pakai  untuk menahan serangan yang datang dari arah depan, namun  posisi ini juga kuat untuk melakukan serangan ke arah atas.

Kokutsu – dachi ( Kuda – kuda Posisi Belakang )

Jaga pinggul agar tetap rendah, kemudian tekuk lutut kaki belakang dengan benar, serta mengulurkan kaki maju ke depan. Sikap ini kuat ke belakang dan juga sangat berguna dalam mengeblok. Hal ini merupakan  posisi yang  ideal untuk memblokir serangan yang datang dari depan dan selanjutnya , dengan mengubah ke sikap depan, untuk memberikan balasan langsung.

Kiba – dachi ( Kuda – kuda Posisi Terbuka Lebar )

Untuk melakukan Kiba – dachi dengan  benar,  lakukanlah dengan tekuk lutut, menjaga tubuh bagian atas agar tegak lurus ke tanah, serta  wajah yang  lurus ke depan. Posisi ini kira – kira menyerupai seperti seorang pria yang sedang  menunggang kuda. Sikap kaki mengangkang  dengan kuat di samping dan dipakai pada saat menerapkan teknik ke samping. Misalnya, empi – uchi ( Serangan siku ) dan uraken – uchi ( Serangan belakang kepalan tangan ) yang dibebaskan dari posisi ini.

Shiko – dachi ( Kuda – kuda Posisi Persegi )

Sikap ini seperti sikap kaki  yang mengangkang kecuali kaki diputar keluar pada sudut 45 derajat serta  pinggul lebih rendah. Sebuah garis tegak lurus turun dari pusat lutut akan memukul titik tengah antara kaki.

Sanchin – dachi ( Kuda – kuda Posisi Jam Kaca )

Kaki kanan merupakan  ringan di belakang kaki kiri sehingga garis horizontal akan menyentuh bagian belakang tumit kaki kiri dan juga  bagian depan jempol kaki kanan. Kedua lutut harus membungkuk serta  berbalik ke dalam. Menjaga tubuh bagian atas tegak lurus ke tanah dan juga  tegang perut bagian bawah. Walaupun  posisi kaki relatif sempit, namun sikap ini membuat dasar yang kuat untuk teknik defensive. Dari sikap ini bisa  dengan mudah pindah ke sikap yang lain dan yang  menuju ke segala arah. Lutut dalam posisi menekuk ke dalam.

Hangetsu – dachi ( Kuda – kuda Separuh Bulan )

Penggabungan Zenkutsu – dachi dengan Sanchin – dachi. Menempatkan kaki hampir sama seperti dalam sikap depan akan tetapi jarak antara kaki hangetsu lebih pendek. Metode ini memaksa lutut ke dalam, yang  mirip dengan sikap jam kaca. Sikap ini sangat bermanfaat baik untuk serangan maupun  pertahanan, namun  cenderung disukai untuk pertahanan.

Neko Ashi – dachi ( Posisi Kaki Kucing )

Untuk melakukan teknik kuda – kuda ini, mulai dari sikap kembali dan juga  menarik kaki depan hingga  tumit diangkat  kemudian  bola kaki ringan menyentuh lantai. Lalu putar lutut kaki yang didepan sedikit ke dalam sehingga paha melindungi pangkal paha. Kemudian arahkan kaki belakang ke depan pada sudut 45 derajat dan juga  tekuk lutut. Berat badan harus di dukung dengan kaki belakang.Bentuk ini menyesuaikan diri dengan baik untuk gerakan tubuh yang lentur dan juga lincah. Misalnya, gunakan sikap kucing untuk keluar dari jangkauan serangan lawan dan juga  serangan balik dengan kaki bagian depan. Ini merupakan sikap yang sangat elastis. Sikap ini harus memberikan kesan membungkuk dari kucing siap untuk musim semi.

Fudo – dachi atau Sochin – dachi

Sikap ini  dikenal  juga sebagai sochin – dachi. Ini merupakan kombinasi dari sikap depan dan juga  sikap kaki mengangkang.

Te-Waza  atau  Teknik Tangan Karate

Adapun teknik tangan yang digunakan  dalam olahraga beladiri karate adalah sebagai berikut :

Ken ( Tangan tertutup atau kepalan )

  • Seiken ( Kepalan depan ): dipakai  untuk melakukan pukulan ( tsuki ) yang mengenai sasaran atau target bagian depan dua ruas jari yaitu ruas jari tengah serta  ruas jari telunjuk.
  • Ura – ken ( Kepalan belakang ): pada ura – ken bentuk tangan tetap seiken. Bagian kepalan tangan yang dipakai untuk melakukan serangan adalah bagian belakang atau punggung kepalan, pada bagian atas buku jari telunjuk serta  kuku jari tengah. Biasanya dipakai  untuk menyerang bagian wajah atau badan bagian samping.
  • Kentsui ( Kepalan palu ): disebut juga dengan shutsui ( Tangan palu ) atau tettsui ( Palu besi ). Bentuk kepalan tangan adalah seiken, gunakan bagian bawah dari kepalan yang mengenai sasaran. Lakukan serangan dengan snap / lecutan / sentakan.
  • Ippon-ken ( Kepalan satu buku jari ): bentuk kepalan merupakan seiken namun  buku jari telunjuk lebih menonjol kedepan dari jari yang lain, tekan bagian samping dengan ibu jari untuk menguatkan. Digunakan untuk menyerang hidung, bagian bawah hidung serta  tulang rusuk.
  • Nakadaka – ken ( Kepalan ruas jari ): bentuk kepalan seiken, namun buku jari tengah menonjol kedepan. Tahan jari tengah yang menonjol  tersebut  dengan menggunakan  jari telunjuk dan jari manis, serta  tekan dari arah bawah dengan ibu jari. Digunakan untuk menyerang bagian – bagian yang sama dengan ippon – ken.
  • Hira – ken ( Kepalan ruas jari tangan ke depan ): tekuk semua jari – jari hingga menyentuh telapak tangan. Tekuk jari – jari, hanya ringan kearah bawah.  Kemudian tekan dengan ibu jari untuk menguatkan atau tahan pada bagian belakang telapak tangan. Kepalan ini lebih banyak di gunakan untuk menyerang pada  bagian bawah hidung ataupun  tulang rusuk.
Baca Juga :   Sistem Dan Aturan Perpindahan Bola Dalam Bulu Tangkis

Kaisho ( Tangan terbuka )

  • Shuto ( Tangan pisau ): serangan ini dipakai untuk menyerang lengan atau kaki lawan ketika ia menyerang. Hal ini juga efektif dipakai  dalam serangan ke pelipis lawan, sisi leher ataupun  tulang rusuknya.
  • Haito ( Tangan bubungan ): dipakai sisi berlawanan dari tangan dari yang digunakan di shuto.
  • Haishu ( punggung tangan ): memakai seluruh permukaan punggung tangan untuk memukul di Haishu. Bagian belakang tangan terutama dipakai  untuk memblokir.
  • Kumade ( tangan beruang ): dipakai untuk menyeranga wajah dengan baik serta langsung didorong ke depan atau gerakan menyapu ke samping.
  • Nukite ( tangan tombak ): ujung jari di nukite dipakai untuk menyerang titik antara mata, ketiak, serta  daerah lainnya yang mudah diserang.
  • Washide ( tangan elang ) : berguna dalam serangan terhadap tenggorokan serta poin penting yang lainnya.
  • Keito ( pergelangan tangan kepalan ayam ): serang lengan pukulan lawan atau ketiak dengan cara mematuk lengan bawah.
  • Seiryuto ( tangan rahang sapi ): untuk memblokir serangan mendorong ke depan dan juga untuk menyerang wajah lawan serta  tulang selangka.
  • Kakuto ( Pergelangan tangan menekuk ): untuk menyerang lawan yang sedang memukul atau ketiak dengan cara gerakan mematahkan lengan bawah.
  • Teisho ( Tumit telapak tangan ): Dipakai untuk menyikat lengan lawan menyerang ke samping atau ke bawah serta  menyerang dagu lawan.

Wan ( Lengan )

Penggunaan lengan di maksudkan untuk menangkis serta  menggeser kesamping serangan kaki atau tangan.

  • Nai – wan ( sisi dalam )
  • Gai – wan ( sisi luar )
  • Hai – wan ( sisi atas )
  • Shu – wan ( sisi bawah )

Empi atau Hiji ( Siku )

Istilah empi dipakai  untuk menggambarkan bagian dari lengan yang dipakai  dalam serangan ini, dan juga memukulnya sendiri.

  • Mae Empi-uchi (depan)
  • Tate Empi-uchi (atas)
  • Ishiro Empi-uchi (belakang)
  • Otoshi Empi-uchi (bawah)
  • Mawashi Empi-uchi (berputar)

Ashi Waza  atau  Teknik Kaki Karate

  • Koshi ( bola kaki ): ini merupakan bagian dari kaki yang juga dikenal dengan josokutei atau mengangkat telapak kaki . guna  memberikan tendangan untuk menghadapi lawan, dada, perut serta  pangkal paha. Ren Tobi – geri, Ren – geri, Mawashi – geri dan yang lain – lain.
  • Sokuto ( pisau kaki ): adalah bagian dari kaki yang dipakai dalam tendangan yang di arahkan ke samping. Sokuto Oase – uka, Ura Yoko – geri Keage, Ushiro – geri Keange, dan yang  lain – lain.
  • Kakato ( tumit ): yaitu bagian dari kaki yang dipakai  dalam tendangan yang di arahkan ke belakang. Yoko – geri Kekomi, Ura Yoko – geri Kekomi, Gyaku Mawashi – geri, dan yang lain – lain.
  • Haisoku ( punggung kaki ): dipakai dalam tendangan yang  ditujukan ke pangkal paha. Ashikubi Kake – uke, Gyaku Mikazuki – geri, Mawashi – geri dan yang  lain – lain.
  • Tsumasaki ( ujung jari kaki ): bisa dipakai  dalam tendangan yang ditujukan pada pangkal paha atau bagian tengah tubuh,  Tsumasaki – geri.
  • Hizagashira ( Lutut )
  • Ashi no ura ( Bagian dalam telapak kaki )
  • Kaikotsu ( Tulang kering )

Zuki  atau  Pukulan Karate

Teknik dalam karate yang  lainnya adalah merupakan  teknik gerakan pukulan atau juga yang  disebut dengan istilah zuki. Gerakan ini merupakan  yang paling penting bagi karatedo. Berikut ini adalah  jenis teknik pukulan yang perlu diketahui.

  • Oi – zuki – chudan ( Pukulan mengarah ke hulu hati atau perut )
  • Agi – zuki ( Pukulan memakai tangan bagian dalam yang juga bentuknya seperit agi – uke )
  • Choku – zuki ( Pukulan ke arah perut sambil memakai kuda – kuda hachiji – dachi )
  • Kage – zuki ( Pukulan ke arah samping seperti pada Kata Tekki Shodan )
  • Tate – zuki ( Pukulan dengan bentuk seperti uchi – ude – uke )
  • Yama – zuki ( Pukulan ganda dengan menggunakan kedua tangan )
  • Morete – hisame – zuki ( Pukulan dengan menggunakan kedua tangan )
  • Ura – zuki ( Pukulan dengan bentuk soto – ude – uke )
  • Morete – zuki ( Pukulan dan dorongan )
  • Kisame – zuki ( Pukulan yang mengarah ke kepala akan tetapi  kaki tidak melangkah )
  • Gyaku – zuki ( pukulan yang  mengarah ke perut akan tetapi  kaki tidak melangkah )
  • Oi – zuki – jodan ( pukulan yang mengarah ke kepala )
  • Uraken – uchi ( pukulan menyamping )
Baca Juga :   Tarung Derajat : Teknik Dasar, Peralatan, Dan Peraturan Dalam Penjelasan Lengkap

Geri  atau  Tendangan Karate

Faktor – faktor pokok teknik  dari tendangan dalam karate adalah sebagai berikut :

  • Angkat lutut dari kaki yang akan menendang dengan setinggi mungkin dan juga  sedekat mungkin ke dada. Lutut akan menekuk penuh, selanjutnya  pindahkan berat kaki ke pinggul.
  • Lentingan, tekukan serta pelurusan lutut. Terdapat dua cara  untukmenendang : 1. Memakai  daya pegas lutut yang dilentingkan  dengan sepenuhnya, dan 2.  dengan meluruskan kuat – kuat lutut kaki yang ditekuk,  dan  menyerupai gerakan menyodok.
  • Daya pegas pinggul dan pergelangan kaki. Dilain pihak, kekuatan kaki tersebut sendiri tidak cukup. Serta harus diperkuat dengan tenaga yang dihasilkan oleh pegas dan juga

Adapun jenis – jenis tendangan dalam karate adalah sebagai berikut :

  • Mae geri ( Tendangan depan ): teknik ini berupa tendangan angkat atau melenting atau tendangan  yang menyodok lurus dengan sasaran ke arah depan.
  • Usiro geri ( Tendangan belakang ).
  • Keage ( Tendangan mengangkat ).
  • Kekomi ( Tendangan menyodok ).
  • Yoko geri ( Tendangan samping ).
  • Mawashi geri ( Tendangan dengan kaki bagian atas )

Uke  atau Tangkisan atau Elakan

Teknik elakan atau tangkisan pada bela diri karate bisa  dilakukan dengan  menggunakan berbagai cara. Selain itu dapat pula dilakukan dengan memakai  alat atau anggota tubuh yang ada, misalnya tangan atau pun lengan serta  kaki atau tungkai. Pada dasarnya tangkisan harus dilakukan ketika  lawan mulai menyerang. Oleh sebab  itu, sangat perlu memperkirakan terlebih dahulu adanya serangan. Karena terbatasnya tempat yang tersedia, maka elakan atau tangkisan yang di kemukakan disini hanyalah tangkisan yang memakai  lengan atau tangan saja ( itupun hanya yang pokok – pokok saja ).

  • Gedan barai ( Sapuan bagian bawah ): memiliki fungsi ganda yaitu sebagai tangkisan dasar dan juga sebagai salah satu jenis kesiagaan dalam latihan dasar.
  • Jodan age – uke ( Tangkisan angkat, bagian atas ): yaitu tangkisan dasar yang dipakai  untuk melumpuhkan serangan ke bagian atas ulu hati dan juga   Tangkislah dengan  kuat – kuat ke atas dengan bagian luar dari lengan depan.
  • Chudan ude – uke ( Tangkisan lengan, bagian tengah ), soto uke ( Tangkisan dari luar ): Chudon ude – uke, soto – uke merupakan tangkisan yang dipakai  untuk melumpuhkan serangan pukulan yang datang ke dada dan muka. Belokkan lengan lawan ke samping,  kemudian tangkis dengan sisi luar dari pergelangan tangan.
  • Morote – uke ( Tangkisan dengan bentuk seperti morote – zuki ).
  • Juji – uke ( Tangkisan dengan menggunakan kedua tangan yang disilangkan ).
  • Shuto – uke ( Tangkisan dengan tangan pedang ).
  • Uchi – ude – uke ( Tangkisan tengah dari bawah ketiak ).
  • Soto – ude – uke ( Tangkisan tengah dari belakang telinga).
  • Agi – ke ( Tangkisan atas ).

Nage Waza  atau   Bantingan

Tidak hanya kuda – kuda, pukulan, tendangan, ataupun tangkisan yang di pelajari dalam karate, akan  tetapi bantingan atau yang juga disebut dengan nage waza. Teknik ini dipakai  ketika lawan berada dekat dengan Anda. Beberapa teknik bantingan antara lain yaitu  fumi kiri, udewa, tsubamagaeshi, dan juga  unshu geri.

Keterangan:

  • Te : Tangan
  • Geri : Tendangan
  • Waza : Teknik
  • Dachi : Kuda – kuda
  • Tsuki : Serangan dengan menggunakan kepalan
  • Uchi : Lecutan
  • Uke : Tangkisan
  • Mae : Depan
  • Yoko : Samping
  • Tate : Atas
  • Ushiro : Belakang
  • Otoshi : Bawah
  • Mawashi : Berputar
  • Gyaku : Arah berlawanan
  • Ren : Dilakukan 2 kali
  • Tobi : Lompatan.

Demikianlah penjelasan mengenai √ Karate │  10 Teknik Dasar Karate Beserta Gambarnya semoga bermanfaat dan terimakasih atas kunjungannya.

Baca Juga :