√ Tinju │ Sejarah Tinju Dunia dan Indonesia

2 min read

√ Tinju │ Sejarah Tinju Dunia dan Indonesia

Sejarah tinju dunia dan di Indonesia –  Pada kesempatan kali ini kita akan membahas sejarah tinju di dunia dan Indonesia yang akan di bahas secara singkat dan jelas . Langsung saja kita simak ulasan berikut ini secara seksama.

Tinju adalah olahraga dan seni beladiri yang menampilkan dua orang partisipan dengan berat yang tidak jauh berbeda sesuai dengan kelasnya  saat bertanding satu sama lain dengan menggunakan tinju atau pukulan mereka dalam rangkaian pertandingan berinterval 1 x 3 menit yang disebut ronde. Baik dalam Olimpiade ataupun olahraga profesional, kedua petarung ( disebut petinju ) menghindari pukulan lawan mereka sambil berupaya dalam  mendaratkan pukulan mereka sendiri kearah  lawannya. Pemenang dalam olahraga tinju dinilai berdasarkan pada ketepatan tinju yang di arahkan ke lawannya dan jika  lawan sudah dinilai KO atau TKO oleh wasit.

Sejarah Tinju Dunia dan Indonesia

Berikut ini adalah sejarah tinju di dunia dan di Indonesia yang dibahas secara singkat :

Sejarah Tinju di Dunia

Menurut catatan sejarah tinju pertama kali di perkenalkan dari bangsa Romawi, Mesir, dan  Yunani. Pada awalnya, para petinju mengikuti pertandingan ini tanpa menggunakan sarung tinju, namun  menggunakan sarung besi sehingga banyak sekali dimasa itu petinju yang meninggal dunia di area pertandingan akibat terkena pukulan sarung tangan besi yang sangat berbahaya.

Petinju yang terkenal ketika  ialah Theagenes yang berasal dari Thasos, Yunani. Theagenes telah menjadi juara olimpiade tinju yang di adakan pada tahun 450 M. Theagenes juga melakukan pertandingan tinju  sebanyak 1.406 kali dalam hidupnya dan masih menggunakan sarung tangan besi. Kebanyakan dari lawan – lawan  tersebut  tewas pada saat  bertarung melawannya.

Baca Juga :   √ Futsal │Formasi Dan Strategi Permainan Futsal Ketika Menyerang Dan Bertahan

Hingga pada tanggal 10 Agustus 1973, peraturan mengenai  tinju sudah  ada peraturan versi terbaru  dan  pemakaian sarung tinju dengan menggunakan bahan spons. James Ping adalah petinju pertama yang menggunakan sarung tinju berbahan spons dan juga seorang juara dari Britania.

Legenda tinju dunia pada saat ini seperti Mohammad Ali, Mike Tyson, Evander Holipil dan yang  lain – lain.  Semenjak saat itu olahraga tinju mulai berkembang pesat sampai  saat ini masuk hingga  Indonesia.

Sejarah Tinju di Indonesia

Di Indonesia tinju masuk dan dipopulerkan oleh Hindia Belanda atau KNIL ( Koninklijk Nederlands Inside Large ). Kalahnya Belanda oleh Jepang membuat pertinjuan kita seperti kehilangan tanduk. Sehingga setiap pertandingan tinju yang di selenggarakan tidak ada organisasi yang bertanggung jawab. Maka pihak kepolisian ingin mendirikan organisasi tinju.

Didi Karta Sasmita,  adalah Komandan Kepolisian di Jakarta, yang  akhirnya mendirikan PERTIGU ( Persatuan Tinju dan Gulat ) dengan ketuanya Frans Mendur pada tanggal 28 April 1955.

Menjelang Olimpiade Roma  pada tahun 1960, Indonesia hendak ikut berpartisipasi. Ketentuan IOC ( International Olympic Committee ) mengharuskan terdapat  organisasi tinju amatir yang mandiri di Indonesia. Maka  pada tanggal 30 Oktober 1959 berdirilah PERTINA ( Persatuan Tinju Amatir Indonesia ).

Olahraga tinju professional sempat dilarang di pertandingkan di Indonesia karena  politik Indonesia ketika  itu cenderung ikut blok sosialis. Maka pada tanggal 23 November 1961, Maladi selaku Menteri Olahraga melarang tinju profesional hidup di Indonesia.

Tinju di Indonesia  dapat dikatakan sangat populer dengan lahirnya seorang juara tinju dunia seperti Chris John. Chris John adalah  putra kedua dari empat bersaudara dari pasangan Johan Tjahjadi ( alias Tjia Foek Sem ) dan Maria Warsini.

Baca Juga :   √ Olahraga Tinju │ Sejarah Olahraga Tinju Dunia Secara Singkat

Chris John mencatatkan rekor sebagai juara dunia kelas bulu pertama yang berasal dari Indonesia, mencatatkan rekor sebagai petinju kedua terlama yang menjadi juara dunia kelas bulu sepanjang masa,  dan juga  mencatatkan rekor sebagai peringkat kedua dalam daftar petinju yang paling sering mempertahankan gelar juara dunia kelas bulu sepanjang masa.

Chris John  tercatat sebagai petinju Indonesia kelima yang berhasil meraih gelar juara dunia, setelah Ellyas Pical dan Nico Thomas.

Demikianlah penjelasan singkat tentang √ Tinju │ Sejarah Tinju Dunia dan Indonesia semoga bermanfaat dan terimakasih atas kunjungannya.

Baca Juga :