√ Diving │Sejarah dan Pengertian Diving Dalam Sepak Bola

1 min read

√ Diving │Sejarah dan Pengertian Diving Dalam Sepak Bola

Sejarah dan Pengertian Diving – Pada kesempatan kali ini admin akan menjelaskan sebuah materi baru yang berhubungan dengan sepak bola , yaitu lebih tepatnya mengenai Diving , yang meliputi sejarah dan pengertiannya . Untuk informasi selengkapnya maka langsung saja di simak secara seksama ulasan berikut ini agar mudah di pahami.

FIFA mendeskripsikan  mengenai diving sebagai usaha seorang pemain bola untuk memperoleh keuntungan secara licik, dengan cara menjatuhkan dirinya sendiri kemudian berpura – pura kesakitan sehingga pemain lawan memperoleh  hukuman. Hukuman  tersebut dapat  berupa tendangan penalti atau tendangan bebas ke lawan, sehingga memperbesar angka kemenangan klub ( jika terjadi gol ) yang pemainnya melakukan diving. Teknik kotor ini sangat dilarang keras oleh FIFA. Apabila  ada pemain yang melakukan diving atau menipu wasit ganjarannya adalah kartu kuning. ” Setiap tindakan simulasi di mana saja di lapangan, yang di maksudkan untuk menipu wasit, harus di kenakan sanksi sebagai tindakan tidak sportif “,  bunyi peraturan FIFA dalam Law of the Games. Diving sangat tidak di anjurkan dalam sepakbola karena  bisa  menghilangkan nilai fair play dalam sebuah pertandingan .

Diving sendiri mulai  terkenal sejak dua dekade lalu dimana sepak bola Italia sedang mengalami masa jayanya. Tidak ayal, banyak yang menuding diving ini berasal dari Italia. Akan tetapi  ada yang menyebut diving muncul kala Juergen Klinsmann membela Jerman Barat di final Piala Dunia 1990 melawan Agentina. Pada saat itu tim Jerman mengalami kesusahan menembus baris pertahanan Agentina.

Klinsmann, yang pada saat  itu adalah  pemain Inter Milan, mendapatkan bola di sisi kanan. Akan tetapi , tiba – tiba ia di hadang bek Pedro Monzon. Ia pun kemudian  tidak menyia – nyiakan peluang pada saat  Monzon hendak melakukan tackling ke arahnya. Striker Jerman ini pun tiba – tiba menjatuhkan diri dan berteriak kesakitan pada saat  kaki Monzon mendekati dirinya. Ia terlihat jatuh ke tanah dan berguling – guling sebanyak tiga kali. Tidak ayal, wasit yang  pada saat itu belum tahu banyak mengenai  teknik diving seketika mengganjar Monzon dengan kartu merah dan menunjuk titik putih. Kartu merah Monzon tersebut sekaligus menjadi yang pertama di final Piala Dunia. Akhirnya Jerman jadi juara Piala Dunia berkat eksekusi tendangan penalti yang di sarangkan oleh Andreas Brehme. Setelah itu, Klinsmann di anggap sebagai raja diving sedunia.

Baca Juga :   √ Karate │ Pengertian, Sejarah, Teknik, Peraturan dan Manfaatnya

Selanjutnya aksi pesepakbola yang akrab di sapa Klinsi itu berlanjut pada saat  ia hijrah ke pentas Premier League di tahun 1995, bergabung bersama dengan  Tottenham Hotspur. Popularitasnya melonjak berkat gaya bermainnya yang keras danjuga  kerap melakukan diving. Pada periode berikutnya, muncul striker – striker yang kerap di tuding melakukan diving seperti Fillipo Inzaghi hingga Francesco Totti, dan juga  Gareth Bale hingga  Luis Suarez. Akan tetapi, pesona Klinsi ternyata belum padam. Beberapa waktu lalu, ia dipilih sebagai diver terbaik sepanjang masa oleh pembaca London Papers. Dia meraih suara 35 persen,  dan mengungguli Cristiano Ronaldo.

Demikianlah ulasan singkat mengenai √ Diving │Sejarah dan Pengertian Diving Dalam Sepak Bola yang telah di bahas pada artikel kali ini , semoga dapat bermanfaat bagi anda semua , dan juga dapat menambah wawasan kalian mengenai olahraga sepak bola ini , sekian dan terimakasih banyak untuk kunjungannya , jangan lupa simak artikel yang lainnya ya , salam olahraga.

Baca Juga :