√ Lompat Jangkit │ Pengertian, Teknik, Sejarah, Lapangan, dan Peraturan

4 min read

√ Lompat Jangkit │ Pengertian, Teknik, Sejarah, Lapangan, dan Peraturan

Lompat Jangkit – Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai Lompat jangkit yang meliputi pengertian , teknik , sejarah , lapangan dan juga peraturannya . Langsung saja kita simak penjelasan berikut ini .

 

Pengertian Lompat Jangkit

Menurut Tamsir Riadi, istilah lain dari lompat jangkit adalah lompat tiga atau  dapat juga disebut triple jump. Dikarenakan ketika  melaksanakan lompatan pelompat harus melakukan gerakan hop, step, dan jump.

Lompat jangkit adalah sebuah nomor dalam cabang atletik, atau track and field, perlombaannya hampir mirip dengan perlombaan lompat jauh, namun  melibatkan gerakan jingkat ( hop ), langkah ( step ) dan melompat ( jump ), dimana pelompat berlari menyusuran jalur awalan dan melakukan satu jingkatan ( hop ), satu langkah ( step ) dan kemudian melompat ( jump ) ke dalam kotak pasir.

Di dalam lompat jangkit sebenarnya terjadi tiga kali tolakan, tiga kali melayang di udara, dan tiga kali pendaratan. Jarak hasil lompatan di ukur dari kumulatif ketiga gerakan lompat jangkit yang terdiri dari hop, step, jump.

Tujuan Lompat Jangkit

Menurut IAAF ( International Association Athletic Federation ) tujuan dalam lompat jangkit adalah untuk jangkau jarak lompatan horizontal sejauh mungkin dengan menggunakan tiga lompatan  secara berturut – turut. Meskipun ada kesamaan antara beberapa gerakan dalam lompat jangkit dengan lompat jauh, lompat jangkit merupakan  gerakan lompat yang mempunyai  gerakan komplek secara teknik  dan  menuntut ketangkasan – ketangkasan tambahan, lebih lagi ada korelasi antara presasi lompatan jangkit dengan prestasi lompat jauh.

 

Sejarah Lompat Jangkit

Olahraga lompat jangkit adalah salah satu olahraga yang dipertandingkan dalam olimpiade modern pertama di Yunani pada tahun 1896 dan dimenangkan oleh James Connoly.

Olahraga lompat jangkit terinspirasi dari salah satu jenis olahraga lompat sejak zaman Yunani kuno dimana sang pelompat akan melakukan beberapa kali lompatan sebelum  melakukan lompatan yang  terakhir, namun  tidak diketahui secara pasti berapa banyaknya lompatan yang dilakukan oleh atlet pada ketika  itu serta peraturan dalam pertandingan tersebut.

Baca Juga :   √ Lontar Martil │  Sejarah dan Teknik Dasar

Dalam mitologi Irlandia, lompat jangkit sudah  diperlombakan dalam pertandingan Irlandia kuno yang  bernama Tailteann Game, pada awal  tahun 1829 SM.

Jika pada olimpiade modern pertama, lompat jangkit hanya di ikuti oleh atlet laki – laki saja, akan tetapi  pada tahun 1996, atlet perempuan akhirnya  dapat  mengikuti kejuaraan lompat jangkit dalam olimpiade Atlanta.

Teknik Lompat Jangkit

Seluruh teknik dasar lompat jangkit di urutkan menjadi tahap – tahap sebagai berikut ini :

Lari awalan ( Approach )

Teknik Lompat Jangkit Lari Awalan

Awalan dalam lompat jangkit sangat penting karena sangat berpengaruh terhadap tahapan yang selanjutnya.

Menurut IAAF tujuan awalan dari  lompat jangkit adalah  sebagai berikut :

Tujuan dari awalan adalah untuk mencapai kecepatan maksimum dan sebagai persiapan untuk menumpu ketika  jingkat ( hop ).

Panjang lari awalan yang dipakai  oleh pelompat tergantung pada kemampuan tiap individu pelompat untuk melakukan lari awalan sebagai tahap akselerasi.

Pelompat yang mencapai puncak kecepatan larinya akan memerlukan  suatu lari awalan yang lebih pendek dari pada mereka yang mempunyai kecepatan lari awalan yang akselerasinya lebih lambat.

Para pelompat yang mempunyai  kemampuan yang baik biasanya akan menggunakan awalan dengan jarak 35 – 40 m atau 18 – 23 langkah lari, sedangkan pelompat yang mempunyai  kemampuan yang kurang begitu baik biasanya akan menggunakan lari awalan yang lebih pendek.

Jingkat ( Hop )

Tahap hop adalah  gerakan awalan dari tahapan lompatan jangkit menurut IAAF hop lompat jangkit sebagai berikut.

Gerakan hop adalah gerakan dua kali menumpu kaki yang sama dengan tidak menghambat kecepatan lari atau awalan.

  • Perubahan kecepatan yaitu tekanan kaki ke arah depan dan ke atas yang di gerakkan oleh kaki tumpu.
  • Perubahan gerakan cenderung ke arah depan tidak ke atas.
  • Setelah menumpu kaki menekan mengkais dengan tenaga penuh sehingga kaki hampir sejajar dengan tanah.
  • Sebelum mendarat kaki tumpu harus di gerakkan ke depan, sedangkan kaki yang satu tergantung bebas dibelakang titik pusat berat badan.
  • Saat kaki menumpu tumit lebih dahulu menyentuh tanah, tumit berada di bagian depan titik pusat berat badan, ketika  melayang punggung diusahakan tegak tidak condong.

Langkah ( Step )

Menurut IAAF gerakan langkah step dalam lompat jangkit  adalah sebagai berikut :

  • Gerakan tumpuan yang ketiga dilakukan sesudah gerakan tumpuan kaki yang sama, gerakan ini bertujuan untuk  mengubah kecepatan ke arah gerakan step, untuk menjaga gerak mendatar sebanyak mungkin dan mengangkat bobot badannya ke arah lompat atau jump.
  • Fase kedua dalam lompat jangkit di mulai pada saat kaki take off menyentuh tanah. Tungkai take off harus dalam keadaan lurus dengan paha tungkai pendorong tepat berada di bawah  bagian garis paralel dengan tanah.
  • Pada saat pelompat lepas dari tanah, tungkai take off tetap lurus di belakang titik berat badannya, dengan betis tetap hampir paralel dengan tanah.
  • Pada saat yang bersamaan, tungkai yang berlawanan mendorong hingga  setinggi panggul dimana tetap dipertahankan hingga  mid flight selama fase step, sudut lutut tidak lebih dari 90 derajat.
  • Pada saat pelompat mulai turun, tungkai pendorong lurus dengan ankle fleksi atau memperpanjang tuas dan kaki bebas melakukan gerakan mengkais ke bawah untuk melakukan transisi dengan cepat ke fase tiga.
  • Selama fase step, pelompat konsentrasi pada langkah step sejauh mungkin. Hal ini biasanya adalah fase terlemah, karena menuntut pelompat mempunyai koordinasi yang baik dan membutuhkan  latihan yang khusus.
Baca Juga :   Tips Dan Cara Latihan Berlari Cepat Untuk Pemula

Tujuan gerakan lengan dalam bertolak pada tahap gerakan langkah ( step ) adalah untuk menunjang tolakan, pilihannya apakah gerakan satu lengan atau menggunakan dua lengan tergantung dari lamanya tahap melayang itu sendiri.

 Lompat ( Jump )

  • Fase ketiga dan terakhir dalam lompat jangkit, yaitu lompatan panjang yang di awali dengan lompatan dan bukan lari.
  • Tungkai take off di luruskan dengan kuat selama kontak dengan tanah. Dengan paha kaki dari tungkai bebas berada pada ketinggian pinggang.
  • Lengan mendorong ke depan dan atas, dan melakukan blok selama beberapa saat pada waktu tangan berada pada ketinggian wajah .
  • Togok harus di pertahankan tegak dan dagu ke atas dengan mata di arahkan ke pit. Ketika berada di udara, tungkai bergerak ke posisi menggantung dengan kedua paha berada di bagian bawah togok, lutut bengkok mendekati 90 derajat.
  • Kedua lengan di luruskan ke atas untuk memperlambat rotasi dengan kedua tangan mengarah ke langit atau ke atas.
  • Posisi ini dipertahankan hingga pada titik puncak ketinggian.
  • Kedua lengan selanjutnya mendorong ke depan, bawah, dan ke belakang ketika  tungkai diayun serentak ke depan dan paha diangkat sejajar dengan tanah.
  • Lutut tetap bengkok untuk mendapatkan keuntungan tuas yang lebih pendek.
  • Pada saat paha berada pada posisi paralel, tungkai di luruskan cepat dan ankle fleksi dan posisi jari kaki menghadap ke atas.
  • Pelompat mempertahankan posisi ini hingga tumitnya menyentuh pasir. Pada saat  lutut benar – benar berada dalam posisi akan menyentuh pasir, maka panggul naik.

Tujuan gerakan ini dari tahap gerakan lompat atau jump adalah sama seperti pada lompat jauh, yaitu memperoleh jarak horisontal yang terbaik.

Baca Juga :   √ Perbedaan Jalan dan Lari

 

Lapangan Lompat Jangkit

Adapun ukuran lapangan dalam lompat jangkit, adalah sebagai berikut :

  • Lapangan untuk lompat jangkit panjang lintasan awalan minimal 40 meter di ukur dari balok tumpu lompat jauh.
  • Lebar lintasan lompat adalah 1,22 meter.
  • Jarak balok tumpu lompat jangkit berjarak 11 meter untuk putri, 13 meter untuk putra.
  • Panjang balok tumpu 1 meter dengan lebar 20 cm.
  • Daerah pendaratan atau bak pasir berukuran 7 – 9 meter, dan lebar 2 , 75 meter.

Peraturan Lompat Jangkit

Terdapat  beberapa peraturan dalam lompat jangkit, yaitu sebagai berikut :

  • Melompat sebelum balok tumpuan, tetap sah.
  • Pada tolakan kaki pertama harus mendarat pada kaki yang lain.
  • Pada tolakan kedua, harus mendarat dengan kaki yang lain juga.
  • Jika pelompat sedang melakukan lompatan dan menyentuh tanah dengan kaki ayun, hal ini di anggap melanggar.
  • Biasanya di berikan giliran melompat 1,5 – 2 menit.
  • Pengukuran dalam lompat jangkit di lakukan oleh juri pengukur biasanya berjumlah 2 ( dua ) orang.

 Peralatan Lompat Jangkit

Dalam olahraga ini, pastinya juga   peralatan – peralatan penting lainnya selain kostum atlet. Berikut ini beberapa peralatan yang digunakan dalam pertandingan lompat jangkit :

  • Lapangan lompat jangkit
  • Peluit untuk aba – aba
  • Pengeras suara untuk memanggil atlet dan juga mengumumkan hasil lompatan.
  • Alat pengukur lompatan
  • Kamera pemantau lompatan
  • Alat pengukur kecepatan angin
  • Alat untuk meratakan pasir
  • Bendera juri

Demikianlah penjelasan mengenai √ Lompat Jangkit │ Pengertian, Teknik, Sejarah, Lapangan, dan Peraturan Semoga bermanfaat dan juga dapat berguna dalam menambah wawasan serta ilmu pengetahuan kalian semua terimakasih.

Baca Juga :