√ Olahraga Berkuda │Pengertian , Sejarah, Teknik, Peraturan dan Ukuran Lapangan

5 min read

√ Olahraga Berkuda │Pengertian , Sejarah, Teknik, Peraturan dan Ukuran Lapangan

Olahraga Berkuda – Pembahasan kali ini akan membahas secara lengkap mengenai olahraga berkuda yang meliputi sejarah , teknik , peraturan dan juga ukuran lapangannya . Untuk lebih jelasnya langsung saja kita simak ulasan berikut ini.

Cabang olahraga berkuda atau juga yang sering  disebut dengan Pacuan kuda adalah merupakan  berkuda yang  telah  ada sejak berabad – abad yang lalu. Kuda dilatih untuk berpacu menuju garis finish atau akhir melawan peserta lain.

Contohnya adalah balap kereta kuda yang populer di zaman Romawi kuno. Di kalangan masyarakat Nordik juga di kenal pacuan kuda milik dewa Odin dengan raksasa Hrungnir dalam mitologi mereka. Pacuan kuda seringkali tidak bisa di pisahkan dari berjudi. Olahraga ini sering di sebut sebagai Olah raga raja – raja.

Salah satu bentuk utama dari pacuan kuda yang populer di banyak bagian dunia sekarang adalah pacuan kuda Thoroughbred.

Kuda pada awalnya hanya di gunakan oleh manusia sebagai sarana transportasi. Akan tetapi  seiring dengan  berkembangnya zaman kuda sekarang lebih sering di gunakan untuk kegiatan olahraga atau rekreasi.

Pengertian Olahraga Berkuda

Pengertian olahraga berkuda adalah suatu aktifvitas atau kegiatan dimana manusia mampu menunggangi, mengendarai, melompat atau berlari dengan menggunakan kuda.

Berkuda merupakan olahraga yang mempunyai  tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Dalam hal ini seorang atlet harus mempunyai  keseimbangan yang baik ketika  menunggang, koordinasi yang baik,  dan juga  penguasaan teknik dasar berkuda keserasian ketika  menunggang dan kemahiran dalam mengendalikan kuda.

Teknik Dasar Olahraga Berkuda

Hal pertama yang dipelajari dalam menunggangi kuda adalah sebagai berikut :

Cara Duduk Yang Benar

  • Supaya penunggang dan yang ditunggangi  merasa nyaman, berat badan penunggang kuda berada di atas punggung kuda.

Cara Menggerakkan kuda

  • Kuda digerakkan menggunakan betis serta diberhentikan dengan menarik tali tuntunan.

Lunging / Longer

  • Longer adalah berlatih berputar mengelilingi pelatih yang membantu dalam mengendalikan kuda menggunakan tali panjang, kurang lebih 7 meter, yang dihubungkan ke bagian mulut kuda.

Teknik Dasar Gaya Berjalan dalam Berkuda

Untuk seorang penunggang pemula  maka di haruskan  untuk menguasai 3 teknik dasar gaya berjalan, yaitu walk, trot  dan canter.

Walk

  • Walk adalah dasar dalam menunggang kuda. Wolk merupakan gaya berjalan kuda yang paling lambat. Seorang penunggang dasar di haruskan menguasai teknik berjalan ini.
Baca Juga :   Tips Dan Cara Menjaga Keselamatan Pada Saat Bersepeda Yang Harus Diketahui

Trot

  • Trot adalah teknik berlari kecil yang lebih cepat dari walk. Kesulitan dalam melakukan trot lebih tinggi daripada walk karena penunggang diharuskan menggerakkan badan serta  menyesuaikan dengan gerakan kuda.

Canter

  • Canter adalah teknik berjalan yang paling cepat. Sama seperti trot, penunggang diharuskan menggerakkan badan sambil menyesuaikan dengan gerakan kuda. Teknik ini lebih sulit karena penunggang harus dapat  menyeimbangkan badan pada saat  kuda berlari dalam kecepatan tinggi.

Jenis Olahraga Berkuda

Adapun jenis – jenis dalam cabang olahraga berkuda antara lain sebagai berikut :

Polo Berkuda

Objek dari permainan ini adalah yaitu  memasukkan bola ke gawang musuh dengan menggunakan  tongkat kayu, masing – masing tim terdiri atas  4 orang pemain dimana setiap pemain berada diatas kuda.

Gymkhana Berkuda

Gymkhana adalah permainan berkuda yang kebanyakan dilakukan  oleh penunggang remaja. Dalam kecepatan tinggi penunggang berjuang  dalam melewati atau mengitari rintangan ( barrel race ) atau mengerjakan permainan – permainan  yang lainnya dengan menggunakan kuda.

Equestrian ( Ketangkasan Berkuda )

Equestrian terdiri atas  disiplin ( Cabang ):

  • Tunggang serasi
  • Lompat Rintang
  • Trilomba
  • Endurance

Nomor – Nomor Dalam Berkuda

Olimpiade 1924 adalah  merupakan pertama kalinya kompetisi berkuda berada dibawah naungan FEI. Terdapat  3 disiplin dalam cabor berkuda yang di perlombakan di olimpiade yaitu, Dressage ( Tunggang serasi ), Show Jumping ( Lompat rintang ) dan Eventing ( Trilomba ).

Nomor Dressage

Dressage ( Tunggang serasi ) merupakan  disiplin pada cabor berkuda yang mana atlet harus mampu mengendalikan kuda untuk melakukan gerakan tertentu. Dalam dressage kuda dan penunggangnya harus melakukan serangkaian gerakan yang di berikan nilai antara 0 – 10, seperti dalam olahraga senam lantai / gymnastics. Nomor ini cocok untuk penunggang yang menyukai berkuda keindahan serta  keluwesan, dimana penunggang akan melatih kudanya  untuk melakukan manuver gerakan yang  rumit dengan isyarat tangan, kaki, ataupun  kecondongan berat badan.

Nomor Show Jumping

Show jumping ( lompat rintang ) merupakan  disiplin yang dimana kuda dan  juga penunggangnya harus menyelesaikan lintasan ( course ) yang sudah  ditentutkan tanpa menjatuhkan rintangan, lintasan dalam show jumping berbeda – beda dan bisa  menyesuaikan tingkat kesulitan lintasan dengan jenis atau level pertandingan. Nomor ini cocok untuk penunggang yang suka beraksi.

Nomor Eventing

Eventing merupakan  triathlon ( trilomba ) dalam equestrian yaitu pertandingan kombinasi yang mengandalkan pengalaman penunggang dalam semua nomor berkuda. Nomor ini cocok untuk penunggang yang memiliki  bakat atau kemampuan  di berbagai nomor.

Nomor Endurance

Endurance adalah kompetisi maraton untuk para penunggang kuda dengan menguji ketahanan fisik kuda dan  penunggangnya dalam melintasi berbagai permukaan dengan jarak yang jauh.

Baca Juga :   Ketahui Dampak Negatif Permainan Bola Voli Sebelum Bertanding

Sejarah Olahraga Berkuda

Olahraga berkuda mempunyai  sejarah yang panjang. Olahraga ini sudah  ada sekitar 5.000 tahun yang lalu, manusia purba telah  menganggap kuda sebagai hewan ternak. Kuda digunakan untuk mengangkut barang dan tidak jarang untuk ditunggangi. Bahkan, kuda juga dijadikan sebagai bahan makanan.

Pada zaman Yunani dan Romawi kuda justru  dijadikan sebagai aktivitas atau kegiatan  berperang. Orang – orang ketika  itu mengandalkan kecepatan kuda sehingga dapat  lari dari musuh ataupun untuk mengejar musuh dengan cepat. Disamping  itu, balap kuda pada zaman ini sudah mulai di adakan. Banyak bukti – bukti arkeologi yang menunjukkan bahwa manusia pada zaman dulu telah  mempraktekkan aktivitas ini. Terutama masyarakat Yunani Kuno, Mesir, Babel, dan juga  Syria.

Memasuki masa Renaissance, yaitu sekitar pada  tahun 1300 -an, banyak orang yang belajar mendalami seni menunggangi kuda. Bahkan sudah  banyak didirikan sekolah – sekolah besar di Eropa. Akan tetapi , biaya untuk belajar olahraga ini sangat mahal. Oleh sebab itu, hanya orang – orang bangsawan saja yang dapat  menekuninya. Berkuda menjadi olahraga favorit kaum bangsawan di Inggris dan Perancis

Sedangkan, sejarah olahraga berkuda di Indonesia sendiri mulai dikenal di masa  penjajahan Belanda. Ketika  itu pacuan kuda di adakan setiap ada perayaan besar dan ulang tahun Ratu Belanda. Dari situlah, masyarakat Indonesia mulai ikut tertarik dengan aktivitas ini.

Sebagai cabang olahraga, berkuda pertama kali di pertandingkan pada olimpiade di tahun 1900. Meskipun sempat ditiadakan di olimpiade berikutnya,  namun pada tahun 1912 berkuda kembali dipertandingkan hingga  sekarang.

Berkuda merupakan  satu – satunya cabor di olimpiade yang dimana pria dan wanita berkompetisi dengan setara. Disamping  itu berkuda adalah satu – satunya cabang olahraga yanag melibatkan binatang.

Federasi internasional dari cabor berkuda adalah FEI ( Federation Equestre Internantionale ) sedangkan federasi berkuda nasional adalah PORDASI ( Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia ).

Peralatan dan Perlengkapan Berkuda

Peralatan yang wajib  untuk diketahui dan juga sebagai pelindung keselamatan adalah perlengkapan wajib  bagi seorang penunggang kuda, di antaranya  adalah sebagai berikut ::

  • Standard safety helmet atau helm
  • Sepatu tunggang atau boot
  • Pelindung dada
  • Kacamata atau race
  • Pecut atau cemeti
  • Celana panjang yang pas supaya tidak mudah terjepit

Sementara itu untuk kudanya sendiri diperlukan  peralatan seperti berikut :

  • Saddle atau pelana kuda
  • Saddle pad atau alas pelana kuda
  • Stirrup atau sanggurdi
  • Adjustable stirrup straps atau tali sanggurdi
  • Girth atau tali perut / amben
  • Head bridle / sarungan kepala
  • Bite atau kendali besi
  • Reins atau tali kekang
  • Martingal vertikal dan martingal horizontal, alat ini digunakan untuk mengendalikan kuda
  • Lead rope atau tali untuk tuntunan kuda.
Baca Juga :   √ Olahraga Catur │ Pengertian, Sejarah, Peraturan, Ukuran Papan Catur

Seluruh peralatan tersebut dibuat secara khusus dan disesuaikan dengan kebutuhan penunggang dan kudanya, seperti untuk kuda pacu akan berbeda kebutuhannya dengan kuda tunggang biasa, bahkan dengan kuda latihan.

Sistem Peraturan Kompetisi Berkuda

Terdapat  3 hal yang dinilai dalam kompetisi berkuda adalah walk, trot, dan canter. Sistem pertandingan pada pacuan kuda mengharuskan kuda masuk  dalam posisi lima besar supaya dapat  meneruskan pada tingkat  yang selanjutnya.

Tingkatan tersebut adalah :

  • Maiden race (balapan untuk pemula)
  • Class D Race
  • Class C Race
  • Class B Race
  • Class A Race
  • Grade III Race
  • Grade II Race

Grade I Race ( grade tertinggi dalam pacuan kuda. Pada grade 1 race, pesertanya minimal telah masuk grade III. Grade I di bagi menjadi 2, yaitu kuda lokal dan untuk internasional ).

Sistem grade ini menjadikan kuda yang tidak lolos di kelasnya akan turun ke kelas yang berada di bawahnya. Batasnya hanya sampai Class D Race, sementara yang gagal masuk lima besar akan tetap di kelasnya. Akan tetapi , bagi kuda unggulan yang benar – benar bagus.

Untuk umur mengikuti lomba Flat Race ( untuk Jumping Race tinggal ditambah 1 tahun ) merupakan sebagai berikut :

  • 2 tahun ( mulai mengikuti Maiden race dan mempunyai Grade I race khusus untuk pemula ).
  • 3 tahun ( bagi kuda yang berhasil di umur 2 tahun, bisa mengikuti kejuaraan 3 Grade 1 Rae ).
  • 4 tahun ( merupakan masa transisi, kuda harus melawan yang lebih tua darinya. Rata – rata kuda 4 tahun kalah di tangan kuda 5 tahun yang sudah mahir, baik dari kemampuan maupun usia ).
  • 5 tahun ( masa keemasan bagi seekor kuda pacu ).
  • 6 tahun ( masa terjadinya penurunan biasanya kuda – kuda juara mulai pensiun serta mulai bereproduksi ).
  • Pada umumnya, kuda maksimal mengikuti lomba hingga berusia 8 tahun.

Ukuran Lapangan Pacuan Kuda

Panjang lintasan untuk  arena pacuan kuda minimal 150 m dan maksimal 1200 m. Luas arena standar internasional  yaitu 90 x 35 meter, dengan alas atau ground pasir atau rumput.

Demikianlah artikel tentang √ Olahraga Berkuda │Pengertian , Sejarah, Teknik, Peraturan dan Ukuran Lapangan semoga bermanfaat dan juga berguna untuk kalian semua , sampai jumpa di artikel selanjutnya , terimakasih.

Baca Juga :