√ Bola Voli │  Sejarah Permainan Bola Voli Dunia dan  Indonesia ( Lengkap )

4 min read

√ Bola Voli │  Sejarah Permainan Bola Voli Dunia dan  Indonesia ( Lengkap )

Sejarah Permainan Bola Voli – Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai sejarah permainan bola voli di dunia dan juga di Indonesia yang akan di bahas secara lengkap dan jelas agar mudah untuk dipahami . Untuk itu langsung saja kita simak penjelasan selengkapnya berikut ini .

 

Sejarah Permainan Bola Voli Dunia

Sejarah bola voli di dunia,  permainan ini diciptakan oleh William G. Morgan pada tahun 1895. Morgan adalah seorang pembina pendidikan jasmani di Young Men Christian Association ( YMCA ) di kota Holyoke, Massachusetts, Amerika Serikat pada tanggal 9 Februari 1895.

William G. Morgan dilahirkan di Lockport, New York, Amerika Serikat pada tahun 1870, dan meninggal  dunia pada tahun 1942. YMCA merupakan  sebuah organisasi yang di dedikasikan untuk mengajarkan ajaran – ajaran pokok umat Kristen kepada para pemuda. Organisasi ini didirikan pada tanggal 6 Juni 1884 di London, Inggris oleh George William.

Setelah bertemu dengan James Naismith ( adalah pencipta olahraga bola basket ), Morgan menciptakan sebuah olahraga baru yang beliau  beri nama Mintonette. Olahraga Mintonette sebenarnya merupakan sebuah permainan yang diciptakan dengan mengkombinasikan beberapa jenis permainan. Tepatnya, permainan Mintonette di ciptakan dengan mengadopsi empat macam karakter olahraga permainan menjadi satu, yaitu bola basket, baseball, tenis, dan juga  bola tangan ( handball l). Pada awalnya, permainan ini di ciptakan khusus bagi anggota YMCA yang sudah tidak berusia muda lagi, sehingga permainan ini pun dibuat tidak seaktif seperti  permainan bola basket.

Perubahan nama Mintonette menjadi volleyball ( bola voli dalam bahasa Indonesia ) terjadi pada tahun 1896, pada demonstrasi pertandingan pertamanya di International YMCA Training School. Pada awal tahun 1896 tersebut, Dr. Luther Halsey Gulick mengundang serta  meminta untuk mempertunjukkan permainan baru yang sudah  diciptakan di stadion kampus yang baru.

Pada sebuah konferensi yang bertempat di kampus YMCA, Springfield tersebut juga dihadiri oleh seluruh guru pendidikan jasmani. Pada  kesempatan tersebut, Morgan membawa dua tim yang pada masing – masing tim beranggotakan lima orang. Kedua tim tersebut diketuai oleh seorang mayor dan juga  kepala pasukan pemadam kebakaran Holyoke. Dalam kesempatan  tersebut , Morgan juga menjelaskan bahwa permainan tersebut merupakan  permainan yang bisa  di mainkan didalam maupun di luar ruangan yang sangat leluasa.

Baca Juga :   Senam Lantai Tanpa Alat , Macam dan Cara Melakukannya

Dan menurut penjelasannya ketika  itu, permainan ini bisa  juga dimainkan oleh banyak pemain. Tidak ada batasan  dalam jumlah pemain yang menjadi standar dalam permainan tersebut, sedangkan sasaran dari permainan ini adalah dengan  mempertahankan bola supaya  tetap bergerak melewati net yang tinggi, dari satu wilayah ke wilayah  yang lain ( wilayah lawan ).

Perubahan Nama

Demonstrasi pertandingan yang dibawakan oleh kedua tim,  dan juga  penjelasan yang sudah  di sampaikan oleh Morgan pun telah membawa sebuah perubahan pada Mintonette. Perubahan pertama yang terjadi pada permainan tersebut terjadi pada namanya. Atas saran  dari Professor Alferd T. Halstead yang juga menyaksikan serta  memperhatikan permainan Mintonette dan  penjelasan Morgan, nama Mintonettepun diubah menjadi Volleyball ( bola voli ).

Nama Volleyball dipilih berdasarkan  pada gerakan – gerakan utama yang terdapat pada permainan tersebut, yaitu gerakan memukul bola sebelum bola tersebut jatuh ke tanah ( volley ). William G. Morgan kemudian melanjutkan idenya untuk mengembangkan permainan tersebut supaya  mencapai cabang olahraga yang di pertandingkan.  Pada tahun 1992 YMCA berhasil mengadakan kejuaraan nasional volleyball di Amerika Serikat.

Ketika  perang dunia I, tentara – tentara sekutu menyebarluaskan permainan ini ke Negara – Negara di  Asia dan Eropa terutama negara Jepang, Cina, India, Filipina, Perancis, Rusia, Estonia, Latvia, Cekoslovakia, Rumania, Yugoslavia dan juga  Jerman.

Pada  perang dunia II, permainan ini tersebar luas di seluruh dunia terutama di Eropa dan  juga Asia. Setelah perang dunia II usai , prestasi dan popularitas bola voli di USA menurun, sedangkan di negara lain terutama Eropa Timur dan Asia berkembang  dengan sangat pesat.

Dibentuknya Organisasi Bola Voli Dunia

Pada turnamen bola voli pertama yang di adakan pada tahun 1947 di Polandia, pesertanya cukup banyak maka pada tahun 1948 di dirikanlah IVBF ( International Volley Ball Federation ) yang beranggotakan 15 negara.

Sejarah Permainan Bola Voli di Indonesia

Sejarah bola voli di Indonesia telah  ada sejak zaman penjajahan Belanda. Guru – guru pendidikan jasmani di datangkan dari negeri Belanda untuk mengembangkan olahraga  pada umumnya dan bola voli khususnya. Di samping guru – guru pendidikan jasmani, tentara Belanda  juga banyak  terlibat dalam pengembangan permainan bola voli di Indonesia, terutama dengan bermain di asrama – asrama, di lapangan terbuka serta  mengadakan pertandingan antar kompeni – kompeni Belanda sendiri.

Baca Juga :   Teknik Dasar Melakukan Gerakan Flik – Flak Dalam Senam Ketangkasan

Dibentuknya Organisasi Bola Voli di Indonesia

Permainan bola voli di Indonesia tumbuh pesat di seluruh lapisan masyarakat, sehingga timbul klub – klub di kota besar di seluruh Indonesia. Dengan dasar tersebutlah  maka pada tanggal 22 Januari 1955 PBVSI ( Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia ) di dirikan di Jakarta bersamaan dengan kejuaraan nasional yang pertama.

PBVSI sejak itu aktif dalam  mengembangkan kegiatan – kegiatan baik ke dalam maupun ke luar negeri hingga  sekarang. Perkembangan permainan bola voli sangat menonjol ketika  menjelang Asian Games IV 1962 dan Ganefo I 1963 di Jakarta, baik untuk pria maupun untuk wanita.

Pertandingan bola voli masuk acara resmi dalam PON II 1951 di Jakarta dan POM I di Yogyakarta  pada tahun 1951. Setelah tahun 1962 perkembangan bola voli semakin meluas, banyak sekali klub – klub bola voli di seluruh pelosok tanah air.

Hal ini terbukti dengan data – data peserta pertandingan dalam kejuaraan nasional. PON dan  juga pesta – pesta olahraga lain, dimana angka menunjukkan  bahwa peningkatan jumlahnya. Dapat  di katakan hingga  saat ini permainan bola voli di Indonesia menduduki tempat ketiga sesudah  sepak bola dan bulu tangkis.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah bola voli Indonesia, PBVSI sudah  dapat mengirimkan tim bola voli junior Indonesia ke kejuaraan dunia di Athena Yunani yang berlangsung dari tanggal 3 – 12 September 1989. Dalam kejuaraan ini Indonesia baru mampu  menduduki urutan ke- 15.

Dalam periode kepemimpinan Jenderal ( Pol ) Drs. Mochamad Sanusi sebagai ketua umum PBVSI, perbolavolian semakin meningkat baik dari jumlah perkumpulan yang ada maupun dari lancarnya susunan perlombaan yang berlangsung hingga  dengan kegiatan yang dilakukan baik didalam maupun di luar negeri.

Sejarah Singkat Bola Voli

Permainan bola voli diciptakan oleh William G. Morgan yang merupakan  seorang pembina pendidikan jasmani di Young Men Christian Association ( YMCA ) di Kota Holyoke, Massachusetss, Amerika Serikat. Pada awalnya, Morgan memainkan bola voli dengan cara memukul – mukul bola di udara ke sana kemari melewati atas jaring yang membentang, membagi lapangan menjadi dua daerah permainan yang luas.

Baca Juga :   √ Bulu Tangkis │ Peraturan Permainan Bulu Tangkis

Selanjutnya , permainan bola voli terus – menerus mengalami perubahan dan juga  perkembangan menuju sebuah permainan yang modern. Perubahan dimulai dari peralatan bermain, seperti bola dan jaring atau net. Setelah itu, Morgan memesan bola kepada perusahaan alat – alat olahraga sehingga bola tersebut hampir sama dengan bola yang dipakai  dalam permainan bola voli saat ini.

Morgan  pada awalnya memperkenalkan permainan ini dengan nama ” minonnete “. Tidak lama kemudian, Dr. Halsted Springfield menyarankan supaya  Morgan mengganti nama minonnete menjadi ” volleyball “. YMCA menyelanggarakan kejuaraan nasional bola voli pertama pada tahun  1922. Pada tahun 1929, Amerika Serikat mendirikan organisasi permainan bola voli nasionalnya yang di ketuai oleh dr. George J. Fisher dari New York.

Perkembangan dan kemajuan permainan bola voli terus mengalami peningkatan yang signifikan, hingga  memasuki daratan Eropa Timur, seperti Uni Soviet, Cekoslowakia, dan  juga Rumania.

Pada tahun 1961, organisasi bola voli Pakistan menyelenggarakan kejuaraan di Karachi, Pakistan Barat. Kejuaraan tersebut di beri nama ” Morgan Cup Tournaments ” sebagai bentuk  penghormatan kepada William G. Morgan atas jasanya yang telah  menciptakan permainan bola voli. Kejuaraan tersebut di ikuti oleh tiga negara, yaitu Pakistan, Jepang, dan Indonesia.

Sedangkan sejarah singkat permainan bola voli di Indonesia mulai masuk pada tahun 1928. Permainan ini di perkenalkan oleh guru – guru serta  serdadu Hindia Belanda. Pada PON II tahun 1952, permainan ini sudah termasuk salah satu cabang yang di pertandingkan. Ketika  itu, Indonesia belum mempunyai  induk organisasi bola voli.

Selanjutnya , pada  tangal 22 Januari 1955 lahirlah induk organisasi permainan bola voli Indonesia, yaitu Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia ( PBVSI ). Berdirinya organisasi ini dipelopori oleh klub bola voli Surabaya ( IBVOS ) dan klub bola voli Jakarta ( PERVID ) yang diprakarsai oleh W.J. Latumeten, sekaligus sebagai ketua PBVSI pertama.

Demikianlah penjelasan mengenai √ Bola Voli │  Sejarah Permainan Bola Voli Dunia dan  Indonesia ( Lengkap ) semoga dapat menambah wawasan serta ilmu pengetahuan kalian semua dan terimakasih atas kunjungannya.

Baca Juga :