√ Olahraga Catur │ Pengertian, Sejarah, Peraturan, Ukuran Papan Catur

4 min read

√ Olahraga Catur │ Pengertian, Sejarah, Peraturan, Ukuran Papan Catur

Catur – Pada kesempatan kali ini kita akan membahas sebuah materi olahraga mengenai Catur yang meliputi , pengertian , sejarah , peraturan, dan ukuran papan catur . Berikut ini adalah penjelasan selengkapnya.

Pengertian Catur

Catur adalah sebuah olahraga asah otak yang di mainkan oleh dua orang pemain. Dalam bahasa Inggris catur disebut dengan  chess, Prancis menyebutnya echecs, dan Jepang menamainya  dengan chesu. Salah satu alat yang paling penting dan harus ada dalam  memainkan olahraga ini adalah papan catur.

Sejarah Catur

Sebenarnya,  terdapat banyak sekali perbedaan pendapat mengenai  darimana asal catur pertama kali. Menurut H.J.R. Murray, penulis buku History of Chess ( 1913 ), catur berasal dari India dan mulai ada pada abad ke- 6. Di India catur dikenal dengan nama chaturanga, yang artinya empat unsur yang terpisah. Pada awalnya, memang catur hanya  terdapat  4 jenis. Menurut mistisisme India kuno, catur dianggap mewakili alam semesta, sehingga sering di hubungkan dengan 4 unsur kehidupan yaitu api, air, udara, dan juga  tanah karena dalam permainannya catur menyimbolkan cara – cara hidup manusia.

Pendapat Murray tersebut di bantah oleh Muhammad Ismail Sloan. Menurut Sloan, apabila  catur di temukan di India, maka seharusnya permainan tersebut  disebut – sebut dalam literatur – literatur Sanskrit. Akan tetapi  pada kenyataannya, tidak ada satu pun literatur Sankrit di India yang menyebutkan mengenai  permianan catur sebelum abad ke- 6. Sebaliknya, para pujangga Cina  telah  menyebutkan permainan ini dalam syair – syair mereka, 800 tahun sebelumnya. Jadi, menurut pendapat Sloan, catur berasal dari Cina.

Pada abad ke- 8 saat  bangsa Moor menyebarkan Islam ke Spanyol, catur mulai menyebar ke daratan Eropa hingga ke Jerman, Italia, Belanda, Inggris, Irlandia, dan juga  Rusia. Sedangkan sejarah catur di Indonesia di bawa oleh bangsa Belanda pada waktu menjajah Indonesia. Awalnya, hanya orang Belanda saja  yang memainkannya, baru menjelang kemerdekaan, mulai banyak pribumi yang ikut memainkannya.

Baca Juga :   5 Kesalahan Lari Shuttle Run Yang Perlu Dihindari

Alat – Alat dalam Olahraga Catur

Sarana dan prasarana  dalam olahraga catur sangatlah sederhana, ringan, dan  juga mudah didapatkan. Sarana tempat untuk bermain catur tidak jadi permasalahan karena tempat atau ruangan untuk bermain catur tidak luas. Alat – alat catur di bagi menjadi dua yaitu papan catur dan  juga buah catur.

 

 

Sarana Dan Prasarana Catur

Berikut ini adalah sarana dan prasarana dalam permainan catur :

1.Papan Catur

Ukuran papan catur berbentuk bujur sangkar yang berordo 8   x 8. Petak – petak  pada papan catur berwarna hitam dan putih. Papan catur yang di akui secara internasional adalah apabila  pada tangan kanan setiap pemain terdapat petak putih.

Lajur atau kolom

Lajur adalah rentetan 8 petak yang membujur dari pemain ke lawannya. Lajur arahnya vertikal. Untuk membedakan setiap lajur, lajur – lajur tersebut  diberi huruf sesuai alfabet, dimulai dari lajur paling kiri pemain putih ( diberi huruf a ), selanjutnya  untuk lajur berikutnya, lalu c, dan diakhiri dengan huruf h untuk lajur yang  paling kanan pemain putih.

Lajur a – d merupakan  sayap Menteri, sedangkan untuk jalur e – h adalah sayap Raja.

Baris

Baris merupakan  rentetan 8 petak yang mendatar dari kiri ke kanan atau dari kanan ke kiri. Baris bisa  juga disebut dengan  jalur horizontal. Apabila  lajur diberi huruf, maka baris di beri angka, dari 1 – 8. Angka 1 untuk baris yang paling dekat dengan pemain putih, selanjutnya, 2 , 3 – 8.

Diagonal

Diagonal merupakan  rentetan petak yang sewarna. Rentetan petak diagonal tidak harus berjumlah 8 petak. Ada juga  yang berjumlah 5, 6, 7 hingga  paling sedikit berjumlah 2. Arah diagonal dapat dari kanan atas sampai kiri bawah ataupun  dari kiri atas hingga  kanan bawah. Pemberian nama petak pada diagonal di dahului petak pembuka dan diakhiri dengan  petak penutup.

Petak

Petak merupakan  persilangan antara lajur dan baris. Petak berordo ( baris  x  lajur ) 8  x  8. Jadi, dalam papan catur terdapat  64 petak atau persegi  ( 32 petak putih dan 32 petak hitam ). Pemberian nama petak dengan cara menyebutkan nama jalur terlebih dahulu kemudian  di ikuti dengan  nama baris. Jadi, petak di sudut kiri bawah pemain putih adalah  petak a1 bukan 1a.

Baca Juga :   Bela Diri  Hapkido Beserta Teknik Yang Wajib Dipelajari

2.Buah Catur

Susunan Permulaan Buah Catur

Sebagai sebuah olahraga asah otak, catur menyuguhkan permainan perang antara buah putih serta  buah hitam. Jumlah buah pada papan catur  terdapat 16 buah ,  yang terdiri dari 8 bidak, 7 perwira, dan juga  1 Raja ( untuk setiap pemainnya ). Di bawah ini adalah  kedudukan 8 bidak dan 8 bangsawan pada susunan permulaan.

Aturan Jalan dan Pukul  atau  Cara Bermain Catur

Tujuan utama perang dalam catur adalah untuk  membunuh Raja lawan ( dalam istilah catur adalah me – mat – kan Raja lawan ). Untuk melangkahkan buah catur, setiap pemain harus mengetahui aturan jalan buah.  Setiap buah mempunyai  aturan jalan juga  pukul masing – masing.

Setiap petak pada papan catur hanya bisa  di tempati oleh satu buah bidak. Apabila  buah pemain ingin menduduki petak yang di tempati oleh  buah lawan,  maka ia harus memukul buah lawan tersebut. Dalam hal ini, pukul di artikan sebagai berak rampas kedudukan terhadap buah lawan.

Seiring dengan berjalan nya permainan dan juga  pukul – memukul ataupun  tukar – menukar buah, jumlah petak kosong terus bertambah. Catur bisa  di katakan juga sebagai ” perang perebutan wilayah “.

Cara Bermain Catur

Bidak

Arahkan  jalan bidak lurus ke depan sesuai dengan  lajur dan hanya sebanyak satu petak. Akan tetapi, dari pangkalan, bidak bisa  di jalankan dua petak sekaligus. Bidak tidak boleh berjalan mundur. Arah pukul bidak sejauh satu diagonal ke depan.

Perwira

  • Benteng : arah jalan Benteng lurus dan sesuai jalur atau baris dan bebas melangkah beberapa petak selama  berada di lajur atau baris itu tidak terdapat   Arah pukulnya juga sama dengan arah jalannya.
  • Kuda : arah jalan perwira ini sesuai dengan huruf L. Pada setiap kesempatan, Kuda hanya memiliki 8 petak untuk di tempti. Meskipun  demikian, arah jalan perwira ini sering membuat para pecatur  pusing dengan lompatan nya.
  • Gajah : arah jalan atau pukulan gajah ( atau yang lebih dikenal dengan istilah Kuncung ) diagonal. Karena petak diagonal berwarna sama, tidak mungkin Gajah yang terletak pada  petak putih pindah ke petak hitam ataupun sebaliknya.
  • Menteri : letakkan Gajah di atas Benteng. Maka, berpadulah arah jalan ataupun pukul kedua perwira tersebut . Menteri bisa  melangkah seperti Banteng dan juga Gajah, yaitu  searah lajur, baris, dan diagonal.
Baca Juga :   √ Catur │ Teknik Dasar Langkah Buah Catur Yang Harus Diketahui

Dari uraian di atas dapat diketahui hal – hal berikut.

  • Arah pukul bidak berbeda dengan arah jalannya, sedangkan untuk arah pukul perwira sama atau searah dengan arah jalannya.
  • Kuda bisa melompat melalui ” pagar ” buah kawan ataupun lawan, akan tetapi perwira lain ( Benteng, Gajah dan Menteri ) tidak bisa  melompat atau menerobos penghalang .

Raja

Sama halnya dengan Kuda, Raja hanya mempunyai  pilihan sebanyak delapan petak, setiap kali ingin bergerak. Arah jalan Raja merupakan  satu langkah ke mana saja selama petak tujuan tersebut  tidak dalam bidikan buah lawan.

Nilai Buah Catur

Meskipun  bagian ini tidak diterangkan, anda pasti sudah dapat mengira – ngira berapa nilai buah catur. Tentu saja nilai nya tergantung dari cara jalan ataupun  langkah buah catur tersebut dan  juga berapa banyak petak yang bisa dikuasai.

Peraturan Catur Menurut FIDE

Berikut ini adalah  peraturan olahraga catur secara singkat sesuai dengan aturan FIDE ( The Federation International des Echecs ).

  • Tidak boleh mengganggu konsentrasi lawan.
  • Buah catur putih melangkah duluan, selanjutnya di ikuti dengan  buah catur hitam secara bergantian.
  • Bidak yang sudah dipegang maka harus dimainkan.
  • Langkah di nyatakan selesai jika tangan telah  melepas bidak yang dipegang.
  • Bidak lawan yang di sentuh harus dimakan.
  • Boleh mengganti langkah jika salah langkah ketika Raja dalam keadaan terancam.
  • Bidak promosi harus di tukar.
  • Boleh bilang, boleh tidak ketika skak atau ster.

Demikian lah materi kali ini mengenai √ Olahraga Catur │ Pengertian, Sejarah, Peraturan, Ukuran Papan Catur semoga bermanfaat dan terimakasih atas kunjungannya.

 

Baca Juga :