Tumbuhan Penetral Kandungan Berbahaya Di Udara Yang Wajib Kalian Tahu

2 min read

Tumbuhan Penetral Kandungan Berbahaya Di Udara Yang Wajib Kalian Tahu

Tumbuhan penetral kandungan berbahaya di udara yang wajib kalian tahu – bumi yang sedang kita tinggali ini sudah makin tua. Banyaknya kendaraan serta pabrik yang berdiri ini pastinya menjadi salah satu penyebab udara mempunyai kandungan bahan berbahaya. Udara tersebut kemudian dihirup kita setiap harinya. Pada kesempatan kali ini akan penulis bahas mengenai Tumbuhan penetral kandungan berbahaya di udara yang wajib kalian tahu.


Ada sejumlah tumbuhan yang bisa dipakai untuk penetral kandungan berbahaya di udara ini, diantaranya :

1. Karet hias

Karet hias (ficus robusta) merupakan tanaman yang fungsinya menyerap formaldehid serta menghasilkan oksigen. Daunnya warna hijau muda dan ketika dipegang bertekstur kenyal.
Oleh sebab itu, pohon jenis ini dikenal dengan nama rubber plant. Karet hias seharusnya tidak ditaruh di area yang terlalu terang, khususnya di bawah sinar matahari. Jadi tempatkan di dalam ruangan yang ada sedikit pancaran sinar.

2. Rhapis excelsa

Rhapis excelse adalah jenis palem yang tak mudah rusak dan dapat beradaptasi di hampir setiap keadaan suhu ataupun cahaya. rhapis pun tergolong jenis tanaman yang gampang dipelihara, namun pertumbuhannya ini lambat.

3. Dracaena deremensis

Tanaman ini gampang sekali perawatanya dan hanya membutuhkan cahaya yang terang guna tumbuh subur. Dracena dapat beradaptasi untuk hidup di tempat yang cahayanya rendah bila penyiramannya air ini dikurangi. Jagalah tanah di dalam pot supaya tetap merasa lembab serta kerap menyemprotnya menggunakan air hangat. Potonglah bila terdapat daun yang sudah mati guna memberikan ruang tumbuhnya daun yang baru.

Baca Juga :   13 Tumbuhan yang Hampir Punah beserta Ciri dan Contohnya lengkap

4. Palem kuning

Palem kuning (areca palm) merupakan jenis tanaman rumahan yang berpelepah daun lumayan panjang serta menutupi batang yang ruas-ruas. Kira-kira tinggi pohon ini dapat mencapai 1-6 meter.
Pohon tersebut perlu ditempat lembab supaya tak rusak, namun pada dasarnya palem kuning dapat disimpan dimanapun, khususnya disebelah furniture baru dipernis. Jenis palem tersebut dapat menyedot polutan yang asalnya dari senyawa formaldehyde.

5. Palem bambu

Tanaman tersebut membutuhkan cahaya terang supaya tumbuh subur. Pohon tersebut tumbuh subur di area yang lembab, namun jagalah supaya tak terlalu banyak kesiram air. Walaupun fungsinya bisa menyedot polutan, namun palem bambu ini mungkin bisa mengundang laba-laba/ serangga. Untuk mengantisipasinya kalian semprotkan cairan pestisida.

6. Sirih belanda

Tanaman devil’s Ivy atau dikenal dengan nama sirih belanda tersebut ternyata ampuh sekali dalam menyerap rqacun benzena dan formaldehida yang sudah terkandung di dalam asap rokok.
Menurut penilitian, seharinya ini tanaman dapat menyerap kurang lebih 50% kandungan dari masing-masing kedua racun itu. Selain tersebut sirih belanda ini dapat menyerap gas karbondioksida yang dihasilkan dari rumah yang banyaknya 75%.
Menanam dan merawatnya mudah maka yang menjadi kelebihan dari tanaman daunnya mirip berwujud hati. Tak hanya di dalam ruangan saja, kalian pun dapat menempatkan di luar rumah misalnya ada di teras dan pekarangan rumah.

7. Lidah mertua ini ampuh dalam menyerap racun rokok

Tumbuhan yang kalian kenal sebutan sansiviera ini memang kerap dipakai sebagai penghias interior rumah. Perawatannya pun mudah sekali, hanya dengan menempatkan ditempat yang tak terlalu kering dan rajin menyiraminya.
Dibalik tampilan yang cerah ini tanaman ini ternyata mempunyai kehebatan luar biasa yakni dapat menyerap 107 unsur polutan yang berbahaya dan terkandung didalam udara, termasuk pula dalamnya racun formaldehida dari asap rokok. Kemampuan serapnya ini juga lumayan luas yakni Cuma satu pot digunakan untuk 150 m2 ruangan.

Baca Juga :   Contoh dan Cara Adaptasi Tanaman Dalam Menghadapi Perubahan Iklim

8. Sri rejeki

Sri rejeki ini asalnya dari suku talas yakni dapat menghadang beragam polutan yang terdapat dirumah, termasuk pula asap rokok dan mikroorganisme lainnya.
Berdasarkan sebuah penelitian yang sudah dijalankan FMIPA dari unibraw malang, kehadiran sri rejeki yang daunnya minimal 14 kelai ini ditambah dengan kehadiran lidah mertua dewasa minimal daunnya 5 helai. Jadi bisa menggantikan fungsi dari air purifer guna menetralisirkan kandungan bahan berbahaya.

Kandungan Berbahaya Di Udara Saat Ini

Lantas apa saja sih kandungan berbahaya yang sudah ada di udara kita ini > berikut ada 5 diantaranya yang berbahaya sekali :

• Trikloroetilen : dapat dijumpai dalam tinta cat, cetak, lem serta penghilang car atau larutan sejenisnya. Gangguan yang hubungannya dengan kontak jangka pendek yakni sakit kepala, pusing dan gangguan lain.
• Formaldehyde : dijumpai di dalam kantong kertas, handuk, tisu dan sejumlah bahan sintesis. Gangguan ini bisa kalian peroleh dengan jangka pendek pula, yakni iritasi mulut, hidung dan tenggorokan.
• Benzena : dipakai untuk membuat resin, plastik, pelumas, detergen dan beragam obat-obatan. Selain itu pun dijumpai di dalam asap tembakau, lem serta lilin perabotan gangguan di dalam kontak jangka pendek ini diantaranya : iritas sakit kepala, mata, pusing, sakit kepala, tekanan darah tinggi, kebingungan di sejumlah kondisi sampai dengan pinsan.
• Xylene : dijumpai di karet, asap, kulit dan knalpot kendaraan. Gangguan kontak jangka pendeknya iritasi tenggorokan, mulut dan merasakan sakit kepala, dll.
• Ammonia : dijumpai di pembersih kaca, garam beraroma dan pupuk kimia. Gangguan ini sama dengan lainnya ditambah batuk dan radang tenggorokan.

Bagaimana sobat? Itu tadi mengenai Tumbuhan penetral kandungan berbahaya di udara yang wajib kalian tahu. Kalian bisa membelinya disekeliling tempat tinggal kalian. Udara yang baik ini penting sekali bagi kepentingan bersama dan tujuannya untuk menjaga kesehatan serta produktivitas kita. Semoga bermanfaat.

Baca Juga :   Akar tunggang dan akar serabut : Pengertian, Fungsi, Ciri, Contoh serta Perbedannya

Baca juga:

Cara Mendaur Ulang Kertas Bekas Dengan Sederhana

Cara Menjaga Cagar Alam Dengan Alami