Tumbuhan Paku (Pteridophyta): Pengertian, Klasifikasi, Reproduksi, Jenis dan Manfaatnya Terlengkap

2 min read

Pengertian, Klasifikasi, Reproduksi, Jenis dan Manfaat Tumbuhan Paku (Pteridophyta)

Tumbuhan Paku (Pteridophyta) – Pada umumnya pada dunia tumbuhan dalam divisio dibagi lima kelompok besar. Dari ke lima kelompok tersebut jika diurutkan dari yang paling komplek yakni divisio Schyzophyta (tumbuhan belah) yaitu semua tumbuhan yang reproduksinya dengan cara membelah diri, inti sel belum mempunyai dinding, serta umumnya bersifat uniseluler. Contohnya yaitu alga biru dan bakteri. Kelompok berikutnya yaitu divisio Thallopyta, yaitu tumbuhan yang bisa uniseluler dan multiseluler serta sudah mempunyai inti yang sesungguhnya. Contohnya adalah jamur dan alga.

Kelompok yang berikutnya yaitu kelompok Bryopyta merupakan kelompok tumbuhan yang belum memilki struktur akar dan batang, akan tetapi selnya sudah mengalami spesialisasi dan diferensiasi. Selanjutnya yaitu Pteridophyta yang merupakan tumbuhan yang sudah memiliki akar, batang, serta daun yang jelas dan menggunakan spora untuk berkembangbiak secara generatif. Kelompok yang memiliki tingkatan paling tinggi yaitu divisio Spermatopyta, yaitu tumbuhan yang sudah memiliki biji sebagai perkembangbiakan generatifnya.

Dalam artikel ini kami akan membahas dengan lebih jelas mengenai Tumbuhan Paku (Pteridophyta): Pengertian, Klasifikasi, Reproduksi, Jenis dan Manfaatnya.

Pengertian Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku (Pteridophyta) merupakan jenis tumbuhan tingkat tinggi yang telah memiliki akar, daun dan batang yang jelas. Biasanya tumbuhan paku banyak dijumpai ditempat yang lembab (Higrofit), menempel pada batang pohon lain (Epifit), dan hidup di air (Hidrofit). Dalam perkembangbiakannya tumbuhan paku tidak menggunakan biji melainkan dengan melepaskan spora.

Baca Juga :   Mahkota Bunga Tumbuhan : Fungsi, Variasi, Karakteristik dan Jenisnya Lengkap

Terdapat beberapa jenis tumbuhan paku, pada tumbuhan paku yang hidup di tanah, memiliki batang yang sejajar dengan tanah. Batang pada tumbuhan paku dinamakan dengan rizoma. Batang tersebut umumnya tertutup oleh rambut halus yang berfungsi untuk melindunginya. Bentuk daun pada tumbuhan paku biasanya berbentuk tunggal, menyirip ganda ataupun majemuk.

Klasifikasi Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku (Pteridophyta) dapat digolongkan berdasarkan spora dan morfologi. Berikut penjelasan dari masing-masing jenis tumbuhan paku.
Tumbuhan paku berdasarkan jenis spora, yaitu dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu:

  1. Paku homospora
    Paku homospora merupakan jenis tumbuhan paku yang hanya dapat menghasilkan satu jenis spora saja. Misalnya yaitu paku kawat, dan suplir.
  2. Paku heterospora
    Jenis paku heterospora merupakan jenis tumbuhan paku yang menghasilkan dua jenis spora yang berbeda. Misalnya yaitu paku rane dan semanggi.
  3. Paku peralihan
    Paku peralihan merupakan jenis yang ketiga dimana jenis ini menghasilkan spora dengan jenis dan ukuran yang sama, namun jenis kelaminnya berbeda. Jenis tumbuhan paku ini yaitu peralihan dari tumbuhan paku homospora dan heterospora. Misalnya adalah paku ekor kuda.

Tumbuhan paku berdasarkan jenis morfologinya, dapat dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu:

  1. Paku kawat
    Tumbuhan paku dengan bentuk daun yang mirip rambut dengan batang seperti kawat sehingga sering dikenal sebagai paku kawat. Sporangium pada jenis tumbuhan paku ini terletak pada sisi daun yang biasanya berkumpul seperti kerucut dikenal dengan Strobilus. Misalnya; paku tanduk rusa, Lycopodium clavatum.
  2. Paku ekor kuda
    Jenis tumbuhan paku yang kedua ini memiliki daun yang kecil seperti selaput dan tersusun melingkar. Batangnya berongga dan tumbuh tegak mirip seperti cemara. Biasanya sering ditemukan di dataran tinggi. Misalnya Selenginela sp, dan paku ekor kuda.
  3. Paku sejati
    Jenis yang ketiga yaitu tumbuhan paku yang sering ditemui yang biasanya disebut dengan tumbuhan pakis. Tumbuhan ini memilki daun yang lebar dan mudah menggulung. Sporangium pada pakis terletak di sporofil. Misalnya paku sampan, suplir, semanggi, dan paku sarang burung.
  4. Paku purba
    Jenis tumbuhan paku yang satu ini sudah jarang dutemui karena sebagian besar jenisnya telah punah. Tumbuhan paku ini belum mempunyai daun dan akar, serta batangnya bercabang seperti garpu dan sporangiumnya terdapat pada ujung cabangnya. Misalnya Rhynia major, Psilotum nodum.
Baca Juga :   Ciri Ciri Tumbuhan Paku (Pteridophyta)

Reproduksi Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku mereproduksi secara vegetatif dan generatif. Secara generatif, tumbuhan paku berkembangbiak dengan langsung melibatkan sel kelamin jantan dan betina. Sedangkan secara vegetatif, perkembangbiakan tumbuhan paku dengan cara menghasilkan tunas dan spora. Pembentukan spora pada tumbuhan paku terjadi di dalam kotak spora (sporangium). Seporangium pada tumbuhan paku memilki susunan, bentuk, serta ukuran yang berbeda dari tumbuhan paku yang satu dengan yang lainnya.

Manfaat Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku tidak hanya dikenal sebagai tumbuhan yang liar tumbuh dihutan-hutan dan di tempat yang lembab, akan tetapi tumbuhan paku juga memiliki manfaat yang beraneka ragam, yaitu sebagai berikut.

  1. Tanaman hias
    Dalam kehidupan tanaman paku banyak digunakan sebagai tanaman hias. Misalnya; suplir, paku sarang burung, dan atau paku simbar menjangan.
  2. Pupuk hijau
    Contoh tumbuhan paku yang dapat dijadikan sebagai pupuk hijau yaitu Azolla pinata yang bersimbiosis dengan Anabaena Azolle yang dapat mengikat gas N2 bebas.
  3. Sayuran
    Orang terdahulu sering menggunakan tumbuhan paku sebagai bahan sayuran diantaranya yaitu semanggi dan paku garuda.
  4. Obat-obatan
    Tumbuhan paku dapat dijadikan sebagai obat luka yaitu Selanginella dan sebagai obat Deuretik yaitu paku kuda (Equisetum).

Nah, itulah beberapa penjelasan mengenai Tumbuhan Paku (Pteridophyta): Pengertian, Klasifikasi, Reproduksi, Jenis dan Manfaatnya. Ternyata begitu banyak tumbuhan paku yang dapat kita jumpai di lingkungan sekitar serta memiliki manfaat yang sangat beragam, salah satunya sebagai bahan obat-obatan. Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan serta bisa menjadi referensi bagi kita semua.

Baca juga:

Baca Juga :   Struktur Dan Fungsi Jaringan Batang Dikotil dan Monokotil