Struktur Dan Fungsi Tubuh Porifera

3 min read

Struktur Dan Fungsi Tubuh Porifera

Struktur dan fungsi tubuh porifera – tubuhnya ini tanpa susunan dari jaringan sejati, namun dapat dibentuk oleh sekelompok beberapa sel yang menyusun longgar. Beberapa sel ini cenderung belum dapat terspesialiasasi. Dalam pembahasan kali ini akan dikupas tentang Struktur dan fungsi tubuh porifera.
Porifera tanpa memiliki sistem saraf serta otot, namun masing-masingnya sel bisa bereaksi dari perubahan lingkungan.

Tubuh porifera ini terdiri dari 3 lapian sel, yakni antara lain :

  1. Pinakosit (pinakoderm) yaitu beberapa sel lapisan tubuh yang berada paling luar. Beberapa sel ini membentuk pipih, tersusun secara rapat dan fungsinya untuk melindungai tubuh dibagian dalam. Pinakosit bsia berkontraksi jadi tubuh bisa membesar ataupun mengecil. Selain pinakosit juga ada pori-pori (ostium) yang terbentuk saluran air untuk menuju ke spongosol.
  2. Mesohil atau mesoglea, letaknya ad adiantara lapisan luar (pinakosit) serta lapisan dalam (koanosit). Mesohil bentuknya adalah protein bergelatin yang di dalamnya terkandungan bahan tulang serta sejumlah sel ameboid yang dikenal dengan nama amebosit.
    Ada sejumlah jenis amebosit yang fungsinya ini berbeda-beda, yakni sebagai pengedar sari maknaan serta oksigen untuk menuju ke sejumlah sel tubuh lain, membuang partikel dari sisa metabolisme, membuat spikula (serat spons) serta membentuk sel reproduktif.
  3. Koanosit yakni beberapa sel lapisan tubuh terdalam yang melapisi rongga spongosol atau atrium. Koanosit atau sel berleher ini membentuk agak lonjong, dan salah satunya dibagian ujung melekat di mesohil, untuk ujung lain ada di spongosol, berflagea serta dikelilingi oleh sekelompok penjuluran yang terlapisi dengan mukus. Koanosit fungsinya untuk mencerna maknaan dengan intraseluler.
Baca Juga :   Hewan Annelida - Pengertian, Ciri-Ciri Beserta Penjelasannya

Tubuh porifera yang lunak ini dapat berdiri tegak di substrat sebab ditunjang oleh beberapa spikula serta serat organik yang fungsinya menjadi rangka. serat organik terdiri dari skieroprotein yang mempunyai kandungan belerang. Spikula asalnya dari zat kapur (CaCO3) atau bernama zat silikat (H2SiO7). Jenis Dan Bentuknya Spikula Ini Berbagai Jenis Dan Dipakai Menjadi Dasar Pengelompokan.

Tubuh porifera ini mempunyai daya regenerasi yang tinggi. Untuk bagian tubuh yang rusak maupun sudah terpotong akan terjadi regenerasi menjadi utuh kembali, dengan syarat potongan dari tubuh ini tak terlalu kecil dan masih dapat mempunyai koanosit.

Fisiologi porifera

Proses fisiologi porifera ini bergantung dengan aliran air. Air yang sudah masuk lewat ostium akan emmbawa partikel oksigen dan makanan. Getaran flagela di koanosit akan menyapu air menuju ke arah oskulum. Partikel makanan akan dijerat di dalam mukus yang ada di penjuluran, lalu akan ditelan dengan fagositosis dan akan dicerna dengan intraseluler di dalam koanosit. Sari makanan hasil dari pencernaan ini masuk di dallam amebosit yang letaknya bersebelahan dengan koanosit, lalu akan diedarkan menuju kesemua sel sel yang lain. Pertukaran gas ini mengalami difusi.

Fakta singkat mengenai posifera

Berikut ini merupakan beberapa fakta menarik mengenai salah satu hewan yang unik, yakni :

  1. Catatan fosil akan menunjukkan bahhwa spons suah dihuni oleh bumi kurang lebih 600 juta tahun lalu. Itu merupakan waktu yang panjang sekali serta perkasa untuk hewan yang tidak kompleks saraf, pencernaan maupun sistem peredaran darahnya.
  2. Sejumlah spons di dalam air bisa hidup hingga lebih dari 200 tahun.
  3. Mereka bisa menyaring beberapa air 100.000 kali lebih dibanding ukuran mereka setiap hari. Ini artinya dengan ukuran sebesar bola basket dapat menyaring semua kolam renang rumah kalian dalam satu hari.
  4. Spons kerap memakai bahan kimia guna mencegah predator agar tidak makan mereka. Para ilmuan kerap memakai bahan kimia guna mencegah predator agar tidak memaakan mereka. Para ilmua sudah menjumpai beberapa bahan kimia yang kemungkinan mempunyai potensi guna mengobati kanker serta HIV.
Baca Juga :   Vitamin : Pengertian, Macam-Macam dan Fungsinya Terlengkap

Cara hidup dan habitat

Porifera hidupnya bersama dengan heterotof. Makanannya yakni bakteri serta plankton. Makanan yang masuk di dalam tubuhnya ini berbentuk cairan. Pencernaan ini dijalankan dengan intraseluler di dalam koanosit serta amoebosit. Habitat porifera secara umum di laut, mulai dari tepi pantai sampai dengan laut yang kedalamannya mencapai 5 km. Kurang lebih ada 150 jenis porifera yang hidup di air tawar, misalny seperti haliciona terhadap kelas demospongia. Porifera ini yang suah dewasa tidak bisa berpinah tempat (sesi), hidupnya bisa menempel di batu/ benda lain di dasar lautan. Sebab porifera yang cirinya tidak bisa berpindah tempat, bisanya porifera dianggap menjadi tumbuhan.

Reproduksi

Porifera menjalankan reproduksi dengan vegetatif atau generatif. Reproduksi dengan vegetatif mengalami dengan pembentukan tunas serta gemmule. Gemmule dikenal dengan tunas internal. Gemmule hasil dari menjelang musim dingin di dalam tubuh porifera yang hidup di air tawar. Porifera bisa membentuk sebagai individu baru dengan cara meregenerasi. Reproduksi ini dijalankan dengan membentuk gamet (ovum dan sel sperma). Ovum serta sperma dihasilkan dari koanosit. Sebagian besarnya porifera menghasilkan ovum dan sperma di individu sama jadi porifera sifatnya hemafrodit.

Sistem pencernaan makanan

Porifera hidup dengan heterotrof. Makanan porifera ini diantaranya protozoa kecil, bakteri serta partikel organik yang mengendap di pemukaan air. Makanan ini dicerna dengan intraseluler dalam vakuola.
Spons mendapatkan makanan dengan meyaring sejumlahh partikel makanan yang terbawa arus lewat tubuhnya.

Makanan didapatkan dengan mengalurkan air lewat ostia (ostium) di dalam spongiosel. Air digerakkan flafelata yang ada di koanosit. Kemdian dialirkan menuju dalam vakuola yang ada d pangkal koanosit guna dicerna. Kemudian bahan yang dicerna diedarkan disemua tubuh. Sisanya dikeluarkan dan dibuang lewat ostium.

Baca Juga :   Alpukat : Deskripsi, Klasifikasi, Varietas, Kandungan dan Manfaat Bagi Kesehatan Terlengkap

Nah, itu tadi mengenai Struktur dan fungsi tubuh porifera. Jadi struktur tubuhnya dibagi menjadi 3 lapisan sel, yakni pinakosit, mesohil dan koanosit. Semoga bermanfaat.

Baca juga:

Sistem Pernapasan Pada Hewan Reptil Dan Penjelasannya

Fungsi Organ Tubuh Manusia Bagian Dalam