Sistem Hormon Pada Pisces

2 min read

Sistem Hormon Pada Pisces

Sistem Hormon pada Pisces – Materi yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini yaitu mengenai Sistem Hormon pada Pisces. Pisces yang akan kita bahas disini bukan berarti zodiac, namun berbicara mengenai kelompok hewan. Berikut ini penjelasannya secara detail untuk kalian.

Hormon merupakan zat yang dilepaskan ke dalam aliran darah dari suatu kelenjar atau organ, yang mempengaruhi kegiatan yang ada di dalam sel-sel. Kebanyakan kandungan pada hormon ialah protein yang mencakup rantai asam amino yang panjangnya tidak sama. Sisanya adalah steroid, yaitu zat lemak yang merupakan derivat dari kolesterol

Sistem Hormon Pada Pisces

Kelenjar endokrin pada ikan mencakup suatu sistem yang mirip dengan vertebrae yang lebih tingkatannya lebih tingi. Ada juga ikan yang memiliki beberapa jaringan endokrin yang tidak didapatkan pada vertebrata yang lebih tinggi, seperti Badan Stanius yang memiliki fungsi sebagai kelenjar endokrin yang membantu dalam proses osmoregulasi.

Kinerja hormon menyerupai kerja syaraf, yaitu mengontrol dan mengatur keseimbangan kerja organ-organ yang ada di dalam tubuh. Tetapi, kontrol kerja syaraf lebih cepat dibanding dengan kontrol endokrin.

1. Kelenjar Pituitary

Kelenjar ini disebut juga hypophysa yang letaknya di bawah dienchephalon. Suatu tangkai yang menghubungkan antara kelenjar pituitary dengan dienchepalon yaitu Infundibulum. Walaupun kelenjar ini bentuknya kecil, fungsi dan strukturnya merupakan organ tubuh yang sangat rumit dan sulit.

Baca Juga :   Pengertian Enzim Alosterik, Sifat dan Cara Kerja

2. Kelenjar Thyroid

Semua vertebrata memiliki kelenjar thyroid. Kebanyakan ikan bertulang sejati maupun Cyclostomata terdiri atas folikel-folikel tersebar yang ada di dekatnya aorta ventral, jantung, arteri branchialis affarent, insang, limpa, kepala ginjal, otak serta mata. Sementara itu, Elasmobranchii serta sejumlah ikan bertulang sejati thyroid memiliki kelenjar tersendiri dikelilingi dengan jaringan pengikat.

Hormon thyroid memiliki beberapa fungsi fisiologik dan beberapa fungsi lainnya yang belum diketahui.
Tidak cuma itu saja, karena hormon itu juga bisa mempengaruhi kecepatan pemakaian oksigen, bisa membantu pengendapan senyawa guanin dalam kulit, bahkan merubah metabolisme nitrogen maupun karbohidarat.
Dan juga telah diketahui mempengaruhi sistem dan fungsi saraf dan proses osmoregulasi.

3. Kelenjar Parathyroid

Bagian sekresi dari kelenjar parathyroid berdiferensiasi dari epithel kantong farings ketiga dan juga keempat. Yang artinya kantong-kantong farings memiliki andil dalam pembentukan jaringan kelenjar. Hormon parathyroid merupakan polipetida yang dinamakan parathormon yang memiliki fungsi mengatur kadar kalsium, dan sedikit menentukan kadar fosfor yang ada di dalam darah. Kalsium akan menghilang jika dari darah dan akan terjadi kejang otot jika hormon ini tidak ada.

4. Jaringan Interrenal (Adrenal Cortex)

Pada jenis ikan Osteichthyes, jaringan yang ekivalen atau homolog dengan adrenal cortex atau pada vertebrata pada tingkat tinggi.
Pada jaringan internal terdapat struktur yang serupa dengan gonad untuk produksi hormonnya yang terkandung zat steroid serta asal-usul embriologinya.

Jaringan korteksnya merupakan derivat dari mesoderm yang membatasi rongga solom yang dekat dengan tempat berasalnya pematang genital.
Pada Elasmobranchia, jaringan interrenal memiliki bentuk memanjang letaknya ada di bagian belakang ginjal tetapi pada kelompok-kelompok sel ia tersebar di sepanjang vena cardinalis.

Baca Juga :   10 Perbedaan Pencernaan Kimiawi dan Mekanis pada Manusia

Sel-sel yang menyerupai sel adrenocortical didapatkan didinding vena cardinalis pada ikan lamprey. Pada jaringan internal tersebut juga mensekresikan hormon adrenocorticosteroid untuk mengontrol terjadinya osmoregulasi. Caranya ialah mempengaruhi organ ginjal, insang serta saluran gastrointestinal, serta mempengaruhi proses metabolisme protein serta karbohidrat.

5. Jaringan Chromaffin

Jaringan ini banyak tersebar di dalam badan beberapa vertebrata. Sel-sel chromaffin pada ikan bertulang sejati tersebar disepanjang vena poscardinalis dan mungkin perluasannya bercampur dengan sel interrenal. Jaringan chromaffin pada Elasmobranchii menyatu dengan saraf simpathetic dan juga aorta dorsalis, yang terletak ada di depan jaringan interrenal.

6. Kelenjar Ultimobranchial

Kelenjar ini homolog dengan kelenjar parathyroid pada mammalia. Pada ikan bertulang sejati kelenjar ini letaknya di bawah esophagus dekat sinus venosus. Pada Elasmobranchii kelenjar ini letaknya pada sisi kiri bawah pharynx. Kelenjar ini mensekresikan hormon calcitonin, yang memiliki peran dalam metabolisme kalsium. Ultimobranchial merupakan derivat dari sepasang kantong farings yang terletak paling belakang, dan corpusculus stanus terletak pada bagian posterior dari ginjal Teleostei.

7. Gonad

Dari struktur dan pertumbuhannya, gonad merupakan kelenjar endokrin. Kelenjar seks ikut dalam sekresi steroid, hal ini sangatlah penting dalam pemijahan, pembuatan sarang, dan juga aspek-aspek tingkah laku reproduksi lainnya. Estrogen mengontrol pertumbuhan dan perkembangan dari sistem genital betina, dan juga mengatur sifat-sifat seksual sekunder. Sel-sel interstisial dari testis menghasilkan hormon-hormon jantan yang secara keseluruhan dinamakan Androgen.

8. Pulau-pulau Langerhans

Pada ikan bertulang sejati biasanya jaringan ini ada di pyloric caeca, usus kecil, limpa dan empedu. Jaringan ini menghasilkan insulin yang memiliki peran penting dalam metabolisme karbohidrat dan dalam pengubahan glukosa menjadi glycogen, dan dalam oksidasi glukosa dan pembuatan lemak.

Baca Juga :   Vitamin B : Cara Kerja Dan Fungsinya Terlengkap

9. Badan Pineal

Organ pineal pada puncak otak atau dibagian atas dienchepalon adalah fotoreseptor. Sekresi yang dihasilkan oleh badan pineal berupa melatonin yang mengumpulkan melanin. Jika jaringan ini dihilangkan maka akan membawa perubahan dalam pertumbuhan.

Pada ikan Teleostei, diekornya terdapat pembekakan ventral pada medulla spinalisnya. Secara histologis, pembengkakan ini memiliki kesamaan dengan neurohypophyse yang dinamakan urohypophysa. Pembengkakan ini diperkirakan memiliki fungsi endokrin, dalam hal mengatur tekanan osmose di dalam tubuh.

10. Badan Stanius

Kelenjar ini fungsinya sebagai kelenjar endokrin yang sekresinya diduga ikut dalam proses penyesuaian tekanan osmotik lingkungan dengan tekanan osmotik cairan tubuh pada ikan (osmoregulasi).

Itulah pembahasan tentang Sistem Hormon pada Pisces. Sistem hormon yang ada pada pisces diatas sangatlah penting untuk dipelajari. Semoga bermanfaat.

Baca juga:

Sistem Pernapasan Pada Kupu-Kupu

Organ Pernapasan Ular