Sistem Ekskresi Pada Reptil Terlengkap

2 min read

Sistem Ekskresi Pada Reptil Terlengkap

Sistem ekskresi pada reptil – indonesia merupakan negara kaya akan fauna dan flora. Di dalam dunia biologi tentu kita menggolongkan hewan kedalam beberapa golongan yang spesifik. Hal ini pastinya dilakukan guna memudahkan para peneliti mempelajari keranekaragaman hewan yang banyak sekali. Nah pada kesempatan kali ini penulis akan membagikan informasi tentang Sistem ekskresi pada reptil, sistem ini terbagi dua yaitu mekanisme ekskresi reptil dan eksresi reptil.

Alat ekskresi reptil

Alat pada hewan reptil ini terdiri atas 3 jenis, yakni paru-paru, ginjal dan kulit. Paru-paru serta kulit ini dipakai oleh reptil untuk sarana sistem pernapasan hewan reptil. Seperti yang sudah kita kenal, bahwa di dalam paru-paru terdapat struktur yang dikenal dengan nama alveolus.

Alveolus ini adalah kantung udara yang mengecil akan tetapi kaya akan pembuluh darah. Sebab strukturnya ini kaya akan pembuluh darah kapiler, sehingga dalam paru paru ini akan ada sebuah proses pertukaran gas antara oksigen serta karbondioksida.

Sedangkan itu, kulit mempunyai peran sama yakni dalam pertukaran gas. Hanya saja perbedaannya ini kulit Cuma berperan menjadi organ pernapsan pembantu. Sehingga, bila paru-paru ini sedang tak berfungsi dengan optimal maka kulit akan mengambil alih bagian dari paru paru. Kemudian alat eksresi ini yang dominan sekali ialah reptil.

Ginjal yang dipunyai vertebrata ini sebetlnya terdiri atas pronefros, metanefros dan mesonefros. Ketianya ginjal ini tidak semuanya dipunyai hewan vertebrata termasuk juga reptil. Ketiga ginjal ini pun mengilustrasikan tingkat dari keprimitifan hewan vertebrata, tidak seperti pada hewan invertebrata yang tingkat keprifitannya tak bisa dinilai dengan ginjal.

Baca Juga :   Daur Hidup Aurelia Aurita (Ubur-Ubur) dan Struktur Tubuhnya Terlengkap

1. Pronefros

Pronefros ialah ginjal primitif sekali dalam vertebrata. Ginjal tersebut terdiri dari sel padat yang menyusun rapat dengan jumlah tak begitu banyak. Jumlahnya kurang lebih 7 sampai 10 sel peyusunnya.
Pronefros selalu saling mempasangkan dengan jumlah berbeda untuk setiap jenis hewan. Pronefros ini muncul di waktu awal kehidupan embrio. Namun, dalam kondisi dewasa pun bisa dijumpai masih dipakai di sejumlah hewan itu misalnya hewan myxinoidea serta teleostei.

2. Mesonefros

Metanefros merupakan ginjal yang ada di tahap sempurna sekali di vertebrata. Sama halnya dengan ginjal manusia, metanefros ini mempunyai banyak sekali calyx, baik calyx minor maupun calyx mayor. Ia pun mempunyai struktur yang serupa dengan pelvis renaalis dalam manusia. Metanefros ini berkembang mulai dari lapisan blastema. Ia kemudian tumbuh jadi banyak sekali saluran serta tunas. Saluran ini yang menjadi calyx sementara untuk tunas akan berkembang jadi ureter.
Reptil memakai metanefros menjadi alat ekskresinya. Hal ini sebagai bukti bahwa daripada anggota vertebrata lain, maka reptil ini tergolong vertebrata tingkat tinggi. Ia sudah punya alat ekskresi yang serupa dengan alat ekskresi manusia.

Mekanisme ekskresi reptil

Ginjal metanefros reptil akan menyaring urin yang sudah masuk. Urin reptil ini akan masuk lewat pembuluh pembuluh ke metanefros. Lalu disanalah urin akan disaring. Metanefros akan dibuang asam uratnya yang terdapat di dalam urin.
Metanefros mengekskresikan pada sebagian besar metabolisme reptil ke dalam bentuk asam urat. Hal ini disebabkan asam urat bisa berbahaya jika disimpan secara terus menerus di dalam tubuh. Sebab pembuangan di dalam bentuk asam urat tersebut maka reptil tidak membutuhkan banyak air guna membuang nitrogen di dalam darah.

Baca Juga :   Sistem Pernapasan Pada Hewan Reptil Dan Penjelasannya

Asam urat diproses lebih dulu di dalam metanefros. Jadi asam urat yang sudah keluar di dalam tubuh reptil ini warnanya akan putih dan tak beracun lagi untuk tubuhnya. Sedangkan itu, air yang masih diperlukan akan diserap lagi oleh saluran metanefros kemudian diedarkan lagi di dalam tubuh reptil. Sejumlah anggota reptil misalnya buaya pun akan mengeluarkan ammonia di dalam sisa metabolismenya. Buaya ini akan mengeluarkan asam urat serta ammonia di dalam fesesnya sebab ginjalnya ada di dekat usus.
Sebetulnya zat sisa tersebut pun bisa dipakai oleh reptil untuk berlindung dari musuhnya.

Indonesia memang mempunyai keranekaragaman hayati dengan banyaknya flora dan fauna. Dan kita sebagai warga indoensia harusnya sudah lebih faham betul akan kekayaan tersebut. Namun, apa kalian sudah mengenal yang namanya flora dan fauna? Flora dan fauna ini diartikan sebagai makhluk hidup yang mempunyai ciri khas tersendiri, yakni diantaranya bergerak menggunakan alat gerak yang spesifik, dan tak hanya sama tumbuhan yang geraknya bila ada rangsangan. Selain tersebut, hewan ini pun mempunyai sistem yang khas di dalam tubuhnya, misalnya adalah sistem pencernaan, sistem ekskresi, sistem saraf, dan masih banyak lagi lainnya.

Nah, alas ekskresi yang dibahas tadi mengenai alas ekskresi reptil yang berbentuk sepasang ginjal metanefros. Metanefros ini fungsinya sesudah pronefros serta mesonefrso yang termasuk dalam alat ekskresi khusus ketika stadium embrio menghilang. Ginjal pun akan terhubung ureter menuju vesika urinari. Bentuknya kapiler ini menyempit di bagian posterior berukuran kecil serta permukaannya ruang-ruang.

Sekianlah artikel ini mengenai sistem ekskresi pada reptil. Sesudah kalian membaca arikel ini maka kalian akan tambah faham akan sistem ekskresi reptil. Bagi kalian yang akan menjadi seorang dokter hewan maka wawasan ini bisa bermanfaat. Tak hanya itu saja, sebetulnya pengetahuan tentang hewan ini merupakan pengetahuan yang harus diperoleh semua jenis kalangan manusia, mulai bidang profesi. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Terima kasih.

Baca Juga :   5 Fungsi Membran Sel Pada Hewan, Struktur dan Sifatnya Terlengkap

Baca juga:

Sistem Peredaran Darah Pada Hewan Beserta Gambarnya

Sistem Peredaran Darah Pada Aves Beserta Gambarnya