Siklus Hidrologi Dan Bagian Bagiannya Terlengkap

2 min read

Siklus Hidrologi Dan Bagian Bagiannya Terlengkap

Siklus hidrologi dan bagian bagiannya – hujan bisa terjadi sebab siklus air yang berjalan di bumi dengan terus menerus. Hujan adalah proses persebaran air yang ada di muka bumi melalui bantuan angin serta perbedaan tekanan jadi makhluk hidup dapat memperoleh air secraa mudah dan merata.
Mekanisme tersebut diatur alam yang dikenal siklus hidrologi/ siklus air. Siklus tersebut penting dalam penyebaran air pad apermukaan bumi menjadi sumber kehidupan makhluk hidup diatasnya. Berikut ini pembahasan lengkap mengenai Siklus hidrologi dan bagian bagiannya.

Siklus Hidrologi Dan Bagian Bagiannya Terlengkap

Pengertian siklus hidrologi

Siklus hidrologi ialah salah satu bagian dari ke 6 siklus biogeokimia yang berarti menjadi siklus air pada bumi ke atmosfer serta kembali lagi di bumi. Siklus tersebut mendapat pengaruh dari komponen lain misalnya sinar matahari yang membantu proses penguapan membawa uap air naik diatas atmosfer. Siklus hidrologi bisa juga mendapat pengaruh cuaca, kelembaban suhu pada daerah khsuus, hujan, serta keseimbangan ekosistem. Siklus ini akan berlangsung secara terus menerus berpola sama.

Tahapan siklus hidrologi

Siklus ini ada beberapa tahapan berpola sirkulasi yang memutar berulang-ulang. 71% wilayah bumi adalah perairan. Lapisan air yang berselimut permukaan semua bumi bernama lapisan hidrosfer.
Jumlah air bumi adalah tetap, walau bentuknya berubah. Perubahan bentuk air pun mempunyai peran dalam proses hidrologi bumi. Siklus hidrologi mempunyai 9 tahapan yang isinya berikut :

  • Tahapan evaporasi
  • Tahap transpirasi
  • Tahap evapotranspirasi
  • Tahap sublimasi
  • Tahap kondensasi
  • Tahap adveksi
  • Tahap presipitasi
  • Tahap run off
  • Tahap infiltrasi
Baca Juga :   Cara Menggunakan Mikroskop Cahaya Yang Baik Dan Benar

Berikut ini kami jelaskan dengan lengkap dari semua siklus hidrologi, masing-maisngnya akan dibahas berikut ini :

1. Tahap evaporasi

Tahap evaporasi ialah tahap pertama pada siklus tersebut. Evaporasi mempunyai arti lain yakni penguapan. Penguapan tersebut adalah awal siklus mengalami paparan sinar matahari dalam permukaan air yang memicu proses penguapan. Penguapan tersebut mengalami di seluruh permukaan air bumi misalnya samudra, sungai, rawa, danau maupun genangan air lainnya.

Proses evaporasi maupun penguapan tersebut mengubah air jadi uap air atau gas kemudian naik diatas atmosfer sebab berat jenisnya ringan. Semakin banyak genangan air terpapar panas sehingga semakin panas terik matahari menguap mengalami gas yang terbawa diatmosfer dengan banyak pula.
Hasil penguapan tersebut terkumpul pada lapisan atmosfer bumi serta membentuk awan. Faktor ini dipengaruhi proses hidrologi dengan faktor meteorologis misalnya udara, kelembaban, sinar matahari, suhu, air, kecepatan angin, dll.

2. Tahapan transpirasi

Transpirasi ialah bentuk penguapan lain dengan berbeda evaporasi. Bila evaporasi asalnya dari genangan muka bumi, maka transpirasi tersebut mengalami pada jaringan makhluk hidup. Transpirasi tersebut dialami dalam jaringan makhluk hidup misalnya tumbuhan dan hewan. Tumbuhan dan hewan mempunyai kadar air lumayan bagi kehidupan sel tubuh mereka.

Paparan matahari maupun udara panas memicu proses transpirasi tersebut untuk mengubahnya sebagai uap air lalu menuju diatas atmosfer. Akan tetapi, hasil dari penguapan makhluk hidup tak banyak sebab mereka mempunyai sistem tubuh guna mempertahankan suhu tubuhnya.

3. Tahap evapotranspirasi

Tahap evapotranspirasi adalah kombinasi antara tahap evaporasi serta tahap transpirasi yang termasuk total dari hasil penguapan dengan semuanya di muka bumi baik permukaan tanah, air, dan jaringan makhluk hidup. Uap air terakumulasi diatas asalnya dari seluruh komponen pada permukaan bumi ini. Lalu menguao serta uap airnya keatas atmosfir.

Baca Juga :   Cara Tumbuhan Memikat Hewan Untuk Memakan Buahnya

4. Tahap sumblimasi

Tahap ini adalah tahap penguapan yang asalnya dari es di kutub utara maupun es diatasnya gunung berteknanan udara rendah, tumpukan salju dll. Es terjadi proses penguapan ini bernama sublimasi tanpa perlu mengalai tahap pencairan lebih dulu.

5. Tahap kondensasi

Kondensasi ini adalah proses perubahan partikel uap air pada atmosfer sebagai partikel es berukuran kecil. Perubahan wujud ini pada daerah suhu udarahnya rendah dalam ketinggian khusus. Partikel es ini akan mengumpul satu bersama lainnya membentuk kumpulan bernama awan. Bila semakin banyak partikel es yang mengumpul maka membentuk awan yang makin tebal serta warnanya hitam.

6. Tahap adveksi

Proses adveksi tersebut adalah perpindahan kumpulan partikel es dengan horizontal. Kumpulan patikel tersebut membentuk awan. Awan bisa berpindah satu titik menuju titik lainya dengan horizontal dibantu angin dan tekanan udara. Proses ini bernama adveksi.

7. Tahap presipitasi

Sesudah melewati proses advekasi, lalu awan terjadi presipitasi. Presipitasi adalah proses pencairan partikel es di dalam awan sebab pengaruh suhu udara tinggi. Partikel es megumpul banyak sekali jadi tampak awan warnanya hitam mencair serta jatuh di bumi membentuk hujan.

Macam macam siklus hidrologi

Siklus hidrologi mempunyais ejumlah jenis yang dapat dilihat pendek maupun panjangnya siklus. Siklus hidrologi dibagi menjadi 3 jenis siklus, yakni pendek, sedang, serta panjang. Berikut ini pembahasannya :

1. Siklus hdrologi pendek

Siklus ini terjadi proses advekasi. Siklus pendek misalnya ialah proses penguapan mengalami oleh air laut terjadi karna sinar matahari.

2. Siklus hidrologi sedang

Siklus ini terjadi sebab turunnya hujan yang ada diatas daratan. Proses ini akan membawa lautan lalu dibawa didaratan.

Baca Juga :   Vitamin A: Pengertian, Sumber Dan Manfaatnya Bagi Tubuh Manusia

3. Siklus hidrologi panjang

Siklus ini adalah siklus yang terjadi pada daerah sub tropis serta daerah dengan iklim dingin. Dalam siklus tersebut air tak langsung turun menjadi hujan sebab membentuk partikel salju lebih dulu.

Demikianlah tadi pembahasan tentang Siklus hidrologi dan bagian bagiannya. Siklus ini terjadi dengan terus menerus untuk keseimbagan serta proses kehidupan makhluk hidup yang bertinggal di dalamnya. Semoga dengan pembahasan ini menambah ilmu pengetahuannya.

Baca juga:

5 Manfaat Cadangan Makanan Bagi Tumbuhan Terlengkap

Organisme Uniseluler Dalam Makhluk Hidup