8 Senyawa Tumbuhan Untuk Bahan Obat farmasi

2 min read

Senyawa Tumbuhan Untuk Bahan Obat farmasi

Senyawa Tumbuhan Untuk Bahan Obat farmasi – Sudah tidak perlu dipungkiri lagi, bahwa obat-obatan farmasi memang memiliki peran yang penting. Selain untuk menunjang kesehatan di setiap harinya, juga sangat penting dalam hal pengobatan. Ada yang perlu anda ketahui, bahwa salah satu bahan pembuatan obat farmasi adalah senyawa tumbuhan yang terdapat di dalamnya.

8 Senyawa Tumbuhan Untuk Bahan Obat farmasi

Lebih dari 10.000 senyawa organik yang tersimpan di dalam tumbuhan yang memiliki khasiat sebagai obat. Pada hasil metabolit sekunder aslinya sifatnya toksis bisa di isolasi serta dirubah oleh teknologi farmasi canggih sekarang ini, menjadi obat penunjang kesehatan manusia. Maka dari itu, ada beberapa senyawa tumbuhan yang sangat berperan aktif dalam pembuatan bahan obat farmasi.

Pada kesempatan kali ini,kami akan mengulas secara lengkap mengenai jenis Senyawa Tumbuhan Untuk Bahan Obat Farmasi. Silahkan simak ulasan lengkapnya berikut ini :

1. Vincristine dan Viblastine

Jenis tumbuhan ini telah mengandung senyawa aktif yang bisa melawan penyakit kanker. Tapak dara mengandung vincristine dan vinblastine. Bahan aktif alkaloid tersebut juga kerap dipakai dalam pengobatan penyakit leukemia untuk anak kecil.

Penemuan ini pada awalnya berawal dari suatu negara bernama Madagaskar pada tahun 1950an. Mulai saat itulah senyawa vincristine dan vinblastine yang satu ini mulai berkembang dan dikembangkan di dunia farmasi untuk berbagai macam pengobatan.

2. Aspirin

Yang kedua adalah aspirin. Sementara pada zat tersebut juga populer untuk meredakan rasa sakit atau umum disebut dengan aspirin. Sedangkan nama lainnya ialah asetilsalisilat ( asetosa ). Senyawa ini merupakan obat golongan salisilat yang kerap dimanfaatkan untuk analgesic (untuk rasa sakit ataupun nyeri minor), sementara antipiretik untuk demam, serta zat anti inflamasi.

Baca Juga :   Laring : Pengertian, Jenis, Fungsi, Anatomi, dan Gangguan Terlengkapnya

Selain itu, aspirin juga memiliki efek antikoagulan yang juga termasuk produk yang paling luas digunakan. Seba itulah aspirin penting sekali sebagai bahan obat farmasi. Itu juga termasuk bukti manfaat ilmu biologi dalam bidang farmasi yang penting sekali.

3. Digoxin

Digoxin termasuk senyawa aktif dari tumbuhan Digitalis Lanata. Zat digoxin dimanfaatkan dalam meningkatkan kemampuan memompa ( atau kemampuan kontraksi ) organ jantung ketika kondisi gagal jantung/ atau congestive heart failure ( CHF ). Disamping itu, obat tersebut juga dimanfaatkan dalam membantu menstabilkan dysrhythmias ( maupun yang biasa disebut sebagai gejala abnormalitas dari denyut jantung ).

4. Morfin

Morfin merupakan senyawa dari getah bunga yakni dari opium, papasaver somnifera. Tumbuhan tersebut populer dari dahulu. Opium juga telah mengandung zat morfin sebesar 10% – 16%. Fungsi morfin adalah untuk analgesic ( yakni pengurang rasa sakit dalam tubuh) sekaligus bersifat sedatif ( atau penenang ).
Sesudah dikonkumsi, zat morfin bakal ditangkap reseptor pada sistem saraf pusat yang dinamakan u- opioid, K- opioid , serta o – opioid. Dan selanjutnya senyawa morfin dapat dicerna organ hati serta di dalam organ ginjal. Dengan begitu seseorang yang mengonsumsinya akan merasa tenang.

5. Quinine dan Chloroquine

Senyawa antimalaria quinine (kina) diisolasi dari kulit kayu tanaman kina Chinchona officinalis. Pemakaian secara tradisonal dilakukan oleh masyarakat Indian di Amerika Selatan. Mereka menggunakan tanaman ini untuk mengobati penyakit. Adanya jalur-jalur pelayaran dunia mengenalkan kina ke Eropa. Di sinilah berhasil diekstrak quinine, senyawa aktif yang berperan melawan malaria. Plasmodium falciparum, patogen penyebab penyakit malaria masuk ke dalam hemoglobin darah dan membentuk protein asing bagi tubuh penderita.

Protein ini dibentuk dengan bahan baku zat-zat esensial dalam tubuh manusia. Selama proses metabolisme ini, parasit terus-menerus memproduksi senyawa asing dan beracun dalam darah manusia. Quinine bekerja dengan cara menghambat perkembangan sel parasit. Senyawa tersebut bisa menyebabkan sel-sel parasit luruh dan rusak dengan sendirinya.

Baca Juga :   Pengertian Sukrosa

6.Taxol

Merupakan senyawa aktif pelawan sel kanker ovarium yang diisolasi dari kulit pohon tanaman Taxus brevifolia. Senyawa ini berhasil diisolasi pada tahun 1980. Jumlah taxol dalam tanaman induknya sangatlah kecil, hanya 0,001% setara 0,7 g dari sebuah tanaman yang cukup umur. Untunglah telah ditemukan senyawa semi sintetisnya yang dibuat dari daun Taxus brevifolia.

7. Campthothecin

Alkaloid dari Camptotheca acuminata yang pertama kali diidentifikasi pada tahun 1966. Campthothecin bekerja melawan tumor dengan jalan menghambat proses DNA- topoisomerase l, yakni menghambat pembelahan sel tumor sekaligus membunuhnya.

8.Artemisinin

Inilah penggempur patogen penyebab malaria Falcioarum malaria. Artemisinin diekstrak dari tumbuhan Artemisia annua. Senyawa golongan sesquiterpene ini hanya dihasilkan saat tanaman induknya mengalami stress lingkungan. Pemanfaatan Artemisia annua sebagai obat malaria sebenarnya sudah dilakukan oleh bangsa China sejak 200 SM. Namun, keberadaan senyawa organik artemisinin baru teridentifikasi pada 1972 di China. Hingga awal 1980-an keberadaan bahan antimalaria ini tidak menyebar ke luar China. Badan Kesehatan Dunia WHO berusaha agar keberadaan artemisin bisa menyebar di dunia.

Tanaman ini memang mudah dijumpai di negara-negara Asia, sebaliknya sulit di Benua Amerika. WHO cukup berkepentingan lantaran Plasmodium falciparum, patogen malaria mulai resisten terhadap chloroquine, senyawa antimalaria sebelumnya. Akibat boikot ini para ilmuwan di Amerika dan Kanada mulai berusaha mensintesis artemisinin di laboratorium. Hingga akhirnya Jonathan Vennerstrom, periset di University of Nebraska berhasil mensintesis OZ-277 yang ternyata lebih efektif sebagai antimalaria daripada senyawa alamnya.Jenis senyawa tumbuhan itu juga bisa diperoleh dari beberapa tanaman di sekeliling kita.

Itulah pembahasan tentang Senyawa Tumbuhan Untuk Bahan Obat farmasi secara lengkap. Semoga ulasan di atas bisa bermanfaat buat sobat semua yang sudah berkunjung dan membaca artikel ini. Salam sehat selalu dan salam hangat dari penulis.

Baca Juga :   15 Dampak Serius Kantong Plastik Penyebab Polusi Lingkungan

Baca juga:

11 “Fase Lengkap” Proses Pertumbuhan Tanaman Jagung Mulai Dari Tunas

8 Cara Membuat Sumber Api dari Peralatan Sederhana