Radikal Bebas, Oksidan dan Antioksidan : Pengertian dan Fungsinya Terlengkap

2 min read

 Radikal Bebas, Oksidan dan Antioksidan : Pengertian dan Fungsinya Terlengkap

Radikal bebas, oksidan dan antioksidan – radikal bebas merupakan suatu atom atau molekul dengan tidak stabil dan sangat kreatif sebab mempunyai satu maupun lebih dari electron tanpa berpasangan pada orbital paling luar. Untuk mencapai kestabilan molekul atau atom, radikal bebas ini akan bereaksi bersama dengan molekul di sekelilingnya guna mendapatkan pasangan electron. Reaksi inilah yang akan berlangsung secara terus menerus di dalam tubuh dan jika hal ini dihentikan maka akan memicu berbagai penyakit. Dalam pembahasan kali ini akan mengulas seputar radikal bebas, oksidan dan antioksidan.

Pada awalnya, radikal bebas ini dibutuhkan untuk menumbuhkan mikroorganisme akibat dari infeksi dalam tubuh makhluk hidup. Paparan radikal bebas secara berlebihan dan juga terus menerus bisa mengakibatkan kerusakan pada sel, lalu mengurangi kemampuan sel dalam beradaptasi pada lingkungannya dan akhirnya bisa mengakibatkan kematian sel yang menimbulkan terjadinya berbagai jenis penyakit degenerative mislanya jantung coroner, aterosklerosis, tekanan darah tinggi, kanker dan sirosis hati.

Karakteristik Radikal Bebas

Pada kepustakaan kedokteran menyatakan bahwa radikal bebas ini kerap kali disamakan dengan oksidan sebab mempunyai sifat yang hampir sama dan bisa mengakibatkan kerusakan sama meskipun prosesnya ini berbeda. Radikal bebas yang diproduksi dalam tubuh normal ini aktosidan akan menetralkannya didalam tubuh. jika kadar radikal bebasnya terlalu tinggi, maka kemampuan antioksidan endogen tidak memadai guna menetralisir radikal bebas. Sehingga mengalami kondisi yang tidak seimbang antara antioksidan dengan radikal bebas.

Baca Juga :   Habitat Protozoa Dan Peran Bagi Kehidupan Manusia

Sumber Oksidan

Oksidan ialah bahan kimia elektrofil yang paling kreatif dan bis amemindahkan electron dari molekul lain serta menghasilkan oksidasi pada molekul itu. Oksidan yang bisa merusakan sel asalnya dari beragam sumber, yakni :

  1. Berasal dari tubuh sendiri, yakni bentuknya senyawa yang sebenarnya asalnya dari sebuah proses biologi normal tetapi pada suatu sebab ada di dalam jumlah yang berlebuhan. Proses peradangan bisa menimbulkan reaksi pengerahan sel radang dari sirkulasi menuju paru untuk membunuh bakteri dengan cara :
    Melalui ikatan reseptor yakni ikatan antara resepto yang dipunya sel fagosit menggunakan ikatan dari bakteri jadi sel rasang bisa memfagosit bakteri yang teropsoniasasi.
  2. Asalnya dari luar tubuh dengan peran memicu dampak negative yakni asap rokok, NO2, NO dan juga ozon. Asap rokok ialah substansi yang sangat kerap kali, sebab memicu berbagai perubahan biokimia dan juga fisiologi jaringan paru.

Oksidan yang dihasilkan tembakau terjadi penurunan jumlah antioksidan intraseluler yang ada di dalam sel paru-paru. Efek radikal bebas di dalam tubuh akan dinetralisir oleh antioksidan yang membentuk adalah tubuhnya sendiri serta suplemen yang berasal dari luar lewat makanan, obat-obatan atau minuman misalnya seperti karotenoid, vitamin E, C dan lain-lain.

Pengertian Antioksidan

Antioksidan ialah senyawa yang melindungi sel guna melawan radikal bebas misalnya oksigen singlet, radikal peroksil, superoksida, radikal hidroksil dan juga peroxynitrite. Antioksidan menstabilkan radikal bebas dengan cara melengkapi kekurangan electron yang dipunya radikal bebas serta menghambat terjadinya reaksi berantai dari pembentukan radikal bebas yang bisa menimbulkan stress oksidaf. Ketidakseimbangan antara antiksidan serta hasil spesies oksigen reaktid dalam stress oksidatif mengakibatkan kerusakan pada sel.

Jenis Jenis Antioksidan

Fungsi sistem antioksidan tubuh di dalam melindungi jaringan pada efek negative radikal bebas bisa digolongkan jadi 5 macam, yakni :

  1. Antioksidan fungsinya mencegah terbentuknya radikal bebas yang baru, yakni superoksida dismutase (SOD), katalase dan glutation peroksidase (GPX).
  2. Antioksidan sekunder fungsinya menangkap radikal bebas dan mencegah saatt mengalami reaksi berantai yakni vitamin E, vitamin C, dan beta karoten.
  3. Antioksidan tersier fungsinya memperbaiki sejumlah sel dan juga jaringan rusak sebab seragan dari radikal bebas, yakni jenis enzim seperti metionin sulfosida reduktase.
  4. Oxygen scavenger fungsinya mengikat oksigen jadi tidak mendukung reaksi oksidasi seperti vitamin C.
  5. Chelators atau dikenal sequesstrants sifatnya mengikat logam yang dapat mengkatalisisi reaksi oksidasi sepertti asam sitrat dan asam amino.
Baca Juga :   Ekosistem : Pengertian, Macam Macam, dan Komponen-Komponen Terlengkapnya

Fungsi Antioksidan

Sejumlah fungsi dari antioksidan yaitu : vitamin E bisa mengatasi singlet oksigen, radikal bebas peroksil dan superoksida. Vitamin A dapat mengatasi singlet oksigen, beta karoten dapat mengatasi superoksida, dam juga peroksil dan singlet oksigen. Vitamin C mengatasi radikal peroksil, superoksida dismutase pada radikal superoxide, katalase pada H202 dan juga glutation peroksidase untuk mengatasi L00H (lipid hydroperoxide) dan H202.
Kemampuan beta karoten guna mengnonaktifkan radikal bebas tidak dikarenakan bisa berubah menjadi pro vitamin A, namun ada banyak ikatan rangkap dalam struktur molekul menangkap radikal proksil dalam jaringan tekanan parsial oksigen rendah.

Salah satu mekanisme guna mengatasi radikal bebas adalah dengan lewat antioksidasi. Guna menjalankan mekanisme ini maka dibutuhkan antioksidan. Antioksidan ini bsia didapatkan dari tumbuh-tumbuhan. Antioksidan ialah senyawa yang bisa melawan radikal bebas caranya dengan peroksidasi. Antioksidaan alami dapat melindungi penyakit yang degenerative dan juga dapat menghambat proksidase lipid dalam makanan. Meningkatnya mnat guna memperoleh antioksidan alami yang dialami dalam beberapa tahun terkahir. Antioksidan alami secara umum memiliki gugur hidroksi dalam truktur molekulnya. Selain antioksidan alami, pun ada antioksidan sinetik yaitu di dapatkan dari hasol sintesa reaksi kimia.

Jadi mungkin itu saja pembahasan tentang radikal bebas, oksidan dan antioksidan. Tubuh manusia ini memiliki batasan maksimum dan mentolerir jumlah dari konsumi baan tambahan makanan dalam setiap harinya yang dikenal dengan ADI. Jika antioksidan ini dipakai dalam jangka panjang maka akan mengakibatkan kerusakan hati. Semoga artikel ini bermanfaat.

Baca juga: