Proses Terbentuknya Pupuk Kompos

2 min read

Proses Terbentuknya Pupuk Kompos

Proses terbentuknya pupuk kompos – kalian semua pasti mempunyai tanaman hias yang ditaruh dipekarangan rumah. Nah tentunya kalian membutuhkan yang namanya pupuk kompos. Pupuk kompos pastinya berbeda dengan pupuk kimia yang telah masuk prosedur pengolahan pabrik. Jadi pupuk kompos ini berbeda dengan pupuk kimia, pupuk kompos dibuat dan diproses dengan alami. Bahan dan juga alatnya pun hanya sederhana. Berikut ini ulasan lengkap tentang Proses terjadinya pupuk kompos.

Apa kalian tau apa pupuk kompos? Pupuk kompos ialah pupuk organik buatan manusia yang terbuat dari proses pembusukan sisa bahan organik (tanaman ataupun hewan) menjadi cara intensifikasi pertanian. Proses pengomposan ini bisa terjadi dengan aerobik dan bisa dengan anaerobik yang seling mendukung kondisi lingkungan khususnya.

Proses tersebut dikenal menjadi dekomposisi/ penguraian. Proses pembuatan kompos ini sebenarnya menimbulkan proses terbentuknya humus di alam. Akan tetapi dengan adanya cara rekayasa lingkungan, kompos ini bisa dipercepat proses pembuatannya dibanding menunggu alami peluruhannya.
Akan tetapi walau demikian tetap dijalandengan dengan cara serta bahan alami jadi ada pupuk kompos yang kuaitasnya tinggi menjadi sebuah cara mekanisme pertanian. Secara umum bila dijalankan proses rekayasa lingkungan, maka hanya membutuhkan 20-30 hari saja pembuatan pupuk kompos ini.

Manfaat pupuk kompos

Berikut ini ada manfaat pupuk kompos, diantaranya :

Baca Juga :   Mempelajari Struktur Dan Fungsi Mata Secara Mudah

• Manfaat kompos untuk tanah

Adapun manfaat kompos tanah yakni untuk perbaikan keadaan fisik tanah daripada untuk menyediakan unsur haranya. Walau dalam kompos memang ada unsur haranya, akan tetapi jumlahnya cenderung sedikit. Sehingga pupuk kompos ini perannya penting guna menjaga fungsi tanah, supaya unsur hara dalam tanah mudah dimanfaatkan tanaman.

• Manfaat kompos untuk tanaman

Tak usah ditanya lagi, kompos ini penting sekali dalam proses pertumbuhan tanaman dengan menyeluruh. Pupuk kompos tersebut tak hanya menyediakan unsur hara untuk tanaman, akan tetapi kompos ini perannya dapat memperbaiki struktur hara atau memperbaiki tanah kering dan dapat memperbaiki fungsi tanah tersebut guna menjaga kesuburan tanaman yang terdapat diatasnya. Hal tersebut dapat kalian lihat, sebab secara umum tanaman bisa lebih subur dan berkembang secara mudah ditanah yang subur.

Proses terjadinya pupuk kompos

Adapun proses pembusukan bahan organik di dalam tanah akan berlangsung dengan alami yang memang mengusung sebuah konsep pembusukan. Proses dekomposisi tersebut kadang dikenal dengan sebutan proses penguraian. Seluruh bahan yang dulunya pernah hidup (misalnya kayu, dedaunan, kertas, sisa buah serta sayur maupun sampah, jerami dan bahkan hal lainnya) dapat dipakai menjadi bahan pembuatan pupuk kompos itu.

Hal tersebut berlangsung seab material ini merupakan bahan yang dapat luruh jadi tidak mengakibatkan jenis jenis pencemaran lingkungan. Selain bahan otu, akan ada campuran pula cacing, air hujan, serangga, dan sejumlah reaksi kimia alam yanah sehingga mengalami pembusukan maupun dikenal dekomposisi yang semua hasilnya kembali lagi di tanah dengan proses alamiah.

Jenis jenis pupuk kompos

Pengklasifikasian jenis pupuk kompos ini dapat dibagi menjadi 3 aspek. Pertama dilihat berdasarkan proses pembuatannya, yakni kompos aerob dan kompos anaerob.
Sementara yang kedua berdasarkan dekomposernya, yakni kompos yang memakai mikroorganisme dan ada yang memanfaatkan dari kegiatan makroorganisme. Lalu yang ketiga ini berdasarkan bentuknya, yakni ada yang bentuknya padat dan ada yang cair. Berikut ini contoh dari masing-masing jenis kompos pada umumnya sering digunakan.

Baca Juga :   Cara Menjaga Cagar Alam Dengan Alami

• Pupuk kompos aerob

Pupuk kompos aerob ini terbuat dari proses biokimia dengan melibatkan oksigen. Bahan baku khususnya pembuatan ini dari sisa tanaman, kotoran hewan dan campuran keduanya.
Proses pembuatannya ini membutuhkanw aktu 40-50 harian. Durasi waktu dekomposisi ini bergantung dengan jenis dekomposer serta bahan paku pupuk.

• Pupuk bokhasi

Pupuk bokhasi adalah jenis tipe pupuk kompos anaerob paling terkenal. Cirinya khas ada di jenis inokulan yang dipakai menjadi starternya, yakni EM4 (efektif mikroorganisme).
Inokulan tersebut terdiri atas campuran beragam jenis mikroorganisme pilihan yang dapat mendekomposisi bahan organik secara cepat dan efektif.

• Vermikompos

Vermikompos adalah bagian dari produk kompos dengan memanfaatkan makroorganisme menjadi pengurainya. Makroorganisme ini yang dipakai ialah cacing tanah dari jenis lumbricus/ jenis lainnya.
Vermikompos terbuat dengan memberikan bahan organik menjadi pakannya cacing tanah. Kotoran yang dihasilkan pada cacing tanah tersebut bernama vermikompos. Jenis organisme lain yang dapat dipakai guna membuat kompos ialah belatung.

• Pupuk organik cair

Pupuk organik cair ialah pupuk kompos yang terbuat dengan cara pengomposan basah. Prosesnya dapat berlangsung aerob maupun anaerob. Pupuk organik cair ini sengaja dibuat sebab lebih mudah diserap tanaman.
Dari sejumlah praktek pupuk kompos, pupuk organik cair inilah yang cenderung efektif diberikan untuk daun daripada akar (terkecuali di sistem hidroponik). Penyemprotan pupuk organik cair di daun perlu memakai takaran maupun dosis yang tepat. Pemberian dosis yang berlebihan pun bsia mengakibatkan kelayuan daun secara cepat.

Bahan baku pupuk kompos

Bahan baku kompos ini dapat diambil pada sisa tanaman maupun kotoran hewan. Setiap material organik ini mempunyai kekhasan kandungan unsurnya. Misalnya hijauan, jerami dna kotoran ayam mempunyai kandungan N yang besar. Nah, bahan ini dapat kita pakai untuk kompos.

Baca Juga :   Beginilah Caranya Menghemat Konsumsi Bbm, Pakai Minyak Atsiri

Demikian sobat mengenai Proses terbentuknya pupuk kompos. Proses terjadinya kompos ini berlangsung dengan alami dan hanya mengusung sebuah konsep pembusukan. Seluruh bahannya pun seperti dedaunan, kertas, kayu, dan sisa buah maupun sayur (sampah). Mungkin itu saja yang dapat penulis sampaikan, semoga bisa membantu. Terima kasih.

Baca juga:

Cara Rehabilitasi Pertanian Yang Benar Dan Tepat

Pemupukan Organik Dan Penjelasannya