Proses Reproduksi Manusia Pada Laki-Laki Dan Perempuan

3 min read

Proses Reproduksi Manusia Pada Laki-Laki Dan Perempuan

Proses Reproduksi Manusia Pada Laki-Laki Dan Perempuan – Proses reproduksi yang terjadi pada manusia merupakan suatu proses untuk mengaktifkan organ-organ reproduksi dalam rangka menghasilkan keturunan atau melahirkan. Ini berlaku bagi laki-laki ataupun perempuan. Alat reproduksi pada laki-laki disebut sebagai penis, sedangkan alat reproduksi perempuan disebut dengan vagina. Dalam prosesnya reproduksi manusia terjadi atas pencampuran antara sel kelamin laki-laki atau biasa disebut dengan sperma dengan sel kelamin perempuan atau sel telur. Apabila kedua sel dari laki-laki dan perempuan telah berhasil tercampur maka selanjutnya akan terjadi pembuahan. Proses Reproduksi Manusia Pada Laki-Laki Dan Perempuan lebih jelasnya akan diulas di bawah ini.

Masa aktif alat reproduksi manusia (laki-laki dan perempuan)

Saat manusia telah memasuki masa dewasa, baik laki-laki ataupun perempuan alat reproduksi tersebut telah mulai aktif. Hanya saja proses kematangannya belum mencapai tahap yang maksimal. Pada wanita ketika telah mengalami mentsruasi pada setiap bulan atau perputaran 28 hari sekali, maka dapat dikatakan telah mengalami keaktifan alat reproduksi. Sementara kematangan alat reproduksi dapat ditandai jika, mereka telah mengalami mimpi basah. Mimpi basah dapat diartikan sebagai mimpi dimana ia bertemu dengan wanita (umumnya), kemudian ditandai dengan keluarnya air mani dari penis yang memiliki warna putih kekuningan dan kental.

Proses Reproduksi Yang Terjadi Pada Laki-Laki

Pada umumnya manusia yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa memiliki 2 jenis kelamin saja, yaitu laki-laki dan perempuan. Dimana masing-masing berdasarkan jenis kelamin tersebut manusia mempunyai alat reproduksi yang berebeda dengan fungsinya masing-masing. Berikut penjelasan proses reproduksi yang terjadi pada laki-laki dimana disebut sebagai spermatogenesis. Spermatogenesis sendiri dapat diartikan sebagai suatu proses pembentukan dan pemasakan sel spermatozoa.

  1. Dalam hal ini prosesnya dimulai dengan spermatogenium yang semakin matang serta berubah menjadi sel spermatosit primer yang nantinya akan mengalami pembelahan sel miosis menjadi spermatosit sekunder.
  2. Kemudian setelah itu kembali mengalami miosis menjadi spermatosit sekunder dan berlanjutn menjadi spermatid sampai terjadi diferensiasi menjadi spermatozoa.
  3. Setelah proses spermatogenesis selesai dalam hal ini kelenjar testosterone sudah tidak diperlukan lagi. Ini karena sel sertoli yang ada didalam tubuh akan memproduksi hormone inhibin. Dimana berfungsi untuk memberi umpan balik pada kelenjar hipofisis agar memberhentikan sekresi dan produksi dari hormone FSH dan LH.
  4. Bagian yang dikenal dengan tubulus seminiferous terdapat sel induk atau sel asal spermatozoa atau spermatogenium. Sel ini nantinya akan selalu diberi makan oleh sel sertoli agar dapat hidup lama didalam tubuh.
  5. Dalam kelenjar hipofisis akan menghasilkan hormone perangsang folikel atau FSH dan hormone LH yang merangsang sel Leydig yang berfungsi dalam menghasilkan hormone testosterone.
  6. Dengan adanya pemicu hormone testosterone tersebut dapat memunculkan seunder pada sifat kelamin laki-laki yaitu seperti halnya tumbuhnya jakun, bulu ketiak dan sekitar alat kelamin, serta membidangnya dada.
  7. Sementara hormone FSH bekerja sebagai perangsang sel sertoli yang dapat menghasilkan ABP (androgen Binding Protein) dimana dapat berguna dalam merangsang spermatogenium agar segera memulai proses spermatogenesis.
  8. Sel spermatozoa ini nantinya akan keluar bersama dengan cairan yang dihasilkan oleh kelenjar veskula seminalis, kelenjar cowper serta kelenjar prostat melalui saluran uretra.
  9. Bahkan saluran tersebut juga lah yang bertugas dalam menampung air kencing. Cairan yang dikeluarkan tersebut yakni spermatozoa dan kelenjar vesikula seminalis, kelenjar cowper dan kelenjar prostat disebut dengan air mani.
  10. Pada saat laki-laki mengalami ejakulasi biasanya kelenjar-kelanjar ini dapat keluar dari penis. Bahkan dapat mencapai 300 hingga 400 juta sel spermatozoa.
  11. Spermatogenesis adalah suatu proses yang bertujuan sebagai pemasakan spermatosit yang menjadi spermatozoa. Peristiwa tersebut terjadi didalam epididymis yang membutuhkan waktu pembentukan sekitar 2 hari berturut-turut.
Baca Juga :   Imbibisi : Pengertian, Syarat, Faktor Beserta Penjelasannya Lengkap

Proses Reproduksi Yang Terjadi Pada Perempuan

Proses Reproduksi Manusia Pada Laki-Laki Dan Perempuan selanjutnya dapat dijelaskan dalam proses reproduksi pada wanita. Proses reproduksi pada perumpuan sering dikenal dengan sebutan Oogenesis. Dimana pada ovarium seorang janin telah mengandung sel oogenium atau dikenal dengan sebutan sel pemula. Sel ini nantinya akan berkembang menjadi sel oosit primer. Oosit primer akan berkembang pada tahapan profase dalam pembelahan meosis ketika janin yang ada didalam perut ibu di lahirkan ke dunia. Kemudian sel ini akan beristirahat hingga gadis menjadi ramaja dan siap pada perkembangan pubertas.

  1. Pada saat memasuki masa pubertas, akan terjadi proses oogenesis. Sel oosit primer akan membelah menjadi dua sel yang berlainan ukuran.
  2. Dimana satu sel akan mempunyai ukuran kecil dengan badan polar yang membelah dengan lambat, dan akan membelah lagi menjadi 2 badan polar lagi.
  3. Sementara sel dengan ukuran yang lebih besar dikenal dengan oosit sekunder. Ia akan melakukan pembelahan meosis yang akan menghasilkan ovum tunggal dan badan polar.
  4. Kelenjar FSH, LH, esterogen dan progesterone merupakan kelenjar yang membantu dalam pembentukan sel-sel reproduksi.
  5. Hormone FSH akan membantu pertubuhan sel volikel yang berada di sekitar ovum. Hormone esterogen akan merangsang kelenjar hipofisis yang berkeja dalam mensekresikan hormonn LH.
  6. Hormone LH berperan dalam membantu terjadinya ovulasi. Kemudian akan merangsang beberapa folikel kosong yang dikenal dengan corpus luteum.
  7. Dari corpus akan menghasilkan hormone progesterone yang berfungsi dalam membantu menghambat dan memperlambat terjadinya sekresi LH dan DSH. Setelah proses tersebut terjadi maka corpus luteum akan mengecil dan menghilang.
  8. Setelah corpus luteum menghilang, maka progesterone dalam tubuh sudah tidak terbentuk lagi. Kemudian dikarenakan aktifitas dari progesterone sudah iff maka FSH kembali terbentuk dan terjadilah proses oogenesis.
Baca Juga :   Apa Perbedaan Flora Dan Fauna? Yuk Simak Selengkapnya Dibawah Ini !!!

Nah, itulah Proses Reproduksi Manusia Pada Laki-Laki Dan Perempuan yang perlu untuk anda ketahui. Sehingga kita tahu bahwa laki-laki dan perempuan akan salaing membutuhkan dan melengkapi untuk menghasilkan keturunan dan bereproduksi.

Baca juga:

Otak Besar : Pengertian, Struktur, Fungsi dan Cara Kerjanya…

7 Cara Meningkatkan Imunitas Tubuh Secara Alami