9 Tahapan Proses Pertumbuhan Tanaman Jambu Biji

2 min read

Proses Pertumbuhan Tanaman Jambu Biji Paling Lengkap

Proses Pertumbuhan Tanaman Jambu Biji Paling Lengkap – Buah yang satu ini sudah dikenal oleh semua kalangan. Rasanya yang manis dan mengandung banyak manfaat, sudah pasti banyak digemari oleh banyak orang, walaupun buah ini mempunyai banyak biji di dalamnya. Buah ini adalah jambu biji, karena banyaknya biji di dalamnya, makanya jambu jenis ini disebut dengan jambu biji. Pada umumnya orang-orang di daerah mengenal jambu biji yang bewarna putih. Tetapi selain bewarna putih, jambu ini juga ada yang bewarna merah.

9 Tahapan Proses Pertumbuhan Tanaman Jambu Biji

Pada kesempatan kali ini, kami akan membagikan informasi tentang Proses Pertumbuhan Tanaman Jambu Biji Paling Lengkap yang mungkin bisa membantu Anda yang ingin memulai budidaya jambu biji. Untuk lebih jelasnya, silahkan simak penjelasan pertumbuhan yang terjadi pada jambu biji berikut ini.

1. Tahap Awal Pertumbuhan

Ketika air masuk ke dalam biji, enzim-enzim di dalam biji akan mulai aktif sehingga menghasilkan berbagai macam reaksi kimia. Kerja enzim di dalam biji ini antara lain, yaitu mengaktifkan metabolisme yang ada di dalam biji dengan cara mensintesis cadangan makanan. Persediaan cadangan makanan tersebut akan digunakan pada saat perkecambahan berlangsung yang dipakai untuk berkecambah.

1. Perkecambahan

Perkecambahan merupakan munculnya plantula atau tanaman kecil yang berasal dari dalam biji. Di mana itu adalah hasil pertumbuhan dan perkembangan embrio. Pada perkembangan embrio ketika berkecambah, bagian plumula akan tumbuh dan berkembang menjadi batang, sedangkan radikula akan menjadi akar.

Baca Juga :   4 Cara Menyetek Tanaman - Klasifikasi dan Cara Percepat Tumbuh Akar

2. Pertumbuhan Primer

Setelah dari fase perkecambahan, maka selanjutnya akan diikuti pertumbuhan 3 sistem jaringan meristem primer yang terletak di akar dan batang. Pada fase ini tumbuhan akan membentuk akar, batang, dan daun. 3 sistem jaringan primer yang terbentuk yaitu sebagai berikut :

  • Protoderm, merupakan lapisan terluar yang akan membentuk jaringan epidermis.
  • Meristem dasar yang nantinya akan berkembang menjadi jaringan dasar. Di mana jaringan tersebut yang akan mengisi lapisan korteks pada akar di antara style dan epidermis.
  • Prokambium, merupakan lapisan dalam yang akan berkembang menjadi silinder pusat. Silinder pusat tersebut yaitu floem dan xilem.
  • Pertumbuhan primer pada akar.
  • Akar muda yang keluar dari biji nantinya segera akan masuk ke dalam tanah. Kemudian akan membentuk sistem perakaran tanaman. Pada ujung akar yang masih muda, terdapat 4 daerah pertumbuhan.

3. Tudung akar (kaliptra)

Tudung akar atau biasa dikenal dengan kaliptra mempunyai fungsi sebagai pelindung, jika terjadi benturan fisik antara ujung akar terhadap tanah sekitar pertumbuhan. Fungsi lain dari ujung akar, adalah untuk memudahkan akar untuk menembus tanah. Hal tersebut dikarenakan tudung akar dilengkapi dengan sekresi cairan polisakarida.

4. Meristem

Meristem adalah salah satu bagian dari ujung akar. Di mana jaringan ini selnya akan selalu melakukan pembelahan dengan cara mitosis. Jaringan meristem terletak di belakang tudung akar. Sel-sel tudung akar yang sudah rusak, nantinya akan digantikan oleh sel-sel baru yang dihasilkan oleh sel-sel meristem primer dari perkembangan sel-sel meristem apikal. Hal tersebut hanya terjadi pada tumbuhan dikotil.

5. Daerah pemanjangan sel

Daerah pemanjangan sel terletak di belakang daerah meristem. Sel-sel dari hasil pembelahan meristem akan tumbuh dan berkembang secara memanjang pada daerah ini. Aktivitas dari pertumbuhan dan perkembangan secara memanjang dari sel ini mengakibatkan terjadinya pembelahan sel di daerah ini menjadi lebih lambat dibandingkan di bagian lain. Pemanjangan sel tersebut berperan sangat penting untuk membantu daya tekan pada akar dan proses pertumbuhan memanjang pada akar.

Baca Juga :   Perbedaan Alga Dan Tumbuhan

6. Daerah diferensiasi

Pada daerah diferensiasi, sel-sel hasil pembelahan dan pemanjangan akar akan mengelompok sesuai dengan kesamaan struktur. Sel-sel yang memiliki kesamaan struktur tersebut, kemudian akan mendapatkan tugas untuk membentuk jaringan tertentu.

7. Pertumbuhan Primer pada Batang

Pertumbuhan dan perkembangan primer pada batang yaitu meliputi daerah pertumbuhan atau titik tumbuh, daerah pemanjangan, dan daerah diferensiasi. Meristem apikal pada batang akan dibentuk oleh sel-sel yang senantiasa membelah pada ujung tunas yang biasa dikenal sebagai kuncup.
Di dalam kuncup tersebut, ruas batang dan tonjolan daun kecil atau primordia memiliki jarak yang sangat pendek. Hal tersebut dikarenakan jarak internodus atau antar ruas sangat pendek. Pertumbuhan, pembelahan, dan pemanjangan sel terjadi berada di dalam internodus.

8. Pertumbuhan Sekunder

Setelah meristem primer membentuk jaringan permanen, lalu selanjutnya adalah meristem sekunder akan mengalami proses pertumbuhan sekunder. Pertumbuhan sekunder hanya terjadi pada tumbuhan dikotil, yaitu adanya pembentukan kambium yang terbentuk dari jaringan parenkim atau kolenkim.

9. Lingkaran Tahun Pada Batang dikotil

Setelah masuk pada umur 2 sampai 3 tahun, maka jambu biji akan mulai berbuah. Apabila pembibitan berasal dari cangkokan atau okulasi, maka pada umur 6 bulan jambu biji sudah bisa berbuah. Tetapi, buah akan siap untuk di panen setelah 2-3 bulan setelah berbuah. Ciri-ciri dari buah yang siap untuk dipanen yaitu keluarnya aroma sedap, kulitnya yang berwarna hijau tua menjadi pudar keputihan untuk jenis bangkok. Sedangkan untuk jenis jambu biji merah akan menjadi kuning. Biasanya dalam 1 tahun bisa dilakukan pemanenan sebanyak 2 kali dengan penanaman dan perawatan yang baik.

Demikian informasi mengenai Proses Pertumbuhan Tanaman Jambu Biji Paling Lengkap yang bisa kami sampaikan melalui artikel ini. Semoga informasi ini bermanfaat dan bisa menjadi referensi bagi Anda yang ingin memulai untuk membudidayakan jambu biji. Terima kasih dan Selamat berkebun.

Baca Juga :   Fungsi Klorofil Pada Proses Fotosintesis

Baca juga:

Hormon Vernalin Pada Tumbuhan

Tulang Kelangkang : Penjelasan dan Fungsinya Lengkap