3 Fase Proses dan Faktor Penyembuhan Luka Sesuai Kondisi Biologis Tubuh

3 min read

Proses Penyembuhan Luka Sesuai Kondisi Biologis Tubuh Lengkap

Proses Penyembuhan Luka Sesuai Kondisi Biologis Tubuh Lengkap – Luka merupakan suatu jenis cedera pada kulit yang mengalami robek, teritis, tertusuk, atau ketika terkena benda tumpul yang menyebabkan kulit memar atau lebam. Semua orang pastinya pernah mengalami dan memiliki luka. Luka dapat dikatakan sebagai rusaknya bagian tubuh dijaringan tertentu. Dengan adanya luka maka dapat menyebabkan jaringan menjadi rusak atau mati. Luka yang dialami oleh semua makhluk hidup dan yang berada di dalam tubuh akan mengalami penyembuhan secara alami, dikarenakan Tuhan menciptakan manusia dengan berbagai kesempurnaan.

3 Fase Proses dan Faktor Penyembuhan Luka Sesuai Kondisi Biologis Tubuh

Hal tersebut tentu saja dipengaruhi oleh berbagai faktor dari dalam ataupun dari luar, seperti halnya kondisi kesehatan, psikis, obat-obatan serta gizi yang terkandung di dalam tubuh. Selain itu, kondisi tubuh juga berperan dalam proses penyembuhan, sehingga jaringan tubuh yang rusak tersebut dapat kembali seperti sediakala. Bahkan perawatan luka ringan yang tidak terlalu parah dan tidak mengenai bagian tubuh yang berbahaya dapat dilakukan secara mandiri di rumah. Misalnya jika luka ringan di tangan, wajah, dan bagian tubuh luar lainnya yang hanya luka ringan, maka pendarahan akan berhenti dalam waktu singkat yaitu sekitar 10 menit saja.

Proses Penyembuhan Luka Sesuai Kondisi Biologis Tubuh Lengkap

Berikut tahap Proses Penyembuhan Luka Sesuai Kondisi Biologis Tubuh Lengkap.

1. Fase Inflamasi

Pada fase ini apabila terjaadi luka, pembuluh darah di bagian yang terluka tersebut akan terputus, sehingga menyebabkan pendarahan. Untuk menghentikan pendarahan tersebut, ujung pembuluh darah yang terluka akan mengkerut serta saling lengket satu sama lain sehingga akan membentuk seperti jala. Selain itu, trombosit akan membentuk bekuan darah atau gumpalan yang berfungsi sebagai penyumbat untuk berusa dalam menghentikan pendarahan.

Baca Juga :   3 Proses Penyembuhan Luka (Inflamasi, Proliferasi dan Penyudahan) Beserta Penjelasannya Lengkap

Kemudian sl-sel pada jaringan ikat akan menghasilkan hormone yang ada pada sistem hormone manusia yang dapat menyebabkan penumpukan cairan pada bagian tersebut serta terjadi inflamasi yang selanjutnya timbul reaksi radang pada bagian yang terluka. Reaksi radang tersebut berupa warna kemerahan, suhu menghangat, timbul nyeri, serta bengkak.

Tidah hanya itu, untuk proses selanjutnya sel darah putih (leukosit) akan menembus pembuluh darah pada daerah luka. Sementara limfosit dan monosit kemudian akan meuncul dan menghancurkan kotoran serta bakteri yang terdapat pada luka tersebut. apabila dilihat dari proses awal hingga akhirnya sel darah putih lebih berperan dalam penyembuhan luka dibandingkand engan sel darah merah.

2. Fase Prolifera

Pada fase ini akan berlangsung setelah berakhirnya fase inflamasi, dimana akan timbul kolagen serat yang memiliki sifat mempertautkan tepi luka. Serat tersebut dibentuk dan dihancurkan kembali untuk menyesuaikan diri pada tegangan pada luka yang cenderung mengerut. Sifat tersebutlah yang menyebabkan tarikan pada tepian luka.
Kekuatan dari regangan luka dapat mencapai 25% dari jaringan normal, kekuatan serat kolagen ini akan terus bertambah membentuk jaringan berwarna kemerahan dengan permukaan yang berbenjol halus. Kemudian sel basal akan terlepas dari basalnya dan berpindah lokasi mengisi permukaan luka sehingga menyebabkan daerah luka akan diisi oleh sel-sel baru.

3. Fase Penyudahan

Untuk Proses Penyembuhan Luka Sesuai Kondisi Biologis Tubuh Lengkap tahap terakhir yaitu fase penyudahan. Dalam fase ini akan terjadi proses pematangan, terjadi penyerapan jaringan yang berlebih, pengerutan, dan akhirnya akaann timbul penyerupaan pada jaringan daerah luka. Cepat atau lambat proses dalam fase ini tergaantung dari tingkat luka, ringan, sedang, atau berat dan akan dinyatakan berakhir apabila radang telah hilang dan semua tanda luka seperti bengkak, nyeri, dll telah hilang.

Baca Juga :   Elnino : Pengertian, Dampak dan Proses Terjadinya Lengkap

Tubuh secara alami berusaha mengembalikan semua menjadi normal ketika terluka selama proses penyembuhaan luka tersebut. Cairan yang berlebihan dan sel radang akan kembali diserap, selanjutnya sel muda akan menjadi matang dan kolagen yang berlebih diserap. Pada tahap tersebutlah akan timbul jaringan parut yang pucat, tipis serta mudah digerakkan dari dasar. Dalam hal ini juga terlihat pengerutan pada luka. Selain itu, perupaan pada kulit akan mampu menahan regangan sekitar 80% kemampuan kulit normal. Dan pada fase inilah jaringan baru akan terbentuk menjadi jaringan penyembuh yang kuat dan luka akan sembuh.

Faktor Penentu Kecepatan Penyembuhan Luka

Selanjutnya ketika ketiga proses tersebut telah terlewati, luka dapat dikatakan sembuh apabila lapisan kulit dan kekuatan jaringan kulit sudah mempunyai kemampuan sempurna dan atau tidak lagi menganggu aktivitas normal setiap harinya. Akan tetapi, lamanya penyembuhan luka pada tiap individu tidak sama, hal tersebut tergantung dari masing-masing kondisi biologi individu. Dapat juga dipengaruhi oleh beberapa hal seperti berikut ini:

  • Benda asing, yang termasuk di dalamnya jaringan kuit mati dapat menghambat proses penyembuhan luka. Luka yang kotor akan rentan terinfeksi oleh kuman, sehingga menyebabkan proses penyembuhan luka akan terganggu dan membutuhkan waktu lama. Sehingga dalam hal ini penting kiranya untuk dilakukan perawatan luka dengan benar.
  • Gesekan, ketika luka tidak diperban dan tertutup baju serta mengalami gesekan langsung maka dapat memperparah kondisinya. Sehingga disarankan untuk menutup luka dengan kasa atau perban halus.
  • Usia, luka pada orang lanjut usia juga dapat lebih lama sembuhnya.
  • Kekurangan nutrisi, jika kekurangan vitamin C, zat besi dan protein juga menyebabkan proses penyembuhan luka berlangsung lama.
  • Penyakit, seperti halnya penjelasan di atas bahwa penyembuhan luka sangat dipengaruhi oleh aliran darah serta oleh peran dari sel darah putih sebagai bagian dari sistem daya tahan tubuh. Sehingga penyakit anemia, dan penyakit pembuluh darah dapat menurunkan suplai darah ke jaringan luka yang dapat menghambat proses pemulihan. Selain itu, penyakit diabetes juga menjadi kondisi yang menyebabkan luka sulit untuk sembuh.
Baca Juga :   5 Perbedaan dan Pengertian Plasma dan Serum Darah Terlengkap

Demikian Proses Penyembuhan Luka Sesuai Kondisi Biologis Tubuh Lengkap yang telah kami uraikan. Semoga dapat memberikan wawasan dan bermanfaat untuk kita semua.

Baca juga:

Manfaat Cadangan Makanan Bagi Tumbuhan Terlengkap

Jaringan Spons Pada Daun – Pengertian, Proses Pembentukan dan Fungsinya