Penyebab Urutan Warna Pelangi Mejikuhibiniu

2 min read

Penyebab Urutan Warna Pelangi Mejikuhibiniu

Penyebab Urutan Warna Pelangi Mejikuhibiniu – Warna adalah unsur pokok yang memperlihatkan wujud benda agar dapat diterima oleh retina mata sehingga otak dapat mencerna secara sempurna. Apabila tidak ada warna maka benda akan bersifat tembus pandang seperti halnya yang terjadi pada gelas bening. Dasar munculnya jenis warna yang beragam awal mulanya berasal dari warna hitam dan putih. Kemudian dari kedua warna tersebutlah akhirnya bercabang menjadi tujuh warna dasar yang sering disebut dengan mejikuhibiniu (merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu).

Sebutan ketujuh warna mejikuhibiniu tersebut sering kita dengar dan kita lihat pada sebuah fenomena alam yang sering muncul ketika hujan turun dikala panas yaitu pelangi. Keindahan dari pelangi ini ditunjukkan dari warna ketujuh warna tersebut. Biasanya pelangi dapat ditonton oleh semua masayarakat secara gratis dan bahkan beberapa orang mempercayainya jika melihat pelangi dapat meredakan stress.

Pengertian Pelangi

Sedangkan pengertian dari pelangi itu sendiri adalah sekumpulan spectrum warna yang berasal dari radiasi sinar matahari yang menganai presipitasi air hujan, hingga akhirnya dapat membentuk dan berwujud setengah lingkaran serta banyak variasi warnanya.

Dalam siklus hidrologi pelangi menjadi salah satu pembahasannya. Warna yang terdapat pada pelangi ada tujuh macam dan sering disebut dengan istilah mejikuhibiniu. Dengan kata lain adanya pelangi dan Penyebab Urutan Warna Pelangi Mejikuhibiniu adalah sebagai berikut penjelasan lebih jelasnya.

Penyebab Urutan Warna Pelangi

Pelangi yang sering kita lihat ternyata disebabkan oleh kondisi atmosfer dan sinar matahari. Dimana prosesnya adalah cahaya memasuki tetesan air, melambat dan kemudian berbelok ketika bergerak dari udara ke air yang lebih padat. Cahaya kemudian memantulkan bagian dalam tetesan, memisahkan menjadi panjang gelombang komponen atau warna. Akhirnya pada saat cahaya keluar dari teetsan tersebutm membuat pembiasan cahaya atau pelangi.

Baca Juga :   Pengertian Enzim Alosterik, Sifat dan Cara Kerja

Beberapa diantara anda apabila tidak tahu sama sekali tentang asal mula pelangi, kemungkinan anda akan benar-benar mempercayai beberapa legenda asal mula adanya pelangi. Dulu begitu banyak beberapa budaya kuno yang menceretikan penyebab adanya pelangi dan menjelaskan dari wran pelangi tersebut.

Namun, sebenarnya jika dibahas dalam ilmu hidrologi, pelangi bukanlah benda dan tidak mungkin berada di tempat tertentu. Hal ini hanya fenomena alam atau lebih tepatnya fenomena optic yang muncuk ketika sinar matahari dan kondisi atmosfir tepat serta posisid ari pengamat juga tepat untuk melihatnya.

Jika digambarkan dan apabila anda amati maka bisa dikatakan ketika anda melihat pelangi, pelangi tersebut berada disebelah kanan/dibawah awan hujan, matahari disebelah kiri sementara anda yang melihatnya berada tepat ditengah. Pelangi dapat dilihat ketika pelangi mendapatkan tetesan air untuk mengambang di udara. Sehingga kita sering melihat fenomena ini setlah hujan turun. Matahri pasti berada di belakang anda atau bisa jadi matahari berada di timur dan pelangi berada di barat.

Apakah pelangi hanya berbentuk setengah lingkaran? Pertanyaan ini sering sekali muncul dan ditanyakan oleh semua orang, khusunya mereka anak kecil. Sebenarnya wujud pelangi yang hanya setengah lingkaran atau busur itu terlihat ketika kita amati dari tanah. Namun, jika kita melihatnya langsung dari pesawat terbang, maka kondisi pelangi akan terlihat berbentuk lingkaran penuh.

Sifat Cahaya Pada Pelangi

Penyebab Urutan Warna Pelangi Mejikuhibiniu yaitu seperti penjelasan sebelumnya, pelangi adalah salah satu peristiwa yang menunjukkan bahwa cahaya mempunyai sifat gelombang yang dapat mengalami difraksi dan refraksi. Sinar matahari akan menyinari tetesan air hujan tersebut. kemudian ketika cahaya masuk ke tetesan maka cahaya akan menekuk atau bisa dibilang sedikit membiaskan. Hal ini karena cahaya bergerak lebih lambat didalam air daripada didalam udara (karena air lebih padat). Selanjutnya cahaya akan memantul dari bagian belakang tetesan air dan kembali seperti awalnya, menekuk lagi ketika kecepatan saat keluar dari tetesan air.

Baca Juga :   15 Dampak Serius Kantong Plastik Penyebab Polusi Lingkungan

Cahaya memasuki tetesan air, akan menekuk dikarenakan melambat sedikit dari udara ke dalam air yang sifatnya lebih padat. Kemudian cahaya akan memantulkan bagian dalam tetesan, memisahkan menjadi panjang gelombang komponennya atau warna. Kemudian ketika cahaya keluar dari tetesan air, ia akan membuat sederhananya 7 warna pelangi yang sering disingkat dengan mejikuhibiniu (merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu).

Terkadang anda juga dapat melihat pelangi dengan tampilan ganda. Maksud dari tampilan ganda ini, terdapat 2 pelangi dalam satu waktu, yaitu anda bisa melihat pelangi sekunder yang lebih redup terletak di atas pelangi orimer atau pelangi utama. Hal ini mungkin saja terjadi, karena pelangi sekunder disebabkan oleh pantulan kedua didalam tetesan, kemudian lampu pantulan tersebt keluar dari tetesan pada sudut yang berbeda (pada posisi 42 derajat dan bukan pada posisi 50 derajat untuk busur utama merah).

Sehingga hal ini menyebabkan pelangi sekunder berada di atas pelangi primer. Mengenai urutan dari pelangi sekunder maka akan mengalami urutan warna yang terbalik juga, yaitu yang umumnya warna merah pelangi berada di atas, maka untuk pelangi sekunder berada di bawah dan di paling atas adalah warna ungu.

Nah, itulah ulasan mengenai Penyebab Urutan Warna Pelangi Mejikuhibiniu yang umumnya belum banyak orang yang tahu. Dikarenakan meskipun jika dilihat dari luar angkasa warna matahari adalah orange, akan tetapi pada dasarnya sinar yang dipancarkan adalah berwarna mejikuhibiniu. Semoga penjelasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita semua seputar asal mula dan warna pelangi.

Baca juga:

Jelaskan Ciri-Ciri Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Bagian-Bagian Usus Halus Beserta Fungsinya