Nodus Limfa: Pengertian, Struktur, Letak, Fungsi, Dan Cara Kerja

3 min read

Nodus Limfa: Pengertian, Struktur, Letak, Fungsi, Dan Cara Kerja

Nodus Limfa: Pengertian, Struktur, Letak, Fungsi, Dan Cara Kerja – Nodus limfa merupakan salah satu bagian organ dalam pembuluh limfa yang terdapat pada tubuh manusia. Umumnya nodus limfa termasuk ke dalam organ kekebalan dan limfatik yang memiliki fungsi sebagai pertahanan tubuh melawan infeksi dan kanker. Apabila dilihat dari letaknya, nodus limfa ini berada disepanjang pembuluh limfa.

Nodus Limfa

Seperti yang telah kita ketahui, bahwa pembuluh limfa merupakan pembuluh yang berupa vena kecil yang empunyai banyak katup seperti rangkaian merjan. Nodus limfa juga dapat dikatakan sebagai jaringan ikat yang berbentuk seperti sarang lebah dengan ruang-ruang yang dipenuhi dengan sel darah putih. Berikut ini keterangan mengenai Nodus Limfa: Pengertian, Struktur, Letak, Fungsi, Dan Cara Kerja agar lebih jelas.

Struktur Nodus Limfa

Struktur dari nodus limfa meliputi, bagian pembuluh limfatik eferen, sinus, nodulus, kapsul, medulla, katup, serta pembuluh limfatik eferen, berikut penjelasan dari masing-masing bagian tersebut.

  1. Pembuluh limfatik eferen, bagian ini mempunyai struktur seperti halnya pembuluh darah dan memiliki katup. Fungsi dari pembuluh limfatik eferen yaitu untuk mencegah getah bening mengalir ke belakang.
  2. Sinus merupakan ruangan penyaring yang memiliki fungsi sebagai tempat menyaring bahan-bahan yang telah dihilangkan dari jaringan oleh sel darah putih. Selain sebagai penyaring, sinus juga memiliki fungsi sebagai tempat menyimpan sel darah putih.
    Menurut jenis sel darah putih, nodus limfa terdiri dari dua jenis, yaitu:
    • Makrofag, mempunyai fungsi untuk menelan serta menghancurkan zat-zat asing dan kotoran yang ada di dalam limfa.
    • Limfosit mempunyai fungsi untuk membentuk antibody yang berguna dalam memerangi bakteri yang mengalir ke dalam aliran darah bersama dengan limfa.
  3. Nodulus merupakan kumpulan jaringan limfatik disepanjang jaringan ikat yang mempunyai fungsi sebagai pembatas.
  4. Kapsul adalah penutup yang terdiri dari jaringan ikat serta memiliki fungsi untuk menutupi organ-organ yang ada di nodus limfa.
  5. Medulla, ini merupakan bagian paling dalam di nodus limfa yang berupa pembuluh darah serta saluran sinus.
  6. Katup mempunyai fungsi untuk mencegah aliran balik pada pembuluh darah vena.
  7. Pembuluh limfatik aferen merupakan pembuluh yang memiliki bentuk hampir mirip dengan pembuluh eferen.
Baca Juga :   5 Perbedaan dan Pengertian Plasma dan Serum Darah Terlengkap

Letak dan Fungsi dari Nodus Limfa

Umumnya nodus limfa yang ada di pembuluh limfa tentu saja letaknya selalu diikuti dengan kebaeradaan nodus limfa. Pembuluh limfa dapat ditemukan di leher, kepala, paru-paru, jantung, dada, dan juga lengan yang terbagi menjadi pembuluh limfa sebelah kanan dan pembuluh limfa sebelah kiri. Sementara untuk fungsinya nodus limfa memiliki fungsi sebagai penyaring. Bentuknya yang kecil lonjong dan dapat dikatakan berbentuk seperti kacang tanah mampu menyaring, membersihkan limfa dari bakteri, zat-zat beracun, serta zat asing lainnya yang masuk ke dalam tubuh, sehingga zat asing yang bersifat negative tersebut tidak dapat masuk ke dalam aliran darah padaa tubuh manusia.

Cara Kerja Nodus Limfa

Cara kerja yang dimiliki oleh nodus limfa berhubungan erat dengan system kerja pembuluh limfa. Pembuluh limfa lemak diasbsorpsi pada usus halus dan diangkut ke darah serta cairan pada jaringan yang berlebih akan dikembalikan pada system pereddaran darah. System kerja nodus limfa ini yaitu untuk mencegah tubuh terhindar dari serangan virus, bakteri dan juga jamur. Jika nodus limfa yang ada di dalam tubuh dekat dengan sumber infeksi, maka akan memunculkan rasa sakit serta radang. Hal tersebut dikarenakan sel darah putih pada nodus limfa sedang menghancurkan bakteri agar tidak berada dalam tubuh. Tidak hanya itu, sel daah putih inilah yang membantu dalam system kekebalan atau pertahanan tubuh.

Penyebab Nodus Limfa Bermasalah

Pembahasan selanjutnya mengenai Nodus Limfa: Pengertian, Struktur, Letak, Fungsi, Dan Cara Kerja berhubungan dengan penyebabnya. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa nodus limfa yang mengalami masalah bisa saja disebabkan karena ada gangguan dari virus, bakteri, parasite serta jamur.

  • Virus yang dapat menyebabkan nodus limfa bengkak yaitu infectious mononucleosis, chickenpox, measles, HIV, herpes, virus-virus selsma umum, adenovirus.
  • Bakteri yang umumnya menyerang nodus limfa yaitu streptococcus, staphylococcus, cat scratch disease, syphilis, tuberculosis, chlamydia, serta penyakit seksual lainnya.
  • Parasite yang dapat menyerang nodus limfa yaitu toxoplasmosis dan leshmaniasis.
  • Sementara jamur yang juga dapat menyerang nodus limfa meliputi coccidiomycossis dan histoplasmosis.
Baca Juga :   13 Hewan Terbesar Di Dunia Yang Pernah Dijumpai

Selain disebabkan oleh beberapa faktor di atas yang dapat menyebabkan bengkak lainnya yaitu dikarenakan adanya peradangan, kanker, dan penyakit lain yang dapat mengganggu nodus limfa. Ketika radang yang dialami oleh nodus limfa dapat menjadi tanda penyakit rheumatoid arthritis dan lupus. Sementara kanker pada nodus limfa berasal dari lymphomas dan leukemia. Adanya kanker padanodus limfa dapat terjadi penyebaran pada organ tubuh lain, seperti halnya pada kanker payudara dan kanker paru-paru.

Namun, pembengkakan nodus limfa dapat juga disebabkan oleh hal lainnya seperti penyakit genetic penyimpanan lipid, penolakan transplantasi cangkokan dan sarcoidosis.
Akan tetapi pembengkakan nodus limfa tidak harus dalam keadaan atau kondisi sakit. Nodus limfa juga dapat mengalami bengkak ketika kondisi tubuh normal, seperti ukuran nodus limfa kecil dan rata dibawah rahang pada anak-anaka ataupun orang dewasa.

Cara Menjaga Fungsi dari Nodus Limfa

Anda dapat mencegah pembengkakan pada nodus limfa dengan cara olah raga rutin yang berfungsi untuk meningkatkan metabolisme seluler dan menghindari konsumsi alcohol.

Nah, demikian pembahasan mengenai Nodus Limfa: Pengertian, Struktur, Letak, Fungsi, Dan Cara Kerja yang umumnya sangat minim diketahui oleh semua orang. Semoga dengan artikel ini dapat memberikan wawasan yang bermanfaat bagi kita semua.

Baca juga:

11 Fungsi Sel Alfa dan Beta Pankreas

Contoh Tumbuhan Berkeping Satu Terlengkap Beserta Cirinya