Metabolisme Protein dalam Tubuh

3 min read

Metabolisme Protein dalam Tubuh

Metabolisme Protein dalam Tubuh – sebenarnya apa itu protein? Lalu apa saja fungsinya dalam tubuh? Protein merupakan molekul-molekul kompleks ukuran besar yang memiliki peran penting pada tubuh manusia. Protein ini umumnya beraktifitas dalam sel dan organel sel, diperlukan untuk struktur, bertugas dan mengatur organ maupun jaringan tubuh manusia.

Asal kata metabolisme dari bahasa Yunani yakni ‘metabolismos’ berarti ‘perubahan’. Metabolisme juga merupakan seluruh reaksi-reaksi biokimiawi pada tubuh makhluk hidup Hingga pada tingkat seluler. Seperti pada makronutrisi karbohidrat & lemak, terdapat metabolisme protein terjadi pada tubuh organisme. Adanya ketiga metabolisme itu bekerja saling berkaitan yang berperanan penting Pada metabolisme sel.

Mekanisme Perubahan Protein

Di dalam tubuh manusia, protein akan mengalami perubahan-perubahan pada kecepatan tak sama dalam setiap protein. Terdapat 3 kemungkinan mekanisme perubahan protein diantaranya:

  1. Sel-sel mati, kemudian didalam komponennya terjadi proses penguraian ataupun katabolisme sehingga dibentuklah sel-sel baru.
  2. Setiap protein akan mengalami proses penguraian sehingga terjadi sintesis protein yang baru, dan tak ada sel mati.
  3. Protein yang dikeluarkan dari sel akan diganti oleh sintesis protein baru.
    Protein tersusun atas ratusan bahkan ribuan yang berukuran lebih kecil dinamakan dengan asam amino, dan saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya yang membentuk suatu rantai panjang. Terdapat 20 tipe berbeda asam amino dapat dikombinasikan guna membuat suatu protein. Sedangkan urutan asam amino tersebut akan menjelaskan struktur dari 3 dimensi unik yang memiliki fungsi spesifiknya.
Baca Juga :   5 Tipe Utama Zpt (Zat Pengatur Tubuh) Beserta Penjelasannya Lengkap

Jenis Jenis Protein dan Fungsinya

Dibawah ini terdapat jenis-jenis protein dan fungsi lengkapnya:

  1. Antibodi
    Zat antibodi akan mengikat objek asing secara spesifik, misalnya virus dengan bakteri, guna membantu melindungi tubuh. Protein ini contohnya ialah Immunoglobulin G (IgG).
  2. Enzim
    Selanjutnya adalah enzim. Zat protein ini sangat penting yang bertugas untuk katalis (yakni mempercepat ataupun memperlambat). Masing masing enzim akan mengkatalis berbagai jenis reaksi kimia pada tubuh manusia. Enzim juga bisa membantu dalam pembentukan molekul baru yang caranya melihat informasi genetik tersimpan dalam DNA tubuh manusia. Contoh enzim ini ialah Phenylalanine hydroxlase.
  3. Messenger
    Yang ketiga ada protein messenger. Mirip dengan jenis jenis hormon lainnya, kinerja dari protein ini ialah mentransmisi respon guna mengkoordinasi peristiwa sel, organ maupun jaringan. Misalnya ialah hormon pertumbuhan.
  4. Komponen Struktur
    Dalam protein-protein tersebut menyediakan sturktur serta dukungan bagi sel. Dalam skala lebih besar, jenis protein ini pun memungkinkan tubuh kita bergerak. Contoh protein tersebut ialah Actin.
  5. Transpor/Penyimpanan
    Sementara untuk protein-protein ini akan mengikat lalu membawa atom dengan molekul-molekul kecil pada sel untuk keluar tubuh. Jenis protein ini contohnya ialah Ferritin.

Reaksi Metabolisme Protein (Asam Amino)

Terdapat beberapa asam amino diperlukan tubuh manusia namun tubuh manusia tak mampu memproduksinya dengan jumlah yang memadai. Nah, asam amino tersebut adalah asam amino esensial yang harus didapatkan dari makanan yang kita konsumsi. Asam-asam amino esensial kebutuhan manusia ialah histidin, isoleusin, lisin, leusin, arginin, metionin, fenilalanin, treonin, valin, dan triptofan.

Sementara sumber dari asam amino esensial berasal dari makanan yang didalamnya mengandung protein hewani misalnya daging, susu, telur, keju, maupun ikan. Disarankan kebutuhan protein antara 1 hingga 1,5 gram setiap kilogram berat badan setiap harinya.

Baca Juga :   Otot Sinergis : Pengertian, Jenis, Krakteristik dan Cara Kerjanya Terlengkap

Pada tahap awal terjadinya reaksi metabolisme seluler untuk asam amino atau yang dinamakan metabolisme protein akan melibatkan pelepasan asam amino lalu akan dirubah menjadi kerangka karbon dalam molekul asam amino. Ada 2 proses utama pada pelepasan gugus amino, yakni transaminasi dengan deaminasi.

1. Transaminasi

Proses transaminasi merupakan proses katabolisme dari asam amino yang didalamnya melibatkan pemindahan antara gugus amino 1 asam amino ke dalam asam amino lainnya. Pada reaksi transaminasi tersebut, gugus amino 1 asam amino akan dipindah ke 1 diantara 3 senyawa keto, yakni asam piruvat, oksaloasetat dan beta ketoglutarat, kemudian senyawa keto tersebut akan dirubah kedalam asam amino. Sementara asam amino semula akan dirubah jadi asam keto. Sifat dari reaksi transaminasi tersebut adalah reversibel. Dalam reaksi ini, tak terdapat gugus amino hilang dikarenakan gugus amino hasil lepasan asam amino, akan diterima asam keto.
Terdapat 2 enzim penting pada reaksi transaminasi berperan untuk katalis, yakni alanin transaminase dengan glutamat transaminase.

  1. Alanin transaminase
    Jenis enzim ini termasuk enzim yang memiliki keunikan untuk asam piruvat-alanin menjadi satu pasang substrat. Namun tidak untuk asam-asam amino lain. Sehingga, alanin transaminase dapat merubah berbagai macam asam amino jadi alanin ketika asam piruvat tersedia. Jika alanin transaminase berjumlah banyak, alanin yang diproduksi reaksi transaminasi nantinya dirubah jadi asam glutamat.
  2. Glutamat transaminase
    Jenis enzim ini termasuk enzim yang memiliki kekhasan bagi glutamat-ketoglutarat yang menjadi satu pasang substrat. Oleh sebab itu, enzim tersebut bisa merubah asam-asam amino hingga menjadi asam glutamat.
    Sementara proses reaksi transaminasi tersebut bisa terjadi pada mitokondria ataupun di dalam cairan sitoplasma. Seluruh enzim transaminase di atas akan dibantu pirdoksalfosfat yang menjadi koenzim. Piridoksalfosfat bukan cuma menjadi koenzim pada reaksi transaminasi saja, melainkan juga sebagai koenzim dalam reaksi-reaksi metabolisme lain.
Baca Juga :   Pengertian Selom (Coelom)

2. Deaminasi Oksidatif

Sementara asam amino dalam reaksi transaminasi bisa dirubah jadi asam glutamat. Di beberapa sel bakteri contohnya, asam glutamat dapat mengalami peristiwa deaminasi oksidatif dengan enzim glutamat dehidrogenase yang menjadi katalisnya.

Pada peristiwa deaminasi oksidatif diatas, asam glutamat akan melepas gugus amino berbentuk NH4+. Disamping NAD+, untuk glutamat dehidrogenase juga bisa memakai NADP+ menjadi penerima elektronnya. Sehingga, asam glutamat termasuk produk akhir proses transaminasi. Disamping glutamat dehidrogenase, 2 macam enzim dehidrogenase lainnya yang tak kalah penting ialah L-asam amino oksidase dengan D-asam amino oksidase.
Jenis L-asam amino oksidase ini merupakan enzim flavoprotein bergugus prosetik flavin mononukleotida atau (FMN). Enzim tersebut ada pada sel hati dalam retikulum endoplasmik.

Sementara D-asam amino oksidase merupakan enzim flavoprotein memiliki FAD menjadi gugus prostetik yang ada dalam sel hati.

Itulah pembahasan tentang Metabolisme Protein dalam Tubuh secara lengkap. Semoga bermanfaat.

Baca juga:

Pengertian Enzim Alosterik, Sifat dan Cara Kerja

Sifat Sifat Enzim dan Penjelasannya Lengkap