Limbah B3 : Pengertian, Jenis, Sifat dan Klasifikasinya Lengkap

2 min read

Mengenal Limbah B3, Pengertian, Jenis, Klasifikasi dan Karakteristiknya

Mengenal limbah B3, pengertian dan karakteristiknya – Pada saat menjalankan penanganan limbah, maka penting bagi kita untuk mengetahui bahwa terdapat jenis-jenis limbah yang nyatanya paling mengancam lingkungan serta kesehatan manusia. Jenis limbah ini sering dikenal dengan sebutan limbah B3. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang mengenal limbah B3, pengertian dan karakteristiknya.

Lantas apa sih yang dimaksud dengan limbah B3? Maka simak ulasan berikut ini.

Pengertian Limbah B3

Kata B3 adalah akronim yang berasal dari bahan beracun serta berbahaya. Maka dari itu, pengertian limbah B3 bisa didefinisikan sebagai suatu buangan maupun limbah B3 yang sifatnya serta konsentrasinya mengandung zat beracun dan juga berbahaya. Jadi, otomatis langsung dan tidak langsung bisa menganggu kesehatan serta mengancam kelangsungan hidup manusia dan organisme yang lain.

Limbah B3 tidak hanya bisa dihasilkan dari kegiatan industri. Kegiatan rumah tangga pun menghasilkan sejumlah limbah jenis tersebut. Contoh – contoh limbah B3 yang dihasilkan dari rumah tangga domestik antara lain bekas pengharum ruangan, detergen pakaian, pemutih pakaian, pembersih lantai, pembersih jendela/ kaca, pembersih oven, pengkilat kayu, pembasmi serangga, lem perekat, batu baterai dan hair spray.

Baca Juga :   Radikal Bebas, Oksidan dan Antioksidan : Pengertian dan Fungsinya Terlengkap

Jenis Limbah B3

Menurut sumbernya, limbah B3 ini dibagi jadi 3 jenis, yakni :

  1. Limbah B3 berasal dari sumber yang tidak spesifik.
    Limbah tersebut tidak berasal dari proses utama, justru dari sebuah kegiatan pemeliharaan alat, inhibitor korosi, pencucian, pelarutan kerak, pengemasan serta lain-lainnya lagi.
  2. Limbah B3 berasal dari sumber spesifik
    Limbah ini, berasal dari sebuah proses industri (peristiwa utama).
  3. Limbah B3 berasal dari sumber lain
    Limbah tersebut asalnya dari sumber yang tak terduga, seperti kadaluarsa, tumpahan, sisa kemasan, serta buangan produk yang tak memenuhi spesifikasi.

Sifat dan Klasifikasi Limbah B3

Sebuah limbah yang termasuk menjadi bahan berbahaya serta beracun bila ia mempunyai karakteristik tertentu, antara lain mudah teroksidasi, mudah meledak, mudah menyala, mengandung zat beracun, dan sifatnya korosif mengakibatkan iritasi atau akan memicu gejala – gejala kesehatan misalnya karsinogenik, mutagenik serta lain sebagainya.

a. Mudah meledak/ explosive

Limbah yang mudah meledak ini sebab bisa menghasilkan gas yang suhunya serta tekanannya standar bisa meledak sebab bisa menghasilkan gas yang suhunya serta tekanan tinggi melalui reaksi fisika maupun kimia sederhana. Limbah tersebut sangat berbahaya baik ketika penangannya, pengangkutannya sampai ke pembuangannya sebab dapat mengakibatkan ledakan yang sangat besar dan tidak bisa diduga-duga. Mengenai contoh dari limbah B3 dengan karakteristik mudah meledak seperti limbah bahan eksplosif serta limbah laboratorium mislanya asam prikat.

b. Pengoksidasi/ oxidizing

Limbah pengoksidasi ialah limbah yang bisa melepaskan panas sebab teroksidasi jadi memicu api ketika bereaksi dengan bahan yang lain. Limbah tersebut bila tidak segera ditangani secara serius maka bisa mengakibatkan kebakaran besar dalam ekosistem. Contohnya limbah b3 menggunakan karakteristik pengoksidasi seperti kaporit.

Baca Juga :   3 Siklus Terbentuknya Air - Pengertian dan Jenis - Jenisnya Lengkap

c. Mudah menyala/ flammable

Limbah yang mempunyai sifat sangat mudah menyala ialah limbah yang bisa terbakar sebab kontak langsung dengan udara, air, nyalanya api maupun dengan bahan yang lain walaupun dalam suhu serta tekanannya standar. Contoh limbah B3 yang gampang menyala seperti pelarut benzene, pelarut aseton atau pelarut toulena yang asalnya dari industry tinta, cat, pembersihan logam serta laboratorium kimia.

d. Beracun/ moderately toxic

Limbah beracun ialah limbah yang mempunyai atau yang mengandung zat dengan sifat racun untuk manusia maupun hewan. Jadi, mengakibatkan keracunan, kematian, sakit maupun kematian baik lewat kontak pernapasan, mulut ataupun kulit. Contoh dari limbah B3 tersebut ialah limbah pertanian mislanya buangan pestisida.

e. Berbahaya/ harmful

Limbah berbahaya ialah limbah yang baik pada fase padat, cair ataupun gas yang bisa mengakibatkan bahaya pada kesehatan hingga tingkat khusus lewat kontak inhalasi maupun oral.

f. Korosif/ corrosive

Limbah yang sifatnya korosif ialah limbah yang mempunyai ciri bisa mengakibatkan iritasi dalam kulit sehingga mengakibatkan baja memiliki pH lebih dari 2 (jika sifatya asam) serta pH lebih dari 12,5 (jika sifatnya basa). Contoh limbah B3 menggunakan ciri korosif seperti sisa asam sulfat yang dipakai dalam sebuah industry baja, limbah asam yang berasal dari baterai serta accu dan yang terakhir limbah pembersih sodium hidroksida dalam industry logam.

g. Sifatnya iritasi/ sifatnya irritant

Limbah yang bisa mengakibatkan iritasi yakni limbah yang memicu sensitasi terhadap kulit, peradangan ataupun mengakibatkan iritasi pernapasan, pusing serta mengantuk jika terhirup. Contoh limbah tersbut ialah asam formiat yang dihasikan pada industry karet.

h. Berbahaya untuk lingkungan/ dangerous ro the environment

Limbah dengan sigat ini ialah limbah yang bisa mengakibatkan kerusakan terhadap lingkungan serta ekosistem, seperti limbah CFC maupun chlorofluorocarbon yang dihasilkan dari sebuah mesin pendingin.

Baca Juga :   Pengertian Lingkungan Hidup - Unsur, Faktor Kerusakan dan Upaya Pelestariannya

i. Karsinogenik/ carcinogenic, mutagenic/ mutagenic dan teratogenik/ teratogenic

Limbah karsinogenik merupakan limbah yang bisa mengakibatkan munculnya sel kanker. Sedangkan teratogenik ialah limbah yang dapat mempengaruhi pembentukan embrio serta limbah mutagenic ialah limbah yang bisa mengakibatkan perubahan pada kromosom.

Nah, itu tadi sekilas tentang mengenal limbah B3, pengertian dan karakteristiknya. Masing – masing contohnya dari limbah B3 di atas tersebut mempunyai sifat serta karakteristik yang berbeda – beda, jadi dalam penangannya pun dibutuhkan sebuah teknik khusus yang spesifik. Semoga dengan adanya tulisan ini dapat membantu bagi pembaca. Terima kasih.

Baca juga: