Mengenal Enzim Hati

2 min read

Mengenal Enzim Hati

Mengenal Enzim Hati – Hati merupakan salah satu organ tubuh yang memiliki fungsi dan peran sangat penting bagi kesehatan manusia. Organ hati memiliki beberapa fungsi yang mungkin sebagian orang belum mengetahuinya, yaitu berperan dalam menghancurkan racun di dalam darah, untuk menghasilkan protein, serta berperan dalam membantu proses pencernaan. Dikarenakan memiliki banyak fungsi cital dalam menjaga kelangsungan hidup, maka disarankan untuk senantiasa menjaganya agar tetap sehat hingga dapat berfungsi hingga semestinya.

Hati dapat juga dikatakan sebagai liver, dimana organ ini merupakan kelenjar terbesar yang ada di dalam tubuh. Pada orang dewasa, hati memiliki berat sekitar 1,4 kilogram dan berwarna merah kecoklatan. Organ yang satu ini terletak di dalam rongga perut sebelah kanan atas, tepatnya berasa di bawah diafragma dan disebelah kanan lambung. Di bawah organ hati terdapat kantung empedu serta sebagian dari pancreas dan usus.

Fungsi Hati

Sebelum membahas dan Mengenal Enzim Hati ada baiknya terlebih dahulu kita ketahui tentang fungsi hati, yaitu sebagaai berikut:

  • Berperan dan berfungsi dalam menghancurkan sel darah merah yang telah tua. Proses ini yang menyebabkan tinja atau feses berwarna coklat. Akan tetapi, jika feses berwarna pucat hingga berwarna putih, atau urine berwarna lebih gelap dapat menjadi pertanda adanya suatu masalah yang terjadi pada organ hati.
  • Berperan dalam membersihkan darah dari senyawa berbahaaya, seperti obat-obatan, racun, dan alcohol.
  • Berperan dalam membantu metabolisme protein dengan mengubahamonia menjadi urea, yang selanjutnya akan dikeluarkan bersama urine oleh ginjal.
  • Menyimpan energy didalam tubuh dalam bentuk glikogen dan nantinya akan mengubahnya menjadi glukosa ketika kadar glukosa darah rendah.
  • Berfungsi untuk menyimpan asam folat, zat besi dan beberapa vitamin lainnya seperti vitamin A, B12, D, dan vitamin K.
  • Berperan dalam memproduksi kolesterol serta trigliserida, dan protein pembawanya sehingga tetap dapat dialirkan dalam darah.
  • Berfungsi dalam memproduksi protein, seperti albumin yang bermanfaat untuk menjaga cairan dalam sistem sirkulasi tubuh. Protein berperan sebagai faktor pembekuan darah serta sistem kekebalan tubuh yangdihasilkan oleh hati.
  • Berfungsi dalam memproduksi hormone, contohnya hormone pertumbuhan pada anak-anak.
  • Berperan dalam proses memproduksicairan empedu, yang bertugas dalam membandu pencernaan makanan.
Baca Juga :   Apa Itu Enzim Lipase?

Dari sekian banyak fungsi organ hati tersebut diatas, cara kerjanya tentu dilakukan dan dibantu enzim. Pada sistem pencernaan enzim melakukan fungsinya masing-masing. Sama halnya dengan enzim hati yang selalu membantu pada proses kimia yang terjadi pada organ tersebut.

Enzim Di Hati

Enzim hati bisa diartikan sebagai suatu protein yang terletak didalam hati, dimana berperan dalam mempercepat laju reaksi kimia untuk membuat mereka layak. Seperti halnya penjelasan di atas, organ hati merupakan suatu area utama detoksifikasi dalam tubuh serta metabolisme banyak obat dan senyawa yang masuk ke dalam sistem tubuh.

Sebuah enzim hati akan memecah polimer glukosa kompleks menjadi unit individu glukosa yang selanjutnya dilepaskan ke dalam darah untuk dimanfaatkan oleh tubuh. Dalam prosesya Mengenal Enzim Hati kita akan mengetahui tingkat fungsi hati yang ternyata dapat diukur memakai tes enzim hati yang dikenal sebagai transaminase. Sebagian dalam jumlah besar detoksifikasi bahan kimia dimediasi oleh enzim hati tersebut. dimana organ hati memiliki sejumlah enzim sitokrom P450 yang berbeda dalam melakukan metabolisme obat. Hal ini pada umumnya menguntungkan, akan tetapi dalam beberapa kasus yang telah terjadi degradasi satu obat resep dapat menyebabkan efek samping dengan yang lain.

Enzim P450s ini dapat menurunkan berbagai senyawa asing, misalnya bahan kimia beracun, yang disebut dengan xenobiotic. Umumnya manusia diperkirakan berevolusi berbagai macam detoksifikasi P450s ketika eksposur pada sejumlah besar metabolit sekunder pada tanaman yang telah dikonsumsi selama mereka berevolusi. Selain sebagai detoksifikasi organ hati berperan juga untuk menyimpan cadangan gula. Penjelasan di atas mengulas bahwa gula yang tersimpan dalam organ hati berupa glikogen, panjang, polimer bercabang unit glukosa yang idsimpan dalam bentuk granul.

Baca Juga :   Laring : Pengertian, Jenis, Fungsi, Anatomi, dan Gangguan Terlengkapnya

Pada saat kadar energy pada tubuh rendah atau mengalami penurunan, enzim glikogen fosforilase akan melepas molekul glukosa individu dari glikogen. Sebuah sistem peraturan yang kompleks, menempatkan enzim hati terlibat dalam proses ini kemudian menghasilkan glukosa yang memasuki aliran darah pada akhirnya dimanfaatkan oleh organ lainnya. Adanya enzim hati yang dikenal dengan transaminase, hanya dua yang secara khusus bisa diukur. Diantaranya aadalah aspartate transaminase (AST) serta alanine transaminase (ALT).

Kedua enzim hati tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai hal kondisi hati. Apabila organ hati mengalami kerusakan, maka masing-masing enzim tersebut akan bocor kedalam aliran darah. Sehingga melakukan tes darah sederhana bisa digunakan untuk mendiagnosa kerusakan hati. Pada umumnya enzim ALT dapat diperiksa lebih dekat untuk mendeteksi kerusakan yang terjadi pada organ hati. Sementara pemeriksaan AST dapat digunakan untuk menentukan aoakah kerusakan organ hati disebabkan oleh penyalahgunaan alcohol.

Walaupun organ hati tidak dapat memproduksi enzim pencernaan, hal ini tidak berperan dalam menghadilkan empedu. Senyawa inilah yang nantinya akan bereaksi dengan lipid. Nantinya empedu akan membantu memecah mereka menjadi potongan-potongan kecil, sehingga pada akhirnyaa akan mudah untuk dicerna. Senyawa pencernaan yang awalnya dari hati akan disimpan di dalam kantong empedu dan diberikan efek dalam duodenum.

Inilah ulasan mengenai Mengenal Enzim Hati yang belum banyak orang yang mengetahuinya. Dengan demikian kita dapat mengetahui bwah sebenarnya organ hati sangat berperan dalam mendetoksi racun atau senyawa kimia yang beracun. Semoga ulasan tersebut bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan kita semua.

Baca juga:

Struktur Dan Fungsi Tubuh Porifera

Ciri Ciri Tumbuhan Paku (Pteridophyta)