Mekanisme Kerja Otot : Otot Lurik, Otot Polos, dan Otot Jantung

2 min read

Mekanisme Kerja Otot : Otot Lurik, Otot Polos, dan Otot Jantung

Mekanisme Kerja Otot : Otot Lurik, Otot Polos, dan Otot Jantung – Otot merupakan alat gerak aktif yang menggerakkan tulang atau organ tertentu yang terdapat dalam sistem gerak pada hewan dan manusia. Sedangkan tulang atau rangka merupakan alat gerak pasif. Hal ini disebabkan apabila tidak ada otot maka fungsi rangka manusia tidak mungkin berjalan.

Mekanisme Kerja Otot

A. Jenis Otot

Otot terbagi menjadi 3 macam yaitu otot lurik, polos, dan jantung. Berikut penjelasannya :

A.1. Otot lurik

Otot lurik ada pada hampir di seluruh tubuh manusia dan hewan. Pada manusia terdapat lebih dari 600 otot lurik yang menggerakkan tulang dengan cara kontraksi dan relaksasi. Gerakan yang terjadi tersebut diatur oleh bagian bagian otak manusia sebagai sistem saraf pusat.

A.2. Otot Polos

Otot polos dijumpai pada dinding organ dalam manusia. Fungsi dari otot polos sangat beragam tergantung pada dimana letaknya. Dalam sistem ekskresi pada manusia, otot polos dapat ditemukan dalam dinding kandung kemih. Otot polos juga terdapat pada alat reproduksi wanita yaitu Uterus. Fungsinya membuat organ dapat melebar dan kembali seperti semula. Sedangkan fungsi otot polos dalam sistem pencernaan pada manusia, otot polos bisa ditemukan pada bagian dalam usus halus dan pada bagian usus besar. Pada usus halus dan usus besar otot polos mempengaruhi gerakan peristaltik yang membantu pencernaan makanan. Selain itu, otot polos juga terdapat pada mata dan pembuluh darah.

Baca Juga :   Otot Sinergis : Pengertian, Jenis, Krakteristik dan Cara Kerjanya Terlengkap

A.3. Otot jantung

Otot jantung hanya ditemukan pada miokardium, lapisan tengah dari jantung. Sama seperti dengan otot polos, otot jantung juga termasuk dalam gerak bawah sadar. Dimana otot jantung mampu memicu sendiri kontraksi ritmiknya tanpa adanya rangsangan saraf apapun. Tetapi, cara kerja otot jantung dapat dipengaruhi oleh sistem saraf autonom khususnya saraf simpatik dan parasimpatik. Fungsi saraf simpatik dan parasimpatik pada jantung yaitu mempercepat atau memperlambat laju jantung dalam berkontraksi.

B. Kerja Otot

B.1. Kerja Otot Lurik

Bagaimana otot dapat menggerakan tulang? Otot Lurik berbeda dengan otot jantung dan otot polos yang bekerja dibawah sadar (saraf autonom). Sebaliknya pada otot lurik yang bekerja secara sadar. Otot lurik mempunyai fungsi untuk menggerakan tulang-tulang sesuai dengan perintah saraf pusat. Mekanisme kerja otot lurik digunakan untuk menggerakan tulang yang dapat dilakukan dalam 3 tahapan, yaitu:

B.1.1. Potensial Aksi yang dihantarkan oleh saraf akan memicu Otot dalam berkontraksi

Kontraksi otot dimulai ketika saraf pusat yang mengirimkan rangsangan atau impuls atau yang disebut sebagai potensial aksi. Potensial aksi akan dihantarkan sepanjang sel-sel saraf hingga sampai ke sel saraf motorik dan neuromuscular junction.

B.1.2. Asetilkolin berikatan dengan reseptor pada membran otot

Saat asetilkolin berikatan dengan reseptor membran serabut serabut otot, saluran masuk membran terbuka dan proses kontrasi dimulai dengan tahapan:

  • Membran dapat dimasuki oleh ion sodium ke dalam sitoplasmanya.
  • Ion sodium dalam sitoplasma memicu pelepasan ion kalsium yang disimpan.
  • Ion kalsium berdifusi kedalam serabut otot.
  • Ikatan antar protein pada sel otot berubah (disebut juga sliding filament), terjadilah kontraksi.

B.1.3. Otot Relaksasi saat impuls dari saraf pusat berhenti.

Saat impuls dari saraf pusat terhenti, maka reaksi kimia yang menyebabkan pengaturan ulang protein pada sel otot juga terhenti. Akibatnya proses kimiawi dikembalikan seperti semula dan otot kembali dalam keadaan relaksasi.

Baca Juga :   Metabolisme Lemak dalam Tubuh : Pengertian dan Jenisnya Lengkap

2. Kerja Otot Polos

Mekanisme kerja otot polos hampir sama seperti mekanisme kerja otot lurik. Pada otot polos juga terjadi peristiwa sliding filament, dimana peristiwa itu yang diakibatkan oleh keberadaan rangsangan asetilkolin. Asetilkolin akan memicu ion kalsium yang disimpan dalam otot akan dilepaskan. Pelepasan ion kalsium tersebut menyebabkan filamen otot polos mengkerut atau berkontraksi. Berikut tahapan dalam kontraksi otot polos :

  • Rangsangan berupa senyawa kimia asetilkolin masuk kedalam membran sel.
  • Asetilkolin merangsang otot untuk melepaskan ion kalsium yang disimpannya.
  • Ion kalsium dilepaskan oleh tubula retikulum sarkoplasma dan berpindah ke ruang ekstraseluler.
  • Ion kalsium berikatan dengan calmodulin, sejenis protein sitoplasma.
  • Kompleks antara kalsium dan calmodulin mengaktifkan miosin kinase, kemudian mengaktifkan miosin.
  • Miosin aktif dan menempel dengan aktin, sehingga terjadi kontraksi otot.

3. Kerja Otot Jantung

Kerja otot jantung berbeda dengan otot lurik. Jantung mempunyai mekanisme sendiri yang menyebabkan kontraksi otot secara terus menerus. Potensi aksi dihasilkan dan diedarkan ke seluruh bagian, agar jantung bisa tetap berdenyut. Berdasarkan cara kerjanya, sel otot jantung dibedakan menjadi 2 yaitu:

  1. Sel kontraktil – sel sel yang dalam keadaan normal tidak membentuk sendiri potensial aksinya. Fungsinya untuk melakukan cara kerja jantung, yaitu memompa darah. Sebagian besar sel otot jantung berupa sel kontraktil.
  2. Sel otoritmik – sel ini fungsinya bukan untuk kontraksi namun sebagai penghantar potensi aksi yang menyebabkan kontraksi sel sel otot jantung kontraktil.
  3. Sel sel otoritmik jantung hanya dapat ditemukan pada bagian jantung berikut:
    – Nodus Sinuatrialis (Nodus SA) – daerah kecil di dinding atrium kanan dekat pintu masuk vena kava superior.
    – Nodus Atrioventrikular (Nodus AV) – daerah kecil di bagian bawah atrium, dekat dengan pertemuan atrium dan ventrikel.
    – Berkas His – berkas sel khusus yang berasal dari nodus AV dan masuk ke septum antarventrikel lalu melengkung mengelilingi ujung ventrikel dan atrium sepanjang dinding luar.
    – Serat purkinje – serat halus dari berkas His dan menyebar ke seluruh miokardium ventrikel.
Baca Juga :   10 Gangguan Pada Sistem Reproduksi Wanita dan Cara Mengatasinya

Demikianlah ulasan mengenai Mekanisme Kerja Otot – Otot Lurik, Polos, dan Jantung semoga artikel kali ini dapat menambah wawasan anda dan bermanfaat. Terima kasih.

Baca juga: