Macam-Macam Sel Saraf Dan Fungsinya

2 min read

Macam-Macam Sel Saraf Dan Fungsinya

Macam-macam sel saraf dan fungsinya – sel saraf adalah unit paling kecil dari sistem saraf. sel saraf fungsinya menjadi pengirim pesan atau impuls balik berbentuk rangsangan ataupun tanggapan. Berikut penjelasan lengkap mengenai Macam-macam sel saraf dan fungsinya.

Pembagian Sel Saraf Neuron

Sel saraf neuron terdiri atas tiga bagian, diantaranya :

  1. Dendrit adalah penjuluran panjang yang memang keluar dari badan sel. Fungsinya untuk menghantarkan impuls dari luar sel neuron di dalam badan sel.
  2. Badan sel adalah bagian neuron yang mempunyai kandungan cairal sel sitoplasma banyak da nada nucleus inti sel. Fungsinya menjadi penerima impuls dari dendrit serta menghantarkannya ke akson melalui perantara sitoplasma.
  3. Akson maupun neurit adalah penjuluran yang panjang keluar dari dalam badan sel. Fungsinya untuk menerima impuls yang berasal dari badan sel serta menghantarkannya menuju ke percabangan akson.

Menurut Fungsinya

Menurut fungsinya, sel saraf dibagi menjadi :

1. Neuron sensorik

Neuron sensorik memiliki dendrit yang hubungannya dengan reseptor. Akson neuron sensori hubungannya dengan neuron lain. Neuron sensorik fungsinya akan menghantarkan rangsangan dari reseptor menuju pusat susunan saraf. sel saraf tersebut berhubungan erat sekali dengan alat indra, jadi diberikan nama saraf indra.
Fungsi saraf tersebut guna menerima rangsang dari alat indra lalu diteruskan ke impuls sarat menuju ke pusat saraf, yakni otak maupunn sumsum tulang belakang. Badan sel dari neuron sensori tersebut bergerombol untuk membentuk (reseptor) dan bagian aksonnya berkaitan dengan sel saraf lainnya. akson akan berakhir di interneuron.

Baca Juga :   Fungsi Pelvis Pada Ginjal Paling Penting

2. Neuron motoric

Neuron motoric memiliki dendrit yang berkaitan dengan akson lainnya. akson berkaitan dengan efektor. Fungsi dari neuron motoric akan menghantarkan tanggapan dari pusat susunan saraf menuju ke fektor. Struktur neuron motor tersebut yakni ada di bagian ujung dendritnya dihubungkan dengan ujung akson yang berkaitan langsung dengan efektor, yakni otot ataupun kelenjar. Neuron motor tersebut fungsinya untuk meneruskan impuls dari sistem saraf pusat menuju ke otot serta kelenjar yang nantinya akan menjalankan respon tubuh. impuls dengan langsung akan berjalan dari neuron sensori menuju ke neuron motor.

3. Neuron asosiasi

Neuron asosiasi dikenal dengan nama neuron intermediet. Neuron ini bisa kita jumpai di sistem saraf pusat. Neuron asosisasi dibagi menjadi dua, yaitu :
• Neuron konektor, fungsinya menjadi penghubung neuron satu dan yang lainnya.
• Neuron adjustor, fungsinya menjadi penghubung antara neuron sensorik dan juga neuron motoric.

Kelompok serabut sel saraf akson beserta dendrit bergabung dalam satu selubung untuk membentuk urat saraf, sementara badan sel saraf akan berkumpul di dalam sebuah pusat saraf una membentuk simpul saraf maupun ganglion. Satu kelompok sel saraf serta sel lainnya yang fungsinya mengenal rangsangan khusus dikenal dengan nama reseptor. Satu sel organ yang dapat menghasilkan tanggapan dari rangsangan dikenal dengan nama efektor.
Sel saraf yang satu dan sel saraf lainnya akan saling berkaitan. Ketika ada rangsangan dari salah satu sel saraf maka akan dilanjutkan ke dalam sel saraf lainnya guna disampaikan menuju pusat saraf. hubungan antara sel saraf membentuk sebuah mekanisme kerja di dalam menyampaikan rangsangan.

Mekanisme kerja ini bisa dibuat bagan seperti berikut ini :

Baca Juga :   Macam-Macam Hormon Manusia Dan Fungsinya

Impuls mulai dari dendrit menuju badan sel lanjut akson lanjut percabangan dan terkahir neuron lain.
Hubungan antara akson dan dendrit lain dikenal dengan nama sinapsis. Jika impuls hingga di ujung akson, maka akson akan mengeluarkan neurohumor (sebuah zat penghantar antar neuron). Kejadian penghantar dari impuls ini dikenal dengan nama asetilkolin. Sedangkan zat penghambat atau (inhibitor), asetilkolin, & epinerin, dapat dihapus oleh enzim kolinertrase.

Mekanisme Jalannya Impuls

Pada umumnya, fungsi dari sel saraf ialah untuk menerima rangsang serta bisa menanggapi rangsang itu sendiri. Seperti yang telah dijelaskan saat sebelumnya, bahwa sistem saraf ialah jaringan komunikasi yang menyeluruh. Yakni menjadi jaringan komunikasi, pastinya saraf mempunyai mekanisme khusus mengenai cara untuk meneruskan impuls. Ada pula mekanisme jalanna impuls saraf yakni berikut ini :

1. Impuls dihantarka lewat sel saraf

Impuls bisa diteruskan serta mengalir lewat sel saraf yang dikarenakan adanya perbedaan potensial listrik yang dikenal dengan nama polarisasi. Muatan listrik yang ada di luar membrane sel saraf yakni positif dengan muatan yang ada diluar yakni negative. Jika sel saraf ini berikan rangsangan maka akan memicu polarisasi membrane berubah, jadi polarisasi bisa terjadi pembalikan. Proses pembalikan ini akan diulang sehingga muncul rantai reaksi.
Akson dari beberapa neuron, ditutupi dengan lapisan lemak bernama selubung myelin. Selubung mencakup akson mislanya plastic yang menutupi di kabel listrik dan kemungkinan impuls saraf dalam menjalankan perjalanan akan cenderung cepat disepanjang akson.

2. Impuls dihantarkan melalui sinaps

Jika impuls tentang tombol sinaps, maka permeabilitas membrane prasinapsis dari ion kalsium jadi meningkat. Ion kalsium lalu akan masuk smeentara gelembung sinaps akan melepaskan neutransmitter menuju celah sinaps. Gelembung sinaps ini melebur dengan membrane prasinaps,. Impuls hingga menuju ke membrane postinaps sebab akan dibawa oleh neurotransmitter, lalu neurotransmitter dihidrolisis oleh enzim yang telah dihasilkan membrane postsinaps.

Baca Juga :   Jaringan Palisade (Jaringan Tiang) pada Daun : Penjelasan Beserta Fungsinya Lengkap

Itulah tadi penjelasan tentang Macam-macam sel saraf dan fungsinya. sebenarnya ada 3 bagian sel saraf neuron, diantaranya dendrit, badan sel dan akson atau dikenal dengan neurit. Sementara berdasarkan fungsinya sel saraf dibagi 3, yakni neuron sensorik, motoric dan asosiasi. Smeoga bermanfaat.

Baca juga:

Pembahasan Penting Seputar Plotoplasma

Virus Adalah : Pengertian, Ciri, Struktur Dan Bentuk