Konsep Jaringan Makanan Dan Contohnya

2 min read

Konsep Jaringan Makanan Dan Contohnya

Konsep Jaringan Makanan Dan Contohnya – jaringan makanan ialah konsep ekologis yang penting bagi makhluk. Pada umumnya, jaringan makanan termasuk hubungan makan pada sebuah komunitas. Itupun menyiratkan adanya transfer energi makanan dari tumbuhan lewat hewan herbivora dan karnivora.
Rantai makanan merupakan diagram deskriptif yang terdiri atas serangkaian panah, dan setiap panah tersebut menunjukan adanya satu spesies sampai ke spesies lainnya, yang mewakili aliran energi makanan dari satu kelompok makan organisme lain.

Terdapat 2 macam rantai makanan yakni: rantai makanan perumput, yang dimulai oleh autotrof, serta rantai makanan detritus, yang dimulai oleh bahan organik yang mati menurut (Smith & Smith 2009). Pada jenis rantai makanan perumput, zat energi serta nutrisi bergerak mulai dengan tanaman sampai ke herbivora sebagai pemakannya, kemudian karnivora ataupun omnivora akan memangsa hewan herbivora tadi.
Pada rantai makanan detritus, tanaman serta hewan mati akan diuraikan oleh dekomposer. Contohnya bakteri dengan jamur, yang bergerak ke detritivores setelah itu karnivora.

Adanya jaringan makanan tersebut menunjukan alat penting dalam penyelidikan suatu interaksi ekologis penentu aliran energi maupun hubungan antara predator dengan mangsa (Cain et al. 2008).
Pada sebuah gambar menunjukkan suatu jaringan makanan yang telah disederhanakan pada ekosistem gurun. Pada jaringan makanan tersebut, belalang akan memangsa tumbuhan, kalajengking akan memakan belalang, hewan rubah akan memakan kalajengking.

Sedangkan jaringan makanan sederhana, menunjukkan jaringan makanan yang kompleks serta melibatkan begitu banyak spesies. Mempunyai interaksi yang kuat serta lemah antara keduanya (Pimm et al. 1991). Misalnya predator suatu kalajengking pada ekosistem gurun kemungkinan adalah elang emas, rubah atau roadrunner, serta burung hantu.

Baca Juga :   Cara Menggunakan Mikroskop Cahaya Yang Baik Dan Benar

Pengertian Jaring-jaring Makanan

Sebenarnya pengertian jaring-jaring makanan ialah gabungan beberapa rantai makanan dengan siklus yang saling berkaitan. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan jika rantai makanan ialah bagian jaring-jaring makanan pada cakupan lebih luas lagi.
Kemudian, apa yang membedakan antara rantai makanan dan jaring-jaring makanan? Nah, organisme yang terkumpul dalam jaring-jaring makanan memiliki sejumlah organisme yang bisa dipilih jadi makanannya.
Sementara itu, dalam rantai makanan, organisme sebagai konsumennya hanya mempunyai satu pilihan makanan. Walaupun telah tersedia beberapa, namun jumlahnya lebih sedikit daripada organisme yang terdapat dalam jaring-jaring makanan.

Contoh Jaring-jaring Makanan

Ada sejumlah contoh jaring-jaring makanan dikelompokkan berdasarkan habitat kehidupan mereka. Contohnya ialah jaring-jaring makanan bagi habitat tertentu. Ada kira kira 13 mahluk hidup pada suatu siklus jaring-jaring makanan.

Beberapa mahluk hidup itu diantaranya phytoplankton, zoopllankton, ikan, udang, burung camar, kepiting, rumput laut, gurita, pinguin, gajah laut, anjing laut, paus biru, serta paus pembunuh.
Nah, melihat ke 13 mahluk hidup itu bisa digolongkan kedalam sejumlah siklus rantai makanan, diantaranya:

Jaring Jaring Makanan yang Produsennya Phitoplankton

  1. Phitoplankton – dimakan udang – dimangsa paus biru.
  2. Phitoplankton – dimangsa udang – dimangsa ikan kecil – dimangsa anjing laut – dimangsa paus pembunuh.
  3. Phitoplankton – dimangsa zooplankton – dimangsa ikan kecil – dimangsa anjing laut – dimangsa paus pembunuh.
  4. Phitoplankton – dimangsa udang – dimangsa ikan kecil – dimangsa burung camar – dimangsa anjing laut – dimangsa paus pembunuh.
  5. Phitoplankton – dimangsa zooplankton – dimangsa ikan kecil – dimangsa burung camar – dimangsa anjing laut – dimangsa paus pembunuh

Contoh Jaring Jaring Makanan Produsen Rumput Laut

  1. Rumput laut – dimangsa kepiting – dimangsa cumi-cumi – dimangsa pinguin – dimangsa anjing laut – dimangsa paus pembunuh
  2. Rumput laut – dimangsa kepiting – dimangsa cumi-cumi – dimangsa pinguin – dimangsa paus pembunuh
  3. Rumput laut – dimangsa kepiting – dimangsa cumi-cumi – dimangsa anjing laut – dimangsa paus pembunuh
    Menurut contoh di atas, bisa disimpulkan jika ke 13 mahluk hidup pada suatu jaring-jaring makanan ada 8 rantai makanan yang tidak sama. Sementara dalam setiap rantai makanan, terdapat paus biru dengan paus pembunuh yang berperan sebagai mahluk hidup konsumen puncak.
Baca Juga :   Apa Itu Tekanan Osmosis?

Kesimpulan

Pada persoalan lain, rumput laut dengan phytoplankton telah menjadi produsen dalam jaring-jaring makanan itu. Dibawah ini sejumlah kesimpulan yang dapat diambil melihat beberapa contoh yang ada di atas.

  1. Organisme tergolong dalam jaring-jaring makanan tak harus terlibat pada semua rantai makanan yang sudah terjadi.
  2. Pada jaring-jaring makanan itu dibagi kedalam 2 kelompok menurut produsen utamanya, yakni phytoplankton serta rumput laut.
  3. Dalam siklus jarring jarring makanan yang produsennya berupa phytoplankton, maka zooplankton dengan udang berperan sebagai konsumen tingkat 1. Sedangkan ikan kecil berperan sebagai konsumen tingkat 2, kemudian burung camar dengan anjing laut berperan sebagai konsumen tingkat 4, yang terakhir paus biru dengan paus pembunuh berperan sebagai konsumen tingkat akhir.
  4. Selanjutnya untuk jaring-jaring makanan yang produsennya berupa rumput laut, maka kepiting berperan sebagai konsumen tingkat 1, sementara gurita berperan sebagai konsumen tingkat 2, dan pinguin dengan gajah laut berperan menjadi konsumen 3, untuk anjing laut berperan menjadi konsumen tingkat 4, disusul oleh paus pembunuh yang berperan menjadi konsumen tingkat akhirnya.
  5. Pada konsumen makhluk hidup seperti anjing laut, ikan kecil, dan paus pembunuh, memiliki beberapa pilihan organisme yang dimangsa.
  6. Sementara pada suatu ekosistem, ketersediaan maupun jumlah populasi organisme suatu jaring-jaring makanan bisa berpengaruh terhadap keseimbangan suatu ekosistem. Contoh dari persoalan ini ialah bila jumlah organisme dari produsen terjadi kepunahan, akan membuat semua sistem jaring-jaring makanan menjadi terganggu.

Nah, itu saja pembahasan tentang Konsep Jaringan Makanan Dan Contohnya. Dapat disimpulkan dari penjelasan diatas, jika fungsi jarring jarring makanan ialah untuk menjaga keseimbangan makhluk hidup di bumi ini. Semoga bermanfaat.

Baca juga:

Ciri-Ciri Lumut Daun (Bryopsida) dan Penjelasannya

Baca Juga :   Otot Sinergis : Pengertian, Jenis, Krakteristik dan Cara Kerjanya Terlengkap

Jenis-Jenis Tumbuhan