Klasifikasi Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

2 min read

Klasifikasi Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Klasifikasi tumbuhan lumut (bryophyta) – kurang lebih ada 16.000 spesies lumut yang terkenal dan dikelompokkan. Lumut dikelompokkan jadi 3 kelas menurut bentuk gametofit dan sporofitnya, yakni anthocerotopsida (lumut tanduk), hepaticopsida (lumut hati), dan bryopsida (lumut duan). Berikut ini penjelasan lengkap mengenai Klasifikasi tumbuhan lumut (bryophyta).

1. Hepaticopsida (lumut hati)

Lumut hati ini adalah tumbuhan talus bertubuh lembaran, pipih serta berlobus. Secara umum contoh dari lumut hati tanpa daun yakni lunularia dan marvhantia. Akan tetapi, ada lumut hati yang mempunyai daun, misalnya seperti jungermannia. Lumut hati tumbuh dengan mendatar serta melekat di substrat dengan memakai rizoidnya. Lumut hati kebanyakan dijumpai pada tanah lembab, khususunya di hutan hujan tropis. Ada pula yang tumbuh pada permukaan air, misalnya seperti ricciocarpus natans.

  • Hepaticopsida asalnya dari kata hepatica yang berarti hati, jadi lumut tersebut terkenal dengan nama lumut hati
  • Kebanyakan hidupnya di tempat basah, sehingga tubuhnya memiliki struktur yang higromof.
  • Siklus hidupnya mirip sekali dengan siklus hidup lumut daun.
  • Sebagian besar lumut hati ini tubuhnya tipis misalnya seperti kulit yang tumbuh memipih rata diatas medium penunjangnya (tanah basah atau air tenang).
  • Gametofit pipih dosiventral, warnanya hijau dan menempel di tanah rizoid.
  • Struktur talus ada yang berbentuk lembaran dan ada pula yang sudah dibedakan menurut bagiannya yang serupa dengan batang dan daun daun.
  • Sporofit tidak mempunyai sejumlah sel yang ada kandungan kloroplasnya, terdiri dari bagian kaki, kapsul spora dan tangkai (seta). Namun, ada kelompok lumut primitif, seta dan bagian kaki ini tak ada.
  • Di dalam kapsul spora isinya jaringan arkespora dimana sejumlah sel arkeospora akan membelah jadi sejumlah sel induk spora dan sejumlanya panjang. Mempunyai penebalan adan lunak berbentuk spiral yang diberikan nama elatera.
  • Tubuhnya dibagi jadi dua lobus jadi terlihat mirip lobus di hati. Hidup lumut tersebut mirip lumut daun.
  • Tubuhnya mempunyai struktur batang, akar dan daun. Hal tersebut yang mengakibatkan banyak orang beranggapan kelomok lumut hati adalah golongan peralihan dari tumbuhan thallopphyta menuju ke cormophyta.
  • Ada rizoid yang fungsinya menempel serta menyerap sejumlah zat makanan. Tanpa memiliki batang serta daun.
  • Sel sel induk spora melewati pembelahan reduksi akan emmbentuk spora. Spora yang menyambah ini cukup berkembang jadi sebuah buluh pendek atau boleh disebut lumut hati tak membentuk protonema.
  • Sebagian besar memiliki sejumlah sel yang kandungannya minyak.
  • Tubuhnya memiliki struktur higromof, untuk lumut yang tumbuh di tempat yang mempunyai tingkat kelembaban tinggi. Bentuk tubuhnya berbentuk lembaran mirip dengan bentuk hati dan banyak lekukannya. Misalnya seperti genus riella.
  • Tubuhnya memiliki struktur xeromorf, untuk lumut tumbuh di tempat kering.
  • Di sejumlah jenis lumut hati, seperti marchandia sp. akan tetapi, ada juga yang rumahnya satu. Untuk lumut hati yang berumah dua, gametofit betina bentuknya arkegoniofor yang ujung tangkainya ada struktur bentuk cakram maupun payung yang bertepi dan melekuk di dalam sama dengan jejari. Sementara bagian bawah cakram ada arkegonium. Arkegonium membentuk ovum (sel kelamin betina). Sedangkan itu, untuk gametofit yang jantan membentuk anteridiofor yang bagian ujung tangkainya ada struktur bentuk cawan dengan tepi melekuk tidak dalam. Sementara bagian atas cawan ada anteridium yang menghasilkan spermatozoid (sel kelamin jantan) berflagel dua. Jika spermatozoid membuahi ovum maka membentuk zigot yang tumbuh jadi sporofit. Sporofit letaknya tersembunyi pada bagian bawah cakram arkegoniofor. Sporofit (2n) akan membentuk sporogonium yang menghasilkan spora (n).
  • Ada kurang lebih 6500 spesies jenis lumut hati, diantaranya reboulia hemisphaerica, ricciocarpus natans, marchantia polymorpha, dan riccardia indica.
Baca Juga :   Cara Menggunakan Mikroskop Cahaya Yang Baik Dan Benar

2. Anthocerotopsida (lumut tanduk)

Anthocerotopsida atau dikenal dengan hornwort bentuknya mirip lumut hati, namun sporofitnya bentuk kapsul panjang mirip tandung dengan kandungan kutikula. Sporofit tumbuh terhadap jaringan cawan arkegonium. Sesudah sporofit masak, kemudian bagian ujungnya membelah dua. Sporofgonium mempunyai sejumlah benang elater dengan mengatur pengeluaran spora serta kapsulnya ada stomata. Anteridium dan arkegonium keberadaannya di talus sama (berumah satu), ada juga letkanya di talus yang berbeda (berumah dua).

  • Bangsa tersebut hanya memuat sejumlah marga yang dimasukkan di dalam satu kelompok saja, yakni anthocerotaceae.
  • Gametofit memiliki talus bentuknya cakram bertepi bertoreh
  • Sejumlah sel Cuma memiliki satu kloroplas dengan satu pirenoid besar
  • Di sisi bawah talus ada stomata 2 sel penutup bentuknya ginjal
  • Sejumlah sel yang menyusun dengan kaki sporoginium bentuknya rhizoid, melekat di talus gametofitnya.
  • Sporogonium tak bertangkai memiliki bentuk mirip tanduk dengan panjang 10-15 cm.
  • Menurut analisis asam nukleat, terbukti lumut berkerabatan dekat sekali dengan tumbuhan berpembuluh (vaskuler) daripada kelas lain.

3. Bryopsida (lumut daun)

Bryopsida adalah lumut sejati. Jumlahnya banyak sekali daripada spesies dari dua kelas lainnya dan menutupi kurang lebih 3% dan permukaan daratan bumi. Lumut daun mudah dijumpai pada permukaan tanah lembab, lumut daun tumbuh rapat, menyokong satu dengan lainnya dan mempunyai sifat sama dengan busa yang memungkinkan adanya penahanan air dan penyerapan.

Mungkin itu saja yang dapat penulis sampaikan mengenai Klasifikasi tumbuhan lumut (bryophyta). Jadi ada 3 jenis tumbuhan lumut (bryophyta) yang kerap kita kenal disekeliling lingkungan tempat tinggal kita. Antara lain hepaticopsida (lumut hati), bryopsida (lumut daun) dan terakhir anthocerotopsida (lumut bertanduk). Semoga dengan adanya ulasan diatas tadi bisa menambah ilmu pengetahuannya. Terima kasih sampai jumpa di artikel berikutnya.

Baca Juga :   Cara Tumbuhan Memikat Hewan Untuk Memakan Buahnya

Baca juga:

Ciri Ciri Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Sistem Pernapasan pada Ikan Bertulang Sejati dan Penjelasannya