Kemosintesis : Pengertian, Contoh Dan Reaksi Proses Terjadinya Secara Lengkap

2 min read

Pengertian, Kemosintesis, Contoh Dan Reaksi Proses Terjadinya Secara Lengkap

Kemosintesis: Contoh Dan Reaksi Proses Terjadinya – Pada umumnya tumbuhan hijau dapat mensintesis karbohidrat menggunakan energy cahaya melalui proses fotosintesis. Fotosintesis dibutuhkan untuk memproduksi zat makanan bernama glukosa. Proses fotosintesis terjadi pada pigmen klorofil (fotosintetik) di dalam kloroplas yang terdiri dari grana (tempat reaksi terang) dan stroma (tempat reaksi gelap).

Kemosintesis

Agar dapat melakukan fotosintesis tumbuhan memutuhkan karbon diosida (CO2) yang diambil dari udara oleh stomata serta membutuhkan air (H2O) yang diambil dari tanah oleh akar kemudian lewat xylem yang didistribusikan kedaun. Selain menghasilkan glukosa, dalam proses fotosintesis juga dapat menghasilkan oksigen (O2) yang kita butuhkan setiap hari untuk bernafas. Selain fotosintesis terdapat pula proses lain yang juga terjadi, yakni kemosintesis. Proses ini sama seperti fotosintesis yskni proses pembentukan (anabolisme). Untuk lebih jelasnya berikut ini penjelasan tentang Kemosintesis: Contoh Dan Reaksi Proses Terjadinya.

Pengertian Kemosintesis

Jika fotosintesis dapat terjadi pada tumbuhan atau pun algan, lain hal nya dengan kemosintesis. Proses kemosintesis hanya dapat terjadi pada bakteri yang tidak memiliki klorofil. Bakteri yang tidak memiliki klorofil dapat menghasilkan karbohidrat dengan menggunkan energy kimia, maka dari itu proses ini dinamakan dengan kemosintesis.

Kemosintesis juga dapat diartikan sebagai salah satu bentuk asimilasi karbon yang mana reduksi CO2 berlangsung dalam gelap tanpa membutuhkan cahaya dengan hanya menggunakan energy murni hasil dari oksidasi. Suatu hal yang terpenting dari kemosintesis adalah bahwa energy hasil reaksi oksidasi dapat digunakan oleh bakteri dalam fosforilasi dan selanjutnya mereduksi CO2 menjadi senyawa organik.

Baca Juga :   Air Sadah : Pengertian, Jenis dan Cara Menghilangkan Sifat Kesadahannya Terlengkap

Kemosintesis ini terjadi pada organismeautotrof, yaitu kemo-autotrof yang dapat menghasilkan senyawa organic dari zat-zat anorganik dengan bantuan dari energy kimia. Energi kimia merupakan energy yang didapat dari suatu reaksi kimia berasal dari reaksi oksidasi. Proses kemosintesis tersebut merupakan kemampuan yang dimiliki oleh mikroorganisme dan bakteri autotrof. Kemosintesis ini biasanya terjadi pada bakteri belerang, bakteri nitrifikasi, bakteri besi, bakteri hydrogen dan bakteri metan. Berikut ini penjelasan lebih lanjut mengenai Kemosintesis: Contoh Dan Reaksi Proses Terjadinya.

1. Kemosintesis pada bakteri belerang

Menurut aspek kemosintesis, bakteri belerang dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu bakteri belerang ototrofik tanpa pigmen, beggiatoa dan thospirillium. Beggiatoa dan thiospirillum dapat ditemukan pada sumber mata air panas yang mengandung hydrogen sulfida. Kelompok bakteri tersebut mengoksidasi logam sulfide menjadi sulfur berdasarkan rekasi berikut ini.
2H2S + O2 -> 2S + 2H2O + energy (122,2kkal)

Pada saat cadangan sulfide habis, endapan sulfur akan dioksidasi menjadi sulfat.

2S + 2H2 + 3O2 ->2H2SO4 + energy (284,4kkal)

2. Kemosintesis pada bakteri nitrifikasi

Berikut ini yang termasuk dalam bakteri nitrifikasi yaitu, bakteri nitrosomonas, nitrosococcus, nitrobacter, dan bactoderma. Nitrosococcus dan nitrosomonas (bakterinitrat) akan mengoksidasi ammonia menjadi nitrit. Prosesnya sebagai berikut ini.
2NH2 + 3O2 -> HNO2 + 2H2O + energi (158 kkal)

Bakteri nitrat (bactoderma dan nitrobacter) akan mengoksidasi nitrit menjadi nitral dalam keadaan aerob.

2HNO2+ O2 -> 2HNO3 + energy (43 kkal)

3. Kemosintesis pada bakteribesi

Bakteri besimeliputi, leptothrix, crenothrix, cladothrix, galionella, spiruphyllum, dan ferrobacillus yang akan mengoksidasi ion ferrp menjadi ion ferri.
2Fe(HCO3)2 + H2O + O2 -> Fe(OH)3 + 4CO2 + energy (29 kkal)

4FeCO3 + O2 + 6H2O ->4Fe(OH)3 + 4CO2 + energy (81 kkal)

4. Kemosintesis pada bakteri hydrogen

Bacillus panctotrophus merupakan salah satu jenis bakteri hydrogen yang pada umumnya dapat tumbuh dalam medium anorganik yang mengandung hydrogen, CO2, dan O2serta dapat mengoksidasi hydrogen dengan membebaskan energi.
Berikut ini energy yang dapat digunakan dalam proses kemosintesis.

Baca Juga :   7 Manfaat Biologi di Berbagai Bidang Kehidupan

2H2 + CO2 + energy (115 kkal) -> (CH2O) + H2O

5. Kemosintesis pada bakteri metan

Salah satu bakteri metana yaitu Methanonas yang mampu mengoksidasi metana menjadi CO2. Metana akan menyediakan karbon dan energy bagi bakteri tersebut. Berikut ini hasil dari reaksinya.

CH4 + 2O2 -> CO2 + 2H2O + energi
Energi yang diperoleh pada kemosintesis kemudian dapat digunakan untuk proses fosforilasi dan reduksi CO2 menjadi karbohidrat.

Beberapa bakteri kemosintesis memiliki kemampuan seperti organism berklorofil, yakni dapat membuat karbohidrat dari bahan anorganik, akan tetapi mereka tidak memakai energy cahaya untuk melakukannya. Karbondioksida dapat diubah menjadi karbohidrat yang berlangsung dalam sel-sel hewan seperti yang terjadi pada sel tumbuhan. Bakteri yang melakukan kemosintesis memperoleh energy dan elektron-elektron dengan melakukan oksidasi dengan beberapa substansi tereduksi yang terdapat di alam sekitarnya. Energi bebas telah tersedia oleh oksidasi yang kemudian digunakan dalam proses pembuatan karbohidrat.

Energi yang diperoleh akan dipakai untuk mereduksi karbondioksida menjadi karbohidrat dengan cara yang persis sama seperti yang dilakukan bakteri belerang fotosintetik di atas. Mereka kemudian menyelesaikan oksidasi senyawa besi yang telah teroksidasi sebagian dan mampu merangkai kan energi yang dihasilkan oksidasi tersebut untuk mensitesis karbohidrat. Oksidasi tersebut akan menghasilka nenergi yang digunakan untuk mendorong reaksi bakteri tersebut. Nitrat yang telah dihasilkan menyediakan keperluan nitrogen bagi tumbuhan.

Nah, tersebut di atas merupakan penjelasan terkait Kemosintesis: Contoh Dan Reaksi Proses Terjadinya yang dapat terjadi diberbagai jenis bakteri. Bakteri tersebut meliputi bakteri nitrifikasi, bakteri belerang, bakteri besi, bakteri hydrogen, dan bakteri metan. Dengan demikian kita dapat mengetahui bahwa kemosintesis merupakan proses alami yang akan selalu terjadi di dalam pembentukan sel-sel baru pada bakteri yang tidak memiliki klorofil. Semoga penjelasan tersebut dapat bermanfaat.

Baca Juga :   Autoimun : Penyakit Dan Kelainan Pada Sistem Imun Tubuh

Baca juga: