Kelenjar Timus : Pengertian, Struktur, Fungsi Dan Kelainannya

2 min read

Kelenjar Timus : Pengertian, Struktur, Fungsi Dan Kelainannya

Kelenjar timus : pengertian, struktur, fungsi dan kelainan – kelenjar timus adalah kelenjar yang letaknya di dalam rongga dada bagian atas serta mempunyai fungsi khusus guna memproduksi sel limfosit T. Organ tersebut termasuk dalam organ endokrin terpenting dalam sistem kekebalan tubuh. Berikut akan kami sajikan materi tentang Kelenjar timus : pengertian, struktur, fungsi dan kelainan.

Kelenjar Timus

Kelenjar timus bisa tumbuh serta mencapai berat dengan maksimal pada waktu manusia masuk di masa pubertas lalu hilang pada waktu beranjak dewasa, oleh sebab itu kelenjar timus kerap hanya ditemui pada anak yang usianya masih dibawah 18 tahun. Warna kelenjar tersebut kemerah – merahan dan terdiri atas dua lobus.

Fungsi Kelenjar Timus

1. Produksi sel limfosit T

Kelenjar timus bisa memproduksi hormon tymosin, hormon tersebut fungsinya menjadi pemicu pembentukan sel limfosit T pada tubuh. Sel limfosit T tersebut sendiri adalah golongan sel darah putih yang paling penting pada sistem kekebalan tubuh, khususnya sistem kekebalan tubuh yang seluler. Sel limfosit T bisa membedakan jenis patogen menurut kemampuannya yang berevolusi sepanjang waktu.

2. Sedikit berfungsi dalam pertumbuhan hingga masa pubertas

Selain bagiannya sistem imun, maka kelenjar timus pun mempunyai sedikit peran guna pertumbuhan seseorang sebab dalam kelenjar timus ada penumpukan hormon pertumbuhan yakni hormon somatotrof.

Baca Juga :   Kelainan Pada Ovarium Wanita dan Cara Mencegahnya

Struktur Dan Bagian Kelenjar Timus

Kelenjar timus adalah organ lembut yang letaknya diatas jantung pas sesudah leher di rongga dada bagian atas. Kelenjar timus dibedakan jadi dua lobus yang dikelilingi dengan kapsul fibrosa. Pada waktu manusia dilahirkan kelenjar tersebut mempunyai panjang kurang lebih 5 mm, 4 mm lebarnya, 6 mm tebalnya. Masing masing dari lobul tersusun dari lobulus lobulus yang terpisah oleh jaringan areolar.

1. Struktur Kelenjar Timus

Kelenjar timus terdiri atas 2 bagian utama, yakni :

a. Korteks

Korteks kelenjar timus adalah bagian luar yang tersusun dari limfosit serta sel epitel retikular yang nantinya akan berkaitan dengan bagian medulla. Korteks adalah tempat awal yang bentuknya sel T.

b. Medulla

Di bagian medulla dari sel epitel retikullarnya ini lebih kasar, sementara sel limfositnya ini lebih sedikit. Di bagian medulla pun dijumpai hassals corpus, yakni struktur seperti sarang yang menjadi tempat berkumpulnya dari sel epitel retikular. Medulla adalah tempat pembentukan dari sel T lanjutan.
Selama masa kanan kanak dari kelenjar timus paling aktif, hal tersebut perannya penting pada waktu mengembangkan serta meningkatkan sistem kekebalan pada anak. Fungsi utamanya ialah untuk memproduksi serta memproses limfosit maupun sel T (timus). Itulah sedikit pembahasan tentang kelenjar timus, akan tetapi lebih detailnya akan penulis sampaikan dibawah ini.

Pengertian Kelenjar Timus

Definisi kelenjar timus ialah rrgan tubuh 2 bagian berukuran sama dan memiliki kedudukan penting dalam metabolisme sama halnya dengan kelenjar lain diiantaranya kelenjar adrenal, kelenjar tiroid maupun kelenjar kelamin. Kelenjar tersebut masih dalam bagian dari sistem limfatik yang letaknya dibagian belakang tulang jantung dan tulang dada. Sistem limfalik ialah sistem kekebalan tubuh yang memproduksi serta menyimpan sejumlah sel yang melindungi diri kita terhadaps erangan infeksi serta serangan penyakit.

Baca Juga :   5 akibat Kurang Air : Pengertian dan Fungsi Air Minum Bagi Tubuh Terlengkap

Fungsi Kelenjar Timus

Sesudah membahas kelenjar timus, berikut ini fungsinya kelenjar timus :

1. Menghasilkan thymosin

Kelenjar timus mempunyai tugas penting pada sistem imun kita. Kelenjar timus bisa memproduksi hormon thymosin yang berfungsi untuk mengolah sejumlah sel darah putih yang diproduksi pada sum-sum tulang serta mengubahnya jadi sel limfosit-T. Sel tersebut paling berperan penting dalam mempertahankan tubuh ketika melawan infeksi, caranya yakni merangsang produksi antibodi dalam limfosit yang lain.

Fungsi lainnya mampu membantu pertumbuhan kegiatan vagosit/ sel darah putih besar dengan berkontribusi pada pertahanan kekebalan tubuh yang menelan mikroba, partikel asing serta sel lain, lewat sinyal serangan. Hal ini berarti pengambilan besar sel break down mengidentifikasi sejumlah sel asing dengan tersembunyi maupun sel berkembang biak tanpa kendali pada sistem kekebalan tubuh.

2. Kekebalan tubuh manusia

Kekebalan tubuh dibagi jadi dua, yakni pada waktu kita didalam kandungan ibu. Ibu makan protein maupun disuntikkan sehingga membentuk antibodi yang diberikan anak jadi anak jadi kebal. Kekebalan humoral diberikan sesudah anak dilahirkan/ lewat vaksinasi dan imunisasi dai BCG, hepatitis, polio dll.

Struktur Kelenjar Timus

Kelenjar timus adalah organ lembut letaknya di jantung pas sesudah leher di rongga dada bagian atas. Kelenjar timus terdiri atas dua bagian khusus, yakni :

1. Korteks

Korteks kelenjar timus ialah bagian luar yang tersusun limfosit serta sel epitel retikular yang berkaitan dengan bagian redulla.

2. Medulla

Medulla adalah tempat dari pembentukan sel T lanjutan. Sel epitel retikular dalam medulla di bagian tersebut lebih kasar, dan sel limfositnya cenderung sedikit.

Kelainan Pada Kelenjar Timus

Selain tersebut, myasthenia gravis pun bisa menghancurkan sinyal maupun komunikasi antar saraf serta otot jadi sejumlah otot jadi melemah dan mudah lelah. Penyebabnya ini ukuran kelenjar timus yang mengeciil sesudah pubertas.

Baca Juga :   Rangka Manusia : Kegunaan, Bagian - Bagian, Kelainan dan Cara Merawatnya

Itulah tadi mengenai Kelenjar timus : pengertian, struktur, fungsi dan kelainan. Kelenjar timus ini berperan penting sekali untuk kekebalan tubuh khususnya pada bayi. Sekian dulu artikel kali ini yang bisa penulis sampaikan. Semoga artikel penulis kali ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Terima kasih sudah meluangkan waktunya guna membaca.

Baca juga: