Jenis Sel Epidermis Pada Kulit Manusia

3 min read

Jenis Sel Epidermis Pada Kulit Manusia

Jenis Sel Epidermis Pada Kulit Manusia – Kulit menjadi organ yang paling besar yang terdapat pada tubuh manusia yang menutupi hampir seluruh permukaan tubuh. dimana fungsi dari kulit sangatlah penting, yaitu untuk melindungi otot, tulang, serta organ internal. Tidak hanya itu, kulit juga berperan dalam melindungi tubuh dari kuman, paparan zat kimia, virus, berperan dalam memelihara keseimbangan elektrolit dan cairan, menjaga suhu tubuh tetap stabil serta membantu dalam proses sintesis vitamin D.

Meskipun tidak terlalu disadari lapisan kulit pada manusia secara terus menerus akan mengalami perkembangan dan perubahan selama seseorang hidup. Dimana lapisan pada bagian dalam nantinya akan menggantikan lapisan kulit bagian luar. Dalam ketebalannya setiap kulit manusia memiliki perbedaan, perbedaan ini didasari oleh suatu faktor seperti kondisi medis tertentu, jenis kelamin, dan usia. Secara umum, ketebalan kulit anak-anak lebih tipis jika dibandingkan dengan orang dewasa dan ketebalan kulit pria serta wanita juga tidak sama, yakni lebih tebal kulit seorang pria. Sebagai organ terbesar setelah sistem vaskuler kulit manusia memiliki 3 lapisan, yaitu lapisan epidermis, dermis dan hypodermis. Penjelasan mengenai Jenis Sel Epidermis Pada Kulit Manusia dan pengertiannya akan dibahas sebagai berikut.

Fungsi Jaringan Epidermis

Lapisan epidermis merupakan jaringan kulit bagian paling luar dari tubuh yang dapat kita raba dan rasakan. Jaringan ini setiap harinya selalu menerima rangsangan mekanis dari luar, sehingga terdapat jutaan sel kulit rusak yang diperbaharui. Lapisan epidermis memiliki fungsi secara khusus, yaitu sebagai berikut:

Baca Juga :   Tekanan Darah - Pengertian, Rumus Dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya

• Berfungsi dalam menghasilkan sel-sel kulit baru dan memperbaharui sel-sel kulit yang mati.
• Menentukan warna kulit setiap manusia
• Berperan dalam melindungi dari sengatan bahaya sinar UV
• Berfungsi sebagai pertahanan tubuh
• Membantu dalam proses pembentukan kuku dan rambut
• Sumber pembentkan vitamin D yang bermanfaat untuk kekebalan
• Mengatur respons imun

Struktur Lapisan Epidermis

Lapisan epidermis terletak pada bagian luar tubuh, sehingga lapisan ini tidak mempunyai pembuluh darah. Maka dari itu, pasokan nutrisi dan pembuangan nantinya akan diperoleh dari lapisan yang lebih dalam, yaitu lapisan dermis. Epidermis mempunyai beberapa sel yang menjadi struktur disebut sebagai stratum, yaitu:

1. Lapisan Tanduk Atau Stratum Korneum

Pada lapisan stratum korneum terdiri dari sel-sel mati yang selalu mengelupas dikarenakan merupakan lapisan paling luar dari epidermis yang mempunyai peran sebagai pelindung kulit dari lingkungan luar. Peran lainnya lapisan ini mempu melindungi dan menjaga kelembaban kulit. Bahkan hampir dari 105 lapisan epidermis kulit tersusun dari stratum korneum yang tahan air, lapisan ini mempunyai ketebalan kurang lebih sekitar 15 mikron. Dimana terdiri dari 15 sampai 20 lapisan sel mati dari keratin. Sehingga kita sering mengetahui bahwa permukaan epidermis paling luar sering mengalami pengelupasan yang dipengaruhi oleh lingkungan luar.

2. Stratum Lusidium Memiliki Warna Bening

Pada lapisan kedua, yaitu stratum lusidium terdapat pada kulit yang mempunyai lapisan epidermis tebal seperti di telapak tangan dan telapak kaki. Daerah kulit ini sangat rentan akann gesekan, namun juga terdapat pelindung tambahan. Apabila diperiskan dengan menggunakan mikroskop akan terlihat transparan, akan tetapi terdiri dari sel-sel kulit mati.

3. Lapisan Kulit Berpigmen Atau Stratum Granulosum

Jenis Sel Epidermis Pada Kulit Manusia yang selanjutnya adalah stratum granulosum yang menjadi lapisan ketiga dari epidermis. Dimana lapisan ini tersusun dari sel-sel granular pipih, yakni sekitar 3 hingga 5 lapis. Pada saat sel-sel keratinosit berpindah dari lapisan spinosum sebelumnya dari lapisan ini, maka sel-sel tersebut akan menjadi sel skuamosa. Hal ini disebabkan telah kehilangan inti sel. Sehingga mengakibatkan sel-sel tersebut menjadi datar dan mengandung butiran keratohyalin atau laminasi.

Baca Juga :   4 Fungsi Leher Rahim pada Wanita Terlengkap

Keratohyalin sendiri merupakan butiran atau struktur protein yang memounyai peran penting dalam proses pembentukan keratin pada lapisan atas. Sementara butirann lamelated mengandung glikolipid yang berfungsi sebagai penyekat air.

4. Stratum Germinativum

Lapisan ini adalah lapisan kulit yang selalu tumbuh membentuk sel-sel baru dimana disebut sebagai lapisan atau stratum basal. Dimana lapisann ini terletak pada bagian kulit yaitu lapisan dermis. Tidak seperti lapisann sel epidermis lainnya yang terdiri dari sel-sel berlapis, pada lapisan ini hanya terdiri dari satu lapisan sel saja. Namun, sel yang hanya terdiri dari satu lapis memiliki peran penting untuk menghasilkan sel-sel baru.
Pada lapisann inilah terjadi pembelahan sel atau mitosis yang berlangsung dan mengarah pada produksi sel-sel baru. Kemudian akan mencapai puncak untuk menggantikan bagian sel-sel yang mati ataupun mengeras.

5. Stratum Spinosum

Lapisan spinosum terdiri dari 5 sampai 15 lapisan sel-sel poliglonal yang terdapat pada stratum basal atas yang mempunyai sel-sel Langerhans. Sel-sel ini adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh serta mengikap pada virus serta bakteri untuk menjaga kulit agar tetap aman dari infeksi. Lapisann spinosum ini juga dapat disebut sebagai lapisann berduri dikarenakan terdapat proyeksi pendek yang timbul pada lapisan atas sel keratinosit yang telah bergeser dari lapisan basal.

Terdapat tonjolan atau proyeksi kecil yang berfungsi untuk membantu agar terhubung dengan sel yang berdekatan, namun disisi lain juga memberikan penampilan berduri. Selain itu, sel keratinosit yang terdapat pada lapisan ini berbentuk oval. Sekresi setokeratin yang terjadi akan berlangsung didalam stratum spinosum. Dimana berperan dalam membantu memperkuat adhesi sel-sel pada lapisan ini.

Nah, itulah Jenis Sel Epidermis Pada Kulit Manusia yang perlu kita ketahui. Jadi, dapat kita tahu bahwa kulit memiliki 3 lapisan, yaitu lapisan epidermis, dermis dan lapisan hypodermis. Dimana masing-masing lapisan tersebut memiliki fungsi yang berbeda serta struktur yang juga tidak sama. Semoga dapat menambah wawasan dan bermanfaat.

Baca Juga :   4 Anatomi Kulit Manusia - Pengertian dan Fungsi Pentingnya Lengkap

Baca juga:

Metabolisme Protein dalam Tubuh

Pengertian Enzim Alosterik, Sifat dan Cara Kerja