Jam Biologis – Pengertian, Sejarah, Dampak dan Resiko

3 min read

Jam Biologis yang Buruk Suasana Hati

Jam Biologis yang Buruk Suasana Hati – Setiap orang umumnya memiliki rutinitas harian yang cukup konsisten. Jika rutinitas ini berubah sedikit saja, dampaknya bisa terasa seharian penuh. Misalnya kalau kalian bangun lebih siang dari biasanya, mungkin akan merasa lebih sulit berkonsentrasi sepanjang hari. Hal ini terjadi karena aktivitas kita tidak mengikuti jadwal atau jam biologis tubuh. Maka, sangat penting bagi kita untuk memahami ritme alami tubuh.

Jam Biologis - Pengertian, Sejarah, Dampak dan Resiko

Pengertian Jam Biologis Manusia

Jam biologis juga dikenal sebagai ritme sirkadian. Secara umum jam biologis biasanya mengikuti segala perubahan pada aktivitas fisik, mental, dan perilaku manusia dalam siklus 24 jam.
Disamping sudah diatur dalam faktor alami pada tubuh manusia contohnya oleh saraf suprachiasmatic (SCN) di otak, umumnya ritme tersebut juga dipengaruhi kondisi cahaya sekitar orang tersebut.

Dengan adanya jam biologis ini seseorang bisa menentukan siklus tidur, produksi hormon, suhu tubuh, dan juga berbagai fungsi tubuh lainnya.

Jam biologis tubuh penting dalam hal mengatur siklus istirahat-bekerja, siang-malam, mempengaruhi pola tidur, serta pelepasan hormon dan bahkan suhu tubuh. bioteknologi modern hormon brovine somatotrophin juga dapat dijadikan untuk sumber informasi tambahan.

Penemuan Tentang Jam Biologis Seseorang

Jeffrey, Rosbash, dan Young menggunakan lalat buah sebagai organisme model, lalu mengisolasi gen yang mengontrol ritme biologis harian. Mereka menunjukkan gen ini mengode sebuah protein yang akan terakumulasi dalam sel di malam hari dan kemudian didegradasi di siang hari.

Baca Juga :   Organ Terbesar Ditubuh Manusia

Dalam temuan mereka juga teridentifikasi komponen protein tambahan yang memperlihatkan mekanisme yang mengatur jam kerja mandiri di dalam sel. Para ilmuwan kini menyadari jam biologis memiliki fungsi dengan prinsip yang sama pada sel organisme multiseluler lainnya, termasuk manusia.

Penelitian sebelumnya juga telah menunjukkan bahwa mengganggu ritme ini dapat berdampak buruk pada kesehatan mental. Namun, saat itu tidak dapat disimpulkan, sebagian besar data dilaporkan sendiri, kelompok peserta kecil, dan berpotensi faktor data-miring tidak dikesampingkan.

Sementara untuk melakukan studi baru, tim internasional yang dipimpin psikolog Universitas Glasgow Laura Lyall menganalisis data yang diambil dari Biobank Inggris. Dalam prosesnya, para relawan memakai akselerometer yang mengukur pola istirahat dan aktivitas, serta memiliki catatan yang kemudian dibandingkan dengan sejarah mental mereka. Data ini juga diambil dari Biobank Inggris.

Hasilnya, para peneliti menemukan individu dengan riwayat mengganggu ritme alami tubuh mereka – seperti bekerja shift malam, atau menderita jetlag berulang – juga cenderung memiliki risiko gangguan jiwa, perasaan ketidakbahagiaan, dan masalah kognitif seumur hidup yang lebih tinggi.

Hasil studi yang dimuat dalam jurnal kesehatan The Lancet Psychiatry itu juga diyakini kebenarannya, meski tetap memerhitungkan potensi dampak dari faktor-faktor seperti usia tua, gaya hidup yang tidak sehat, obesitas, dan trauma masa kecil. “Temuan ini memperkuat gagasan bahwa gangguan mood dikaitkan dengan ritme sirkadian yang terganggu,” kata Lyall. Para peneliti menyimpulkan, pengukuran siklus istirahat kerja orang bisa menjadi alat yang berguna untuk menandai dan menyembuhkan banyak orang yang bisa dikategorikan mempunyai resiko pada depresi berat atau pun disebut dengan gangguan bipolar. Hanya saja, salah satu keterbatasan dari penelitian ini adalah usia rata-rata peserta uji coba.

Baca Juga :   Sendi Putar : Pengertian, Struktur, Fungsi Dan Kelainan Lengkap

“Tujuh puluh lima persen gangguan mental dimulai sebelum usia 24 tahun,” kata peneliti Universitas Oxford, Aiden Doherty, mengomentari makalah itu.
“dalam sistem sirkadian juga mengalami perubahan pertumbuhan pada masa remaja, sekaligus juga termasuk waktu yang umum dalam munculnya gangguan mood seseorang,” tambahnya.

Manusia telah ditunjukkan sebagai “burung hantu” atau “larks”, sesuai dengan apa yang disebut genetik “chronotypes” yang menentukan apakah kita berfungsi lebih baik pada malam hari atau di siang hari.
Penemuan tersebut sangat penting karena tahun lalu, guna pengobatan Hadiah Nobel diberikan pada 3 ilmuwan dari AS yang sudah memelopori pemahaman mengenai bagaimana jam biologis pada tubuh ataupun ritme sirkadian berlaku pada tubuh seseorang.

Dampak Terganggunya Jam Biologis

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan terganggunya jam biologis pada manusia. Perubahan zona waktu yang drastis sekali atau (jet lag), kemudian jadwal kerja (shift) tidak menentu, bahkan gaya hidup. Tak hanya itu saja, masalah pencahayaan alami juga berisiko menyebabkan jam biologis Anda kacau. Seperti halnya gangguan lain pada tubuh, jam biologis yang tidak wajar pun juga bisa menimbulkan komplikasi.

Terganggunya jam biologis seseorang juga bisa beresiko menyebabkan berbagai jenis persoalan Misalnya insomnia, obesitas, kencing manis atau diabetes tipe 2, depresi, gangguan mood, dan bipolar disorder.
Disamping itu, jam biologis seseorang yang berantakan akan berdampak pada daya tahan tubuh seseorang. Hal ini terjadi karena produksi protein yang dibutuhkan oleh sistem imun menjadi tidak selaras. Maka, usahakanlah untuk selalu menepati jadwal yang sudah diatur secara alami oleh jam biologis kita.

Resiko Penyakit Karena Terganggunya Jam Biolgis Seseorang

Berikut ini beberapa resiko penyakit yang akan muncul jika jam biologis terganggu:

Baca Juga :   Organ Reproduksi Wanita: Pengertian, Fungsi dan penjelasannya Lengkap

• Risiko kanker

Penelitian yang dilakukan oleh Nurses Health Study mengungkapkan, peningkatan risiko kanker terjadi pada mereka yang bekerja pada shift malam, termasuk kanker payudara dan kolorektal. Peneliti menyimpulkan bahwa peningkatan paparan cahaya di malam hari mengakibatkan penurunan hormon melatonin yang dapat menyebabkan pertumbuhan kanker.

• Depresi

Dari penelitian yang sudah dilakukan, terjadi pola jam biologis pada tubuh yang telah diatur ulang, bisa membantu proses penyembuhan depresi. Meski begitu, penelitian ini tidaklah menjelaskan secara rinci kenapa hal tersebut bisa terjadi.

• Serangan jantung

Serangan jantung lebih mungkin terjadi di pagi hari. Terdapat bukti yang menunjukkan jika ritme sirkadian berkaitan erat pada kesehatan jantung.seseorang. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa stroke lebih sering terjadi di pagi hari.

Itulah pembahasan tentang Jam Biologis yang Buruk Suasana Hati dan dampaknya. Semoga bermanfaat.

Baca juga:

Vitamin D : Cara Kerja dan Fungsinya Lengkap

Hormon Kalin Pada Tumbuhan dan Penjelasannya Lengkap