Interaksi Dalam Ekosistem – Pengertian dan Contohnya Terlengkap

2 min read

Interaksi Dalam Ekosistem dan Contohnya Terlengkap

Interaksi Dalam Ekosistem dan Contohnya – Ekosistem terbentuk karena terdapat interaksi antar organisme dalam ekosistem dan juga adanya interaksi dengan komponen abiotik. Adanya interaksi ini yang bisa membuat terjadinya keseimbangan ekosistem. Jika telah tercapai keseimbangan ekosistem, maka apabila terjadi sedikit perubahan tidak akan berakibat fatal pada kelangsungan hidup organisme dalam ekosistem.

Interaksi Dalam Ekosistem - Pengertian dan Contohnya Terlengkap

Berikut adalah penjelasan mengenai Interaksi Dalam Ekosistem Dan Contohnya yang bisa anda simak :

Interaksi Antar Komponen Ekosistem

Ekosistem terdiri atas 2 komponen yaitu komponen biotik dan komponen abiotik. Komponen abiotik merupakan benda mati dan kondisi lingkungan yang mendukung kehidupan makhluk hidup seperti contohnya adalah air, cahaya matahari, udara, iklim, cuaca, batu, tanah, dan sebagainya. Sedangkan, komponen biotik menunjukkan makhluk hidup yang ada dalam ekosistem, yaitu manusia, hewan, dan tumbuhan.

a. Interaksi Antar Komponen Abiotik

Komponen abiotik pada suatu ekosistem akan mempengaruhi komponen abiotik yang lainnya. Interaksi ini membentuk hubungan timbal balik. Contohnya antara lain:

  • Intensitas cahaya yang makin tinggi akan menyebabkan penguapan air meningkat.
  • Peningkatan suhu Bumi secara global menyebabkan es di kutub mencair dan volume lautan meningkat.
  • Curah hujan yang tinggi membuat kondisi tanah lebih lembek dan mudah digali

b. Interaksi Komponen Biotik dan Abiotik

Kebutuhan makhluk hidup dapat dipenuhi dengan bantuan dan dukungan dari lingkungan disekitarnya. Akan tetapi itu berbeda dengan komponen biotik, keberadaan komponen biotik juga akan mempengaruhi kondisi lingkungan atau komponen abiotik. Beberapa contoh dari interaksi ini adalah:

Baca Juga :   9 Ciri Terumbu Karang dan Jenis-Jenisnya Lengkap
  • Cahaya matahari dibutuhkan untuk terjadinya proses fotosintesis pada tumbuhan. Akibat kekurangan cahaya pada tumbuhan akan membuat tumbuhan layu dan mati.
  • Tumbuhan membutuhkan karbondioksida untuk berfotosintesis. Sebaliknya tumbuhan berperan menjaga kestabilan komposisi udara agar dapat mendukung kehidupan organisme lainnya.
  • Kondisi dari komponen abiotik sangat bergantung pada komponen biotik, terutama pada kegiatan manusia. Oleh karena itu sebaiknya manusia mulai menyadari bahaya tidak melestarikan lingkungan hidup.

Interaksi Antar Komponen Biotik

Interaksi antar komponen biotik memiliki banyak contoh. Namun secara umum dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :

  1. Interaksi Intraspesifik – ini terjadi apabila interaksi dilakukan antar individu dalam satu spesies. Contoh paling mudah adalah lebah madu. Dalam koloni lebah madu, terdapat sistem interaksi yang sangat teratur dengan pembagian lebah sesuai dengan tugasnya.
  2. Interaksi Interspesifik – interaksi yang terjadi antara individu yang bukan dari spesies yang sama dalam satu ekosistem.

Dari kedua interaksi tersebut, interaksi interspesifik memiliki bentuk yang bermacam-macam. Berikut kategori dari Interaksi Interspesifik :

  • Predasi dan herbivori – Predasi merupakan hubungan antara predator dan mangsa. Misalnya contoh hubungan antara hewan mamalia singa (predator) dengan rusa (mangsa). Sedangkan herbivori merupakan interaksi antara herbivora dan tumbuhan.
  • Kompetisi – hubungan yang terjadi dalam bentuk persaingan. Contohnya yaitu persaingan antara singa dan cheetah di ekosistem padang rumput.
  • Netral – hubungan antara populasi dalam satu daerah dan masing masing populasi tidak saling mengganggu. Misalnya yaitu populasi belalang dan cacing di ekosistem sawah.
  • Simbiosis – interaksi antara 2 individu berbeda jenis yang saling hidup bersama. Ada yang saling menguntungkan, ada yang yang saling merugikan dan ada juga yang satu diuntungkan dan yang satunya dirugikan.
Baca Juga :   Rantai Makanan Di Area Hutan Dan Penjelasannya

Interaksi Dalam Ekosistem Sawah

Sawah merupakan salah satu contoh ekosistem buatan. Ekosistem sawah disusun oleh beberapa komponen biotik dan abiotiknya. Komponen biotik dan abiotik dalam ekosistem sawah antara lain sebagai berikut :

  • komponen biotik : padi, jagung, ulat, belalang, laba laba, rumput liar, ular sawah, kangkung, cacing, genjer, dan kerang sawah
  • komponen abiotik : air, cahaya matahari, unsur hara, tanah, batu, dan angin

Beberapa bentuk interaksi dalam ekosistem sawah meliputi:

  • interaksi biotik dan abiotik – contoh dari interaksi biotik dan abiotik adalah interaksi padi dengan komponen biotik seperti cahaya, air, dan udara
  • netral –ekosistem yang termasuk dalam interaksi netral adalah interaksi antara belalang dan cacing, laba laba dan cacing, jagung dengan padi, juga tanaman kangkung liar dengan padi.
  • predasi – interaksi antara laba laba dengan belalang, yaitu interaksi antara predator dan mangsa.
  • herbivori – interaksi antara belalang dengan padi, interaksi ulat dengan padi atau interaksi antara herbivora dengan tumbuhan.
  • kompetisi – hubungan antara rumput liar dan padi ( bersaing memperebutkan air dan unsur hara)
  • simbiosis komensalisme – interaksi yang menguntungkan salah satunya, contohnya seperti interaksi antara laba laba dengan padi, dimana laba laba sebagai pihak yang diuntungkan
  • simbiosis parasitisme – interaksi yang merugikan salah satunya, contohnya yaitu hubungan padi dengan keong racun
  • simbiosis mutualisme – interaksi yang saling menguntungkan, contohnya adalah hubungan antara padi dengan genjer.

Kegiatan Manusia yang Mengganggu Ekosistem Sawah

Pada tiap tingkatan organisasi kehidupan dalam ekosistem sawah akan saling berinteraksi dan menjaga keseimbangan ekosistemnya. Namun, kegiatan dan perilaku manusia sendiri yang justru membuat ekosistem terganggu. Berikut adalah kegiatan manusia dalam bidang pertanian yang mengganggu ekosistem sawah :

  • pemakaian pestisida secara berlebihan – penggunaan pestisida secara berlebihan justru meningkatkan kekebalan hama terhadap pestisida.
  • Memakai pupuk kimia secara terus menerus – pemakaian bahan kimia justru membuat tanah kehilangan unsur haranya.
  • Pencemaran tanah dan air sungai – pengairan adalah hal yang paling penting dalam penanaman padi. Apabila air yang digunakan tercemar maka hal ini akan mengganggu kesuburan tanaman.
Baca Juga :   Jenis Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungannya Terlengkap

Demikianlah ulasan mengenai Interaksi Dalam Ekosistem Dan Contohnya yang bisa kami sampaikan kepada Anda. Semoga bermanfaat.

Baca juga: