5 Tipe Utama Zpt (Zat Pengatur Tubuh) Beserta Penjelasannya Lengkap

2 min read

Inilah Penjelasan Lima Tipe Utama Zpt (Zat Pengatur Tubuh) Lengkap

Inilah Penjelasan Lima Tipe Utama ZPT (Zat Pengatur Tubuh) Lengkap – istilah Zpt mungkin hanya sebagian orang yang sering mendengar istilah tersebut, terutama mereka yang mendalami ilmu pertanian. ZPT merupakan kepanjangan dari zat pengatur tubuh yang memiliki nama asing yaitu PGR (Plant Growt Regulator). Zat pengatur tubuh (ZPT) terdiri dari unsur hormon yang secara alami terdapat pada tumbuhan baik pada akar, batang, daun, ataupun buahnya. Sehingga hal tersebut sering dinamai dengan fitohormon. Fitohormon (hormon tumbuhan) merupakan kumpulan senyawa organik, dapat terbentuk secara alami atau bahkan dibuat oleh manusia.

Inilah Penjelasan Lima Tipe Utama ZPT (Zat Pengatur Tubuh) Lengkap yang telah diidentifikasi oleh ahli biologi diantaranya, yaitu auksin, sitokinin, giberelin, asam absisat, dan etilen. Setiap kelompok dari ZPT dapat berpengaruh terhadap tumbuhan, akan tetapi hanya 4 dari 5 yang dapat mempengaruhi perkembangan tumbuhan dalam hal diferensiasi. Sama halnya dengan hewan, dalam memproduksi ZPT tumbuhan akan menghasilkan zat tersebut dalam jumlah yang sedikit. Namun, meskipun sedikit ZPT dapat mempengaruhi sel target.

Peran ZPT Untuk Pertumbuhan

Zpt dapat menstimulasi pertumbuhan dengan cara memberi isyarat kepada sel target untuk memanjang atau membelah, beberapa dari ZPT dapat menghampat pertumbuhan dengan cara menghambat pemanjangan atau pembelahan sel. Terdapat sebagian besar molekul dari ZPT yang dapat mempengaruhi metabolisme serta perkembangan sel-sel tumbuhan. ZPT melakukan hal tersebut dengan cara mempengaruhi lintasan sinyal tranduksi pada sel target. Hal ini juga berlaku pada tumbuhan seperti halnya dalam tubuh hewan, bahwa lintasan sinyal menyebabkan respon seluler seperti menghambat atau mengaksivasi enzim, mengekspresikan suatu gen, atau dapat juga mengubah membran.

Baca Juga :   Konsep Jaringan Makanan Dan Contohnya

Tipe Utama ZPT (Zat Pengatur Tubuh)

Inilah Penjelasan Lima Tipe Utama ZPT (Zat Pengatur Tubuh) Lengkap yang akan kami uraikan berikut ini.

1. Auksin

Auksin merupakan hormone tumbuhan yang mempunyai fungsi untuk mengatur pembesaran sel dan memicu perpanjangan sel di daerah belakang meristem. Hormone ini dapat digunakan untuk memacu pertumbuhan tanaman serta dapat ditemukan secara alami pada bagian akar, ujung batang, dan bunga. Fungsi auksin pada tumbuhan, sebagai berikut:

  • Dapat merangsang proses perkecambahan biji
  • Memacu dan merangsang proses pembentukan serta pertumbuhan akar
  • Dapat merangsang terbentuknya bunga dan buah, yang mana tanaman dapat berproduksi secara maksimal
  • Mencegah buah agar tidak rontok
  • Memecah dormansi pucuk (apical).

2. Sitokinin

Sitokinin merupakan salah satu hormone tumbuhan yang dapat memicu pembelahan sel pada tumbuhan. Senyawa yang berfungsi sebagai sitokinin yaitu zeatin dan kinetin. Zeatin alami dapat ditemukan pada biji jagung muda dan air kelapa, sedangkan kinetin dulunya ditemukan pada ekstrak sperma burung bangkai. Berikut fungsi dari hormone sitokinin pada tanaman:

  1. Dapat merangsang proses pembelahan serta pembesaran sel
  2. Merangsang pertumbuhan tunas
  3. Dapat merangsang proses perkecambahan biji
  4. Menghambat proses penuaan pada hasil panen yang mengakibatkan daya tahan dari hasil panen dapat lebih lama.
  5. Membantu mempercepat penyebaran nutrisi dalam tumbuhan

3. Giberelin

Giberalin adalah hormone tumbuhan yang sering disebut dengan GA (Gibberellic acid) atau asam giberelat. Giberelin ini mempunyai sifat yang mirip dengan sitokinin. Hormone ini dapat ditemukan pada hamper seluruh siklus hidup tanaman. Secara alami giberalin dapat ditemukan pada tumbuhan pakis/paku-pakuan, jamur, lumut, gymnospermae dan angiospermae yang terdapat pada biji muda, ujung akar, pucuk batang dan daun muda.

Baca Juga :   10 Perbedaan Pencernaan Kimiawi dan Mekanis pada Manusia

Pemberian giberelin pada tumbuhan dapat meningkatkan laju fotosintesis. Hal tersbut mengakibatkan daun tumbuhan berkembang secara signifikan karena hormone tersbut memacu pertumbuhan daun, terjadi pertumbuhan dan peningkatan pembelahan sel yang mengarah kepada perkembangan daun. Selain itu, hormone ini juga berperan dalam perpanjangan batang dan diferensiasi akar.

4. Asam Absisat (ABA)

ABA merupakan hormone tumbuhan yang berfungsi sebagai penghambat pertumbuhan, merangsang penutupan stomata ketika kekurangan air, dan mempertahankan dormansi. Hormone ini dapat ditemukan pada daun, batang, akar, dan buah yang berwarna hijau.

5. Etiken

Hormone tipe kelima pada tumbuhan yaitu Etiken memiliki fungsi untuk mendorong pematangan, memberikan pengaruh berlawanan dengan beberapa pengaruh auksin, mendorong dan menghambat pertumbuhan serta perkembangan akar, batang daun dan juga bunga. Selain itu hormone ini juga dapat ditemukan pada bagian buah yang matang, buku pada batang, dan daun yang telah menua.

Secara umum, hormone akan mengontrol pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan, dengan mempengaruhi pembelahan sel, perpanjangan sel, dan differensiasi sel. Hormone tumbuhan biasanya diproduksi dalam jumlah yang sangat rendah. Akan tetapi, meskipun dalam jumlah yang kecil hormone pada tumbuhan dapat berefek besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan organ suatu tumbuhan. Suatu hormon akan berpern dengan mengubah ekspresi gen, dengan mempengaruhi aktivitas enzim yang ada atau dengaan cara mengubah sifat membran.

Beberapa peran tersebut dapat mengalihkan metabolisme dengan perkembangan sel yang tanggap terhadap sejumlah kecil molekul hormon.

Saat ini bioteknologi semakin maju dan berkembang, ZPT juga telah dapat diciptakan oleh manusia yang sering dikenal dengan ZPT sintetik. ZPT tersebut lebih banyak disukai oleh para petani karena memiliki daya kerja yang lebih cepat. Namun, ZPT alami lebih memiliki keunggulan yaitu selain ramah lingkungan ZPT dan murah.

Baca Juga :   16 Istilah Penting Seputar Virus dan Pembahasannya Lengkap

Inilah Penjelasan Lima Tipe Utama ZPT (Zat Pengatur Tubuh) Lengkap yang dapat kita pelajari untuk menambah pengetahuan serta wawasan. Dengan demikian kita tahu bahwa keseimbangan hormon dapat mengontrol pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan dari pada hormon yang berperan secara mandiri. Semoga pembahasan ini dapat bermanfaat.

Baca juga: