4 Jenis Plasmodium Penyebab Malaria – Pengertian, Siklus dan Pencegahan Malaria

2 min read

Inilah 4 Jenis Plasmodium Yang Menyebabkan Malaria

4 Jenis Plasmodium Yang Menyebabkan Malaria – Sporozoa adalah satu-satunya anggota protozoa yang tiak mempunyai alat gerak serta bergerak dengan cara meluncurkan tubuhnya di dalam medium tempat hidupnya. Seperti namanya, sporozoa memiliki ciri-ciri yaitu berbentuk spora. Sporozoa memiliki sifat hidup sebagai parasite. Cara mendapatkan makanan dengan menyerap nutrisi tubuh inang (hospes), contohnya plasmodium yang merupakan salah satu anggota sporozoa paling terkenal.

4 Jenis Plasmodium Yang Menyebabkan Malaria

Sedangkan malaria itu sendiri merupakan salah satu penyakit kronis yang disebabkan oleh protozoa dari jenis Plasmodium. Dalam siklus hidupnya plasmodium menjadi parasit dalam dua inang, yakni nyamuk serta hewan vertebrata. Penularan plasmodium terjadi melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Setelah terjadi gigitan plasmodium akan langsung menyebar di dalam darah dan berkembang biak di dalam hati, kemudian menginfeksi manusia yang dapat menyebabkan kematian. Secara garis besar dan pengalaman yang telah terjadi, gejala dari penyakit malaria dapat terjadi dengan adanya kondisi demam, diare, menggigil, muntah, sakit kepala, serta nyeri sendi yang mana seluruh tubuh terasa begitu pegal dan tidak nyaman untuk beraktivitas.

4 Jenis Plasmodium Yang Menyebabkan Malaria

Plasmodium mempunyai jumlah genus lebih dari 175 genus. Namun, sering sekali menyebabkan penyakit malaria bagi manusia ada empat. Berikut ini 4 Jenis Plasmodium Yang Menyebabkan Malaria.

1. Plasmodium vivax

Merupakan salah satu jenis plasmodium yang menyebabkan penyakit malaria vivax atau sering disebut sebagai malaria tersiana. Jenis penyakit malaria vivax tergolong tidak ganas, yang umumnya ditandai dengan gejala suhu badan yang naik turun terjadi dalam setiap 2 hari sekali (48 jam sekali).

Baca Juga :   Tips Agar Aman Bersepeda Ketika Hujan

2. Plasmodium ovale

Merupakan jenis plasmodium yang menyebabkan penyakit malaria tersiana yang tergolong ganas. Gejala pada penyakit ini sama seperti dengan gejala pada penyakit malaria tersiana yang tidak ganas.

3. Plasmodium malariae

Yakni salah satu jenis plasmodium yang menyebabkan penyakit malaria kuartana. Penyakit malaria ini tergolong tidak ganas, umumnya ditandai dengan gejala naik turunnya suhu tubuh setiap 3 hari sekali. Penularan penyakit malaria kuartana dapat melalui dua cara yakni melalui gigitan nyamuk Anopheles betina dan melalui proses transfuse darah.

4. Plasmodium falciparum

Merupakan jenis plasmodium yang menjadi penyebab penyakit malaria tropikana yang bersifat ganas. Pada umumnya penyakit ini ditandai dengan naik turunnya suhu tubuh secara tidak beraturan. Cara penularan penyakit ini juga melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Nyamuk jenis ini mempunyai 400 lebih spesies yang mana 67 diantaranya sudah diteliti dan terbukti mengandung sporozoit yang mampu menularkan malaria.
Sarang nyamuk dari jenis ini cukup bervariasi, biasanya berkembangbiak di genangan air, air payau, air tawar, bahkan di cabang pohon besar.

Siklus Hidup Plasmodium

Setelah mengetahui klasifikasi dari 4 Jenis Plasmodium Yang Menyebabkan Malaria, berikut ini siklus hidup plasmodium sebagai parasite. Umumnya ada dua fase utama yang mencangkup siklus hidupnya, diantaranya:

1. Fase Sporogoni

Dalam fase ini terjadi ketika plasmodium berada di dalam tubuh nyamuk. Kemudian plasmodium tersebut akan melakukan reproduksi secara seksual di dalam tubuh nyamuk. Di dalam tubuh nyamuk tersebut, spora akan berubah menjadi mikromagnet dan makromagnet yang keduanya akan menyatu membentuk zigot dan menembus dinding usus nyamuk. Di dalam dinding usus nyamuk tersebut, zigot akan mengalami perubahan menjadi ookinet, kemudian ookista, selanjutnya menjadi sporozoit. Sporozoit akan bergerak ke kelenjar liur nyamuk. Sporozoit yang telah berada di dalam air liur nyamuk kemudian akan menghasilkan spora seksual. Nah, dari sinilah melalui gigitan nyamuk, spora seksual tersebut akan masuk ke dalam tubuh manusia.

Baca Juga :   Hal-Hal Penting Untuk Diketahui Saat Ingin Menurunkan Berat Badan Ketika Berpuasa

2. Fase Skizogoni

Fase kedua ini terjadi ketika plasmodium sudah berada dalam tubuh manusia. Ketika manusia terkena gigitan nyamuk malaria dan sporozoit masuk ke dalam tubuh manusia melalui aliran darah yang kemudian akan bergerak menuju organ hati manusia. Di dalam hati, sporozoit tersebut akan melakukan pembelahan diri dan berubah menjadi merozoid.

Dari akibat proses tersbut hati manusia akan mengalami kerusakan. Hal ini dikarenakan di dalam tubuh manusia merozoit melakukan penyerangan dengan menginfeksi eritrosit. Ktika menginfeksi eritrosit, merozoit akan terus melakukan pembelahan diri. Inilah yang menybabkan jumlah merozoid menjadi lebih banyak. Eritrosit yang terus terinfeksi akan mengalami kerusakan, pecah, dan kemudian jumlah merozoit akan terus meningkat. Akibat dari proses inilah tubuh manusia akan menghasilkan racun yang menyebabkan terjadinya demam.

Cara Mencegah Penyakit Malaria

Siklus hidup plasmodium sebagai penyebab penyakit malaria adalah nyamuk. Maka dari itu untuk mencegah infeksi dari penyakit malaria diperlukan upaya untuk menghidnari gigitan nyamuk. Berikut ini beberapa cara yang perlu dilakukan untuk menghindarinya:

  1. Usahakan selalu memakai pakaian tertutup agar terhindar dari gigitan nyamuk
  2. Oleskan krim atau lotion anti-nyamuk ke tubuh yang tidak tertutupi oleh pakaian.
  3. Pasang kelambu anti nyamuk di tempat tidur
  4. Konsultasi ke dokter apabila beprgian ke wilayah dengan risiko banyak nyamuk di wilayah tujuan
  5. Usahakan tidak sering keluar rumah ketika senja, dikarenakan jumlah nyamuk akan meningkat diwaktu senja.
  6. Semprotkan obat nyamuk di dalam ruangan
  7. Lakukan pengasapan atau foging di lingkungan tempat tinggal anda.

Nah, itulah penjelasan mengenai 4 Jenis Plasmodium Yang Menyebabkan Malaria. Dengan demikian kita dapat mengetahui bahwa mencegah gigitan nyamuk lebih baik kita lakukan dari pada mengobati setelah terkena gigitan nyamuk tersebut. Semoga ulasan ini dapat memberikan informasi dan bermanfaat sehingga kita dapat lebih berhati-hati dan selalu menjaga kebersihan rumah serta lingkungan.

Baca Juga :   Lari Zig Zag : 5 Manfaat Lari Zig Zag Bagi Tubuh

Baca juga: