Hubungan Erupsi Gunung Berapi Dengan Sifat Biologis Tanah

2 min read

Hubungan Erupsi Gunung Berapi Dengan Sifat Biologis Tanah

Hubungan erupsi gunung berapi dengan sifat biologis tanah – erupsi gunung pada umumnya akan mengeluarkan sebuah kabut asap tebal yang warnanya hitam dan disertai ujan pasir serta debu vulkanik. Jatuhan yang disemburkan menuju ke udara ketika mengalami sebuah letusan.

Hubungan Erupsi Gunung Berapi Dengan Sifat Biologis Tanah

Abu atau pasir vulkanik ini terdiri atas batuan yang ukurannya halus hingga ukurannya besar atau bahkan ukurannya halus yang bisa mencapai ratusan sampai ribuan kilometer. Sementara yang ukurannya besar kadang jatuh disekelilingnya sampai dengan radius 5-7 km dari bawah.

Kandungan Tanah Vulkanis

Meskipun gunung api ini menyimpan bahaya, akan tetapi wilayah dari aktivitas vulkanis tinggi yang terkenal menjadi wilayah pertanian paling subur didunia. Tanah vulkanis mempunyai kandungan nutrisi misalnya seperti fosfor dan potasium yang asalnya dari abu letusan gunung berapi yang baik bagi tanaman.

Debu serta pasir vulkanik yang telah disemburkan erupsi gunung dimulai dari ukurannya halus hingga ukurannya lebih besar. Debu serta pasir vulkanik adalah bagian dari satu batuan induk tanah yang akan melapuk jadi baha induk tanah kemudian akan berpengaruh terhadap sifat serta ciri tanah yang sudah dibentuk.

Pengaruh Sifat Tanah Vulkanis

Pengaruhnya sifat tanah yakni kimia, sifat fisik dan biologi tanah. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan dari sfat tanah, terutama sifat kimia tanah yang mengalami akibat letusan gunung sinabung. Pupuk yang cocok guna meningkatkan kesuburan tanah dapat dijadikan menjadi informasi tambahan.

Baca Juga :   9 Contoh Simbiosis Antibiosis Terlengkap Beserta Penjelasannya

Sejak tahun 1938 ada seorang ilmuan belanda bernama E.CJ. Mohr sedang mengamatu wilayah dekat gunung berarti apa mempunyai kepadatan penduduk tinggi pad adilayah wilayah tanah yang asalnya dari abuu vulkanik.
Hal ini sebagai salah satu alasan kenapa pula jawa memiliki kepadata penduduk dengan ketinggian kurang lebih 1100 jiwa dari 1 kilometer perseginya. Sesudahh gunung galunggung meletus di bulan april tahun 1982 sesudah tahun lalu, maka tingkat produktivitasnya pertanian pada wiayah tasikmalaya meningkat.

Abu Vulkanis, Lumbung Pupuk

Dian fiantis yang berasal dari universitas andalas ialah seorang pemburu abu vulkanis. Ia melihat gunung api meletus bisa dimanfaatkan olehnya guna mempelajari proses terbentuknya di bagian tanah, yang mana memerlukan waktu tak sebentar yakni ratusan sampai jutaan. Beliau pun telah banyak mengumpulkan sebuah abu langsung sesudah gunung-gunung meletus di jawa dan sumatera.

Abu vulkanis yang telah keluar dari gunung ini mengandung mineral primer yang mempunyai banyak unsur haranya. Sesudah beberapa waktu yang mengalami proses pelapukan kimia serta biologis, maka abu akan mengeluarka unsur hara serta area permuukaan butiran abu menjadi lebih besar serta dapat menampung lebih banyak nutrisi serta air. Selain tersebut, abu vulkanik ini mempunyai kemampuan guna menyerap karbon dari atmosfer dengan jumlah yang besar serta menyimpannya di tanah.

Pada tahun 2014 bulan januari kemarin gunung sinabung pun meletus serta menyemburkan aliran piroklastik serta (hujan lumpur). Sehingga mengakibatkan abu menutupi semua desa sigarang garang yang letaknya di timur laut kakinya gunung.

Abunya mengandung unsur hara khususnya magnesium, kalsium, potasium, dan fosfat dengan jumlah yang besar. Pada wilayah inilah diperkirakan akan menerima 250 juta ton abu dengan kandungan unsur hara setara dengan jumlah 10 juta ton pupuk.

Baca Juga :   13 Rantai Makanan Dikolam Dan Penjelasannya

Inilah beberapa daftar gunung api aktif yang ada di indonesia :

  1. Gunung Bromo, di Jawa Timur.
  2. Gunung Ker­inci, di Su­mat­era Barat.
  3. Gunung Krakatau, di Se­lat Sunda.
  4. Gunung Lasem, di Rem­bang Jawa Ten­gah.
  5. Gunung Leuser, di Nan­groe Aceh Darusalam.

Dampak Erupsi Gunung Berapi Pada Ekosistem Dan Vegetasi

Erupsi gunung api ini secara umum akan berdampak pada ekossistem dan vegetasi yang ada di sekelilingnya. Sejumlah aktivitas vulkanik yang bisa berdampak pada vegetasi antara lain lahar serta gas pyroclasic, lalu gas panas (sejumlah orang mengenalnya sebagai awan panas) yang bisa mencapai suhu 700 derajat celsius dengan meluncur kecepatan tinggi. Pada gunung merapi ini diyogyakarta, sebuah fenomenar bernama wedhus gembel.
Dampak material ini mengakibatkan penimunan vegetasi. Pohon serta tumbuhan yang lain akan terkubur timbunan material gunung api. Sementara dampaknya dari wedhus gembel ini ialah kebarakan yang bisa menghanguskan vegetasi.

Dari hasil sebuah penelitian yang penulis lakukan, ada 4 (empat) lokasi pohon tusam maupun pinus yang terkena dampak dari awan panas, yakni :

1. Pohon terbakar
2. Pohon terbakar dan cabangnya menjadi patah
3. Pohon patah
4. Pohon tumbang tercabut dari akar
5. Pohon mampuu bertahan hidup

Ekosistem alam diibaratkan seperti karet gelang. Karet gelang bila ditarik akan melar. Namun bila tarikan ini dilepaskan maka akan kembali pada posisi awalnya meskipun masih dalam batas normal maupun tak melampaui elastisitasnya. Bila melampaui dari tingkat elastisitasnya, hal ini akan membuat terputus karet.

Demikian pula pada sebuah ekosistem alam. Tarikan dalam konteks ini adalah sebuah gangguan seperti erupsi gunung api. Ekosistem alam mempunyai kemampua dalam memperbaiki sendiri sesudah terjadi gangguan, yakni lewat proses bernama suksesi. Lamanya proses suksesi ini tergantung dengan seberapa parah kerusakan dan luasnya wilayah itu. Selain itu, usaha restorasi ekosistem dibutuhkan juga demi memantau pada dinamika vegeasi tumbuhan pad akawasan gunung api.

Baca Juga :   9 Penyebab Ikan Menghilang Ketika Sungai Mengering Yang Belum Diketahui

Demikianlah materi tentang Hubungan erupsi gunung berapi dengan sifat biologis tanah. Debu serta pasir vulkanik dari erupsi ini adalah bagian dari induk tanah sehingga menjadi melapuk dan mempengaruhi sifat tanah, yakni seperti biologis tanah. Semoga bermanfaat.

Baca juga: