Hormon Vernalin Pada Tumbuhan – Pengertian, Fungsi, Letak dan Interaksinya

2 min read

Hormon Vernalin Pada Tumbuhan

Hormon vernalin pada tumbuhan – pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan pastinya mendapat pengaruh maupun di kontrol oleh beragam jenis hormon yang ada di tumbuhan itu sendiri. Adapun hormon ini sebagai senyawa senyawa kimia yang di sintesisi dalam sebuah lokasinya ada dalam organisme, lalu diangkut lagi menuju tempat lainnya guna melanjutkan bekerja lewat sebuah cara yang spesifik dengan konsentrasi yang rendah sekali dan perannya bisa mengatur pertumbuhan, perkembangan maupun metabolisme, misalnya gerak taksis pada tumbuhan.

Hormon Vernalin Pada Tumbuhan

Adapun hormon yang ada dalam tumbuhan jumlahnya banyak yang mempunyai nama serta fungsi yang berbeda dari satu dengan lainnya, akan tetapi walau demikian hormon ini mempunyai tujuan yang sama yaitu menjadi faktor penting dalam efektifitas serta perkembangan fisiologis tumbuhan ini misalnya proses fotosintesis dll. Salah satu macam hormon yang akan kita bahas dalam postingan ini adalah tentang Hormon vernalin pada tumbuhan.
Bila kalian semua belum pernah mendengar hormon satu ini, mungkin ada baiknya bila kalian menyimak pembahasan ini dengan bersama.

Pengertian Hormon Vernalin

Adapun hormon vernalin ialah jenis hormon yang ada dalam tumbuhan yang bisa merangsang pembuangan di temperatur rendah serta merangsang pembuangan dalam temperatur rendah serta merangsang perkembangan anteredium di gametofit ( tumbuhan yang bisa menghasilkan gamet ).

Selain itu, ada pula yang dijalankan dalam mendukung kinerja hormon vernalin itu sendiri. Diantaranya adalah proses vernelisasi pada tumbuhan yakni perlakukan di tanaman dengan temperatur rendah untuk mendorong terbentuknya bunga.

Baca Juga :   Hormon Kalin Pada Tumbuhan - Pengertian, Jenis dan Penjelasannya

Adapun perlakuan vernelisasi ini dijalankan di tahap biji maupun umbi yang kadang dijalankan untuk tanaman yang memerlukan suhu rendah dengan proses pembungaannya. Perlakuan vernalisasi tersebut secara umum selama 6 sampai 8 minggu yang suhunya bisa mencapai 1 – 10 derajat celsius. Tanaman yang bisa dirangsang pembungaannya ini menggunakan perlakukan vernelisasi yakni amarilis.

Adapun tanaman amarilis tersebut jika ditanam pada dataran rendah, maka ia tak akan dapat menjalankan pembungaan, akan tetapi hanya daunnya yang menjadi semakin rimbun dan besar pula. Nah kawan, keadaan yang seperti itulah yang bisa direkayasa menjalankan teknik vernelisasi itu dan pastinya menggunakan bantuan hormon vernalin di dalamnya.

Fungsi Hormon Vernalin

Inilah sejumlah fungsi dari hormon vernalin, diantaranya yaitu :

  1. Menjadi hormon yang fungsinya membantu merangsang proses pembungaan dalam tanaman yang bisa hdiurp di datran rendah.
  2. Menjadi hormon yang fungsinya merangsang perkembangan anteredium dalam gametofit ( yakni tumbuhan yang bisa menghasilkan gamet ).
  3. Menjadi hormon yang fungsinya menghentikan proses tumbuhnya daun yang sudah menjadi semakin mekar jadi akan membuat tumbuhan ini tak dapat menghasilkan bunga. Dengan adanya hormon vernalin tersebut, maka tumbuhnya daun dapat dikurangi dan bisa menggantikannya dengan bunga.
  4. Menjadi hormon yang fungsinya untuk merangsang pertumbuhan buah dan biji. Sesudah daun ini digantikan dengan tumbuhnya bunga, maka dengan otomatis biji atau buah ini akan segera menyusul guna tumbuh dari pohon itu sendiri.
  5. Menjadi hormon yang fungsinya membuat hasil panen akan menjadi bertambah, sebab konon itu fungsinya menjadi pembentukan bunga yang kemudian akan dilanjutkan lagi menuju hasil buah maupun biji dari sebuah pohon.

Letak vernalisasi

Bukti bukti bahwa sebuah rangsangan dingin yang dihasilkan di dalam meristem maupun kuncup dan tak hanya di dalam daun didapatkan dari 4 fenomena, diantaraya :

  • Biji yang sudah terjadi imbibisi akan mudah divernalisasi
  • Pengenaan suhu dingin ini hanya di akar, batang dan daun yang tak efektif
  • Biji yanh telah berkembang ini di tanaman induk bisa dan kerap kali sudah tervernalisasi jika sudah tepat di waktu suhu dingin dan berlangsung ketika biji sebelum jadi kering
  • Tanaman yang ditanam kuncup liar sebuah daun yang telah tervernalisasi sudah tergalakkan untuk berbunga
Baca Juga :   Morfologi Bunga Mawar (Klasifikasi Dan Manfaatnya)

Hilangnya vernelisasi

Vernalisasi dalam biji bisa dinolkan kembali dengan penggunakaan kondisi parah, misalnya seperti kekeringan maupun temperatur yang tinggi saat selama periode hari harinya. Di percobaan yang dijalankan oleh ilmuan lysenko di uni soviet, yakni tentang biji serealia musim dingin yang telah divernalisasi serta dipertahankan biji dalam kondisi kering sehingga mengakibatkan proses devernalisasi (bisa terjadi penghilangan vernelisasi). Percobaan yang dijalankan lysendko tersebut tak berlaku dimanapun, sebab mungkin sudah tersedia kultivar tipe di musim semi yang dapat beradaptasi.

Vernalisasi di sejumlah rumput tahunan khusus, nyatanya ini lebih menyeluruh, dan selain dingin pun dibutuhkan sejumlah fotoperiode pendek. Contohnya misalnya adalah rumput orchad, penggalakan pembungaa yang terjadi dengan alamiah dan dibutuhkan suhu dingin guna menggalakkan pembungaan di sejumlah spesies itu.

Interaksi vernalisasi dengan faktor lainnya

Chailakhyan mengatakan bahwa Cuma tumbuhan dengan daerah temperatur terjadi musim dingin, yakni bisa kita harapkan membutuhkan vernelisasi dan ini hanya tumbuhan hari panjang. Tumbuhan hari pendek kadang ada did aerah subtropis.

Ada sebuah interakhsi dengan ganjil oleh petkus rye (secale cereale) keperluan akan vernelisasi bisa digantikan dengan menggunakan perlakukan hari pendek (short day), namun jika tanaman tersebut sudah mendapatkan vernelisasi, maka ia membutuhkan vernelisasi jika dalam tahap roset serta pembungaan ini akan mengalami hanya di hari panjang.

Nah, kawan itu tadi mengenai Hormon vernalin pada tumbuhan. Jadi hormon ini dilakukan di biji bijia maupun umbi umbian. Semoga ulasan kali ini ad amanfaatna dan dapat menambah wawasan kalian semua. Terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca dan sampai jumpa di artikel berikutnya.

Baca juga:

Tulang Kelangkang : Penjelasan dan Fungsinya Lengkap

Baca Juga :   Struktur Batang Pada Tumbuhan Bagian Dalam dan Bagian Luar

Vitamin A : Cara Kerja dan Fungsinya Lengkap