Hormon Reproduksi Pria dan Efeknya Bagi Pria

2 min read

Hormon Reproduksi Pria dan Efeknya Bagi Pria

Hormon Reproduksi Pria – jika anda seorang pria, tentu tahu apa saja hormon yang bisa mempengaruhi reproduksi pria. Ada perbedaan antara hormone reproduksi wanita dan pria. Hormon khusus laki laki mempunyai peran bekerja keras, serta berenergi besar dalam tubuh laki laki layaknya hormon lain misalnya hormon pada sistem eskresi.

Hormon tersebut bisa menentukan, menjaga fisik, reproduksi, perilaku, pertumbuhan maupun fisik pria. Nah, apa saja hormone reproduksi pria yang bisa kita pelajari? Simak ulasannya berikut:

1. Hormon Pelepas Gonadotropin ( GnRH )

Hormone utama pada pria yang pertama adalah GnRH. Hormon GnRH tersebut dilepaskan kelenjar hipotalamus. Kegunaan homon GnRH itu ialah untuk menstimulasi pelepasan 2 hormon laki laki. Sedangkan hormone lain yang punya peran reproduksi pria, ialah hormon LS dengan FSH. Disamping itu, hormon GnRH itu juga bisa berperan dalam mengontrol sperma serta mengatunya melalui testosteron. Jenis homon ini merupakan hormon paling penting dalam sistem reprosuksi seorang pria.

2. Hormon Penstimulus Kantomg ( FSH )

Selanjutnya adalah Hormon FSH yang dilepaskan kelenjar pituari ataupun biasa disebut sebagai hipofisis anterior. Hormone itu dilepaskan karena repson stimulasi pituari anterior dari Gnrh. Sedangkan peran hormon GnRH ialah mampu menstimulasi produksi sperma, sekaligus berperan penting terhadap testosteron dalam testis pria. Berguna juga untuk merangsang sel sertoli agar melakukan proses spermatogenetis (pertumbuhan sel sperma pada pria).

Baca Juga :   3 Proses Penting Pembentukan Urine dalam Tubuh Manusia

3. Hormon Luteinasi ( ICSH )

Hampir sama dengn hormon pria lainnya, pada hormon ini juga diepaskan dari kelenjar pituari ataupun hipofosis anterior. Selanjutnya Hormon ICSH tersebut dapat memicu produsi testosteron sel interstitial testis sekaligus akan menstimulasi sel leydig ketika prosesnya berlangsung. Sesudah testosteron terbentuk, akhirnya hormone itu akan mendorong supaya testosterone dapat terlepas dari testis dalam tubuh laki laki.

4. Hormon Inhibin

Selanjutnya ada hormon inhibin yang diprosuksi sel sertoli dalam testis. Selanjutnya hormon inhibin tersebut juga dapat menjaga kesehatan sekaligus menjaga kematangan sperma pria. Pelepasan hormon tersebut dilakukan oleh testis saat tingkat sperma telah meningkat tinggi. Hormone itu akan mengatur produksi dari sperma sekaligus akan menjaga konsentrat hormon laki laki agar tetap pada titik yang konstant.

5. Hormon Testosteron

Berikutnya ada hormon testosteron yang termasuk hormon utama sebagai pembetuk karakteristik laki laki. Hormon tersebut diproduksi melalui testis laki laki. Hormon tersebut kemudian bisa mendukung pertumbuhan karakteristik seksual seorang pria. Disamping itu, hormon ini pun dapat membantu menstimulus spermatogenesis melalui bantuan hormon FSH dalam tubuh pria.

Hingga akhirnya dapat membuat pertumbuhan organ seksual pria lebih sehat serta lebih sesuai terhadap bobot dan bentuk tubuhnya. Bahkan hormone ini adalah hormon yang bisa mengatur hasrat seksual ataupun libido seorang pria.

Efek Kekurangan Hormon Testosteron

Menurunnya jumlah hormon testosteron adalah keadaan alamiah seiring usia pria yang semakin bertambah. Disamping faktor penuaan, menurunnya hormon testosteron bisa dipengaruhi pula oleh keadaan hipogonadisme. Dalam keadaan itu, testis akan memproduksi hormon testosterone yang sangat sedikit.

Kekurangan hormone testosteron juga bisa diakibatkan karena mengalami infeksi maupun cedera khususnya pada testis pria, mengalami masalah serius pada tiroid ataupun kelenjar pituitari, mengalami kondisi diabetes tipe 2, akibat mengkonsumsi obat tertentu, hingga kelainan genetik. Faktor lainnya ialah mengalami stres serta terlalu banyak konsumsi alkohol, bisa pula membuat produksi hormone testosterone berkurang.

Baca Juga :   Kelenjar Tiroid : Pengertian, Fungsi, Gangguan, dan Cara Menjaganya Terlengkap

Jika jumlah hormon testosteron berkurang, pria dapat mengalami gejala khususnya yang berhubungan dengan fungsi seksual pria, contohnya ketidaksuburan, kurangnya hasrat seksual, dan kurangnya frekuensi ereksi pada pria.
Berkurangnya hormon testosteron bisa juga diiringi dengan gejala lain misalnya adanya perubahan fisik, berikut ini:

  • Rambut yang semakin menipis
  • Rapuhnya tulang
  • Kolestrol dan lemak yang meningkat
  • Menurunnya masa dan kekuatan otot.
  • Terasa kepanasan dan kemerahan dibagian wajah ataupun hot flashes.
  • Gampang lelah.
  • Semakin membesarnya kelenjar payudara.

Sedangkan dampak berkurangnya kadar hormon testosteron pada perubahan psikis diantaranya:

  • Cenderung depresi ataupun sedih, dan berujung dengan menurunnya kualitas hidup seseorang.
  • Mengalami gangguan tidur.
  • Mengalami penurunan kepercayaan diri, menurunnya motivasi, mempunyai masalah dalam memori maupun konsentrasi.
  • Pada wanita, kekurangan hormon ini bisa mengurangi libido ataupun gairah dalam melakukan hubungan seksual.
    Cara mengetahui hormon testosteron normal atau tidak, dianjurkan agar melakukan pemeriksaan lanjut ke dokter.

Efek Kelebihan Hormon Testosteron

Selain itu, juga terdapat sebagian pria maupun wanita yang punya kadar hormon testosteron melebihi angka normal. Sehingga kondisi tersebut dapat berdampak positif maupun negatif.

Dampak positifnya dari hormon testosteron seseorang yang tinggi ialah bisa menstabilkan tekanan darah sekaligus menurunkan kecenderungan pria mengalami obesitas serta serangan jantung.

Sementara di sisi negatifnya, ada beberapa studi menyatakan jika terdapat keterkaitan kadar hormon testosteron seseorang yang berkadar tinggi terhadap kecenderungan pria melakukan perilaku menyimpang. Contohnya adanya dorongan perilaku seksual yang berlebih sehingga berisiko munculnya tindakan kriminal. Tetapi, masih dibutuhkan penelitian lebih mendalam lagi guna membuktikan hal tersebut. Kadar testosteron tinggi juga menjadikan pria lebih cenderung untuk konsumsi alkohol serta menghisap rokok, dan juga dapat meningkatkan risiko cedera disebabkan oleh perilaku impulsif.

Baca Juga :   Jenis Kekebalan Tubuh Manusia - Pengertian, Fungsi dan Pembagiannya (Spesifik Dan Nonspesifik)

Untuk wanita, adanya kelebihan hormon testosteron bisa memengaruhi penampilan fisik. Misalnya kelebihan rambut pada tubuhnya (tampak berkumis ataupun tumbuh jenggot), muncul jerawat, kepala botak atau yang umum dialami oleh pria, contohnya klitoris yang membesar, payudara yang mengecil, mengalami peningkatan massa otot, suaranya lebih berat mirip pria, mengalami siklus menstruasi yang tak teratur, serta terjadi perubahan mood.

Itulah pembahasan tentang Hormon Reproduksi Pria dan kondisi kelebihan atau kekurangan hormone tersebut. Semoga bermanfaat.

Baca juga:

6 Penjelasan Lengkap Perbedaan Sel Hewan, Tumbuhan dan Bakteri

Fauna – Pengertian, Pengelompokan dan Persebarannya