Usus Halus : Pengertian dan Fungsinya pada Sistem Pencernaan Manusia

2 min read

Pengertian dan Fungsi Usus Halus pada Sistem Pencernaan Manusia

Fungsi Usus Halus pada Sistem Pencernaan – Usus halus adalah salah satu bagian pada sistem pencernaan manusia. Sebagian besar, tubuh melakukan proses penyerapan nutrisi di dalam usus halus. Usus halus mempunyai panjang yang lebih dari 6 meter serta mempunyai banyak lipatan yang berperan untuk memaksimalkan sebuah proses penyerapan nutrisi yang ada di dalam tubuh.

Usus halus mempunya tiga struktur utama yakni :

1. Duodenus (usus dua belas jari)
2. Jejenum
3. Usus penyerapan.

Usus halus adalah bagian dari sistem pencernaan yang mempunyai keunikan tersendiri. Usus halus merupakan sebuah tabung elastis dan lembut. Usus halus ini terbuat dari otot serta membran yang bisa mengerut erat yang ada di dalam rongga perut. Sekitar 90% nutrisi makanan telah masuk di dalam peredaran darah yang berasal dari usus halus yang melakukan proses penyerapan nutrisi.

Gerakan usus halus ini memang paling jarang kita rasakan. Tetapi, usus halus termasuk bagian pada sistem pencernaan yang paling rawan terkena gangguan sesudah lambung. Pada usus halus ini, terjadi sebuah proses penyerapan nutrisi makanan, yakni bila makanan yang telah dikonsumsi mengandung racun, maka racun ini akan dicerna di dalam usus halus sehingga menyebabkan gangguan pencernaan.

Makanan yang sudah dicerna di dalam lambung sifatnya asam. Pada usus halus makanan yang sifatnya asam tersebut otomatis akan dinetralkan memakai zat yang di dalamnya mengandung bikarbonat serta bahan kimia alkali.

Usus halus mempunyai dinding yang tipis, tetapi karena berbentuk beberapa lipatan maka dapat berbentuk permukaan yang luas. Jadi, hal ini memaksimalkan dalam proses penyerapan nutrisi makanan. Selain itu juga, di dalam dinding pada usus halus ini terdapat vili. Vili ini bermanfaat untuk meningkatkan sebuah proses penyerapan nutrisi di permukaan dinding pada usus halus.

Baca Juga :   8 Sistem Muskuloskeletal Manusia - Pengertian, Bagina dan Fungsinya Lengkap

Seperti yang sudah disebutkan di atas, bahwa usus halus mempunyai 3 struktur utama, yakni usus dua belas jari atau duodenum, lalu jejenum atau usus kosong, serta illeum atau usus penyerapan. Setiap struktur dalam usus halus mempunyai beragam fungsi didalam sistem pencernaan manusia.

Berikut ini penjelasan ketiga Fungsi Usus Halus pada Sistem Pencernaan :

1. Usus Duabelas Jari atau Duodenum

Usus duabelas jari mempunyai panjang kurang lebih sekitar 25 cm. Usus duabelas jari adalah tempat pertama masuknya suatu makanan yang sudah dicerna di dalam lambung. Fungsi usus 12 jari ini berperan sangat penting dalam proses pencernaan. Dua saluran utama di dalam usus duabelas jari ini bermanfaat guna menghasilkan zat penting.

Kedua saluran ini adalah saluran empedu serta saluran pankreas. Saluran empedu yang akan menyalurkan sebuah cairan empedu yang fungsinya untuk mengubah lemak sehingga berbentuk emulsi. Saluran pankreas isinya berbagai sejumlah jenis enzim yang fungsinya untuk memecah karbohidrat, lemak dan protein, sehingga akan lebih mudah jika diserap oleh tubuh.

2. Jejenum

Jejenum ialah bagian tengah dari usus halus. Jejenum juga kerap dikenal sebagai usus kosong. Makanan yang sudah dipecah pada usus dua belas jari ini akan dipecah lagi hingga menjadi beberapa partikel yang lebih kecil, jadi mudah diserap oleh tubuh. Di bagian jejenum, disini makanan akan mengalami sebuah proses pencernaan secara kimiawi yang dibantu dengan beberapa enzim yang dihasilkan dari usus halus.

Beberapa jenis enzim tersebut adalah:

  • Enzim enterokinase, fungsinya untuk mengaktifkan tripsinogen hasil dari pankreas.
  • Enzim laktase, fungsinya untuk mengubah laktosa jadi glukosa.
  • Enzim enclassrepsin atau disebut dipeptidase, fungsinya untuk mengubah pepton maupun dipeptida jadi asam amino.
  • Enzim maltase, fungsinya untuk mengubah maltosa jadi glukosa.
  • Enzim disakarase, fungsinya untuk mengubah disakarida jadi monosakarida.
  • Enzim peptidase, fungsinya untuk mengubah polipeptida jadi asam amino.
  • Enzim sukrase, fungsinya untuk mengubah sukrosa jadi glukosa serta fruktosa.
  • Enzim lipase, berfungsi untuk mengubah trigliserida jadi gliserol serta asam lemak.
Baca Juga :   Bagian-Bagian Usus Halus Beserta Fungsinya

3. Usus Penyerapan

Sesuai pada namanya, usus penyerapan ini dungsinya untuk menyerap beragam nutrisi makanan yang sudah dicerna di dalam bagian usus halus saat sebelumnya. Pada usus penyerapan, ada beberapa jonjot yang bermanfaat guna memperluas area dari penyerapan nutrisi makanan.

Berbagai zat makanan yang sudah diserap pada usus penyerapan ialah seperti glukosa, mineral, air, asam amino, dan vitamin, yang akan dibawa oleh darah melewati pembuluh vena porta hepatika menuju hati. Dari hati, beragam nutrisi tersebut akan menuju jantung sehingga bisa disebarkan menuju ke seluruh tubuh.

Bersama dengan empedu, maka asam lemak serta gliserol akan membentuk larutan yang bernama misel. Asam lemak serta gliserol kemudian akan dibawa pembuluh getah bening lalu akan masuk menuju dalam peredaran darah.

Sedengakan itu, garam empedu yang akan masuk menuju dalam hati akan dibuat jadi empedu lagi.
Sejumlah jenis vitamin yang sudah larut di dalam lemak misalnya seperti vitamin A, D, E, dan juga K yang diserap usus halus akan diangkut kembali oleh darah melewati pembuluh getah bening, kemudian vitamin tersebut nantinya akan masuk menuju dalam peredaran darah. Berbagai sari makanan tersebut yang tidak diserap usus halus maka akan dibuang menuju ke bagian bagian usus besar.

Demikian beberapa Fungsi Usus Halus pada Sistem Pencernaan berdasarkan bagiannya masing-masing. Dari beragam fungsi tersebut, bisa disimpulkan bahwa usus halus ini memiliki fungsi guna memecah beragam zat makanan serta melakukan penyerapan supaya berbagai nutrisi yang sudah diserap bisa disebarkan ke seluruh bagian tubuh.

Baca Juga :