Fungsi Saraf Simpatik Dan Parasimpatik: Hidung – Mata – Jantung

3 min read

Fungsi Saraf Simpatik Dan Parasimpatik: Hidung – Mata – Jantung

Fungsi Saraf Simpatik Dan Parasimpatik: Hidung – Mata – Jantung – Di dalam tubuh manusia terdapat suatu sistem syaraf yang dapat mengkoordinasi semua jenis gerakan dan stimulasi dari satu bagian tubuh ke bagain tubuh lain. Sementara pada tubuh makhluk vertebrata ada dua jenis sistem syaraf, yakni sistem saraf pusat dan sistem saraf peripheral. Pengertian sistem sarafpusat merupakan bagian dari sistem saraf yang terdiri dari saraf tulang belakang dan otak. Sedangkan sistem saraf peripheral yaitu saraf-saraf berupa serabt panjang yang menghubungkan sistem saraf pusat kesemua bagian tubuh mhkluk vertebrata.

Umumnya sistem saraf pusat dilindungi oleh tulang dan tengkorak, akan tetapi sistem saraf peripheral tidak dilindungi oleh apapun. Sehingga hal ini dapat menyebabkan sistem saraf peripheral dapat terpapar oleh toksin atau terkena cidera mekanik. Saraf peripheral digolongkan kedalam dua bagian, yaitu sistem saraf somatic dan sistem saraf otonomik. Sistem saraf otonomik memiliki dua struktur saraf yaitu saraf simpatik dan parasimpatik. Dalam mekanismenya saraf otonomik ini mengatur pergerakan beberapa organ tubuh, seperti sistem pencernaan, detak jantung, gerakan pupil, sekresi dan rangsangan seksual.

Sementara saraf simpatik dan parasimpatik bekerja dengan saling beriringan dan saling melengkapi. Sehingga dengan kata lain tubuh kita membutuhkan kedua saraf ini untuk mengatur setiap aktivitas organ-organ internal agar dapat bekerja dengan optimal. Dibawah ini penjelasan mengenai kedua jenis saraf tersebut serta Fungsi Saraf Simpatik Dan Parasimpatik: Hidung – Mata – Jantung.

Saraf Simpatik

Saraf simpatik bagiannya berpangkal pada sumsum tulang belakang dibagian toraks serta lumbar. Ganglion sarap simpatik terletak disepanjang tulang belakang dengan posisi menempel pada sumsum tulang belakang. Ganglion sendiri merupakan kelompok sel saraf yang terletak di dalam sistem saraf otonomik dan biasa disebut dengan ganglia. Ganglia inis ebagai tempat bagi saraf afferent, dimana terdapat 25 pasangan ganglia yang dimiliki sistem saraf simpatik. Selain itu, saraf simpatik cara kerjanya berlawanan dengan saraf parasimpatik.

Baca Juga :   Contoh Cahaya Dapat Dipantulkan dan Sifatnya Terlengkap

Umumnya saraf simpatik bekerja dengan mendorong atau memacu kinerja organ tubuh, walaupun terdapat juga sejumlaah aktivitas yang tujuannya untuk menghambat aktivitas pada organ yang dilakukannya. Saraf ini mempunyai sejumlah fungsi yang sangat penting bagi tubuh manusia, contohnya dalam hal mempompa jantung serta merangsang sekresi glukosa didalam hati (liver). Fungsi dan aktifitas dari saraf simpatik lebih jelasnya yaitu:

  • Berperan dalam mempertahankan dan meningkatkan aliran darah ke otot rangka dan organ paru-paru.
  • Memungkinkan pertukaran oksigen alveolar dengan volume yang lebih besar dengan cara melebarkan bronkiolus organ paru-paru.
  • Berperan dalam memberikan mekanisme untuk peningkatan alirann darah dengan meningkatkan denyut jantung serta kontraktilitas miosit atau sel jantung.
  • Berfungsi dalam mempersempit pembuluh darah.
  • Melemaskan lensa dan melebarkan pupil mata sehingga memungkinkan lebih banyak cahaya untuk dapat masuk ke mata.
  • Berperan dalam meningkatkan sekresi adrenalin.
  • Dapat menghambat mekanisme gerak peristaltic
  • Mampu menghambat kontraksi yang terjadi pada kantung kemih
  • Mampu menghambat pembentukan empedu serta menghambat saliran aliva
  • Berperan dalam proses mengaktivasikan kelenjar keringat.

Ada dua jenis neuron yang biasanya terlibat dalam mentransmisikan sinyal yang dikirim oleh saraf simpati, yakni pre-ganglionik dan post ganglionic.

Saraf Parasimpatik

Saraf parasimpatik dapat juga disebut dengan saraf craniosacral yang tersusun berupa serabut jaringan yang saling berhubungan dengan ganglion. Perberdaan antara saraf simpatik dengan sarap parasimpatik bisa dilihat dari keberadaan ganglionnya. Ganglion saraf parasimpatik terletak antara organ visceral serta saraf pusat. Saraf ini cara kerjanya berlawanan dengan fungsi saraf simpatik. Seperti halnya dengan saraf simpatik, sinyal saraf parasimpatik juga akan ditransimisikan dari sistem syaraf pusat ke organ tujuan melewati sistem dua neuron yakni melewati neuron preganglionic dan postaganglionik.

Baca Juga :   Struktur Dan Fungsi Enzim

Mekanisme saraf parasimpatik sering disebut dengan istilah rest and digest. Hal ini dikarenakan aktifitas jenis saraf ini cenderung berhubungan dengan pengaturan organ tubuh ketika tubuh dalam posisi istirahat dan berperan dalam mengendalikan proses pencernaan serta ekskresi. Berikut Fungsi Paraf Simpatik Dan Parasimpatik: Hidung – Mata – Jantung utamanya yang berhubungan dengan saraf parasimpatik.

  • Berperan dalam menghambat percepatan detak jantung dan membatasi percepatan aliran darah ke otot, rangka dan juga paru-paru.
  • Ketika kebutuhan tubuh akan oksigen mulai berkurang maka saraf ini akan berperan dalam memperkecil bronkus paru-paru.
  • Ketika cahaya yang masuk kedalam mata terlalu banyak, maka sraf inilah yang berperan dalam memperkecil pupil mata untuk menghalau cahaya yang berlebihan tersebut.
  • Mendukung kinerja usus dalam proses pencernaan makanan dengan cara memperlebar diameter pembuluh darah serta meningkatkan aliran darah ke saluran pencernaan.
  • Dapat berperan dalam mempercepat kontaksi pada kaantung kemih
  • Mempercepat gerakan peristaltic
  • Berperan dalam mempercepat produksi empedu serta mempercepat sekresi saliva.
  • Dapat menurunkan produksi adrenalin dalam tubuh
  • Pada pria, saraf ini berfungsi untuk menstimulasi aktivitas kelenjar kelamin
  • Berperan dalam mendukung sintesis glikogen

Apabila terjadi gangguan kerusakan yang berkaitan dengan sistem saraf simpatik dan parasimpatik maka dapat mengganggu kinerja dan bahkan dapat merusak organ-organ tubuh yang diaturnya. Selainn itu, jika saraf simpatik bertindak melebihi batas maka akan mengakibatkan satu kondisi yang berbahaya, salah satunya gagal jantung. Sementara gangguan saraf parasimpatik yang mungkin terjadi adalah disfungsi ereksi, disfungsi kinerja pencernaan, misalnya pada organ lambung dan usus, terjadinya migrain akibat dari pelebaran pembuluh darah dan lain sebagainya.

Maka dari itu, untuk menghindari kerusakan pada saraf simpatik maupun parasimpatik sudah seyogyanya kita menjaga kesehatan tubuh. Dengan melakukan olah raga yang cukup dan mengkonsumsi makanan yang kaya akan vitamin B serta perlu untuk menghindari alcohol. Demikian ulasan mengenai Fungsi Saraf Simpatik Dan Parasimpatik: Hidung – Mata – Jantung. Semoga dapat memberikan manfaat serta menambah pengetahuan bagi kita semua.

Baca Juga :   Yuk Simak, Apa Itu Plastida Dan Fungsinya

Baca juga:

Sistem Hormon Pada Pisces

Pengertian Endoderm Dan Derivative Endoderm