Enzim Ptialin: Tugas, Cara Kerja, Faktor, dan Macam Macamnya

3 min read

Enzim Ptialin: Tugas, Cara Kerja, Faktor, dan Macam Macamnya

Enzim Ptialin – ada pada tubuh manusia. Terdapat banyak sekali jenis enzim yang mempunyai tugas pada sistem pencernaan manusia. Misalnya saja pada enzim ptialin yang menjadi bagian enzim amilase. Enzim amylase dari kelenjar air liur tepatnya berada di bagian rahang bawah, bagian lidah dan bawah telinga.

Jumlah enzim hasil produksi kelenjar manusia juga tidak sama. Hal tersebut berkaitan dengan kebiasaan dan jenis makanan setiap individu. Contohnya saja, masyarakat Indonesia yang mengkonsumsi nasi sebagai makanan pokok lebih banyak daripada masyarakat Eropa. Nah, perbedaan tersebutlah yang dapat menentukan sedikit banyaknya produksi enzim amilase guna menguraikan makanan.

Fungsi Enzim Ptialin

Sudah dijelaskan diatas, bawha letak enzim ptyalin ada di rongga mulut manusia. Fungsi enzim ptyalin sendiri ialah merubah bongkahan pati pada makanan yang di makan hingga menjadi bagian-bagian lebih kecil berupa glukosa sederhana. Sejumlah makanan yang terkandung pati serta diurai menjadi glukosa sederhana seperti jagung, nasi, ketela dan kentang.

Akan tetapi fungsi dari enzim tersebut ialah mempercepat terjadinya penguraian pati dalam makanan jadi maltosa. Sementara maltosa tersebut selanjutnya diproses lebih lanjut untuk dijadikan sumber energi. Awal dari proses pengolahan maltosa ialah dari mulut kemudian diproses pada saluran penceraan kita.
Sebenarnya enzim ptialin cuma menguraikan bongkahan pati dalam makanan, dengan begitu jika ada makanan yang terkandung zat lemak maupun protein tak diolah dari dalam mulut. Itu karena dalam mulut tak ada enzim katalis yang bertugas menguraikan lemak dengan protein.

Baca Juga :   Macam Macam Enzim Pada Pencernaan Manusia Terlengkap

Cara Kerja Enzim Ptialin

Pada umumnya kinerja enzim dibagi atas 2 teori diantaranya teori kunci gembok dengan teori ketepatan induksi. Pada teori kunci gembok adalah hasil pemikiran Enul Fischer (1894), yang menyatakan jika enzim dapat bekerja secara spesifik. Yang mana masing masing enzim maupun substrat mempunyai bentuk komponen saling berkaitan yang jika digabung dapat saling melengkapi.

Sementara teori ketepatan induksi adalah hasil pemikiran Daniel Koshland (1958), yang menyatakan jika enzim tak mempunyai struktur yang spesifik. Namun mempunyai struktur yang fleksibel. Sedangkan cara kerjanya menurut Daniel ialah memproduksi molekul substrat hingga akhirnya membuat produk tanpa merubah molekul pada substrat tersebut.

Nah, terjadinya penguraian makanan pada mulut yang mengandung pati termasuk kedalam proses kimiawai. Dinamakan seperti itu karena dalam proses tersebut membutuhkan bantuan enzim. Biasanya enzim tersebut akan bekerja dengan optimal dalam kadar pH netral yakni antara 6,5 – 7.

Cara kerjanya ialah dengan cara memecah konsentrasi pati padat hingga menjadi fragmen pati bertekstur lebih halus. Kemudian hasil pemecahan pati tersebut dibagi kedalam 2 molekul penting, yakni glukosa dengan maltosa.
Pemecahan bongkahan pati oleh enzim dilakukan sangat cepat didalam mulut. Dengan begitu, jika terdapat makanan masuk pada mulut lalu bercampur air liur hasil kelenjar rongga bagian bawah, akan langsung diproses menjadi sebuah molekul dan diproses lebih lanjut didalam usus.

Faktor Pengaruh Kerja Enzim

Salah satu katalisator terpenting dalam tubuh manusia adalah enzim khususnya perannya untuk mengolah makanan yang dikonsumsi oleh manusia. Dalam enzim juga terdapat protein. Dan pada umumnya, enzim juga bekerja secara optimal terhadap suhu, pH maupun kepekatan terhadap sesuatu. Dalam sebuah percobaan dilakukan guna mengetahui bagaimana kinerja enzim ptialin dengan melibatkan air liur serta sejumlah zat kimia untuk pereaksinya, memperoleh hasil sebagai berikut ini:

  1. Kisaran suhu yang dibutuhkan supaya enzim bekerja dengan optimal ialah dalam suhu 35-37 derajad Celcius.
  2. Rendah tingginya tingkat pH dapat mempengaruhi kinerja enzim, yang mana jika pH yang sangat rendah maupun sangat tinggi dapat memperlambat kinerja dari enzim sendiri.
  3. Adanya penambahan NaOH mampu membantu kinerja enzim, walaupun tidak efektif.
  4. Sementara penambahan HCl mampu mengurangi keefektifan dari kinerja enzim sendiri.
    Jadi kesimpulannya ialah enzim ptyalin bisa bekerja dengan maksimal di suhu 35-37 derajat Celcius dengan pH netral. Selain itu, makanan yang masuk ke mulut pun bisa mempengaruhi kinerja enzim.
Baca Juga :   Fungsi Pelvis Pada Ginjal Paling Penting

Macam-Macam Enzim Pencernaan

Terdapat banyak sekali enzim didalam tubuh kita dengan tugas yang berbeda pula. Berikut ini beberapa jenis enzim pencernaan beserta tugasnya.

  1. HCl ( Asam Lambung ) – kita bisa menemukan enzim ini pada lambung manusia. Tugas enzim HCl ialah membunuh bakteri Pada makanan yang sudah masuk. Disamping itu juga bertugas membantu kerja enzim pepsin untuk menguraikan protein.
  2. Enzim Pepsin – Seperti pada enzim HCl, pepsin juga ada di lambung. Tugas enzim ini ialah menguraikan protein hingga menjadi pepton, proteosa serta polipeptida.
  3. Enzim Renin – tugas enzim renin ialah menguraikan kaseinogen hingga menjadi kasein. Letak enzim renin ada didalam lambung.
  4. Enzim Lipase – tugas enzim lipase ialah menguraikan trigliserida hingga menjadi asam lemak.
  5. Enzim Amilase (Pankreas) – jenis enzim satu ini beda dengan amilase yang ada di mulut. Tugas enzim amilase ada dalam pankreas yakni untuk menguraikan zat lemak hingga menjadi gliserol serta asam lemak.
  6. Enzim Tripsin – jenis enzim ini terletak dalam pancreas. Sedangkan fungsinya ialah menguraikan protein hingga menjadi polipeptida. Sama halnya dengan enzim pepsin.
  7. Enzim Karbohidrae Pankreas – tugas enzim ini ialah mengolah amilum hingga menjadi maltosa.
  8. Enzim Paptidase – tugas enzim ini ialah menguraikan polipeptida hingga menjadi asam amino.
  9. Enzim Sukrase – tugas enzim sukrase ialah menguraikan sukrosa hingga menjadi fruktosa serta glukosa.
  10. Enzim Maltase – tugas enzim maltase ialah menguraikan maltosa hingga menjadi glukosa.
  11. Enzim Laktase – tugas enzim laktase ialah menguraikan lakosa hingga menjadi glukosa & galaktosa.
  12. Enzim Enterokinase – termasuk jenis enzim yang memiliki fungsi menguraikan tripsinogen hingga menjadi tripsin.

Nah, itulah beberapa jenis dan fungsi dari enzim ptialin dan enzim pencernaan lainnya. Semoga bermanfaat.

Baca Juga :   4 Fungsi Enzim Enterokinase - Pengertian Dan Mekanismenya Lengkap

Baca juga:

Makanan Penambah Sistem Imun Tubuh

Jenis Sel Epidermis Pada Kulit Manusia