Daur Hidup Lumut : Pengertian, Manfaat, Ciri, dan Siklusnya Terlengkap

2 min read

Daur Hidup Lumut : Pengertian, Manfaat, Ciri, dan Siklusnya Terlengkap

Daur hidup lumut terlengkap beserta penjelasannya – kelompok makhluk hidup yang termasuk dalam kelompok tumbuhan terdapat 2, yakni tumbuhan berpembuluh serta tidak berpembuluh. Contohnya yakni tumbuhan angiospermae serta gymnospermae ialah jenis tumbuhan yang berpembuluh. Sementara lumut sendiri tergolong tidak berpembuluh. Pada bahasan kali ini diulas tentang daur hidup lumut terlengkap beserta penjelasannya.

Pengertian Lumut

Lumut adalah bagian dari kelompok tumbuhan paling tua, sebab tumbuhan ini tumbuh pertama kali. Tumbuhan lumut ini seniri dapat tumbuh sebab terdapat pengaruhnya, diantaranya dari jenis lumut, suhu, air, angina, suhu beserta lingkungannya. Pertama kali tumbuh ini dialam yang membuat tumbuhan lumut bisa dipelajari oleh ahli botani khususnya guna mengetahui bagaimana terjadinya dari daur hidup lumut ini.

Manfaat Lumut

Pengetahuan dari daur hidup lumut memang harus diketahui sebab tumbuhan tersebut memberikan manfaat untuk kita. Manfaat secara biologinya diberbagai bidang tumbuhan lumut antara lain :

  • Meningkatkan sumber air
  • Menambah suplai oksigen
  • Bisa dipakai untuk tumbuhan obat
  • Serta membantu makhluk hidup lainnya guna tetap hidup

Kemudian untuk informasi terlengkap yang akan kami jelaskan ini simak pada pembahasan dibawah ini.
Secara ilmu tumbuhan, lumut tergolong bryophta atau dikenal sebagai tumbuhan non vaskuler. Lumut bisa dibagi dari liverworts (hepaticae/ marchantiophyta) menggunakan multiselluler mereka rhizoid. Dengan perbedaan ini bukan berarti universal guna semua lumu serta semua liverworts dengan membedakan daun-daun dan batang. Tidak adanya daun-daun yang dibagi atau dengan berlekuk serta tidak adanya daun-daun yang diatur kedalam tiga golongan, seluruhnya menunjukkan tumbuhan lumut.

Baca Juga :   Kultur Jaringan : Pengertian, Keunggulan, Tahapan, dan Teknik Terlengkap

Ciri-Ciri Lumut

Adapun ciri-ciri lumut diantaranya sebagai berikut :

  • Lumut memiliki klorofil, jadi bersifat autotroph. Lumut tumbuh pada berbagai tempat dengan hidup di daun-daun sebagai epifit. Apabila di hutan, banyak ditemui pohon epifit sehingga hutan demikian dikenal dengan nama hutan lumut.
  • Akar serta batang lumut tidak memiliki pembuluh angkut (floem dan xylem). Pada tumbuhan lumut ada gametangia (alat kelamin) yakni alat kelamin jantan (anteridium) dengan menghasilkan spermatozoid. Alat kelamin betina dikenal dengan akegonium dengan menghasilkan ovum.
  • Apabila kedua gametangia ini ada dalam satu individu dikenal berumah satu (monoesius). Apabila terpisah dalam sua individu dikenal berumah dua (dioesius). Gerakan dari spermatozoid menuju ke arah ovum berbentuk gerak kemotaksis, sebab dengan adanya rangsangan zat kimia berwujud lendir dari hasil sel telur.
  • Sporogonium ialah sebuah badan penghasil spora dengan menggunakan bagian-bagian diantaranya: seta (tangkai), vaginula (kaki), apofisis (ujung seta melebar), kotak spora: kaliptra (tudung) serta kolumela (jaringan didalam kotak spora yang tak ikut terbentuk spora). Spora lumut sifanya haploid.
  • Lumut terjadi keturunan (metagenesis). Dalam daur hidupnya, terjadi dua fases pada kehidupan lumut, yakni fase gematofit (haploid) serta fase sporofit (siploid). Alat perkembangbiakan jantang bebentuk antherium serta alat perkembangbiakan betina berbentuk arkegonium.

Siklus Hidup Lumut

Lumut (bryophyte) lainnya mempunyai satu set kromosom (haploid) yakni sejumlah kromosom yang hidup di sebuah salinan sel unik. Periode siklus hidup lumut secara lengkap, kromosom rusak namun hal tersebut hanya pada sporofit.

Lumut hidup awalnya ialah sebuah spora haploid menggunakan bertunas guna memproduksi sebuah protonema dengan menumpuk flamen/ thalloid (flat menyerupai thallus) ini adalah tingkatan sementara pada hidup lumut. Dari protonema tumbuh gametophore dengan dideferensiasi sebagai tangkai serta akar/ leaves (mikrofil). Dari tangkai/ cabang berkembang sebuah organ sex lumut. Organ betina dikenal dengan archegonia (archegonium) serta terlindungi dengan kumpulan tangkai dengan termodifikasi dikenal dengan perichaetum (perichaeta dan plural).

Baca Juga :   40+ Contoh Tumbuhan Dikotil Beserta Nama Latinnya

Archegonia mempunyai leher bernama venter yang mana sperma jantan jantan turun. Organ jantan ini bernama antheridia (singular antheridium) serta tertutup modifikasi tangkai bernama perigonium (plural, prigonia). Lumut dapat sebagai dioicous/ monoicous. Pada lumut dioicous terjadi organ sez jantan dan betina sehingga lahir gametofit tanaman. Pada monoicous bernama autoicous) lumut mereka terlahir di tanaman yang sama. Di dalam pengairan, sperma dari antheridia berjalan menuju archegona serta mengalami fertilisasi, mengawalo produkso sporofit diploid. Sperma lumut ialah biflagellate, mereka mempunyai dua flagella dengan membantu menjadi daya pendorong.

Jika tidka ada air, maka fertilisasi tidak bisa terjadi. Sesudah fertilisasi, maka sporofit mandul didorong keluar pada archegonial venter. Hal ini butuh kurang lebih seperempat hingga setengah tahun guna sporofit matang.
Badan sporofit terdiri atas ganggang panjang bernama seta dan capsule bernama operculum. Kapsul serta operculum terlapisi kaliptra yang termasuk sisa archegonial venter. Kaliptra kadang mengecil atau malah berkurang saat kapsul matang.

Pada kapsul, sel-sel pereproduksi spora terjadi meiosis guna membentuk spora haploid, yang mana siklus bisa berjalan lagi. Mulut capsule kadang dikelilingi set gigi bernama peristome. Hal ini kemungkinan tidak dialami pada sejumlah lumut lainnya. pada sejumlah lumut yang lain, struktur vegetative hijau dikenal dengan gemmae yang diproduksi dalam tangkai atau cabang, yang dapat merusakan serta membentuk kembali tanaman yang tidak harus melewati fertilitasi, yakni dikenal dengan reproduksi aseksual.

Perkembangan lumut ini singkatnya berlangsung pada spora kecil dan haploid, berkecambah sebagai suatu protaliym dalam lumut yang bernama protonema.

Nah, itu tadi penjelasan daur hidup lumut terlengkap beserta penjelasannya. Dengan adanya pengetahuan akan daur hidup lumut ini memang harus kalian ketahui sebab tumbuhan ini mempunyai banyak sekali manfaatnya. Diantaranya meningkat sumber air, tambahan suplay oksigen, bisa dipakai menjadi tumbuhan obat serta membantu makhluk hidup lainnya agar tetap hidup. Semoga bermanfaat.

Baca Juga :   Tanaman Sereallia - Pengertian, Ciri, Morfologi, Struktur Biji dan Manfaatnya

Baca juga: