Dampak Polusi Cahaya Pada Keseimbangan Alam

2 min read

Dampak Polusi Cahaya Pada Keseimbangan Alam

Dampak polusi cahaya pada keseimbangan alam – polusi cahaya berarti menjadi sebuah kondisi cahaya yang berlebihan, baik menurut sumber-sumber alamiah ataupun dari sumber-sumber buatan yang memicu rasa ketidaknyamanan. Pada kesempatan kali ini akan kami berikan informasi tentang Dampak polusi cahaya pada keseimbangan alam.

Asal Polusi Cahaya

Pada umumnya, polusi cahaya banyak diperoleh oleh sumber-sumber cahaya buatan, misalnya seperti dari lampu penerangan jalan, lampu dekorasi, lampu-lampu reklame, lampu taman, lampu penerangan luar, lampu dari stadion olahraga.
Pencahayaan yang tidak pas umumnya mengakibatkan berhamburnya cahaya menuju keatas (kearah langit) dengan percuma, jadi cahaya terang akan terbuang sia-sia. Oleh sebab itu, terjadinya polusi cahaya kadang termasuk sebagai indikator terhadap pemborosan energi.

Pengertian Polusi Cahaya

Polusi cahaya adalah sebuah keadaan dimana cahaya berpendar berlebihan, baik bersumber dari cahaya buatan ataupun cahaya yang alami, jadi memicu ketidaknyamanan. Sebagian besar polusi cahaya akan muncul akibat pemakaian sejumlah lampu di luar rumah yang bersifat buatan, misalnya seperti penerang jalan, lampu taman, lampu dekorasi, lampu gedung, dan lampu stadion olahraga.

Lampu tersebut yang dipasang dengan tidak tepat dan efektif maka bisa mengakibatkan polusi cahaya. Pada keadaan normal, khususnya malam hari ketika langit gelap pekat, secara umum kita masih dapat melihat cahaya bintang bertebaran. Akan tetapi keadaan tersebut jarang dijumpai, bila terlalu banyak cahaya lampu yang berpendar sampai menutupi keindahan langit dimalam hari.

Dampak Negatif Terjadinya Polusi Cahaya

Dampak dampak negatif karena polusi cahaya diantaranya :

Baca Juga :   Cara Menjaga Cagar Alam Dengan Alami
  1. Komplek observatorium bosscha yang ada di lembang terjadi masalah dalam menjalankan tugasnya menjalankan pengamatan bintang. Sebagai penyebabnya ialah sejumlah cahaya lampu yang asalnya dari kota bandung serta desa kecil lembang. Hal ini menjadikan bintang sebagai nampak berkedip dengan cepat berkas cahayanya, hal tersebut menandakan turunnya kualitas cahaya di suatu waktu.
  2. Cahaya buatan dari sejumlah gedung pencakar langit sudah mengecoh pengindraan burung burung jadi banyak burung mati menabrak dinding maupun kaca gedung itu, hal tersebut dialami di toronto dengan lebih dari 1000 ekor terhadap 89 spesies mati Cuma dalam kurun waktu 3 bulan.
  3. Pada umumnya, penyu yang akan bertelur kadang mencari pantai gelap semakin sulit cari tempat sebab pemukiman nya di pinggir pantai
  4. Adanya burung burung di dalam keluarga blackbird serta bulbul di amerika berkicau di jam-jam khusus tak tepat sebab cahaya artifisial
  5. Populasi angsa dengan menghabiskan musim panas di inggris supaya gemuknya bisa lebih cepat dan bisa mendorong mereka untuk migrasi menuju siberia lebih awal.
  6. Sebuah penelitian baru sudah menunjukkan kaitannya antara kejadian kanker payudara lebih tinggi di perempuan yang di malamnya ada di dalam keadaan cahaya
  7. Planet planet yang kadang terlihat di waktu matahari terbenam ataupun terbit mulai sirna
  8. Pemborosan energi bila dipakai dengan berlebihan
  9. Hilagnya keindahan malam, dulunya yang diisi dengan bintang, galaksi dan planet diantara lautan kegelapan pekat
  10. Polusi cahaya merupaa sebuah polusi yang poluutannya terdapat unsur penyebab polusi buan berwujud partikel partikel akan tetapi berwujud cahaya. Cahaya disini maksudnya ialah cahaya yang berlebihan. Kadang polusi cahaya bisa timbul sebab adanya cahaya yang berlebihan serta tak terkontrol. Pengaruh cahaya dari luas serta keteaan daun dapat dipakai menjadi informasi tambahan.
Baca Juga :   Ruminansia : Pengertian dan Sistem Pencernaan Pada Hewan Ruminansia Terlengkap

Tidak efisien serta tidak terkontrol, artinya pemakaiannya tak efektif serta tak sesuai dengan kebutuhan. Misalnya seperti lampu cahayanya tak mengarah di arah dengan tepat sesuai dengan keperluan dengan arti lain mengarah di area yang tak perlu.

Sebagai contohnya ialah penerangan permukaan yang mengarah di langit, tembok dan lain-lain. Kadang sejumlah faktor yang dapat memicu polusi cahaya jenis lampu dan wadah lampu yang dipakai, arah penyinaran dan titik titik pencahayaan tak harus/ tak efektif.

Perlu kita ketahui bersama sejumlah hal penting yang berhubungan dengan polusi cahaya. Sebab bila kita terus menerus dibiarkan makan maka nantinya akan memberikan dampak dalam lingkungan dengan terputusnya mata rantai di siklus ekologi.

Misalnya seperti membuat matinya sejumlah burung dan fauna malam lainnya. Dapat pula sejumlah burung ini mati sebab berbenturan terhadap kaca gedung pencakar langit bersama pancaran cahayanya yang berlebihan.
Dengan adanya pemakaian cahaya yang berlebihan maka berakibat pada borosnya energi yang digunakan. Jadi besarnya biaya yang perlu dikeluarkan serta terbuang percuma.

Pastinya akan semakin cepat di dalam menguras sumber daya alam. Polusi cahaya pun akan mempengaruhi kesehatan manusia. Kaum perempuan akan berpotensi akan terkena kanker paydara serta anak anak akan terganggu penglihatannya.

Coba perhatikan pada waktu kita berdiri lalu melihat di seluruh penjuru kota, maka yang nantinya akn terlihat ialah lautan cahaya maupun sinar yang asalnya dari lampu lampu penerangan, baik dari dalam rumah penduduk maupun gedung-gedung. Jarangnya bintang dan benda langit yang bisa dilihat di malam hari adalah akibat sederhana sekali yang dapat kita rasakan terhadap adanya polusi cahaya. Pendaran sinar lampu di penerangan malam hari yang berhamburan diatas dengan percuma bisa menyebabkan pemborosan energi serta langit yang tak bertabur bintang sebab tertutupi selaput sinar cahaya lampu.

Baca Juga :   16 Cara Mencegah Hama dan Penyebab Hama

Nah, itu tadi mengenai Dampak polusi cahaya pada keseimbangan alam. Terjadinya polusi cahaya ini kadnag termasuk indikator terhadap pemborosan energi. Pencemaran lingkungan ini masih sebagai momok yang harus tetap diwaspadai oleh masyarakat. Semoga dengan pembahasan ini bermanfaat.

Baca juga: