Contoh dan Cara Adaptasi Tanaman Dalam Menghadapi Perubahan Iklim

2 min read

Contoh Adaptasi Tanaman Dalam Menghadapi Perubahan Iklim

Contoh Adaptasi Tanaman dalam Menghadapi Perubahan Iklim – untuk mengurangi resiko dan dampak dari perubahan iklim, adaptasi perubahan iklim sangatlah penting. Secara sederhana, adaptasi dipahami sebagai tindakan menyesuikan diri untuk mengantisipasi pengaruh buruk iklim nyata. Dengan cara membangun strategi antisipasi dan memanfaatkan peluang-peluang yang menguntungkan.

Cara Adaptasi Tanaman Dalam Menghadapi Perubahan Iklim

Tindakan adaptasi perubahan iklim dapat berupa :

– Reaktif : menanggapi kondisi yang telah berubah
– Antisipatif : perencanaan untuk perubahaan iklim sebelum dampak diamati atau terjadi

Tujuan Adaptasi Tanaman

Tujuannya adalah meringankan dampak buruk perubahan iklim. Dari sudut pandang PBB, aktivitas yang berkenaan dengan adaptasi dilaksanakan sesuai dengan fakta yang ditemukan saat berlangsungnya perubahan iklim. Kemudian fakta tersebut digali secara terus menerus untuk mendapatkan solusi yang tepat mengenai penanganan perubahan iklim tersebut. sebab suhu ekstrim mengubah warna tanaman bisa dijadikan sebagai informasi tambahan.

Banyak pemerintah, organisasi di Indonesia bahkan seluruh dunia sudah melakukan adaptasi perubahan iklim. Meskipun dalam beberapa hal masih belum maksimal. Mengurangi emisi gas rumah kaca juga diperlukan untuk menghindari dampak terburuk akibat perubahan iklim. Sejumlah dampak pemanasan global memang tidak bisa dihindari, karena gas rumah kaca di atmosfer dapat bertahan selama 1 abad. Begitu juga panas yang tersimpan di lautan. Beradaptasi dengan perubahan yang sudah berlangsung sekaligus mempersiapkan perubahan di masa depan, dapat membantu masyarakat mengurangi resiko menghadapi perubahan iklim.

Definisi Iklim dan Perubahannya

Iklim ialah sebuah keadaan cuaca yang berjalan dalam waktu lama. Rentang waktunya paling cepat adalah 30 tahun lamanya dan mempunyai sifat tetap. Waktu yang tidak sebentar untuk mendapatkan solusi terhadap perubahan iklim, khususnya pada saat proses pengamatan berlangsung.

Baca Juga :   12 Tumbuhan Obat Terkenal di Indonesia dan Khasiatnya "Lengkap dengan Gambar"

Definisi dari perubahan iklim itu sendiri adalah keadaan dimana terjadinya pemanasan global yang sudah tidak bisa dihindari, sehingga membawa dampak terhadap kehidupan di muka bumi salah satunya adalah dalam sektor pertanian. cara rehabilitasi pertanian bisa dijadikan sebagai informasi tambahan.

Dampak serius dari perubahan iklim yang terjadi di Indonesia ialah adanya perubahan pola curah hujan, peningkatan frekuensi kejadian iklim ekstrem, serta kenaikan suhu udara dan permukaan air laut.

Contoh Adaptasi Tanaman dalam Menghadapi Perubahan Iklim

Adaptasi tanaman terhadap perubahan iklim sudah dilakukan di berbagai tempat. Tindakan ini dapat diperluas atau dimodifikasi. Langkah – langkah tambahan, seperti teknologi, kebijakan baru, mungkin juga diperlukan. Tindakan tersebut memerlukan waktu, sumber daya agar bisa terlaksana, sehingga perencanaan saat ini sangat penting dilakukan.

Pertanian menjadi salah satu sektor yang mengalami dampak paling serius akibat Perubahan iklim. Pada tingkat global, bidang pertanian sendiri ikut andil dengan persentase sekitar 14% dari total jumlah emisi yang ada. Walaupun sumbangan emisi dari bidang pertanian mempunyai presentase relatif kecil, namun dampak yang dirasakan tentu saja bisa sangat besar.

Terjadinya kenaikan permukaan laut menyebabkan penciutan lahan pertanian di sepanjang pantai akibat dari genangan air laut. Penciutan lahan pertanian ini sangat berarti bagi produksi beras nasional karena sentra produksi beras pada umumnya berada di sekitar pantai utara Pulau Jawa. Selain hal itu, adanya kenaika permukaan air laut meningkatkan salinitas (kadar garam) dan pH tanah serta menghilangkan dan merusak lingkungan di sekitar pantai.

Pergeseran pola curah hujan atau musim mempengaruhi sumber daya dan infrastruktur pertanian karena merubah sistem hidrologi (siklus air) dan sumber daya alam, merusak dan menyebabkan penurunan kualitas lahan serta merubah kapasitas irigasi.

Baca Juga :   Jenis-Jenis Tumbuhan

Iklim ekstrim seperti curah hujan yang sangat tinggi serta kekeringan yang sangat lama, mengakibatkan kerusakan tanaman dan kegagalan panen sehingga produktivitas tanaman menurun. Iklim ekstrim juga merusak sumber daya lahan pertanian beserta infrastrukturnya seperti jaringan irigasi. Adanya peningkatan kelembaban udara yang terlalu ekstrim juga bisa meningkatkan intensitas serangan OPT.

Terjadinya perubahan iklim yang juga terjadi di Indonesia, maka seluruh pihak yang bergerak di sektor pertanian harus mengerahkan seluruh daya upaya agar dampaknya terhadap produksi tanaman dapat diminimalisir. Dimana dampak ini akan berujung pada proses ketahanan pangan nasional serta kesejahteraan petani, dapat dikurangi seminimal mungkin.

Strategi Adaptasi

Adaptasi merupakan upaya penyesuaian teknologi, manajemen dan kebijakan di sektor pertanian dengan pemanasan global dan perubahan iklim. Program adaptasi ini akan lebih difokuskan pada penggunaan aplikasi teknologi adaptif. Terutama dalam tanaman pangan, seperti penyesuaian pola tanam, penggunaan varietas unggul adaptif terhadap kekeringan, genangan/banjir, salinitas dan umur genjah, serta menciptakan keanekaragaman pertanian, teknologi pengelolaan lahan, pupuk, air, diversifikasi pangan dan lain-lain.

Secara kelembagaan program ini diarahkan untuk pengembangan sistem informasi seperti sekolah lapang iklim, sistem penyuluhan dan kelompok kerja (pokja) variabilitas dan perubahan iklim sub sektor pertanian serta pengembangan sistem asuransi pertanian akibat resiko iklim (crop weather insurance).

Teknologi adaptasi yang sudah berjalan dan dilakukan akan terus dikembangkan dalam menghadapi perubahan iklim di sektor pertanian adalah :

  • Membuat Kalender Tanam (pola tanam berdasarkan pola curah hujan dan ketersediaan air irigasi),
  • Varietas Unggul Baru yang adaptif (VUB toleran kegaraman, VUB tahan kering dan umur genjah dan VUB tahan genangan),
  • teknologi pengelolaan sumber daya air (teknologi identifikasi potensi ketersediaan air),
  • teknologi panen hujan dan aliran permukaan,
  • teknologi prediksi curah hujan dan teknologi irigasi)
  • teknologi pengelolaan sumber daya lahan/tanah seperti pemupukan.
Baca Juga :   Morfologi Bunga Mawar (Klasifikasi Dan Manfaatnya)

Demikianlah artikel tentang Contoh Adaptasi Tanaman dalam Menghadapi Perubahan Iklim, semoga artikel ini bisa memberikan manfaat bagi pembaca. Terima kasih.

Baca juga: