Ciri Ciri Tumbuhan Paku (Pteridophyta)

2 min read

Ciri Ciri Tumbuhan Paku (Pteridophyta)

Ciri ciri tumbuhan paku (pteridophyta) – tumbuhan paku atau dikenal dengan pteridophyta berasal dari bahasa yunani, yakni pteron : bulu, dan phyton : tumbuhan. Maksdunya ialah kelompok plantae yang tubuhnya membentuk kormus/ sudah mempunyai bagian akar, batang dan daun sejati. Susunan daun ini mirip bulu (menyirip). Berikut ini akan kami kupaas mengenai Ciri ciri tumbuhan paku (pteridophyta).

Tumbuhan paku bisa bereproduksi dengan spora jadi dikenal dengan cormophyta berspora. Lain halnya dengan lumut, tumbuhan paku ini tumbuhan vaskuler (tracheophyta) sebab sudah mempunyai pembuluh angkut xilem dan floem. Masyaralat pun kenal dengan tumbuhan paku yang istilahnya dikenal dengan pakis. Kajian evolusi mengatakan tumbuhan vaskuler berspora diperkirakan sudah ada dan dominan di hutan selama karboniferus, kurang lebih 360 juta tahun silam.

Ciri Ciri Tumbuhan Paku (Pteridophyta)

  1. Berbeda dengan tumbuhan lumut, pteridophyta sudah mempunyai akar, batang dan juga duan sejati. Oleh sebab itu, tumbuhan paku tergolong dalam kormophyta berspora.
  2. Mempunyai berkas pembuluh angkut. Baik akar, batang dan daun berdasarkan anatominya sudah mempunyai berkas pembuluh angkut, yakni xilem yang fungsinya mengangkut air serta garam mineral dari akar menuju ke daun guna di proses fotosintesis dan floem fungsinya untuk mengedarkan hasil fotosintesis di semua bagian tubuh tumbuhan.
  3. Terdiri dari dua fase generasi, yakni sporofit (menghasilkan spora) serta gametofit (menghasilkan sel kelamin).
  4. Fase sporofit mempunyai sifat yang lebih dominan dibandingkan fase gametofit.
  5. Menurut fungsinya, daun tumbuhan paku dibagi menjadi tropofil (fotosintesis) dan sporofil (penghasil spora).
  6. Menurut bentuknya, daun tumbuhan paku ini dibagi menjadi daun makrofil (daun besar) dan mikrofil (daun kecil).
  7. Habitat tumbuhan paku ini terdapat di daratan dan ada pula di peraian serta hidupnya ini menempel.
  8. Pada saat masih muda, terkadang daun tumbuhan paku ini bersisik dan menggulung.
  9. Tumbuhan paku semasa hidupnya bisa bereproduksi dengan vegetatif dengan pembentukan gemmae dan reproduksi generatif dengan cara meleburkan gamet jantan serta gamet betina.
  10. Dalam sebuah siklus hidup aa fase sporofit yakni tumbuhan paku sendiri.
  11. Fase sporofit dalam metagenesis tumbuhan paku mempunyai sifat cenderung dibandingkan gametofitnya.
  12. Mempunyai klorofil jadi cara hidupnya fotoautotrof
Baca Juga :   Piramida Makanan 4 Sehat 5 Sempurna Terlengkap

Karakteristik Tumbuhan Paku

Adapun karakteristiknya tumbuhan paku dibagi menjadi 4 struktur penting yakni lapisan pelindung sel (jaket steril) yang ada di sekitar organ reproduksi, embrio multiseluler yang ada dalam arkegonium, kutikula di bagian luar dan terpenting lagi ialah sistem transport internal yang bisa mengangkut air serta zat makanan dalam tanah. Sistem transport ini sama bagusnya dengan pengorganisasian transport air serta zat makanan dalam tumbuhan tingkat tinggi.

Struktur Tubuh Tumbuhan Paku

1. Akar

Akar sifatnya sama dengan akar serabut, yakni ujungnya terlindung dengan kaliptra yang terdiri dari sejumlah sel yang bisa dibedakan sel-sel akarnya sendiri.

2. Batang

Di bagian jenis tumbuhan paku tak terlihat sebab ada di dalam tanah berwujud rimbang, kemungkinan menjalar/ sedikit tegak. Bila muncul diatas permukaan tanah, maka batangnya pendek sekali kurang lebih 0,5 m. Namun, ada batang sejumlah tumbuhan paku misalnya paku ting yang mencapai panjang 5 m dan biasanya mencabang cyathea dan alsophilla.

3. Daun

Daun kerap melingkar serta menggulung di usia muda. Mnurut bentuk susunan dan ukurannya, daun paku dibagi menjadi daging daun, epidermis, dan tulang daun.

4. Mikrofil

Daun ini bentuknya kecil-kecil mirip rambut/ sisik, tak hanya bertangkai serta tak bertulang daun, sebab belum menampakkan diferensiasi sel dan tak bisa membedakan antara epidermis, tulang daun dan daging daun.

5. Makrofil

Makrofil ialah daun yang berbentuk besar, bertangkai serta bertulang daun selain itu bercabang-cabang. Sel penyusunnya ini sudah memperlihatkan diferensiasiya, yakni bisa dibagi antara jaringan tiang, tulang dun, jaringan bunga karang dan stomata (mulut daun). Daun paku tumbuh berdasarkan dari cabangan tulang daun yang dikenal dengan frond dan menyeluruh daun dalam satu tangkai bernama pinna.

Baca Juga :   Vitamin : Pengertian, Macam-Macam dan Fungsinya Terlengkap

Klasifikasi tumbuhan paku

Tumbuhan paku dibedakan jadi 4 kelas, yakni :

  1. Paku purba (psilophytinae)
  2. Paku ekor kuda (equisetinae)
  3. Paku kawat (lycopodiinae)
  4. Paku sejati (filicinae)

Penjelasannya akan dibahas dibawah ini, antara lain :

1. Paku purba (psilophytinae)

Paku purba adalah salah satu macam tumbuuhan paku yang hampir punah. Tumbuhan tersebut hidup di zaman purba dan saat ini bisa dijumpai dalam wujud fosil. Berdaun kecil, biasnya tak berdaun. Spesies yang masih ada yakni psilotum.

2. Paku ekor kuda (equisetinae)

Cirinya tumbuhan ini yakni daunnya kecil dan menyusun spiral, batangnya warna hijau serta beruas-ruas, dan tersusun menspiral. Sporangium letaknya di dalam strobilus (mengerucut).

3. Paku kawat (lycopodiinae)

Paku ini mempunyai ciri daunnya kecil dengan menyusun spiral, batangnya mirip kawat, sporangium ini muncul di ketiak daun serta mengumpul sehingga terbentuk strobilus (mengerucut), secara umum hidup didaratan.

4. Paku sejati (filicinae)

Tumbuhan ini cirinya berdaun besar, daunnya muda menggulung dan sporangium ada di sporofil (berdaun pengahasil spora).

Nah, itu tadi penjelasan mengenai Ciri ciri tumbuhan paku (pteridophyta). Tumbuhan ini mempunyai manfaat bermacam-macam, misalnya seperti menjadi tanaman hias, menjadi penghasil obat, menjadi tanaman sayuran, menjadi pupuk hijau dalam pertanian, menjadi pelindung tanaman yang menyemai dan menjadi sumber bahan baku pembentukan batu bara. Semoga wawasan mengenai ciri tumbuhan paku ini bermanfaat.

Baca juga:

Sistem Pernapasan Pada Hewan Reptil Dan Penjelasannya

Fungsi Organ Tubuh Manusia Bagian Dalam